SignaL

SignaL
Sebelas


__ADS_3

#keesokanHarinya


Kyo melangkahkan kakinya perlahan menikmati udara pagi...


Kyo memegang kepalanya..


"ah.. Kemarin itu seperti mimpi.. " gumamnya seraya berjalan.


"sebenarnya dia itu siapa.. Apa sebabnya dia menyerangku dengan penub kebencian.. Apa dia benar-benar tidak waras seperti yang dikatakan il woo.. Tapi.. " batin kyo.


Pada saat itu kyo sekilas melihat wajah ki sebelum akhirnya dia pingsan.. Kyo melihat wajah yang terlihat emosi dan marah tapi...


Tetap saja kyo merasa ada yang janggal dari kejadian kemarin.. Sudah pasti dia bukan namja yang sakit hati di tolak cintanya oleh kyo.. Kyo sama sekali belum pernah berpacaran.. ..


"tapi.. Tatapanya padaku.. Aku merasakan ada makna dibalik semua ini.. Siapa yang mengatakan itu? Perasaanku?? Terkadang manusia bisa saja sangat peka terhadap sesuatu.. Atau ini hanya khayalanku saja.. Apa selama ini dia yang menganggu pikiranku.. Yang membawaku disini.. " batin kyo..


Kyo menggeleng-gelengkan kepalanya..


"ah.. Bodoh.. Apa aku merasa sedang berkhayal bermain drama bergenre fantasy.. " gumam kyo.


"chagiya... Kau sudah bangun? "


Teriak seseorang di belakang kyo.


"bukankah kau bilang kau akan pulang hari ini.. Cepatlah pulang.. " ucap kyo sebal.


Woo tersenyum berusaha membuang ingatan tentang kejadian penolakan kyo terhadapnya..


"aku tidak akan pulang tanpamu.. Sayang.. " ucap woo manis..


"yya. .aku bahkan bukan pacarmu jadi berhentu memanggilku seperti itu.. Cih menjijikan sekali.. " bentak kyo..


Woo tertawa kecil..


"kau tetap tangguh seperti biasanya.. Baiklah.. Mungkin kita tidak pacaran.. Tapi kita sudah pasti akan menikah.. " ucap woo serius..


"cih.. Mimpi saja sebanyak yang kau bisa.. " tanggap kyo.


Kyo berjalan mendahului woo ke arah Villa..


Hyung sik yang dari tadi mencari kyo tersenyum melihat kyo dan woo datang..


"kau menemukannya hyung? " teriaknya pada woo.


"wae? " tanya kyo tak peduli.


"nuna.. Ayo kita pulang ke seoul..!!! "


Ajak hyung sik


"aku harus menghadiri casting untuk syuting iklan ramen.. " terang hyung sik.


Kyo tertawa..

__ADS_1


"mwo? Ramen?? Kau berperan sebagai apa nanti? Sumpitnya?? "


"ah.. Nuna.. Tentu saha aku peran utama iklannya.. "


"baiklah.. Baiklah.. Pergi saja.. "


Jawab kyo.


"kyo'ah.. Kita pulang.. Aku benar-benar harus pulang karena ada meeting yang harus ku hadiri.. Dan aku tak bisa meninggalkanmu sendiri disini.. " pinta woo.


"pergilah dengan hyung sik.. Aku akan disini untuk beberapa hari.. "


Jawab kyo mantap.


"nuna.. Kau yakin?" ucap hyung sik..


"pulanglah.. " kyo lalu masuk ke villa.


Woo berbicara dengan suara keras agar kyo mendengarnya..


"dongsaeng.. Sudahlah.. Kita pulang saja.. Taruhan.. Tak lama setelah kita pergi dari sini.. Kyo akan menghubungi kita dan memohon agar kita kembali dan membawanya pulang.. "


"cih.. " kyo berlalu ke dalam villa.


"baiklah.. Nuna.. Kami pulang.. "


Teriak hyung sik.


"palli hyung.. Aku tak ingin terlambat.." ucap hyung sik ketika telah di dalam mobil..


"yya.. Bocah.. Kalau saja kau bukan adik kyo aku hanya akan menyeretmu dengan tali dibelakang bamper mobilku.. " canda woo..


"yya.. Kau kejam sekali.. Jangan harap aku merestui hubunganmu dengan nuna.. " balas hyung sik.


"ah.. Hyung apa tidak apa-apa kita tinggalkan nuna??" tanya hyung sik.


"yya.. Sudah ku bilang dia akan segera menghubungi kita.. Kau bisa hitung mundur.. " ucap woo percaya diri..


"oh.. Baiklah.. 100-99-98..." hyung sik mulai menghitung..


"yya.. Bocah.. Kau bodoh??? " geram woo bercanda..


"ahaha.. Araseo.. "


"10-9-8....7...6...5..." ucap hyung sik.


Ponsel woo berdering..


Woo menoleh ke arag hyung sik..


"whoa daebak!!!!! Bagaimana kau bisa... " seru hyung sik.


"yya.. Kau tidak paham juga.. Akulah sang pemilik hatinya.. Aku mengerti bagaimana dia.. " ucap woo konyol..

__ADS_1


Dia meraih ponsel dari saku kemejanya dan menghadapkan layarnya pada hyung sik..


Hyung sik melotot menatap layar ponsel woo..


"huwah hyung.. Kau benar-benar sesuatu.. Angkatlah!!! Palii..." ucap hyung sik..


Woo dengan muka sumringah membalikan layarnya ke wajahnya dan melirik hyung sik..


Woo menjawab panggilan itu.


"ne.. Eomma.. Aku sedang mengemudi.. Ya eomma aku mengerti.." woo memutus panggilan. Dan memasukan ponselnya ke saku celananya..


Hyung sik cekikian dan tertawa lepas ketika woo memasukan ponselnya ke sakunya.


Woo meringis sebal.. Menggaruk-garuk pipinya sendiri..


"tertawalah..."


.....


.....


....


Song joong ki duduk di bawah pepohonan seperti biasanya..


Hari itu sangat terik..


Tapi dari jauh terlihat seseorang berjalan perlahan seperti mencari sesuatu.. Langkahnya perlahan..


Melihat kesegala penjuru.. Menoleh ke segala arah..


Dia mendekati joong ki yang termenung sendiri..


Perlahan sekali..


Mengendap-endap..


Sedikit merasa takut..


Sedikit.. Sedikit takut..


Dia tetap mendekat..


Dia.. Kyo..


Kyo memberanikan diri mendekat ..


"ah.. Permisi.. " sapanya pada joong ki..


Joong ki menoleh...


Jantung kyo seperti akan berhenti...

__ADS_1


__ADS_2