SignaL

SignaL
Dua puluh enam


__ADS_3

S I G N A L


(신호)


Part 11


.........


......


.......


#Seoul, Provinsi Gyeonggi-Do


...


Kyo menjinjing handbag berisi pakaiannya.. Dia berjalan ke arah halaman depan rumahnya..


Seperti biasanya..


Tampak sunyi disana..


Seperti biasanya..


Tanpa sepasang orang tua di dalam sana..


Kinipun sama halnya..


Kyo berdiri bak patung memandang ke arah rumahnya..


Matanya menyapu seluruh bagian depan rumahnya..


Ada rasa sesak di dadanya..


Lemas menjalar ke seluruh tubuhnya..


Sebulir tanda tangis jatuh meleleh di pipinya..


Segera kyo menyekanya dengan jemarinya..


Berusaha berwajah wajar dan tegar.. Kyo melangkah masuk ke dalam rumah..


Hyung sik yang sedang termenung duduk di sofa segera bangkit berdiri ketika wajah kyo muncul di ambang pintu depan..


"nuna..!!!! " hyung sik menghampiri kyo..

__ADS_1


"hyung sik'ah.. " sapa kyo berusaha tersenyum..


"nuna.. Eottokhaeyo??? " wajah hyung sik sembab dan raut wajah yang sangat putus asa..


"hyung sik'ah.. Kau.. " tenggorokan kyo terasa tercekat.. Melihat penampilan adiknya yang sungguh kacau, nampak sekali dia tak merawat dirinya..


"nuna.. Bagaimana ini nuna..???" hyung sik menghampiri kyo dan memeluk kyo begitu saja..


Tubuh hyung sik gemetar..


Tak pernah dia seperti ini sepanjang hidup mereka..


Kyo mengangkat lengannya perlahan.. Dan menyentuh pundak adiknya yang lebih tinggi darinya.. Dan kyo.. Mulai menangis.. Tangisan yang dia tekan sekuat mentalnya..


Bentengnya roboh.. Kyo tak sanggup lagi menahannya..


Kyo yang cuek dan tak pernah menangis..kini tengah mengeluarkan segenap pedihnya.. Menangis sekeras yang dia bisa.. Sebanyak yang dia mau.. Selama yang dia butuhkan..


Apa lagi yang bisa dilakukan selain mencurahkan isi hati dengan memercikkan pedih menjadi bulir-bulir bening yang meleleh melewati sudut-sudut mata...


Apa kata yang bijak yang mampu menjawab kegundahan hati..


Sementara bertahun-tahun mereka hidup dalam ketidaktahuan dan dikelilingi oleh kemewahan yang semu adanya..


Apakah berguna.. Menumpahkan segala kesalahan lada sang Appa sementara beginilah mereka kini..


Apakah perlu berteriak "Wae Appa??? Wae???? " sementara layar tangguh kini telah tersapu bersih oleh gagahnya angin dan kemurnian riak ombak..


Menyisakkan seonggok luka yang menganga..


Maka apa yang lebih berguna kecuali menangis mengikis beban berat yang sarat dalam rongga dada.


Cukup lama mereka saling menenangkan satu sama lain hingga kyo melepaskan pelukannya..


"hyung sik'ah.. " ucap kyo kemudian..


"mari kita temui appa..bukankah eomma juga ada disana? "


Hyung sik menggeleng..


"waeyo? " tanya kyo bingung.


"dia tetap Appa kita sebesar apapun kesalahan yang dia perbuat.. " tambah kyo


"aniyo nuna.. Appa tak ingin bertemu siapapun kecuali pengacara seok jin.. Dia terlalu malu untuk bertemu kita.. Pasti harga dirinya terluka.. " ucap hyung sik..

__ADS_1


Kyo terhuyung-huyung melangkah ke arah sofa dan duduk disana..


"nuna.. Gwencahana??" tanya hyung sik cemas..


"eung.. " kyo mengangguk mengigakan.


"lalu eomma??? " tanya kyo kemudian..


Hyung sik menunduk..


"hyung sik'ah.. Dimana eomma??? "


"aku tidak tahu nuna.. Aku bahkan tak bisa menghubunginya.. " hyung sik kembali menangis..


"oh.. Tuhan.. " kyo memegang kepalanya..


"nuna.. Aku sungguh bingung nuna.. " rengek hyung sik.


Kyo memejamkan matanya..


Menyandarkan tubuhnya ke sofa yang dia duduki..


"kita akan segera dapat jalan keluar.." ucap kyo asal..


"jalan keluar? Apa misalnya? " batin kyo merana..


Kyo lalu bangkit berdiri dan berjalan dengan lemas..


"aku akan tidur dikamar.. " ucapnya pelan pada dongsaengnya..


"ne.. Nuna.. " jawab hyung sik.


...


...


...


...


Kyo di dalam kamarnya..


Dia melepaskan mantel hangatnya dan menghempaskannya begitu saja di lantai..


Kyo merebahkan dirinya ditempat tidur dan memejamkan matanya..

__ADS_1


Tak lama kyo kemudian duduk dan meraih ponselnya..


Menghubungi joong ki..


__ADS_2