SignaL

SignaL
Tujuh belas


__ADS_3

S I G N A L


(신호)


💗 Percayakan hatimu untukku.. Maka lebih dari seisi dunia ini yang akan kau dapat...


Karena seutuhnya duniaku adalah keutuhan senyummu💗


******


#Daejeon, Provinsi Chungcheongnam-Do


Pagi sekali Joong Ki bangun dan lalu bergegas mandi..


Memilah-milah baju dan celana yang akan dia kenakan..


Cukup lama dia menatap baju-baju yang selama ini dia pakai..


Tapi tak cukup lama baginya untuk menyadari betapa usangnya baju-bajunya itu..


Dia berjalan cepat ke arah kamar Hae Jin samchon...


Mengaduk-ngaduk isi lemari hae jin samchon..


"ah.. Bahkan ini jauh lebih buruk.. " gumamnya kecewa..


Hae jin hanya memperhatikan tingkah joong ki si sela-sela kesibukannya membuat sarapan..


Joong Ki lalu kembali ke kamarnya dan mengenakan pakaian seadanya..


Dia berjalan malas keluar kamar menuju dapur dan duduk memperhatikan hae jin samchon yang tengah sibuk..


"ah.. Ini dia.. " ucap samchon menyajikan dua mangkuk bubur berisikan potongan sayur dan juga potongan-potongan kecil daging sapi.. Potongan-potongan daging yang sangat kecil sehingga kau tak akan tahu itu daging jika seseorang tak memberitahumu..


Hae jin mulai menyantap sarapan yang dia buat sendiri..

__ADS_1


Joong ki menatap samchon..


"samchon.. " ucap joong ki..


"waeyo?? " hae jin samchon beralih pandangan dari mangkuk bubur ke wajah joong ki..


"bisakah aku ikut denganmu? " tanya joong ki kemudian..


"ikut denganku? Mwoga? " tanya hae jin heran.


"ah..maksudku.... Bekerja.. " jawab joong ki.


Hae jin terkejut..


"mwo???? "


Joong ki menundukkan kepalanya..


"ah. ..mianhae joong ki.... Aku hanya terkejut.. Kau.. Kau apa?? Kau ingin bekerja? " ucap hae jin samchon takjub..


Hae jin samchon menatap joong ki..


Matanya berkaca-kaca..


Guratan-guratan bahagia dan haru nampak jelas tersimpul dari wajahnya..


"joong ki'ah... Apakah kau? " hae jin samchon tak sanggup melanjutkan kalimatnya..


Hae jin samchon bangkit dari duduknya, mendatangi joong ki dan memeluk joong ki..


"joong ki'ah... " bulir-bulir bening menetes dari sudut-sudut mata hae jin samchon dan meleleh hangat di kedua belah pipinya..


"bagaimana bisa?? Joong ki'ah.. Kau kembali??? " hae jin samchon terisak seraya mengusap-ngusap punggung joong ki..


"gomawo joong ki'ah.. Gomawo..jika kau benar-benar sembuh...gomawo joong ki'ah.. " hae jin samchon sesenggukan di sela kata-katanya..

__ADS_1


Hangat pelukan di pagi itu menyibakkan tirai-tirai keputus'asaan yang selama ini menyelubungi hidup dua insan ini..


"samchon.. Nado.. Khamsahamnida.. " lirih joong ki


Hae jin samchon melepas pelukannya..


Menatap dalam ke wajah joong ki..


"gomawo joong ki'ah... " dan lagi rasa bersyukur yang tak terkira..


*****


Kini Joong Ki berada di tempat biasa dia dan kyo bertemu..


Di tempat biasa dimana dia termanggu tanpa teman..


Tapi.. Dengan hadirnya kyo..


Tempat itu menjadi saksi bahwa joong ki kini menjadi teman yang tak pernah duduk termanggu....


Dengan gelisah joong ki menunggu kyo disana..


Kyo belum juga datang....


Joong ko menatap lurus ke jalan setapak yang biasa di lewati kyo..


Kyo tidak nampak disana..


Joong ki tetap menunggu..


Kyo tidak datang..


Pun tidak ada tanda-tanda akan kehadiran kyo disana..


Tak apa..Joong ki merasa dia harus menunggunya lebih lama lagi. Tak apa.. Joong ki memiliki begitu banyak waktu untuk sekedar menunggu.

__ADS_1


__ADS_2