
Hari mulai gelap..
Ponsel joong ki berdering..
Joong ki berdecak memandang layar ponselnya yang menyala menampakkan nomor ponsel tak dikenal..
"apa lagi ini?? Wawancara lagi? Menjengkelkan sekali.. "
Joong ki menjawab panggilannya..
"nugu?? "ucap joong ki kasar.
"yya!! Kau benar-benar sangat arogan.. " ucap il woo dalam ponsel joong ki.
"kau siapa? Dari surat kabar mana lagi? Aku sibuk.. " tukas joong ki kasar..
"surat kabar?? Hah.. Itu konyol.. Yya!! Song joong ki.. Sebaiknya kau temui aku di dekat namsan tower.. Sekarang juga.. " ucap il woo.
"yya?!! Beraninya kau mengaturku!!! " bentak joong ki.
"terserah saja.. Tapi kusarankan agar kau datang tepat waktu.. " ucap il woo mengancam.
Il woo memutus telponnya..
"yya!!! Katakan kau siapa?? " bentak joong ki..
Telepon sudah terputus..
"haishh.. " joong ki melemparkan ponselnya
Dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur..
Dan beberapa saat kemudian.. Dia bangkit bangun dan bergegas pergi..
"aku tidak tahu siapa kau dan apa maumu.. Tapi ternyata aku kini akan menemuimu disana.. Konyol sekali.. " pikir joong ki.
Hae jin samchon melihat joong ki berlari keluar rumah menuju. Mobilnya..
"yya!! Eodiga??? " teriak hae jin samchon.
Joong ki tak menjawab..
__ADS_1
Hae jin samchon menggeleng-geleng..
"sebaiknya dia tak melakukan kesalahan lagi. " ucap hae jin samchon agak khawatir..
*******
Joong ki mengendarai mobilnya menembus suasana malam hari yang dingin..
..
Dan menghentikan mobilnya..
"merepotkan saja.. Dan kenapa aku harus datang.. " keluh joong ki seraya keluar dari mobil..
Dia berada di tanah lapang berumput di dekat namsan tower..
Joong ki menyandarkan tubuhnya pada bamper depan mobilnya..
"huh.. Dimana dia.. " joong ki merogoh-rogoh saku celananya..
Joong ki berniat menghubungi nomor jung il woo..
Beberapa menit joong ki menunggu seseorang yang entah siapa..
Tiba-tiba joong ki merasakan seseorang menarik tubuhnya dari belakang dan menyentakannya dengan kasar hingga joong ki terjembab ke tanah..
Joong ki tersungkur dan bersiap bangun..
"yya!!! " teriak joong ki seraya berbalik badan dan terkejut melihat il woo..
"neo mwo hae??? " bentak joong ki marah..
"wae?? " ucap il woo menantang..
Il woo meraih tubuh joong ki dan meninjunya lagi.. Dan lagi..
Joong ki berusaha melepaskan diri..
"yya!! Neo michyeosseo??? " joong ki meringis menahan sakit.
"kau brengsek.. " umpat il woo
__ADS_1
"apa maumu? " teriak joong ki.
"menurutmu apa??" il woo membalas teriakn joong ki.
"yya?! Bukankah kau Jung il woo.. Yya!! Il woo'ssi.. Bahkan aku belum melakukan apa-apa untuk merusak pernikahanmu.." joong ki tertawa menantang..
"ah..geuraeyo??? Kau akan lakukan apa?? " il woo meraih tubuh joong ki lagi dan bersiap meninju joong ki lagi..
Joong ki membalas pukulan il woo..
Il woo meringis sakit..
Bibirnya berdarah..
"baiklah.. Kita lihat sejauh mana kau akan bertindak.. " il woo kembali menyerang joong ki..
Dan joong ki menyerang il woo..
Keduanya bahkan bergerumul di rerumputan saling mencoba menguasi lawan mereka masing-masing..
Dan kini mereka berbaring terengah-engah.. Kehabisan tenaga dan merasakan sakit disekujur tubub mereka..
Bahkan wajah tampan mereka terluka disana sini..
"kau benar-benar brengsek!!! " umpat il woo penuh emosi..
Hujan turun mengguyur..
#tobecontinue
Para readers mian
Belum sempet di edit udah terlanjut di publish..
Secepatnya aku perbaiki typo nya..
Gomawo
Don't forget vote and coment..
😊
__ADS_1