SignaL

SignaL
Lima belas


__ADS_3

Ada puing-puing reruntuhan dari keutuhan jiwa yang terkoyak...


Puing-puing yang menelan kesadaran jiwa joong ki..


Menyeretnya ke dasar terbenam dalam reruntuhan kepingan-kepingan kesadarannya yang tak lagi berbentuk..


Yang membuat hidupnya temaram tak ubahnya efek senja tak berteman..sunyi.. Dalam sebuah kesunyian.. Senja yang sunyi.. Terang yang tak sepenuhnya..


Juga gelap yang tak seutuhnya..


Jiwanya menari-nari dalam suasana hidup yang tak tentu arah..


Tak ada tambatan baginya tuk sekedar berpegangan..


Senja yang sunyi..


Namun kini..


Kekuatan signal yang kasat mata itu memaksanya menyibakkan tirai yang selama ini menyelubungi kisah hidupnya..


Memaksanya membuka mata kembali..


Memaksa joong ki untuk membuka mata hatinya.. Berjuta kata bergemuruh dalam otak joong ki saat itu...


Gemuruh berjuta kata dalam kepala joong ki itu buyar saat terdengar suara samchon di dekatnya..


"joong ki'ah.. Ada apa?? Aigoo.. Aigoo.. Nona.. Kau baik-baik saja?? " hae jin samchon khawatir melihat lutut kyo yang terluka..


"apa dia melalukan sesuatu padamu nona?? " tanya hae jin samchon lagi.


Kyo menggeleng..


"apa.. Kau hyung nya..? " tanya kyo..


Hae jin samchon mengangguk..


"lututmu berdarah.. " ujar hae jin samchon..


"ah.. Ini.. Aku tadi hanya jatuh.. "

__ADS_1


Jawab kyo asal.


"apa yang kalian lakukan disini? Joong ki'ah.. Apa yang terjadi?? "


.....


....


....


*******


Mereka kini duduk berderet di bawah pepohonan tempat joong ki biasa menyendiri..


"dia menderita skizofrenia.. " papar hae jin samchon membuka percakapan..


Angin sepoi-sepoi menentramkan suasana saat itu..


"ah.. Cheongmal?? " tanya kyo merasa prihatin..


Hae jin samchon berkata


Usianya kini 23 tahun tapi.. Dia tak ubahnya pria dewasa yang tak mampu berbuat apa-apa bahkan bagi hidupnya sendiri. "


"ah.. Ternyata aku jauh lebih muda darinya.. " pikir kyo seraya melirik wajah joong ki.. "tampan sekali.. "


Batin kyo lagi.


"kurasa dia hanya kesepian.. "


Ujar kyo kemudian..


"ne? " tanggap hae jin samchon.


"apa dia terlihat begitu? " tanya hae jin samchon..


"ne..kurasa dia hanya butuh seorang teman.. " jawab kyo


Joong ki tersenyum memandang hye kyo yang duduk disebelahnya..

__ADS_1


"ah.. Cham.. Kurasa kau benar nona.. Dan kelihatanya dia sudah mendapatkan teman yang kau maksud.. " hae jin samchon tersenyum simpul.


Kyo tertawa kecil menanggapi perkataan hae jin samchon.


"entah kau orang yang tepat atau tidak untuk kuceritakan tentangnya.. " ucap hae jin samchon kemudian..


Kyo menatap hae jin samchon menunggu kelanjutan pembicaraannya..


"sesuatu terjadi padanya lima tahun yang lalu.. " tutur hae jin samchon..


Urat syaraf kyo menegang mendengar kisah hidup joong ki..


"tidak heran jika dia menjadi seperti ini ketika masalab besar itu datang pada hidupnya.. " ucap kyo di akhir pembicaraan mereka..


Kyo berkata bahwa dia akan menjadi sahabat terbaik bagi joong ki..


Akan menemani hari-harinya..


Setiap hari kyo datang ke tempat joong ki biasa menyendiri..


Setiap hari joong ki menunggu kehadiran kyo disana..


Joong ki terlihat bahagia..


Senang sekali dia kini tak sendiri..


Terkadang air mata joong ki menetes saat terbangun dari mimpi buruknya di malam hari..


Tepat saat itu.. Wajah kyo yang teduh berkelebat di pelupuk mata joong ki....saat itu pula.. Joong ki tersenyum..


Mimpi-mimpi buruk kenangan masa lalu.. Sudah joong ki dapatkan penawarnya.. Hanya dengan mengingat wajah dan gelak tawa kyo..


Mimpi buruk.. Ingatan buruk..


Perlahan sirna..


Dan semakin hari komunikasi di antara mereka semakin normal..


Kyo yang menyadari joong ki telat perlahan membaik,tidak sedikitpun berada dalam pikiranya niat untuk kembali ke seoul.

__ADS_1


Kyo menikmati hari-harinya kini..


__ADS_2