
Hari berganti.. Berakhir dengan akhir pekan..
Pekan berganti berujung pada bulan yang bertukar..
Joong ki seperti mendapat bintang jatuh yang turun ke bumi demi mengantarkan sebuab keajaiban bagi joong ki..
Demi menggugah alam sadarnya..
Signal-signal yang berpendaran kini merangsek lurus ke satu titik radar.. Berkerumun disana.. Diselimuti segenap rasa..
Kecuali ini adalah sebuah kekeliruan..
Seseorang pernah berkata..
Bahwa......
"SEBUAH PENYAKIT DAPAT SEMBUH HANYA DENGAN MERASA BAHAGIA"
Begitu kira-kira bunyinya..
Joong ki kerap berpikir sebelum pergi dalam syahdu mimpinya..
"joong ki'ah.. Sudah saatnya kau ambil alih kembali tubuhmu itu..
Sebuah kesalahan besar untuk terhempas ke dasar jurang dan melewatkan hidup indahmu selama bertahun-tahun dengan bercokol disana..
Namun.. Tak ada yang lebih buruk dari jika kau tetap bercokol dibawah sana tanpa senoktahpun upaya..
Jika kau tak mampu berjalan atau bahkan berlari menaiki tebing..
Maka cukuplah.. Dengan mau merayap dengan perlahan..
Dakilah tebing yang membentengi kebahagiaanmu selama ini.. "
Dan.. Selalu itu yang joong ki dengar dalam kepalanya.. Seseorang sedang berusaha meyakinkan joong ki.. Ataukah seseorang itu tak lain adalah dirinya sendiri..
Sepintas muncul lagi wajah anggun kyo.. Cerminan insan yang sarat kasih sayang dan penuh kelembutan.
Setiap hari joong ki bertemu kyo..
Semakin hari tawa joong ki semakin riang terdengar..
Dan semakin haro hae jin samchon semakin terharu atas apa yang joong ki alami kini..
Tak ada yang mampu mengukur ledakan bahagia di hati hae jin samchon..
Hari itu joong ki mendapati hae jin samchon tengah tersedu di sudut ruangan..
Joong ki tersenyum... Dan mendekatinya perlahan..
__ADS_1
"samchon.." panggilnya seraya menyentuh bahu hae jin samchon.
Hae jin samchon mengusap pipinya yang basah..
"ah.. Kau pulang.. " ucapnya tersenyum.
"samchon. .apa ada hal yang mengganggumu? "tanya joong ki polos.
"opsoyo! " ucap hae jin samchon tersenyum teduh..
"kau lapar? " hae jin samchon beranjak ke lemari pendingin makanan untuk mengambil beberapa bahan makanan..
"aku akan memasak sesuatu untukmu.. " ucapnya riang..
Joong ki lalu duduk menaruh tanganya di meja makan sederhana milik mereka.. Kedua matanya menatap sendu ke arah hae jin samchon yang terlihat memotong-motong wortel..
"gomawo..samchon" bisik joong ki..
Tentu saja hae jin samchon tak mendengarnya..
"joong ki'ah.. Aku akan membuatkanmu sup ikan pollack..
Ah kau tahu.. Mereka bilang mereka mengimpor ini dari Rusia.. Karena itu aku berhasil mengosongkan isi dompetku hanya demi mendapatkan satu kilo ikan ini.. " hae jin samchon tertawa...
"aigoo.. Aigoo.. " ujarnya disela tawa riangnya..
Hae jin samchon menyajikan semangkuk besar sup ikan pollack..
Sepiring japjai dan dua mangkuk nasi..
"makanlah dengan baik.. Ini hari baik untukmu.. " hae jin samchon mempersilahkan.
"ne.. Samchon.. " ucap joong ki.
Joong ki makan dengan lahap..
"eum..massita... " ujarnya tersenyum.
"joong'ki ah.. Kelihatanya kau benar-benar bisa menguasai dirimu sekarang.. " ucap hae jin samchon..
"ne?" ucap joong ki..
"kau terlihat membaik.. " ucap hae jin samchon..
"ah.. Begitukah? " ucap joong ki.
Hae jin samchon tersenyum..
"lanjutkan makanmu.. " ucap hae jin samchon..
__ADS_1
Tak ada sesiapapun menyadari..
Bahwa........
Hari itu..
Pembuka kejadian luar biasa di keesokan harinya..
************
ireohge yeppeottna
seonggyeoge du beon nolla
nal bomyeo utneun maeryeokjeogin nun
ijen iksukhaejil beopdo hal tende
ireohge yeppeottna
senseue maebeon nolla
gwi ganjireoun neoui geu maltu
ijen jigyeowojil beopdo hal tende.
*****
Apakah kau selalu cantik seperti ini
kepribadianmu mengherankanku dua kali
Mata menarikmu tersenyum padaku
Aku tak tahu mengapa aku masih belum terbiasa
Apakah kau selalu cantik seperti ini
nalarmu selalu mengherankanku
Caramu berbicara menggelitik telingaku
Aku tak tahu mengapa aku tak bosan.
(CNBlue)
*******
#tobecontinue
__ADS_1