SignaL

SignaL
Tiga puluh empat


__ADS_3

S I G N A L


(신호)


Part 14


****


Hari itu..


Hingga haro beranjak menampakkan terik mentari..


Kyo masih terlihat lesu dan murung..


Kyo dan il woo tengah duduk berdampingan di ruang keluarga kediaman song hye kyo..


"kau sudah tidak demam lagi.. Syukurlah.. " il woo menyentuh kening kyo..


Kyo masib dalam perasaan tak menentu.. Pikirannya kalut tak menentu..


Raut wajahnya bahkan benar-benar terlihat sendu..


Masih terpuruk dengan beragam tanda tanya mengenai joong ki..


Relung hatinya terasa perih..


Benar...sangat jelas terasa..


Sakit sekali..


Kyo menatap il woo yang sibuk dengan ponselnya..


"dia begitu hangat dan baik.. Segala kesempurnaan ada padanya... " pikir kyo menatap lekat wajah il woo...


"tapi ini berbeda dengan ketika aku menatap joong ki.. " sekali lagi dada kyo terasa penuh sesak oleh rasa sakit..


Mengingat Joong Ki hanya akan melukainya lebih dalam.. Dan lebih dalam lagi..


"mungkinkah ini garis kehidupan yang harus aku penuhi.. Menikah dengan namja ini?? Akankah ini pilihan yang terbaik untuk aku putuskan?? " airmata kyo menetes perlahan..


Il woo menoleh ke arah kyo.. Dan lalu meletakkan ponselnya di meja..

__ADS_1


"ya.. Waeyo?? " il woo penuh perhatian lewat suara lembutnya..


Perlahan il woo menyentuh pipi kyo dengan ibu jarinya.. Menyeka airmata kyo..


Il woo menggeleng lembut


"ulji maseyo.. " ucapnya pelan.


Kyo mendorong tubuhnya ke dekapan il woo.. Il woo meraih pundak kyo..


Kyo membenamkan wajahnya ke dada il woo.. Menangis..


"semua akan berlalu.. Kau akan baik-baik saja pada akhirnya.. " il woo membelai rambut kyo..


Kyo sesenggukan dalam pelukan il woo..


Il woo menyadari posisi kyo..


Dia percaya dia akan mampu membahagiakan kyo..


Dan dia memulainya segalanya hari ini..


****


Kini mereka dalam perjalanan ke arah yeoksamdong dekat gangnam..


Il woo mengemudian mobilnya dengan kecepatan sedang.. Berkali-kali il woo menoleh ke arah kyo.. Kyo hanya duduk termenung dan menatap keluar jendela.. Pandanganya tampak kosong..


"jiwamu kini masih belum kumiliki.. Bahkan hatimu mungkin belum menumbuhkan benih cinta untukku.. Geundae, asal aku bisa memiliki ragamu.. Dapat memiliki ragamu.. Bukankah itu cukup bagiku yang sudah terlalu lama mencintaimu.. " batin il woo seraya menatap ke arah kyo dan ke arah jalan di depannya..


Il woo menyentuh tangan kyo..


Kyo menoleh menatap il woo..


Il woo tersenyum..


"kau masih suka steak dengan beberapa kentang goreng?? " il woo tersenyum


Kyo susah payah berusaha membalas senyum il woo


"ne.. Tentu saja.. " jawab kyo.

__ADS_1


"geurae, aku akan memesankanmu beberapa porsi.. " il woo tersenyum menggoda..


Sekali lagi kyo berusaha tersenyum..


"yya.. Kyo'ah.. Memangnya kita sudah berapa lama tak bertemu? Mengapa kau begitu kurus?? Dan ah cham.. Bahkan kau sekarang tidak galak lagi.. " il woo mencoba bergurau..


Kali ini kyo tak mampu tersenyum..


Kyo mengalihkan pandanganya ke luar jendela mobil..


Il woo menghela nafas..


Suasana hening hingga mereka sampai di sebuah restoran yang menyediakan menu yang il woo cari.


***


Dua porsi steak sudah hampir dingin..dan dua gelas orange masih terisk penuh..


Sepasang pengisi perut tak berdosa itu sudah beberapa menit yang lalu tersaji di meja kyo dan il woo..


Tapi mereka belum menyentuhnya sedikitpun..


Kyo hanya memegang pisau dan garpu.. Tatapanya kosong..


Sementara il woo hanya diam memegang pisau dan garpu..


Tatapanya lekat ke arah kyo..


Il woo menghela nafas untuk yang kesekian kalinya di hari itu..


Il woo berusaha tersenyum..


Dia meraih piring kyo dan meletakkannya di hadapannya.. Memotong-motongnya hingga menjadi potongan-potongan kecil dan meletakkannya kembali di depan kyo..


"moegeuseyo.. " ucap woo


Kyo mengangguk dan mulai memakan satu potong kecil steak dan mengunyahnya tanpa selera..


Il woo menggaruk bagian atas matanya..


"kyo'ah.. Entah ini terlalu cepat atau tidak.. Tapi.. Ku pikir kita harus segera menentukan tanggal pernikahan kita.. " ucap il woo kemudian..

__ADS_1


__ADS_2