SignaL

SignaL
Dua


__ADS_3

#Daejeon, Provinsi Chungcheongnam-Do


Hari berganti..namja itu tetap saja menghabiskan hari-hari nya di bawah pepohonan.. Di sudut kota daejeon.


Disinilah tempat teraman baginya..


Angin yang menerpa wajahnya..terasa sejuk di kepalanya..angin itu seperti membawa serpihan-serpihan ingatan buruk dari kepalanya. Dan dia yakin..suatu hari nanti angin akan menerbangkan seluruh ingatan buruknya,membawanya terbang jauh. .jauh..terbang jauh ke langit..hingga saat dia ingin mengingatnya..dia hanya perlu memandang ke langit..


Namun selama ini..justru kenangan indah yang berada di atas sana.. Bahkan terlalu sakit untuk sekedar mengingatnya..


Kenyataan hidup yang pahit..


Memporak-porandakan hidupnya..


Menyisakan ketidakwarasan padanya.


Setiap yang menatapnya akan cekikikan mengejek..


"yya..jangan menatap ke arah nya.." ucap jiwon.


"wae?" tanya Sung Kyung


"jangan tanya kenapa..dia itu psikopat..kita pergi saja..kaja!!" ajak jiwon.


"tapi dia sangat tampan.." ucap Kyung seraya mendekat.


"yya..hajima!!" larang Jiwon.


Terlambat..


Kini kyung telah berada di hadapan namja itu..


"annyeong oppa!!" sapa kyung.

__ADS_1


Sang namja bergeming..


Dia seperti tidak mendengar apa-apa..


Dia sibuk dengan delusi dan halusinasinya.


Jiwon bergegas menarik lengan kyung.


"yya..apa yang kau lakukan?dia akan menyerangmu.." tukas Jiwon ketakutan.


"aniya..kau tahu Jiwon?? Ku dengar dia hanya menyerang seorang ahjussi tua saja.." ucap kyung santai.


Mereka berdua bergegas pergi.


Kehidupan ini bagai bulir-bulir air yang mengalir, dimana tangan-tangan manusia yang lebih kuat akan mengalirkan air kemanapun..sesuka hati mereka.. Dan air akan tetap diam tak bicara ketika tangan-tangan itu menaruhnya pada botol yang terbuat dari diamond ataupun pada botol yang terbuat dari kaca murahan.


Orang-orang disekitar taman berteriak-teriak dan berlarian ke satu arah..


"dia menyerang seseorang lagi!!!!!!" pekik seorang pria botak.


Tampak seorang namja tengah merenggut rambut seorang pria paruh baya, dia menarik rambut si pria..tangannya mencengkram dengan kuat.


"yya..lepaskan aku!!!! Lepaskan..!!!" teriak si pria tua itu kesakitan.


Beberapa orang mencoba menarik tubuh namja itu tapi tangan namja itu semakin kuat merenggut rambut si pria tua.


"panggil polisi..!!! Palli..palliii....!!!!" pekik pria tua itu..kringat mulai membasahi tubuhnya..


Seseorang sedang mencoba menghubungi polisi..


"camkanma!!!! Camkanma!!!" teriak seseorang dari arah kanan..


Dia berlari terengah-engah mengampiri kerumunan itu.

__ADS_1


Dia menuju namja itu dan memegang lenganya..


"joong ki'ah..lepaskan!!" ucapnya.


Namja itu menoleh ke asal suara..


"samchon.." ucapnya pelan.


"lepaskan..joong ki'ah.." ucapnya lagi. "apa yang kau lakukan..dia tak mengenalmu.."


Beberapa saat Joong ki masih menyerang pria itu dan akhirnya Joong ki melepaskan cengkraman tanganya dari si pria tua itu.. Dan terdiam..


Orang-orang mengecek kondisi pria tua itu dan bersama-sama membawanya pergi menjauh..


"joong ki'ah.. Neo gwenchana??" tanya pria yang di panggil samchon itu.


"samchon!!!" panggil joong ki pelan dengan tatapan kosong..


"ne..joong ki'ah.." jawab samchon.


"hae jin samchon.." panggil joong ki lagi..


Samchon menatapnya..


"ne.." jawab samchon.


"nanaeun..song..joong..ki.." ucap namja itu..wajah nya polos dan bingung..


"imnida.."


Hae jin samchon menitikan air matanya..,


"joong'ki ah..gwencahana..??" tanya hae jin samchon.

__ADS_1


"nan gwenchana.. ucap ki


"kaja.." ajak hae jin samchon..


__ADS_2