
Hingga petang datang..
Sebuah mobil hitam menderu menuju gerbang rumah itu..
Dan berhenti persis di depan kyo..
Seseorang turun hendak membuka gerbang.. Dan terkejut melihat kyo berdiri disana..
Kyo menatapnya..
"samchon.. " sapa kyo..
"kyo'ah.. " hae jin samchon menatap kyo..
"samchon.. Aku ingin bertemu joong ki.. " pinta kyo
Samchon melirik ke arah sisi kemudi mobil itu..
Joong ki mencengkram kemudi dengan erat..
Samchon mendekati jendela mobil..
"joong ki'ah.. " samchon hendak bicara..
"tidak..!!! Buka saja gerbangnya.. " ucap joong ki.
"joong ki'ah.. " samchon bernada memohon..
"buka gerbangnya atau aku akan menabraknya.. " joong ki berujar dengan wajah datar..
hae jin samchon bingung luar biasa..
Lalu mengalah pada kemauan joong ki..
Hae jin samchon membuka gerbang.. Dan joong ki masuk ke dalam dengab mobilnya.. Melewati kyo yang berdiri di sisi jalan.
Hae jin menatap kyo dengan iba..
"mianhae kyo.. Joong ki begitu keras kepala.. Mungkin saat ini bukan waktu yang tepat.. " ucap hae jin samchon lembut menjaga perasaan kyo.
"aku akan menunggu disini hingga dia mau menemuiku.. " ucap kyo
"baiklah.. Jika itu maumu.. Sebaiknya kita kita masuk dulu.. Kau tunggu dia di dalam" ajak hae jin samchon..
Kyo menggeleng.
Ponsel hae jin samchon berdering..
Hae jin menjawabnya.. Dan melirik ke arah kyo..
"kyo'ah.. Aku benar-benar harus pergi.. Sebaiknya kau tunggu di dalam saja.. Temui dia disana.. " ucap hae jin samchon terburu-buru..lalu hae jin samchon pergi dengan mobil yang lain yang terdapat di garasi..
Kyo mematung seorang diri..
__ADS_1
Angin berdesir menerpa rambutnya..
Menatap ke arag rumah dimana joong ki berada..
Kaki kyo sakit.. Tungkai kakinya menegang karena berdiri terlalu lama.. Dia membuka wedges nya dan bertelanjang kaki..
Di dalam mobil hae jin samchon menghubungi joong ki.
"yeobseyo.. Joong ki'ah.. Kyo menunggumu di luar.. Temui dia atau kau akan menyesal selamanya.. " hae jin samchon memutus panggilannya..
Joong ki mendengar ucapan hae jin samchon lewat ponselnya..
Tertegun mendengar perkataan hae jin samchon yang singkat..
Joong ki berjalan ke jendela kamarnya.. Menyingkap tirainya dan memandang ke bawah..
Kyo berdiri di depan gerbang..
Dia berdisi disana..
Joong ki tak peduli..
Dia lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.. Dan tertidur..
Persis manusia tak berperasaan..
Hari mulai gelap..
Joong ki tak juga keluar menemuinya..
"sebesar itukah kebencianmu padaku? " lirih kyo sedih..
Sekali lagi airmata menetes perlahan di pipi kyo..
Semakin banyak menetes membasahi wajah kyo..
Dan rintik hujan tiba-tiba saja hadir menghapus airmata diwajah kyo.. Membuatnya semakin basah.. Tubuhnya basah..rintik hujan semakin deras..bahkan petir menyambar-nyambar dengan sangat menakutkan..
Joong ki terhenyak mendengar suara petir.. Dan terbangun dari tidurnya..
Dan tersentak.. Lalu bergegas mendekati jendela kamarnya dan menyingkap tirainya.. Menatap ke bawah..
Kyo masih disana..
"bodoh.. " guman ki..
Tubuh kyo menggigil.. Bibirnya membiru.. Wajahnya pasi..
Tubuhnya sedingin es..
Joong ki mondar-mandir di kamarnya..
Petir datang lagi..
__ADS_1
Joong ki merasakan sakit berdenyut-denyut di kepalanya..
Joong ki lalu melihat keluar jendela.. Dan kyo masih disana..
Joong ki memegangi kepalanya..
Berjalan menuju meja.. Meraih gelas berisi air.. Meminumnya.. Dan menbanting gelasnya ke lantai..
"arrgghhh... Argghh.. Bodoh.. Bodoh!!! " joong ki berteriak..
Dan kembali melihat keluar jendela..
Dan melempar-lempar segala benda yang tersusun rapi di atas meja..
"aku benar-benar lebih menyukai diriku yang dulu.. Dan kyo yang dulu.. " joong ki frustasi..
Masa lalu dan masa kini bagai tercampur tak karuan..
"akan lebih baik bagikku untuj menjadi si gila yang bahkan di campakkan oleh seluruh manusia di bumi ini..
Kyo'ah.. Ini sungguh membuatku gila.. " kondisi ini yang paling rumit yang dia miliki seumur hidupnya..
Joong ki menceracau..
"kyo'ah.. Kenapa... Kenapa.. Kenapa harus kau putri si brengsek itu?? Dari sekian banyak orang.. Kenapa harus kau yang menjadi putrinya.. Aku bahkan rela kehilangan segalanya asal kau bukan putrinya.." joong ki mencengkram tirai jendelanya..
"ini takkan berhasil kyo.. Pergilah dari hadapanku jebal.. " lirih joong ki menatap kyo dari jendela kamarnya..
Joong ki lalu terhuyung-huyung berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk..
Joong ki meneteskan airmata..
Sungguh pedih..
Nafas joong ki memburu..
Joong ki menangis..
Tenggorokannya terasa tercekat..
Saat itu perkataan hae jin samchon bergema di kepalanya..
"atau kau akan menyesal selamanya.. "
Joong ki menatap tirai jendela..
"apakah dia masih disana? " batin joong ki.
Il woo sudah tak bisa menahan diri..
Sejak tadi dia hanya duduk di dalam mobil menyaksikan perjuangan cinta kyo..
Menyaksikan kyo basah kuyup di terpa derasnya hujan..
__ADS_1