SignaL

SignaL
Tiga puluh enam


__ADS_3

S I G N A L


(신호)


...


"lompat dari atas atap gedung kita?? Geurae!!! Lakukan saja.. " ucal hae jin samchon.


Kemudian dia melanjutkan kesibukannya memeriksa beberapa file di laptopnya..


"ah.. Benar.. Kau benar.. Aku akan melakukannya sekarang juga.. Aku akan melompat dari atap rumah kita.. Aku sungguh tidak sanggup lagi.. " celoteh joong ki.


"cih.. Bodoh.. Atap rumah kita terlalu rendah.. Bahkan mungkin hanya jari kakimu yang terkilir.. Juga seisi dunia akan tergelak-gelak menertawakanmu.. " hae jin samchon mencibir..


"aarghh.. Argh.. Samchon.. " ucap joong ki..


"berhenti merengek bocah pecundang.. " gerutu hae jin samchon.


Joong ki turun dari tempar tidur dan berjalan mengampiri hae jin samchon..


"samchon.. Setidaknya bantulah aku.. " pinta joong ki.


"yya!!!! " hae jin samchon memukul kepala joong ki..


Joong ki meringis..


"kau lihat aku.. Lihat aku!!! Aku bahkan tampak lebih tua dari usiaku.. Ini semua karena aku menghabiskan waktuku untuk membantumu.. " omel hae jin samchon..


"mwo?? Kau menua dab kau menyalahkan aku??kau menyebalkan.. Pantas saja tak ada yeoja yang melirik mu.. " cibir joong ki tak mau kalah..


Hae jin samchon tak menjawab..

__ADS_1


Dia terlihat kesal..


Tapi.. Di samping semua itu.. Dia tak akan benar-benar membenci joong ki..


"samchon.. Bantulah aku.. Jebal!!! " joong ki memohon.


"yya!!!! Bukankah ini semua ulahmu?? Kau bereskan saja sendiri?? " hae jin samchon mengetuk-ngetuk kepala joong ki dengan bolpoin..


"eottokhae??? Aku bisa gila tanpa kyo disisiku.. Bagaimana jika kyo benar-benar menikah dengan pria itu?? Aku sungguh mencintai kyo.. " aku joong ki.


Hae jin samchon meringis tak percaya mendengar pengakuan joong ki..


"kau mencintainya??? Lalu kemana cinta bodohmu itu ketika kyo kedinginan menunggumu diluar sana??" bentak hae jin samchon tak sabar..


"mwo?? Bagaimana kau tahu?? Apa dy menghubungimu?? " tanya joong ki.


"nee.. Ne... Dia menangis mengatakan betapa bodohnya dia berharap padamu.. " jawab hae jin samchon.


"geuraedo.. Aku benar-benar mencintainya.. " lirih joong ki..


"aku tidak mengerti mengapa kau begitu kejam pada kyo yang jelas-jelas sudah membuatmu sembuh dan sehat kembali seperti sekarang.. Aku tidak tau darimana sikap aroganmu itu berasal.. Aku sendiri muak mendengar cerita kyo tentang kejadian malam itu.. "


"ne.. Aku menyesal.. " lirih joong ki seraya menunduk..


"geuraseo.. Kkuh juh!!!! " ucap hae jin samchon..


"sirheo!! Yya.. Samchon kenapa kau begitu kasar.. " keluh joong ki.


"pergilah.. Aku butuh istirahat.. " usir hae jin samchon berusaha terdengar kasar..


"argh.. Samchon setidaknya biarkan aku tidur bersamamu.. " ucap joong ki meraih lengan hae jin samchon..

__ADS_1


"mworago?? Cih.. Itu menjijikan.. " umpat hae jin samchon dan berlalu ke tempat tidurnya..


Joong ki keluar dari kamar samchon nya dan memegangi kepalanya..


Dia masuk ke kamarnya dan menginjak sesuatu di depan pintu kamarnya..


Sesuatu yang setengah cair setengah padat yang tadi dia keluarkan dari perutnya..


"iack.. Menjijikan.. " joong ki menendang-nendangkan kakinta ke udara..


"ah.. Shimshimhae.. " joong ki menggaruk-garuk kepalanya dan berjalan ke tempat tidur.. Dan tertidur masih dalam mabuk beratnya..


*****


Sore itu il woo menjemput kyo untuk mengunjungi butik milik salah satu kenalan il woo..


Sesampainya disana..


Il woo menggandeng tangan kyo masuk ke dalam..


Beberapa pekerja butik menyapa mereka dengan ceria..


Mereka melihat-melihat beberapa gaun pengantin


Kyo terlihat tak bersemangat..


Wajahnya datar saja..


Il woo menyentuh salah satu gaun yang di kenakan manekin di sisi dinding kaca butik itu..


"lihatlah.. Ini sangat cocok untukmu.. " ucap il woo pada kyo..

__ADS_1


__ADS_2