SignaL

SignaL
Empat puluh


__ADS_3

Mata il woo agak berkaca-kaca mendengar pernyataan joong ki..


"haruskah aku berjiwa besar seperti itu?? " batin il woo.


Hari semakin larut..


Cukup lama mereka berada dalam keheningan.. Saling diam..


Hingga akhirnya il woo meninggalkan joong ki yang terbaring tidur di atas rerumputan basah..


Keesokan harinya


Sore itu il woo mengunjungi kediaman kyo..


Kyo tersenyum saat imo lee memberitahu bahwa il woo datang..


*sepanjang malam kyo memikirkan rencana pernikahannya dengan il woo.


Kyo tahu persis seberapa baik dan hangatnya namja itu..


Banyak pertimbangan yang hadir di benak kyo..


Kemelut antara kenyataan dan perasaannya..


Kyo berusaha menyatukkan keduanya..


Dan sekuat tenaga memahami dan menyelami situasi rumit ini..


Dan segala kegundahan itu berujung pada sebuah keputusan matang dengan tekad bulat seorang hye kyo.


Kyo mendatangi il woo yang tengah duduk di ruang tamu..


"oppa!!! " seru kyo tersenyum riang.


Il woo terkejut.. Menoleh ke kanan dan ke kiri.. Tapi tidak ada orang lain selain dirinya..


"oppa.. Kau datang.. " kyo duduk di samping il woo dan tersenyum.


"naega??? " il woo bingung..


"opp..pp..pppaa"


"oppa.. Kau ingin minum sesuatu? " tanya kyo.

__ADS_1


"kyo'ah gwenchana?? " tanya il woo kebingungan dengan sikap kyo.


Kyo mengangguk..


"ah cham.. Oppa aku ingin ke butik yang kemarin kita datangi.. Aku ingin mencoba beberapa.. " ucap kyo..


"cheongmaleyo?? " tanya il woo.


"ne.. Oppa.. Geundae oppa.. Kenapa begitu banyak plester di wajahmu?? " tanya kyo heran dan cemas..


"ah.. Ini bukan apa-apa.. Uhm.. Kau tahu ahjussi galak yang tinggal di sebelah rumahku? Anjing nya yang tak kalah galak itu sering kali menyerang tiba-tiba.. " terang il woo.


"ommo.. Kau diserang anjing itu?? " pekik kyo ketakutan..


"tentu saja tidak.. " il woo tersenyum..


Kyo memanyunkan bibirnya..


"sudahlah.. Ayo kita pergi.. " ucap il woo


"ah benar.. Aku akan bersiap-siap sebentar.. " ucap kyo..


Beberapa menit berselang..


Kyo datang kembali dengan mengenakkan pakaian pink cantik dan sepatu wedges berwarna coklat muda..


"ah.. Baiklah.. Kaja.. " ucap il woo..


Il woo terpesona melihat kyo yang begitu cantik..


******


Il woo dalam perjalanan ke butik yang mereka datangi di hari sebelumnya..


Hujan turun dengan skala sedang.. Rintik-rintik..


Tetesannya jatuh bersarang di kaca-kaca jendela mobil il woo..


Il woo tak henti melirik ke arah kyo..


"dia begitu cantik.. "


Beberapa meter di depan mereka.. Traffic light menampilkan bulatan merah menyala..

__ADS_1


Il woo mengentikan laju mobilnya..


Il woo menoleh ke arah kyo..


Kyo tersenyum.. Il woo meraih tangan kyo.. Dan mencondongkan tubuhnya ke arah kyo..


Il woo mendekatkan wajahnya ke wajah kyo..


Hendak mengecup bibir kyo..


Dan untuk kesekian kalinya..


Kyo mengindarinya..


Kyo menunduk..


Il woo mengembalikkan tubuhnya ke posisi semula..


Dia sungguh kecewa dan tampak menahan diri..


"ah.. Oppa.. Lampunya hijau.. " seru kyo mengusir canggung setelah kejadian tadi.


Il woo melanjutkan lagi perjalanan mereka ke butik..


***


Mereka sampai dan bergegas masuk ke dalam butik..


Kyo lalu sibuk melihat-melihat beberapa gaun..


Sementara il woo sibuk dengan ponselnya.. Dia nampak sedang menulis pesan singkat..


Dan mengirimnya pada seseorang.


Beberapa menit berlalu..


Il woo yang sedang termenung dikejutkan oleh suara kyo..


"oppa.. Il woo oppa.. Aku suka yang ini.. " ucap kyo tersenyum..


Il woo mendekati kyo..


"whoa.. Ini sangat indah.. Baiklah kau bisa mencobanya.. " puji il woo..

__ADS_1


"arasseo..aku akan mencobanya oppa.. Gidaryo juseyo, eung?? " kyo tersenyum dan berlalu masuk keruang ganti di temani beberap pekerja butik untuk membantu kyo mengenakkan gaun itu..


Il woo tersenyum dan berdiri tepat di hadapan pintu ruang ganti..


__ADS_2