SignaL

SignaL
Sembilan


__ADS_3

Joong ki tersengal-sengal dadanya sakit..


"kau tak bicara????" teriakan woo semakin tinggi seimbang dengan amarahnya..


Woo meraih tubuh joong ki..


Mencengkram kerah bajunya..


Menatap wajah joong ki dengan geram...


"kau tidak bicara?????kau gila????"


Woo berteriak di depan hidung joong ki.


"baiklah...atau setidaknya kau harus punya tulang-tulang yang kuat karena aku akan segera mematahkannya..." ucap woo yang kemudian tinjunya melayang di pelipis ki..


Joong ki mendarat di tanah dengan wajah terjembab di tanah..


Darah segar mengucur pelan dari hidungnya..


"yya..kau bahkan tidak melawan ku.." teriak woo.


Joong ki tidak bergeming..


Woo mencengkram kerah baju joong ki untuk yang kedua kalinya..


"yya..bodoh..setidaknya jadilah lawab sepadan untukku!!!!! Apa kau psikopat yang senang menyerang seorang yeoja???"


Joong ki menatap il woo dengan mengerikan..


"yya..kau lihat apa????"


Woo meninju ki lagi..


Lagi ..dan lagi..


Hingga joong ki tergeletak di atas tanah..


Sekalipun joong ki bercucuran darah di sana sini..tidak meredakan amarah il woo...


Il woo duduk di atas badan joong ki..


Dan mencengkram kerah baju joong ki sehingga kepala joong ki terangkat ke atas mendekati wajah woo..


"yya...brengsek!!!" teriak woo..


Joong ki menatap il woo dengan tatapan mengerikan.


"napeun!!!" ucap joong ki.


"mwo??" ucap woo terkejut.


"napeun.." ucap ki lagi dengan tatapan jahat.


Woo terdiam...


Woo menatap wajah ki..


Woo melepaskan cengkramanya pada tubuh ki..


Mendorong ki ke tanah..


Woo berdiri perlahan dengan tetap memandang joong ki yang menatapnya dengan raut wajah mengerikan..


"apa ini..?" pikir woo..

__ADS_1


Nafas woo memburu..


Tersengal-sengal dengan sisa-sisa emosinya..


"siapa dia..??" batin woo yang tetap memandang tatapan joong ki.


Woo melangkah mundur perlahan..


Perlahan..


Joong ki tetap memandang woo..


Matanya fokus ke arah woo..


Alam sadar bahkan alam bawah sadarnya...


Mengenali woo..


Ataukah seseorang yang mirip woo..


Woo meninggalkan joong ki dengan berbagai rasa di benaknya..


Joong ki yang tak waras dapat mengenali woo walau tak sepenuhnya..


Bagaimana dengan Woo yang sepenuhnya normal tanpa ketidakwarasan.


Woo bergegas menuju mobilnya dan masuk kebalik kemudi..


Dan terdiam...


Jantungnya berdegup kencang..


"mungkinkah..dia.." ucap woo ketakutan..


"tidak mungkin.." ucapnya lagi..


Woo agak gemetar..


.....


....


....


Song Joong Ki berjalan terhuyung-huyung memegangi dadanya yang sakit di hantam oleh kaki woo..


Joong ki meringis..sakit..


Dia merasakan sakit..


Di dadanya..


Di dadanya..


Joong ki berjalan tertatih selangkah demi selangkah...


Setibanya dirumah, joong ki lalu masuk ke kamarnya..


"mwo..??dia sudah pulang." ucap hae jin samchon yang mendengar suara pintu di tutup..


Hae jin samchon melirik jam tangannya..


"ini terlalu siang untuk pulang..


Daebak!! Apa dia sudah merubah jadwalnya.." hae jin tertawa sendiri..

__ADS_1


"aigoo..aku bahkan berbicara dan tertawa sendirian..aigoo apakah skizofrenia itu menular.. Ckckck.." celoteh hae jin samchon yang kemudian berjalan ke kamar joong ki...


Hae jin samchon membuka pintu..


"joong ki'ah..kau sudah lapar???"


Sapanya..


Dan tiba-tiba terkejut melihat joong ki dengan tubuh memar disana sini..


"yya..joong ki'ah..apa yang terjadi???" tanya hae jin samchon khawatir..


Joong menunduk tak menjawab..


Hae jin samchon mengecek tubuh dan wajah joong ki..


"joong ki'ah..neo gwenchana??" tanyanya..


Joong ki hanya mendongakkan wajahnya..


"joong ki'ah.. Apa yang terjadi??" ucap hae jin samchon lembut..


Joong ki hanya menatap wajah samchon nya..


Dengan mengedip-ngedipkan matanya perlahan..


"joong ki'ah katakan padaku.. Apa yang terjadi.." suara hae jin samchon tetap lembut..


Joong ki tak bergeming..


"yya..joong ki'ah kau tak akan bicara????" suara hae jin samchon mulai meninggi.


"joong ki'ah..kau tidak lelah dengan semua ini????" Ucap hae jin samchon setengah berteriak..


Joong ki tetap dia menatap samchon nya..


"joong ki'ah..kau tidak lelah hidup seperti ini????jawab aku!!!!!"


Hae jin samchon mengguncang-guncang tubuh ki dengan tanganya..


"jawab aku!!!!!! Kau benar-benar membuat ku gilaaa!!!!!!"


"plaaakkkkkkkk""


Hae jin samchon menampar joong ki..namun sedetik kemudian hae jin samchon menyesal..


Hae jin samchon memandang tanganya yang sejurus lalu menampar joong ki.


Hae jin samchon terduduk di samping joong ki..bersandar pada dinding kamar joong ki..


Air mata mulai menetes dari sudut mata hae jin samchon..


Dia menangis..


"mianhae..mian.." lirihnya di antara tangisnya..


Joong ki menahan air matanya agar tak jatuh..


Sekuat tenaga berusaha menahan tangis..


Tapi..


Joong ki tetap menangis..


Dua orang insan..

__ADS_1


Yang bahkan keberadaannya tak dipedulikan oleh siapapun...


__ADS_2