SignaL

SignaL
Empat


__ADS_3

Ki tetap diam.


"joong ki'ah....tapi... Bagaimana jika ahjussi yang kau serang itu tidak memiliki rambut?? Apa yang akan kau tarik dari kepala botaknya??? Hahahahahahaha..!!!!" hae jin samchon tertawa seraya memegang rambutnya sendiri.


Ki hanya menoleh sebentar ke wajah hae jin samchon..


Yang terjadi berikutnya..


Hae jin samchon berhenti tertawa tiba-tiba karena yang di ajak tertawa hanya memasang tampang datar..dan mereka saling diam hingga hingga sampai dirumah.


Sebuah rumah sederhana yang terletak disudut kota Daejeon. Hae jin samchon dan ki masuk kerumah..


Tidak ada yang istimewa di dalam sana..hanya dua buah kamar berukuran kecil, satu ruang makan kecil, sebuah dapur yang juga kecil..dan sebuah kamar mandi yang tak kalah kecil..bayangkan betapa kecilnya rumah itu dan betapa sempitnya di dalam sana.


Tapi tidak bagi joong ki..


Rumah itu adalah dunia baginya.


Hae jin samchon menyiapkan bibimbap untuk mereka makan malam..


Joong ki makan dengan lahap..


Makan dengan cara makan orang normal..rapi tanpa berantakan disana sini..


Bahkan ki biasa mencuci piringnya sendiri.


"dengar..aku akan bekerja malam ini, jadi tetaplah dirumah saat aku bekerja, arachi?" jelas hae jin samchon.


"ne..samchon.." jawab ki


"chotta.." ucap hae jin samchon.


Selepas hae jin samchon pergi.


Ki masuk ke kamarnya.. Berbaring di kasur lantainya tanpa menyalakan lampu.


Begitulah bertahun-tahun ki menghabiskan waktu dalam ke'datar'an..


Hanya duduk termenung di bawah pepohonan ..memandang langit dan sesekali dia menyerang seorang pria paruh baya....ah....ani..... .bukan hanya sesekali..tapi sudah berkali-kali ki menyerah seorang pria tua..


Beruntungnya semua pria itu tidak mengalami luka yang serius..


Pernah sekali waktu..Joong ki di tahan polisi karena tindakanya menyerang seseorang..tapi kemudian ki di bebaskan karena hae jin samchon membawa dokumen dari dokter kejiwaan bahwa ki mengidap skizofrenia dan masih dalam pengawasan sang dokter.

__ADS_1


Hae jin samchon pernah menanyakan perihal bahwa seharusnya penderita skizofrenia tidak berpotensi mencelakakan orang lain..sang dokter hanya mengatakan bahwa untuk menjelaskan itu mereka butuh menjalani serangkaian test pada diri joong ki.


Tapi entahlah..biayanya begitu mahal. Ucap hae jin samchon kala itu.


Ki menangis dalam keheningan.. Tanpa tahu apa yang sebenar-benarnya dia rasakan saat itu..


Sakit..pedih..luka yang sangat dalam..marah..kecewa..terpuruk..tak berdaya.. Dan banyak hal lain nya yang bercokol di dalam sana..


Dalam otak ki..


Dalam syaraf-syaraf yang terganggu kesehatannya..


Ki mendesah dalam..


Air mata menetes dari sudut-sudut matanya dan meleleh hangat di kedua belah pipinya..


Bahkan dalam hening ataupun dalam keramaian..


Banyak percakapan-percakapan yang terdengar di telinga ki.


Ilusi..dan delusi yang semakin parah..


Ketidakwarasan padaku


Raga yang mendulang jawaban


Atas ironi yang nyata


Yang tak pasti keberadaannya


Maka siapakah aku ini??


Hanya...


Seseorang dalam kerapuhan..


Author's Pov


Hari berganti..bulan berlalu..


Hingga semester dua pun telah usai..keadaan kyo tetap tak berubah..


"kyo'ah..dosen kim mencarimu.. Datanglah ke ruanganya.." terang salah seorang teman sekelas kyo.

__ADS_1


"ne..gomawo.." ucap kyo.


...


...


..


"kyo'sii...apa ini????" ucap dosen kim setibanya kyo diruangan dosen kim.


Kyo memperhatikan angka-angka yang berbaris vertical di sebuah print out.


Nilai nya.


Kyo menghembuskan nafas berat.


"kyo'ssi...kau menempati posisi tertinggi saat ujian masuk, dan segalanya baik-baik saja di semester satu..tapi,apa ini??" dosen kim meminta penjelasan.


"joeseonghamnida.." lirih kyo.


"mwoga?apa gunanya kau meminta maaf padaku? Ini tentang dirimu.. Tentang masa depan mu.. Jika mempertahankan nilaimu saja kau tidak sanggup..lalu apakah nantinya kau akan mengacaukan kesehatan pasienmu kelak jika kau sudah lulus??"


Kyo terdiam.


"ah..aku bahkan tidak yakin kau bisa lulus dengan nilai mu yang luarr biassa ini" sindir dosen kim.


Pipi kyo merah padam.


"selesaikan apa yang menjadi masalahmu kemudian belajarlah dengan baik.." pesan dosen kim.


"ne..aku mengerti.." ucap kyo.


Pembicaraan selesai.


Kyo berjalan keluar dari ruang dosen.. Pikirannya melayang ke sesuatu hal yang sangat rumit..


Yang sungguh kyo tak tahu apa itu.


"yya..aku bahkan tak mengerti apa masalahku.." gerutu kyo pada dirinya sendiri.


Kyo's pov


Ini sangat aneh..perasaan aneh ini datang begitu saja tanpa aku sadari..aku seperti tidak berpijak pada tempat yang benar.. Seperti memiliki apa yang bukan milikku..

__ADS_1


"kyo'ah..menyerah saja sejenak" gumamnya sambil berjalan dengan langkah gontai.


__ADS_2