SignaL

SignaL
Dua puluh delapan


__ADS_3

S I G N A L


(신호)


...


Kyo masih tidak bisa menghubungi joong ki..hingga saat pagi hadir kembali menggantikan malam menyajikan gurat-gurat jingga sang mentari..


Tak ada yang bisa kyo lakukan, selain meratapi waktu dan keadaan yang kini dia berpijak di dalamnya..


Puluhan kali sudah kyo menghubungi joong ki..


Bahkan kali ini tak ada nada dering yang menyambut panggilannya..


Hanya ada rekaman suara seorang operator yang memintanya meninggalkan pesan setelah nada beep..


Dan tak terhitung nada beep yang kyo dapat dan entah berapa pesan yang telah kyo lontarkan..


"Joong ki'ah.. Kau dengar aku.. Hubungi aku.. "


"joong ki'ah.. Kau membaca pesanku?? Hubungi aku cepat.. "


"joong ki'ah.. Kau dimana?? "


"joong ki'ah aku merindukanmu.. "


"joong ki'ah hubungi aku jebal..!! "


Entah berapa kata yang telah kyo ucapkan setelah nada beep itu..


...


...


Kenyataannya.. Tentu saja tak ada pesan yang sampai pada joong ki..


Ponsel joong ki hancur tergeletak begitu saja di sisi jalan yang kemarin joong ki lewati..

__ADS_1


.....


......


.....


Hari itu il woo datang..


Mereka kini tengah duduk di meja makan untuk sarapan bersama..


"tuan muda jung.. Makanlah yang baik.. " imo lee tersenyum mempersilahkan il woo.


Il woo membalas senyum imo lee


"ne.. Ahjuma.. Khamsahamnida.. "


Tapi tak seorang pun dari mereka menyentuh makanan di depan mereka..


Kemudian...


Dan mulai berbicara..


"nan cheongmal mollasoyo..... " lirihnya..


Kyo dan hyung sik menatapnya..


"aku benar-benar tidak tahu.. Saat itu aku masih berada di jepang menyelsaikan kuliahku.. " il woo memulai kalimat panjangnya..


Dia menceritakan kejadian yang sebenarnya.. Yang kini sudah dia ketahui.. Il woo memaparkan seluruh kejadian.. Hingga kini presdir Jung ayahnya sendiri.. Dan presdir song, ayah hyung sik dan hye kyo..


Akhirnya di tahan pihak kepolisian..


Kyo meneteskan airmata..


Tak terpikirkan mengapa Appa nya seburuk itu...


Tapi bukankan tak ada gunannya.. mengutuki Appanya saat ini..

__ADS_1


Il woo menatap kyo yang duduk di sebrang meja..


"kyo'ah.. Aku tahu ini waktu yang tidak tepat.. Tapi.. Kyo'ah.. Mari kita menikah.. " ucap il woo sangat hati-hati...


Kyo menatap tajam ke arah kyo untuk beberapa saat.. Dan kemudian membuang pandanganya..


"kyo'ah.. Dengarkan aku.. Kau tetap bisa hidup dengan baik asal kau bersamaku.. Aku akan menjagamu dan membahagiakanmu..tak perduli betapa hancurnya keluargamu.. Kau akan tetap hidup dengan baik bersamaku.. " ujar woo penuh kepedulian dan setiap katanya tersirat rasa cinta yang dalam..


"geuman.. " lirih kyo


"kyo'ah..pikirkanlah.. Dengarkan aku.. " ucap woo lembut..


"geumanhaseyo!!!!!!!" teriak kyo yang lalu bangun dari duduk dan pergi berjalan cepat ke kamarnya..


"yya!!!! Nuna.. Mengapa kau berteriak pada hyung??? " teriak hyung sik..


"hyung.. Tunggulah sebentar.. " hyung sik lalu mengejar kyo..


Kyo masuk ke kamarnya disusul hyung sik di belakangnya..


"nuna.. Kenapa kau begitu pada hyung? Tidakkah lebih baik kau terima saja hyung? " tanya hyung sik agak emosi.


"mworago??? Mworagoyo??????? " teriak kyo dengan mata berkaca-kaca..


"nuna.. "


"hyung sik'ah kau tahu.. Aku tidak pernah sekalipun menyukai il woo.. Tidak pernah sekalipun mencintai il woo.. " lirih kyo


"arasseo.. Ara!!! Tapi... Cinta???? Apa itu penting sekarang????? Lalu... Lalu.. Bagaimana kita akan hidup tanpa hyung??? Kau punya cara lain untuk bertahan hidup??? " teriak hyung sik..


"hyung sik'ah jangan berteriak padaku.. Jaga kata-katamu.. " lirih kyo..


"sirheo!!!!" hyung sik terlihat penuh emosi..


"keluar dari kamarku.. Tinggalkan aku sendiri.. " ucap kyo memalingkan wajahnya..


"nuna..!!!!! Katakan padaku bagaimana kita akan hidup tanpa hyung??? Kita hanya punya rumah ini?? Lalu apa? Kau akan menjualnya untuk kita makan? Bahkan hasil penjualan rumah ini akan habis jika kita pakai selama setahun.. " nafas hyung sik memburu.. Dadanya naik turun..

__ADS_1


__ADS_2