SignaL

SignaL
Tiga belas


__ADS_3

-sinyal-sinyal yang berpendaran ke segala penjuru.. Menembus ruang dan waktu.. Kini telah berpapasan dengab radar yang sejauh ini bertitik pada sebuah relung hati yang tak tersembunyi..


Layaknya pesawat yang siap dan mendarat pada titik kordinat yang telah ditentukan.


Yeongwonhal geot gatdeon sigani jinago


Gipeun goyohameun nareul deo gadugo


Geu chimmukdeureun nal deo


Gipeun gose ppatteuryeo


Nado eoreuniraneun chakgak soge


Waktu yang ku pikir akan bertahan selamanya kini berlalu


Dan keheningan menguci diriku


Keheningan menjeratku ketempat yang lebih dalam


Sebuah khayalan dimana aku sudah lebih dewasa


(CnBlue-young forever)


Keesokan harinya..


#Daegu, Provinsi Gyeongsangnam-Do


"abeoji.. " sapa il woo ketika telah memasuki ruang kerja Tn. Jung


Seorang yang di sebut abeoji sedang sibuk membalik-balik tumpukan kertas berisi data-data audit perusahaan bulan ini..


Dia mendongak ketika il woo masuk.


"ah.. Kau datang? Duduklah!! " ucap Tn. Jung


"whoa.. Ada apa ini.. Sepagi ini kau datang kesini tanpa memberitahuku" ucap Tn. Jung hyung hwa yang tak lain adalah presdir Jung Diamond Grup..


Penjelasan sederhananya..dia adalah ayah biologis Jung Il Woo.


Il woo berniat mengatakan sesuatu..tapi dia agak ragu..


Pada akhirnya dia mengurungkan niatnya..


"ah.. Aku hanya ingin bertemu dengan mu abeoji" ucap woo


"mwo? Kau lucu.. Sejak kapan kau belajar merindukanku..


Bukankah dalam kepalamu hanya ada si gadis putri Tn. Song?? " Tn. Jung terkekeh geli melihat putranya tersipu..


"jangan mulai bergurau abeoji.. " tukas woo..


"ah.. Cham segalanya baik-baik saja di Seoul? Minggu depan mungkin aku sudah kembali ke Seoul" ucap Tn. Jung


"ye...abeoji.. Aku ini jauh lebih cerdas dari dugaanmu.. Sepertinya kau akan pensiun dini kareba aku sudah begitu cakap menjalankan bisnis keluarga kita.. " woo menepuk-nepuk dadanya dengan konyol..


"haha.. Araseo.. Araseo.. Chotta.. " Tn. Jung tertawa renyah mengibas-ibaskan tanganya.


"ah.. Tapi abeoji.. Tn. Song memberikab pengajuan pinjaman untuk memperluas jaringan salah satu provider mereka ke desa-desa kecil di pesisir pantai. " terang il woo.


"cheongmal?? Setujui saja.. Berikan sebanyak yang mereka ajukan.. " perintah Tn. Jung

__ADS_1


"ye Abeoji.. Arasseumnida.. " ucap il woo mengerti.


"kau mau makan siang bersama? Aku ada rapat dengan klien di restoran sashimi.. " ajak Tn. Jung


"tidak abeoji.. Aku akan pulang.. " tolak il woo.


"sekarang? " tanya Tn. Jung


"ye.. Abeoji.. Aku pamit.. " ucap il woo.


"kau benar-benar pewaris yang kompetitif.. "puji Tn. Jung..


Il woo terkekeh..


"kompetitif.. " pikir woo..


Bukankah aku satu-satunya pewaris Jung Diamon Grup.


"ah molla.. " ucap woo yang kini sudah berada di balik kemudi mobil mewahnya..


Il woo termenung sejenak..


Berpikir tentang apa sebenarnya tujuannya menemui Appa nya..


Ada sesuatu yang dia ingin tanyakan..


Tapi il woo urungkan niatnya itu..


"haish.. Aku pasti salah orang..


Tidak mungkin dia ada disana.. " ucap nya kemudian berdecak-decak sendiri..


"ah.. Aku akan menjemput kyo pulang.. " ucapnya pada dirinya sendiri..


Il wol meraih ponsel nya dan menghubungi kyo..


Tidak ada jawaban..


Il woo meninggalkan pesan..


"kyo'ah.. Aku dalam perjalanan ke daejeon. .aku akan membawamu pulanv ke seoul.. " ucap woo setelah terdengar bunyi beep.


#Daejeon, Provinsi chungcheongnam-Do


Pagi-pagi sekali kyo telah bangun dan jogging di sekitar taman..


Matanya menyapu sekeliling taman..


"dimana dia?" kyo melihat kesana kemari..


Dia tidak ada di tempat kemarin dimana mereka duduk bersama memandang langit..hingga petang tiba.. Dan joong ki pulang begitu saja tanpa sepatah katapun..


Kyo hanya bingung tertinggal sendirian di bawah pepohonan..


Hingga hari mulai terik.. Kyo tidak menemukan orang yang dia cari..


Kyo pulang dengan lesu..


Waktu begitu cepat..


Siang menjelang..

__ADS_1


Kyo menghabiskan semangkuk ramen yang dia buat sendiri..


"ah.. Bosan sekali.. " gerutunya..


Kyo berpikir apakah orang itu sudah berada disana pada jam segini..


Entah apa yang kyo pikirkan..


Aneh sekali mendapati diringa justru nyaman berada di sisi seorang yang tak waras..


Melewati berjam-jam waktu hanya untuk memandang langit..


Dan kyo merasakan lehernya begitu kaku di malam hari..


Kyo keluar dari Villa..


Berjalan ke taman..


"hhh.. Aku pasti sudah gila.. " keluh kyo..


"aku bahkan tidak mampu membuang senyumnya dari ingatanku.." gumam kyo seraya berjalan perlahan..


Kyo melihat seseorang yang tak asing.. Berjalan gontai..


Dari jauh tampak orang itu menghirup udara dengan sangat dalam..hingga cuping hidungnya mengembang..


Kyo tersenyum..


"cih.. Apa yang dia hirup di siang hari terik seperti ini.. " ucap kyo.


Mereka cukup dekat..


Kyo yang menghentikan langkahnya ternyata terlihat oleh joong ki..


Joong ki kemudian berjalan ke arah kyo.. Langkah yang mantap..


Kyo menatap joong ki yang perlahab mendekatinya..


Kyo agak takut tapi dia tak ingin berlari menjauh..


Kyo gemetar tapi tak ingin berusaha berteriak meminta tolong.. Atau melakukan hal-hal semacamnya..


Joong ki sudah sangat dekat..


Sudah dekat..


Dan. ..


Kemudian joong ki meraih tubuh kyo dan memeluknya begitu saja..


Memeluknya erat..


Kyo terkejut sesaat..


Tapi sejenak kemudian kyo merasa nyaman.. Dengan pelukan joong ki..


Nyaman sekali.. Joong ki mendekap kyo erat..


Seseorang melihat joong ki memeluk kyo..


"kyo'ah... " serunya marah dan khawatir..

__ADS_1


__ADS_2