
Kepulangan Baekhyun ke Korea merupakan berita yang cukup besar bagi industri hiburan dan juga para fans. Dikabarkan pula Baekhyun akan segera mengadakan konser dan merilis single terbarunya. Baekhyun diberi waktu dua hari untuk istirahat, dan beginilah ia sekarang. Bermalas-malasan di rumahnya sambil melihat foto Sohyun yang ada di handphone-nya. Ia ingin mengirim pesan kepada gadis itu, namun ia takut tidak bisa mengendalikan perasaannya. Ia harus mencoba menjauhi Sohyun untuk melindungi gadis itu.
"Baekhyun, ayo mandi! Kau ini sehari di rumah sudah bermalasan seperti ini!" seru seorang wanita paruh baya dengan nada galak menghampiri Baekhyun yang berada di sofa.
"Ah, Ibu. Aku malas sekali hari ini," rengek Baekhyun.
Yup, kalian telah melihat sisi lain Baekhyun jika bersama ibunya.
Ibu Baekhyun, Nyonya Byun, memukul kecil kepala anaknya dengan bantal sofa yang baru saja dirapikan.
"Akh! Eomma!" seru Baekhyun.
"Ayo mandi! Kau ini berbeda sekali dengan ayahmu!"
"Ada apa? Sampai menyebut aku segala," ujar seorang pria baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai dan handuk tersampir di pundaknya.
"Anakmu ini, tidak mau mandi pagi!" seru wanita itu.
Baekhyun langsung bangkit dari sandaran duduknya dan menunduk lesu. Ayahnya, Tuan Byun, langsung menghampiri Baekhyun dan duduk di sebelahnya.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah lebih baik karena berlibur?" tanya Tn. Byun dengan suara khas seorang ayah.
Baekhyun tersenyum. Yang pertama ayahnya sangat peduli padanya, yang kedua ibunya tidak lagi menyuruhnya mandi pagi ini. Wanita itu langsung melengos pergi setelah menghela nafas. Baginya, suaminya itu sangat memanjakan Baekhyun.
"Iya. Sudah lebih baik sekarang," jawab Baekhyun.
"Kau benar sudah bisa bernyanyi lagi? Keadaanmu cukup parah waktu itu,"
Baekhyun kembali menganggukkan kepalanya, "Iya, Ayah. Oh ya, aku ingin mengenalkanmu pada seorang wanita yang aku temui di London."
Sang ayah tersenyum, "Gadis Eropa?"
Baekhyun menggeleng, "Orang Korea yang kebetulan berlibur ke London. Karena dialah aku merasa lebih baik sekarang." Baekhyun pun menunjukkan foto Sohyun pada ayahnya. Foto yang ia ambil diam-diam ketika berada di Canada.
"Wah, dia cantik. Siapa namanya?"
"Kim Sohyun,"
"Kekasih barumu, kah?"
"Calon istriku, Ayah."
"Baekhyun! Ada teman-temanmu datang!" teriak ibunya merusak momen obrolan dua lelaki itu.
"Aish," umpat Baekhyun kesal.
Tuan Byun tersenyum dan menepuk pundak anaknya, "Kenalkan calon istrimu itu padaku dan ibumu segera."
***
"Wah, Baekhyun is back!" seru Chanyeol ketika mereka masuk ke kamar Baekhyun.
Rumah Baekhyun tidak besar dan cukup sederhana meskipun ia seorang artis terkenal. Mereka tinggal di daerah yang tidak terlalu ramai, dan rumahnya dapat ditemukan dengan berjalan di jalan kecil yang sedikit berputar. Sedikit bersyukur para fans tidak menemukan rumah Baekhyun dengan mudah. Para fans hanya tahu asramanya saja.
Ayah Baekhyun memiliki restoran cukup terkenal di Seoul, dan ibunya membuka toko bunga. Walaupun Baekhyun sudah memiliki penghasilan yang lebih dari cukup, ayahnya tidak mau menggunakan uang Baekhyun untuk perluasan usaha, begitu juga ibu Baekhyun. Mereka terbiasa hidup sederhana dan sekarang menular kepada Baekhyun. Kamar pria itu cukup sederhana, dengan tempat tidur yang terletak di lantai, dan bisa dilipat dan disimpan ke dalam lemari seperti halnya kamar tidur tradisional.
"Kau belum mandi, huh?" kata Sehun ketika melihat Baekhyun yang cukup berantakan dengan pakaian tidurnya.
"Baekhyun yang glamour, huh? Jika fansmu tahu bagaimana yang sebenarnya, bisa-bisa mereka lari darimu," tambah Kyungsoo.
Baekhyun tidak mempedulikan ocehan temannya. Ia menyiapkan beberapa kaleng jus untuk keempat temannya.
"Oh, ya! Bagaimana kabar Sohyun?" tanya Lay ketika Baekhyun kembali duduk bersama mereka, melingkari meja bundar kecil yang ada di kamarnya.
Baekhyun menghela nafas sembari membuka kaleng jusnya, "Dia baik."
Keempat temannya saling berpandangan dan merasa aneh dengan Baekhyun.
"Ada masalah lagi dengannya?" tanya Chanyeol.
__ADS_1
Baekhyun menggelengkan kepalanya, "Kami baik-baik saja."
Keempat teman Baekhyun kembali saling tatap melihat Baekhyun seperti ini. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
"Baguslah kalau begitu," jawab Lay tersenyum, mencoba mengalihkan pembicaraan, "Kapan kau akan kembali bekerja?"
"Lusa."
"Oh, kalau begitu bagaimana kalau kita isi liburanmu dengan jalan-jalan? Kita tidak akan tahu kapan lagi bisa bertemu Baekhyun mengingat dia pasti sibuk sekali nanti," ujar Kyungsoo.
"Yaa, kau pikir kami juga tidak sibuk?" tanya Sehun pada Kyungsoo. Jangan lupakan Sehun dan Chanyeol juga orang terkenal.
"Kalian sedang pengangguran sekarang. Album kalian habis terjual dan kalian mendapat banyak uang. Belum kepikiran ide musik lainnya, bukan?"
Sehun dan Chanyeol merengut mendengar komentar Kyungsoo yang sangat blak-blakan itu.
"Bagaimana menurutmu, Baek?" tanya Kyungsoo beralih pada Baekhyun.
Pria itu tersenyum mendengar perkataan teman-temannya. Selintas di pikirannya ia ingin bercerita tentang masalah yang ia alami, tapi ia urungkan karena lebih baik mengatasinya sendirian.
"Baiklah," jawab Baekhyun.
***
Baekhyun menghela nafas ketika harus kembali ke asrama dan kembali bekerja. Hari ini cuaca agak mendung dan ia sangat mengantuk. Di benaknya hanya ada satu pertanyaan: Apa kabar Sohyun hari ini?
Baru saja tidak bertemu empat hari, ia sudah sangat merindukan gadis berpipi tembam itu.
"Hari ini akan ada meeting mengenai lagu baru yang akan kau nyanyikan. Kau akan dilibatkan dalam pembuatan lagu ini," ujar Manajer Yoo sembari membaca jadwal yang akan dilakukan Baekhyun dua minggu sebelum konser. Mereka tidak lama kemudian sampai ke gedung agensi, yang langsung disambut wartawan dan para fans yang sangat antusias. Begitu juga dengan para artis naungan yang ada di agensi tersebut. Mereka senang bisa melihat Baekhyun kembali.
"Oh, Baekhyun!" seru seorang pria dengan senyum lebarnya menghampiri Baekhyun, "Lama tidak bertemu!"
"Oh, apa kabarmu, Jongdae?" balas Baekhyun juga tersenyum melihat teman satu agensinya ini.
"Seperti yang kau lihat sekarang," jawab Jongdae. Pria itu mengenakan baju kaos tanpa lengan, celana olahraga dan topi hitam. Baekhyun tebak pria itu habis latihan menari.
"Ayo, Baek, waktunya meeting," ujar Manajer Yoo yang dijawab Baekhyun dengan anggukan.
"Eoh, benar! Good luck!"
Baekhyun tersenyum lalu mengikuti manajernya ke ruang meeting mengenai lagu yang akan ia nyanyikan. Proses meeting cukup menyenangkan dan Baekhyun merasa santai kali ini. Ia terlibat di dalam pembuatan liriknya, dan seketika ia memikirkan Sohyun. Semua lirik yang dibutuhkan selesai dalam waktu tiga jam saat itu juga.
"Wah, lirik lagu ini sangat dalam maknanya! Berdasarkan pengalaman, kah?" tanya salah satu staf dengan takjub. Baekhyun sendiri hanya tersenyum menanggapinya. Proses pembuatan lirik dan nada lagu selesai sore hari dan itu membuat Baekhyun lega.
"Baekhyun," panggil Ketua Lee ketika Baekhyun hendak meninggalkan gedung agensi menuju asramanya.
"Ikut aku, ada yang ingin aku bicarakan."
Baekhyun mendengus lalu melirik Manajer Yoo seolah-olah bertanya ada apa lagi sekarang. Mereka berdua pun mengikuti Ketua Lee untuk masuk ke dalam ruangannya.
Ketika masuk ke ruangan, Baekhyun cukup terfokus atensinya pada seorang gadis dengan rambut biru mencolok yang duduk dengan cuek sembari membaca majalah. Tak lama kemudian, gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Baekhyun.
"Baiklah, kalian berkenalan terlebih dahulu," ujar Ketua Lee, "Baekhyun, perkenalkan dia Min Yuri, artis baru yang sedang debut di agensi kita. Dan Yuri, kau pasti tahu ini siapa."
Baekhyun hanya menganggukkan sekali kepalanya dan duduk, "Apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak menerima basa-basi. Aku lelah."
Hangeum menghela nafas, "Sangjin, bisa kau keluar terlebih dahulu?"
Baekhyun merasa tidak suka jika manajernya harus keluar. Ada hal apa yang ingin dibicarakan sampai manajernya saja tidak diizinkan untuk mendengar? Setelah Manajer Yoo keluar, Hangeum melanjutkan.
"Aku mempertemukan kalian dengan tujuan. Tujuan menyangkut agensi, dan tujuan menyangkut karir kalian," ujar Hangeum.
Baekhyun merasa tidak enak, begitu juga dengan Yuri. Gadis itu mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar Ketua Lee berkata demikian.
"Kalian harus berpacaran. Buat keadaan senatural mungkin kalau kalian terlibat cinta lokasi."
Yuri menautkan alisnya, "Berpacaran?! Kau bilang padaku tadi bahwa Baekhyun sunbae-nim akan membimbingku dalam latihan vokal!" seru Yuri tidak terima.
Baekhyun mendengus.
__ADS_1
Bagus.
Gadis ini satu pikiran dengannya.
"Jangan lakukan hal konyol, Ketua Lee," kata Baekhyun dengan datar namun sarat akan kesinisan di sana.
Hangeum tertawa kecil, "Kalian ini cocok sekali. Dengarkan dulu apa yang akan jadi tujuan yang kusebutkan tadi."
"Baekhyun, kau butuh seseorang yang sedang menaikkan pamormu kembali. Yuri adalah pendatang baru, pasti banyak yang meliputnya sekarang terlebih lagi ia di bawah naungan agensi ini. Begitu juga kau, Yuri. Baekhyun adalah artis papan atas yang sudah senior. Fansnya juga banyak. Jika kau diisukan pacarana dengannya, kau akan semakin bersinar. Bukankah itu yang kau inginkan?"
Baekhyun dan Yuri sama-sama diam. Keduanya tidak terima apa yang dikatakan atasannya ini.
Berpacaran demi menaikkan pamor? Itu hal yang konyol!
"Aku tidak setuju!" seru Yuri. Ia bangkit dari kursinya kali ini hendak keluar.
"Baiklah jika kau tidak terima," ujar Hangeum membuat langkah Yuri terhenti, "Jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa dengan orang tuamu nanti."
Yuri mengepalkan tangannya kuat, dan hal ini membuat Baekhyun terkejut. Tidak ia sangka gadis ini juga jadi salah satu korban ancaman atasannya yang gila.
"Jangan pernah sentuh ayahku, Ketua Lee!" balas Yuri dan terlihat jelas mati-matian gadis itu menggertakan giginya, menahan amarah.
"Kau berhutang padaku, Yuri. Mudah saja. Ikuti aturan yang kubuat, maka ayahmu akan baik-baik saja." Hangeum tersenyum penuh kemenangan.
"Kau keterlaluan, Tuan Lee," ujar Baekhyun.
"Ah, begitu juga dengan kau, Byun Baekhyun. Lakukan apa yang kusuruh jika kau ingin gadis itu aman. Bukankah ini menguntungkan masing-masing pihak?" tambah Hangeum lagi.
Keduanya terdiam mendengar tawa Hangeum yang membahana di ruangan itu. Sungguh, jika ada pedang di sini, Baekhyun sudah pasti menebasnya ke kepala ketua gila itu sekarang!
***
"Baekhyun sunbae-nim!"
Yang dipanggil menoleh ke arah suara. Yuri berjalan menghampirinya lalu membungkukan badan.
"Ada apa?"
"Aku ingin membuat perjanjian denganmu, Sunbae."
"Perjanjian?"
Yuri menganggukan kepalanya, "Kita akan berpacaran bohongan, sama seperti yang dikatakan orang gi--maksudku, Ketua Lee."
"Tidak apa-apa kau menyebutnya demikian, tapi cukup di depanku saja," jawab Baekhyun.
Yuri tersenyum kecil, "Aku tidak tertarik dengan urusan berpacaran demi ketenaranku. Yang aku inginkan hanya terkenal dengan caraku sendiri dan mendapatkan uang demi orang tuaku. Kurasa kau juga begitu. Kudengar rumor kau memiliki kekasih di luar sana. Orang gila itu pasti mengancammu."
"Ada apa dengan orang tuamu sampai orang gila itu mengancammu?"
Yuri akhirnya bercerita setelah gadis itu mengajak Baekhyun ke sisi gedung agensi yang lebih sepi.
"Ayahku koma karena kecelakaan. Sudah beberapa bulan terbaring dan belum sadar juga. Sudah banyak hutang yang kami tinggalkan untuk membayar pengobatan ayahku. Dokter bilang, keadannya sudah bisa dikatakan fifty-fifty. Jika alat bantu dilepas, bisa dikatakan meninggal dunia. Dan jika masih dipasang, bisa dikatakan selamat. Aku optimis ayahku akan sadar dan segera sembuh. Saat itu aku bertemu Tuan Lee dan ia memberikan aku bantuan. Kesempatan menjadi idol sudah ditanganku ditambah seluruh hutang dan biaya pengobatan dibayar olehnya. Aku bersyukur," ujar Yuri, lalu ia menghela nafas sembari menatap pemandangan dari jendela gedung yang tinggi itu.
"Sekarang aku tarik kata-kataku. Orang itu hanya menjadikanku ladang uangnya saja. Gaji yang ia berikan padaku tidak seberapa besar karena ia bilang dipotong dengan biaya ayahku. Ia menjadikan alasan akan mencabut seluruh biaya untuk pengobatan ayahku jika aku tidak mengikuti keinginannya."
Baekhyun mengepalkan tangannya, menahan emosi. Ia tidak menyangka atasannya itu sangat gila. Bisa-bisanya memanfaatkan hal seperti ini demi uang!
"Aku turut berduka mendengarnya," ujar Baekhyun.
Yuri tersenyum, lalu menatap Baekhyun, "Terima kasih. Maka dari itu, aku mohon bantuannya, Sunbae-nim. Aku mohon kau menerima hal itu. Aku janji, aku tidak akan melibatkan perasaan. Kita hanya akan berperan sebagai kekasih jika diliput media."
Baekhyun diam sejenak, memikirkan hal ini. Ia lalu menghela nafas dan menganggukan kepalanya.
"Baiklah. Kuharap kau bisa profesional. Dan lagi, tidak usah memanggilku seperti itu. Cukup Baekhyun saja." Pria itu lalu beranjak dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Yuri. Gadis itu amat senang dan menundukan kepalanya lagi mengiringi kepergian pria itu.
"Terima kasih, Baekhyun," ucap Yuri lirih.
***
__ADS_1