
Baekhyun sudah berkali-kali merasakan gugup sebelum memasuki panggung. Sudah ada tiga puluh konser yang dilakukan Baekhyun, dan seharusnya, konser perdana setelah ia cuti kali ini terasa lebih mudah. Namun entah mengapa rasanya berbeda. Pria itu dilanda gugup yang cukup besar.
"Kau berbeda kali ini," komentar Sangjin melihat Baekhyun yang mondar-mandir di ruang tunggu sembari menggigit jarinya. Bahkan sebelum konser besarnya di Australia waktu itu, ia tidak pernah segugup sekarang.
"Benarkah?" tanya Baekhyun. Sangjin tersenyum melihat Baekhyun seperti ini.
"Percayalah, ia pasti datang ke Korea untuk menonton konsermu," ujar Sangjin mencoba membesarkan hati Baekhyun dan membuat pria itu tidak gugup lagi.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Yuri muncul dari balik pintu tersebut sambil tersenyum.
"Wah, kau sangat tampan mengenakan pakaian itu, Baek!" ujar Yuri senang.
Baekhyun yang memang dari beberapa hari lalu sedikit risih dengan sikap Yuri, kini hanya menyunggingkan senyum tipis. Yuri datang ke sini sebagai pengisi acara di sela-sela konser milik Baekhyun. Ini juga suruhan dari Ketua Lee untuk menambah isu berita mereka. Selain Yuri, ada beberapa artis lain yang diundang untuk mengisi acara.
"Semangat, Baek! Semoga sukses!" ujar gadis itu lagi. Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya saja kali ini tanpa berkomentar apa-apa.
Seorang staf pria pun menghampiri ruangan Baekhyun dan meminta pria itu untuk stand by.
Sangjin menepuk pundak Baekhyun lalu membawa pria itu menuju belakang panggung. Tentu saja dengan penjagaan agar Yuri tidak dekat-dekat Baekhyun. Entah mengapa gadis itu terlihat aneh bagi Sangjin. Mereka memang sudah diisukan berpacaran dari beberapa orang di agensi dan ia tahu bahwa Baekhyun dan Yuri hanya berpura-pura pacaran jika disorot media. Namun bagi Sangjin, Yuri mungkin sudah terbawa oleh perannya sendiri. Buktinya setiap malam Yuri selalu mengirim pesan selamat tidur untuk Baekhyun. Bagaimana Sangjin tahu? Baekhyun selalu menunjukkan pesan aneh dari Yuri padanya.
"Semoga sukses, Baekhyun." Sangjin menepuk pundak Baekhyun kembali dan meninggalkan pria itu sendiri di belakang panggung. Baekhyun berusaha mengendalikan degup jantungnya yang berdetak kencang.
Ah, ia sudah pernah merasakan ini. Harusnya ia bisa mengendalikannya. Apakah karena ia menantikan Sohyun?
"Dan kini, tiba saatnya kita memanggil seorang penyanyi yang sangat ditunggu-tunggu karena dia sempat cuti cukup lama dari dunia hiburan. Kita sambut, Byun Baekhyun!"
Pria itu menghembuskan nafas panjang yang ia tahan sejak beberapa detik sebelum dipanggil. Dengan berani ia melangkah menuju panggung. Yah, suasana di atas panggung masih sama seperti sebelumnya. Lampu sorot hanya tertuju padanya ketika berjalan keluar panggung, dan sekitarnya gelap, dengan ribuan titik cahaya yang bisa ia simpulkan adalah lightstick. Tak lupa juga gemuruh tepuk tangan dan teriakan penonton yang menyambutnya. Sembari berjalan, Baekhyun mengedarkan pandangannya ke arah tempat duduk VIP. Dan pada satu titik, tatapannya terkunci. Di sana, di sudut kursi VIP itu, ia melihat gadisnya,... yang tampak aneh.
Baekhyun ingin sekali tertawa karena gadis itu sangat mencolok di antara semua tamu VIP yang duduk di sana. Semua tamu VIP mengenakan gaun, atau pakaian yang mencolok, yang menunjukkan identitas sosial mereka. Berbeda dengan Sohyun. Gadis itu tetap menyukai penampilannya yang klasik di balik mantel cokelat itu. Oh, jangan lupakan masker wajah berwarna putih itu! Sohyun nampak lucu mengenakannya.
Well, itulah gadis yang Baekhyun cintai.
Gadis itu sempat menoleh ke belakang, berusaha untuk tidak berpikir bahwa Baekhyun kini sedang menatapnya. Pria itu kembali tersenyum lagi melihat Sohyun seperti itu.
"Byun Baekhyun, senang kembali bisa melihatmu berkarya lagi di panggung ini. Semua fans-mu sangat menantikan single terbarumu ini. Tidak disangka proses pembuatan single ini sangat cepat sekali setelah kau kembali."
"Ah, ya. Aku juga tidak menyangka akan bisa kembali ke dunia hiburan ini. Kondisiku sekarang lebih baik. Terima kasih untuk para fans yang selalu mendukungku dan memberikanku semangat," ujar Baekhyun tersenyum dan kali ini menatap seluruh penonton di depannya.
"Apakah ada sosok lain yang memberikanmu semangat selain fans-mu?" tanya pembawa acara lagi.
"Tentu saja. Orang tua dan teman-temanku sangat membantu keadaanku menjadi lebih baik. Selain itu,..." ujar Baekhyun menggantung, dan pria itu mengarahkan pandangannya ke arah Sohyun, "Ada seorang gadis yang sangat berarti bagiku. Ia selalu memberikanku semangat kala aku merasa depresi selama aku cuti."
Baekhyun tersenyum lagi melirik Sohyun. Pria itu bisa menebak betapa bodohnya wajah Sohyun ketika terkejut dibalik masker itu.
"Jika gadis itu di sini, apa yang ingin kau katakan?" tanya MC lagi.
Senyum Baekhyun perlahan memudar, dan dengan perlahan ia menatap Sohyun lagi dengan tatapan yang sangat berarti. Keheningan beberapa detik itu cukup membuat Baekhyun berpikir banyak sekali tentang hubungan mereka yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Baekhyun tahu seluruh resiko yang ia ambil sekarang.
"Aku minta maaf atas kesalahan yang sudah aku perbuat padamu. Baik di masa lalu, maupun di masa yang akan datang."
Baekhyun menjeda kalimatnya, masih menatap Sohyun dengan tatapan sayang dan cinta yang ia miliki.
"Aku selalu berharap kau percaya padaku dan selalu ada di sisiku. Terima kasih,..."
Lalu Baekhyun tersenyum tipis, "...dan aku merindukanmu."
Gemuruh para penonton kembali membahana di panggung itu. Baekhyun menghela nafas panjang sebelum ia menyanyikan lagu terbarunya. Lagu yang ia buat dengan sepenuh hati, dan semua tentang Sohyun mengisi kepalanya. Segala rasa rindu yang Baekhyun miliki kali ini ia tumpahkan lewat lagu, dan Baekhyun harap, Sohyun mengetahui perasaannya juga.
***
"Penampilanmu bagus, Baek!" seru Yuri menghampiri Baekhyun ketika penampilannya telah usai dan diisi oleh penampilan artis lain. Sangjin merasa jengah melihat Yuri sekarang yang selalu mendekati Baekhyun padahal pria itu kini sudah bertemu dengan pujaan hatinya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Yuri," ujar Baekhyun dengan wajah serius. Ia lalu meminta manajernya untuk meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa, Baek?" tanya Yuri dengan wajah ceria.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Ada apa denganmu, Yuri? Kau lupa dengan perjanjian yang kau buat?" ujar Baekhyun dengan wajah datar yang sangat dingin.
__ADS_1
Senyum Yuri menghilang, "Apa maksudnya? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan."
"Kurasa kau terlalu mendalami peranmu, Yuri. Kita hanya pura-pura pacaran. Kau sendiri yang bilang bahwa kau tidak akan melebihi itu. Tapi kenapa kau bertingkah aneh belakangan ini?" tanya Baekhyun.
Yuri berjalan mendekat kepada Baekhyun, tatapan matanya terasa dalam membuat Baekhyun tidak nyaman.
"Jika aku akhirnya menyukaimu, bagaimana?" ujar Yuri, membuat jantung Baekhyun berdetak kencang. Ia mengepalkan tangannya. Baekhyun sudah menduga ini akan terjadi.
"Kau membuatku nyaman, Baekhyun. Aku menarik kata-kataku bahwa aku tidak akan suka padamu. Hanya kau yang mengerti aku," ujar Yuri.
Baekhyun melangkahkan kakinya ke belakang, menjauhi Yuri.
"Jangan aku. Aku sudah mencintai orang lain," ujar Baekhyun.
"Siapa nama gadis itu, huh?" Yuri terlihat tidak senang.
"Kim Sohyun." Baekhyun menyebut nama Sohyun dengan tegas, "Jadi jangan dekati aku, ataupun mengganggu hubungan kami."
Wajah Yuri sangat tidak bersahabat kali ini. Jelas gadis itu merasa kesal karena Baekhyun selalu membicarakan gadis bernama Sohyun itu.
"Hai, Baek,"
Baekhyun terkejut mendengar namanya dipanggil sebuah suara. Suara yang sangat ia rindukan setengah mati beberapa minggu ini. Dan sekarang, Baekhyun merasa tidak percaya bisa bertemu kembali dengan gadisnya itu.
"Sohyun," ujar Baekhyun terpana melihat Sohyun. Gadis itu nampak lebih cantik sekarang.
"Oh, ini yang namanya Sohyun?" ujar Yuri dengan wajah tersenyum, namun Baekhyun yakin ada kesinisan di sana. Baekhyun melirik Yuri dengan tatapan tajam, mengantisipasi gadis aneh itu berbuat macam-macam pada Sohyun.
"Penampilanmu sangat keren, Baekhyun. Aku senang kau bisa bernyanyi lagi," jawab Sohyun tersenyum.
Baekhyun pun tersenyum, "Terima kasih kau sudah mau datang ke sini."
Tiba-tiba Baekhyun merasakan lengannya dipeluk oleh seseorang, dan ia terkejut bukan main kala Yuri bergelayut di lengannya, di hadapan Sohyun. Sialnya, Baekhyun tidak bisa apa-apa karena sekarang ada beberapa staf dan Ketua Lee berada di ujung koridor. Pasti Yuri menyadari hal itu sehingga ia berbuat demikian.
"Perkenalkan, namaku Min Yuri, aku kekasih Baekhyun!"
Baekhyun tahu Sohyun sama sakitnya dengannya. Gemuruh di hati Baekhyun makin kencang ketika melihat Sohyun balas menjabat tangan Yuri.
"Aku Kim Sohyun," jawab gadis itu masih mempertahankan senyumnya. Senyum yang sangat palsu bagi Baekhyun.
"Kau temannya Baekhyun?" tanya Yuri.
"Ya, dia teman Baekhyun."
Sebuah suara datang tak jauh dari mereka. Dan entah dari mana, Taehyung muncul di sini. Sial, Baekhyun lupa kalau konser kali ini bekerja sama dengan perusahaan fashion milik Taehyung!
Dan satu lagi, Taehyung merangkul Sohyun! Baekhyun merasa kesal setengah mati sekarang. Ia tidak suka pria itu merangkul Sohyun dengan mesra seperti itu.
"Kim Sohyun adalah teman Baekhyun, dan dia kekasihku," ujar Taehyung, yang membuat hati Baekhyun mencelos.
Benarkah itu?
Baekhyun hanya diam. Tidak ada yang bisa ia katakan karena ia sendiri terkejut. Benarkah Sohyun dan Taehyung pacaran?
Kepergian Sohyun dan Taehyung membuat Baekhyun merasa teriris. Yuri melepaskan pelukannya dari lengan Baekhyun.
"Untuk apa kau mengejar gadis itu lagi, Baek? Dia sudah punya kekasih sekarang." Yuri mengucapkan itu dengan wajah datar, membuat Baekhyun kesal setengah mati.
Pria itu memutuskan pergi meninggalkan Yuri tanpa berkata apa-apa. Yang harus ia lakukan adalah mencari kebenaran tentang Sohyun dan Taehyung.
***
"Ada apa kau ingin bertemu denganku?"
Baekhyun menatap pria di hadapannya dengan dingin. Pria itu sengaja menghubungi Taehyung lalu mengajaknya bertemu di tangga darurat. Mati-matian Baekhyun menahan kepalan tangannya agar tidak melayang ke wajah Taehyung.
"Apa maksudnya kau bilang berpacaran dengan Sohyun, huh?" tanya Baekhyun emosi. Sedari tadi ia menunggu Taehyung datang ke dalam ruangan tunggunya dan sekarang pria itu di sini. Baekhyun tidak bisa menyembunyikan emosi dan rasa cemburunya lagi.
__ADS_1
"Itu benar. Aku dan Sohyun pacaran. Memangnya kenapa?"
"Jangan dekati Sohyun karena dia milikku, Taehyung."
Taehyung tertawa sinis mendengar perkataan Baekhyun.
"Sohyun bukanlah barang yang bisa kau hak seenaknya sebagai milikmu. Dan satu lagi, kau sudah punya Yuri, bukan? Jadi seharusnya aku yang bicara padamu untuk berhenti mendekati Sohyun."
Baekhyun terdiam.
Ah, benar yang dikatakan Taehyung. Sepertinya dirinyalah yang brengsek sekarang. Ia tidak bisa memberi tahu orang lain keadaan yang sebenarnya.
"See, kau mengakuinya, bukan? Jadi kuberi tahu padamu. Sohyun adalah kekasihku, jadi jangan dekati dia lagi karena aku akan menjaga dan melindunginya."
Taehyung menyudahi pembicaraannya dan ia berjalan meninggalkan Baekhyun. Namun belum sepuluh langkah, Baekhyun kembali bersuara.
"Benarkah kau akan melindungi Sohyun?"
Langkah Taehyung terhenti dan ia menoleh, "Eoh. Aku akan melindungi Sohyun."
"Apapun yang terjadi?"
Taehyung mengangguk. Baekhyun lalu tersenyum, namun Taehyung sendiri tahu bahwa itu adalah senyum yang penuh kegetiran dan kekecewaan. Taehyung cukup penasaran maksud pertanyaan Baekhyun. Apakah pria itu dengan mudah menyerah akan Sohyun?
Baekhyun berjalan mendekati Taehyung, lalu ia menepuk pundak pria Kim itu.
"Jaga Sohyun untukku." Baekhyun pun berlalu meninggalkan Taehyung yang masih diliputi tanda tanya.
***
Baekhyun merenung di atap gedung usai konser. Waktu sudah menunjukkan waktu satu dini hari, dan ia merasa sedang malas untuk kembali ke asramanya. Perlahan Baekhyun menghirup udara malam kali ini dan menghembuskannya. Tangan pria itu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebatang rokok. Baekhyun menatap rokok itu cukup lama dan ia tersenyum.
"Apakah aku harus mencobanya?" gumam Baekhyun pada dirinya sendiri. Baekhyun pun mengeluarkan pemantik dari dalam saku yang lain dan menyalakannya. Namun belum sampai api menyentuh ujung rokok, sebuah tangan menampik korek itu dengan kasar. Baekhyun cukup terkejut dan ia menoleh. Ditatapnya Yuri yang kini terlihat marah.
"Apa maksudmu melakukan ini, eoh?! Kau sendiri melarangku merokok tapi kini kau melakukannya juga, hah?!" seru Yuri.
Baekhyun mendengus, lalu tersenyum, "Aku hanya penasaran. Katanya mencoba ini akan mengurangi sedikit bebanmu."
Yuri menarik tangan Baekhyun paksa untuk berdiri. Pria itu sendiri hanya menurut.
"Apa maumu, Baekhyun?! Kenapa kau seperti ini?!"
Kali ini Baekhyun terkekeh, membuat Yuri sendiri merasa ngeri melihat sifat Baekhyun yang tidak biasanya.
"Bukankah kau tahu apa mauku, dan siapa yang bisa membuatku seperti ini?" ujar Baekhyun.
Yuri menghela nafas kasar dan ia membuang pandangan ke arah lain. Mati-matian ia menahan tangisnya melihat Baekhyun seperti ini.
"Bisakah kau lupakan Sohyun, huh? Kenapa tidak aku saja, Baek?" ujar Yuri menatap Baekhyun dalam.
"Aku sudah mengikhlaskan dia."
Baekhyun menatap kosong ke arah kakinya, senyumnya sangat menyedihkan.
"Harusnya aku berusaha lebih keras untuk mempertahankan Sohyun dari Taehyung. Tapi nampaknya aku terlalu payah untuk melakukan itu dan memilih untuk mengikhlaskannya," ujar Baekhyun lagi.
"Baek..."
"Selama Sohyun tidak apa-apa dan ada yang menjaganya, aku merasa tenang. Jika aku tidak bisa melindunginya, ada teman-temanku yang mungkin lebih dulu menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi Sohyun. Dan sekarang, ada Taehyung.
"Semuanya siap untuk melindungi Sohyun. Mereka bisa melindunginya. Sementara aku? Hanya pria payah yang berusaha menjadi superhero baginya. Aku bukanlah pria yang hebat. Aku hanya selalu menyakiti perasaan Sohyun dan membuat gadis itu menangis. Kau tahu itu, Yuri? Jadi maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu."
Pria itu pun berjalan meninggalkan Yuri yang sudah menangis sekarang. Baekhyun hanya tidak ingin gadis itu tahu bahwa sekarang ia sendiri juga sudah menangis.
***
__ADS_1