
"Sebelumnya aku mau ucapin makasih banget buat yang sudah setia baca karyaku ini, makasih juga yang sudah memberikan masukan tentang karyaku ini. Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini belum memenuhi EYD dengan benar, tapi aku akan terus berusaha memperbaikinya yaa, aku masih butuh belajar banyak untuk menjadi lebih baik lagi dan Karna kalian para Readers yang setia aku makin semangat untuk belajar, pokoknya ❤️❤️❤️ banget untuk kalian semua"
oke kita lanjut yaaa...
Bab 21
Mereka bertiga pun memulai sarapan mereka di pagi hari itu. Mereka bertiga hanya hening hingga sarapan itu hampir selesai tidak ada yang mengeluarkan Suaranya.
Tapi Aldi memecah kesunyian itu dengan bertanya kepada Dennis "Dennis, apa anak buahmu sudah menemukan dimana keberadaan penipu itu" Tanya Aldi.
"Aku belum mengetahui kabarnya lagi, tunggulah sebentar lagi pasti mereka akan datang untuk melapor" Jawab Dennis.
"Oh ya apakah aku boleh ikut bersama kalian ke kantor polisi, aku akan sangat bosan jika dirumah saja, hari ini kan aku libur" Tanya Jasmine penuh harap pada kedua lelaki dengan hadapannya
"Siapa juga yang akan meninggalkan mu dirumah sendirian aku tidak mau mengambil resiko kita sedang menghadapi seorang penipu kita harus sangat berhati-hati" Ucap Dennis serius yang di jawab anggukan oleh Aldi
"Apa masalahnya seberat itu?" Ragu Jasmine
"Apa kakak akan baik-baik saja dan tidak akan ditahan?" Sambung Jasmine mencoba mengutarakan kegelisahan nya semalam
"Kau tenang saja, kakak yakin kakak tidak akan ditahan lagipula pengacara Dennis akan membantu kakak kan" Aldi mencoba menenangkan adiknya,
Sebenarnya Aldi pun merasa sedikit ketakutan Karna pelaku penipuan yang sesungguhnya belum diketahui keberadaannya, Aldi takut akan kemungkinan ia akan di tahan tapi ia telah mempercayakan semuanya kepada Dennis dan anak buahnya, ia pun mencoba tetap tenang agar Jasmine tidak semakin merasa tertekan.
Mendengar percakapan kedua orang dihadapannya itu Dennis merasa kehangatan yang tidak pernah ia rasakan, ia tidak pernah bercengkrama seperti itu dengan keluarganya. Bahkan ia tidak pernah membagi ceritanya kepada siapapun seperti Jasmine, Karna kehidupan yang ia alami sangat berbeda.
**Ia memiliki orang tua yang tidak lengkap, ia tidak pernah tau siapa ayah kandungnya, ibunya selalu menutupi itu semua dari dirinya, bahkan kadang Dennis merasa saat ibunya melihatnya ibunya akan terlihat sangat sedih mungkin karena merasa bersalah telah memiliki anak tanpa tau siapa ayahnya, oleh karena itu Dennis pun tidak pernah bercengkrama dengan ibunya itu, dari kecil ia hanya diurus baby sitter dan yang memberi perhatian kepadanya hanya sang nenek yang saat ini sudah tiada, sedangkan sang kakek tidak begitu menerima kehadiran Dennis Karna dianggap aib keluarga hingga kakeknya selalu menutupi keberadaan Dennis dari publik, bahkan saat ini Dennis membawa nama belakang dari nama keluarga ayah tirinya yang dipaksa menikahi ibunya tanpa cinta. Dennis tau ibunya hanya terpaksa menerima itu semua agar Dennis bisa memiliki keluarga yang bisa menganggapnya ada, dan untuk menjamin masa depan Dennis. Walaupun harus melakoni rumah tangga tanpa cinta.
Tapi sebenarnya Dennis tidak begitu setuju dengan pilihan ibunya, ia kadang berpikir lebih baik tinggal berdua bersama ibunya, tak apa tidak ada embel-embel Nama keluarga besar atau apapun.
Yang sangat Dennis inginkan adalah ibunya bisa berdamai dengan masa lalunya dan tidak selalu menyalahkan dirinya sendiri, Karna ibunya selalu sedih menerima kenyataan bahwa sampai saat ini Dennis tidak juga tau siapa ayahnya, walaupun saat ini sudah terasa lengkap dengan kehadiran ayah tirinya yang menganggap Dennis seperti anak sendiri.
Tetapi terkadang Dennis selalu merasa bersalah karena ia merasakan kasih sayang yang diberikan ayah tirinya, sedangkan anak kandung dari ayah tirinya sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya, maka untuk menutupi rasa bersalahnya Dennis memutuskan untuk tinggal seorang diri dan hanya sesekali menginap ditempat tinggal ibunya.
Suara ketukan pintu pun memecah lamunan Dennis,
"Iya sebentar ya," Ucap Jasmine
__ADS_1
"Kakak aku lihat dulu ya siapa yang datang" Pamit Jasmine seraya mengundurkan kursinya dan segera berjalan menemui orang didepan rumahnya.
"Selamat pagi Bu, kami ingin bertemu dengan pak Dennis" Ucap orang itu yang sepertinya adalah orang orang suruhan Dennis
"Baik tunggu disini ya pak saya akan panggilan pak Dennisnya" Ucap Jasmine.
Jasmine pun melangkah kembali masuk kedalam rumahnya, "Mas sepertinya yang datang orang suruhan mu, mereka mencari mu, sekarang mereka ada didepan" Ucap Jasmine pada Dennis yang sedang menenggak minumnya
"Oke baiklah, ayok Aldi kita temui mereka" Ajak Dennis pada Aldi
"Dek tolong buatkan minuman untuk tamu kita ya" Pinta Aldi pada Jasmine
Jasmine hanya mengangguk kan kepalanya tanda ia mengerti.
"Kalian sudah datang" Sapa Aldi pada orang-orang kepercayaannya itu.
"Silahkan masuklah kita bicara di dalam saja" Pinta Aldi
Mereka mengikuti sang tuan rumah itu
"Aldi perkenalkan ini Bobi dan Robin, mereka orang-orang yang biasa membantuku" Ucap Dennis memperkenalkan orangnya kepada Aldi
"Tidak usah sungkan pak, ini semua sudah tugas yang diberikan oleh pak Dennis" Ucap Bobi
"Tidak usah memanggil pak panggil saja saya Aldi" Pinta Aldi yang merasa canggung dipanggil dengan sebutan Pak, Bobi dan Robin pun hanya mengangguk kecil.
"Emmhh sudah acara perkenalan nya yaa, jadi bagaimana apa kalian sudah menemukan orang yang aku cari" Ucap Aldi
"Kami sudah menemukan tempat tinggalnya tapi ia sedang pergi keluar kota, menurut penjaga rumahnya hari ini ia akan kembali" JawabRobin
"Baiklah, tetap pastikan kalian memantau tempat tinggalnya itu, saat melihat ia telah kembali bawa segera ke hadapanku" Lugas Dennis
"Baik bos" Ucap kedua orang itu dengan bersamaan.
Jasmine yang membawakan minuman pun datang, dan menyuguhkannya kepada tamunya itu. "Silahkan" Ucap Jasmine
"Terimakasih" Ucap Bobi dengan tersenyum. Sepertinya dari awal tadi ia melihat Jasmine ia merasa tertarik dengan gadis itu,
__ADS_1
"Hei jaga matamu itu, dia ini nyonya kalian dia calon istriku" Tegas Dennis pada Bobi
Mendengar perkataan Dennis orang yang berada diruangan itu tiba-tiba terkejut mendengarnya, terutama Jasmine ia langsung merasakan wajahnya sangat panas Karna senang dan sedikit malu.
Karna tidak mau wajah bersemu merahnya dilihat orang lain iapun langsung memutar tubuhnya dan segera kembali ke kamarnya.
"Yaampun kenapa sih dia itu senang sekali membuatku malu, tapi kenapa jantungku ini berdetak cepat sekali yaa.. oh tuhan apa ini??" Ucap jasmine dengan tangan yang menyentuh dadanya yang sangat bergemuruh Karna senang
Orang kepercayaan Dennis itu telah berpamitan, dan sekarang adalah waktunya Dennis Aldi dan Jasmine menuju kantor polisi yang kemarin membawakan surat perintah penangkapan untuk Aldi.
"Dek, kamu sudah siap belum kita akan berangkat sebentar lagi" Tanya Aldi dengan tangan yang mengetuk pintu kamar adiknya itu.
"Iya kak sudah, sebentar lagi aku keluar tunggulah di depan" Jawab Jasmine dengan tangan yang masih mengikat rambutnya
"Sudah siap, ya tuhan pemilik semesta ini tolong lah kami berikan kekuatan untuk kami mengahadapi semuanya, semoga semuanya berjalan lancar dan baik baik saja" Ucap Jasmine dalam hatinya meminta pertolongan pada tuhan yang maha esa.
Setelah selesai Jasmine melangkah keluar kamarnya, ia mengenakan Blouse pink dengan lengan panjang dan celana denim berwarna putih yang sangat cocok ditubuh jenjangnya, dengan rambut yang terikat sebagian di belakang dan menyisakan sisanya menjuntai, membuatnya semakin terlihat sangat manis.
Dennis yang sudah menunggu di mobil tidak bisa mengedipkan matanya melihat pemandangan indah di hadapannya itu.
"Dennis hati-hati matamu bisa copot" Goda Aldi yang sudah duduk disamping Dennis
"adik mu membuatku semakin gila Al" Seru Dennis
"Hahaha dasar bucin" Ledek Aldi atas kelakuan Orang yang baru ia kenal itu tapi entah kenapa mereka bisa sangat cepat akrab.
Jasmine pun membuka pintu mobil itu dan memilih duduk di tepat di belakang Dennis.
"Geserlah sedikit Jasmine, agar aku bisa melihatmu dari kaca ini" Ucap Dennis dengan mengarahkan kaca kecil itu kepada Jasmine.
"sudahlah cepat jalan jangan menggodaku terus, nanti urusan ini tidak selesai-selesai" Keluh Jasmine atas kelakuan Dennis yang membuatnya gugup di depan kakaknya itu
"Baiklah baiklah tuan putri yang cantik" Seloroh Dennis
"Sudahlah Dennis kenapa kau selalu saja menggoda adik ku itu, lihatlah wajahnya sudah sangat memerah" Goda Aldi yang sangat lega adiknya di dekati oleh lelaki yang sangat baik.
"Ahh sudahlah kakak juga sama saja menggodaku terus" Keluh Jasmine yang kesal
__ADS_1
Aldi dan Dennis hanya tertawa ringan mendengar Jasmine sedikit kesal.