
Saat tiba didepan tempat itu Jasmine kebingungan,
"Mas kenapa kita kesini"
"Sudah jangan banyak bicara cepat ikut aku" Dennis menarik tangan Jasmine untuk mengikutinya.
Jasmine mengikut langkah kaki Dennis, dengan wajah bingung dan sedikit takut.
Sesampainya di dalam gedung itu semua orang disana menyapa Dennis dengan sopan, sepertinya ia sering datang kemari.
"Selamat datang bos" Salah satu orang yang sepertinya seorang manager di tempat itu menyapa Dennis dan Jasmine dengan sopan.
"Tolong bawakan minuman seperti biasa keruanganku jangan lupa bawakan Jus jeruk dan beberapa makanan ringan juga ya, aku tunggu diruangan" Pinta Dennis
"Baiklah bos" Jawab manager itu patuh.
Dennis melangkahkan kakinya menuju suatu ruangan dengan diikuti oleh Jasmine dibelakangnya.
Sesampainya di ruangan itu Jasmine sedikit tercengang, Karna ruangan itu bukan ruangan untuk karoke tapi lebih seperti ruangan kantor.
Jasmine yang merasa heran pun bertanya "Mas kenapa kita kesini, ini ruangan siapa?"
"Ini ruanganku, tempat ini sudah aku beli dari pemilik sebelumnya dan ini menjadi Bisnisku yang aku sembunyikan dari nenek"
"Oh seperti itu, pantas saja para pegawai tadi sepertinya hormat sekali denganmu"
Tak berapa lama pesanan Denis telah tiba,
setelah mereka menatanya diatas meja yang ada ruangan itu mereka pun keluar.
"Ini minumlah kau pasti haus dari tadi kita belum meminum apapun" Dennis menyodorkan segelas jus jeruk untuk Jasmine.
"Terimakasih" Jasmine hanya memegangi gelas itu tanpa meminumnya.
"Kenapa tidak diminum" Tanya Dennis heran.
"Kamu tidak memberikan sesuatu yang aneh pada minuman ini bukan," Jasmine waspada karena yang ia tahu jika ditempat seperti ini hal-hal seperti itu sudah biasa terjadi.
Dennis mengambil alih gelas itu, ia meminumnya sedikit.
"Ini minumlah, jika diminuman ini ada racun maka aku yang akan mati terlebih dahulu".
__ADS_1
Jasmine menerima gelas itu dan langsung meminumnya,
"Kenapa aku bodoh sekali harus bertanya seperti itu, ahh tapi aku memang perlu waspada bukan" Batin Jasmine
Dennis yang sedang kalut dengan pikirannya menenggak minuman beralkohol dengan jumlah yang lumayan banyak menyebabkan mukanya langsung berubah merah dan ia mulai meracau tidak jelas.
"Yaampun mas kenapa harus minum yang seperti ini sihh" Jasmine iba melihat Dennis yang telah mabuk.
"Kamu tidak usah mengasihaniku, aku memang dari dulu adalah anak yang tidak diinginkan oleh keluargaku. Dan akan selalu seperti itu, aku tidak akan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan"
"Mas jangan bilang seperti itu mas, tidak ada orang tua yang tidak sayang dengan anaknya. Dan tidak ada anak yang tidak diinginkan oleh keluarganya. Mungkin saat ini keinginanmu belum terwujud tapi bersabarlah sebentar lagi, Tuhan pasti sedang menyiapkan yang indah untukmu"
"Aaahhhh bulshit, aku benci dengan semuanya" Dennis yang semakin meracau mencoba bangun dan saat hampir jatuh Jasmine dengan cepat menangkap tubuh besarnya itu.
"Mas tolong jangan seperti ini"
"Aahahaa ternyata kamu memanggilku dengan sebutan mas itu adalah satu pilihan yang tepat yaaa,, ternyata kamu memang adikku hahaha aku sudah gila mencintai adikku sendiri"
"Mas jangan seperti ini tolong, kita kembali saja ya mas"
"Kembali kemana sayang, kembali ke saat kita tidak mengetahui bahwa kita adik kakak. Atau kembali menjadi simpanan ku hahaha" Dennis semakin melantur Karna pengaruh minuman itu dan ia menggerayangi tubuh Jasmine dengan kasar, ia juga mulai menciumi wajah Jasmine dan tak perduli dengan Jasmine yang sudah berteriak dan menangis ketakutan
Jasmine yang mendapat perlakuan itu dari Dennis hanya bisa menangis dan mencoba menghindari lelaki itu, ia lantas berdiri dan meninggalkan Dennis yang telah sangat kacau itu.
Waktu telah menunjukkan malam hari saat Dennis tersadar dari mabuknya,
"Ohhh shiit kenapa pusing sekali, oh ya dimana Jasmine aku sangat mabuk tadi. Ya Tuhan kenapa aku sangat bodoh kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku ini hingga minum banyak sekali" Dennis bangun dan mencoba mencari keberadaan Jasmine.
Ia mengelilingi ruangan itu dan mencari gadisnya itu, ia takut saat ia tengah mabuk tadi ia menyakitinya.
"Jasmine , Jasmine kamu dimana?"
Karena tidak mendapati gadisnya dimanapun ia mencoba menghubungi salah satu pegawainya,
"Apa kamu melihat gadis yang tadi datang bersamaku" Tanya Dennis di telpon itu
"Oh gadis itu keluar bos kalau tidak salah dari siang tadi bos"
"Oke terimakasih"
Dennis pun menutup panggilan itu.
__ADS_1
"Ohh shiiitt apa aku telah melakukan kesalahan, aku tidak mengingat apapun. Sebaiknya aku telpon saja"
Dennis pun mencari nomor telpon Jasmine dan mencoba menghubungi nya tapi sial nomor itu tidak aktif.
"Aaahhhh harus bagaimana sekarang" Dennis marah dan menendang kursi yang berada diruangan itu.
Pintu ruangan itu di ketuk dari luar, Tok tok tok
"Iya masuklah tidak dikunci"
Ternyata itu adalah salah satu pegawai Disana,
"Bos permisi, ini ada titipan dari gadis yang tadi datang bersama bos"
Dennis dengan cepat mengambil kertas itu.
"Yasudah sana keluarlah, oh ya terimakasih"
pegawai itupun keluar dari sana.
Dennis membaca isi kertas itu dan ia pun semakin kacau saat mengetahui isi dari kertas itu,
"Yaampun apa aku sudah melakukan suatu kesalahan yang fatal"
**Jasmine POV
Saat bisa terlepas dari Dennis, ia megambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu untuk lelaki yang tengah mabuk itu.
*Isi surat Jasmine
Mas aku pulang terlebih dahulu, mas aku mohon kau jangan lagi menemuiku. Dan tolong saat nanti kau menemukan seseorang yang lebih dariku tolong jangan melakukan hal yang sama kepadanya. Tidak ada wanita yang ingin menjadi wanita simpanan, semua wanita ingin menjadi seorang putri bagi pangerannya.
Lupakan semua perasaanmu untukku bagaimanapun kita bersaudara, aku pun akan melakukan hal yang sama.
Jasmine dengan cepat keluar dari ruangan Dennis, ia langsung menemui pegawai di tempat itu, ia menitipkan kertas yang telah ia tulis tadi untuk diberikan kepada Dennis saat ia telah sadar.
Ia langsung menghubungi Nayla untuk bertemu, dan iapun menghubungi juga ayah dan kakaknya Karna ia akan pulang malam. Ia pun langsung memberhentikan sebuah taksi untuk menuju tempat Nayla yang berada di kota yang berjarak kurang lebih 2jam dari kotanya saat ini tinggal.
Didalam taksi tangisnya pecah, ia memikirkan perkataan dan perlakuan Dennis. Hatinya sakit saat Dennis menyebutnya wanita simpanan, apalagi setelah apa yang Dennis lakukan ia merasa seperti wanita murahan. Sebenarnya ia mulai memiliki perasaan Yang sama dengan Dennis tapi ternyata emosi Dennis yang sangat tidak bisa dikendalikan terkadang membuatnya sangat takut, apalagi saat ini status Dennis adalah Kaka tirinya.
Tak terasa ia telah sampai di tempat Nayla, ia langsung memasuki rumah itu dan ternyata Nayla telah menunggu di depan rumahnya. Mereka kini berada di kamar Nayla dan Jasmine pun langsung memeluk Nayla dengan tangisan yang tersedu-sedu.
__ADS_1
Ia menceritakan semuanya yang terjadi dari awal hingga kejadian tadi kepada sahabatnya itu, dan Nayla mendengarkan dengan baik semua keluh kesahnya.
*POV end.