Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 24


__ADS_3

Mendengar perkataan Aldi tadi membuat dennis sedikit tersentak. Bagaimana bisa Aldi memiliki pikiran bahwa Jasmine hanya ia jadikan simpanan, Dennis pun menatap tajam kearah Aldi.


"Jangan menatapku seperti itu,kau sangat tidak pantas dengan tatapan seperti itu" seloroh Aldi kepada Dennis.


"Aku hanya tidak terima kau menyebut Jasmine wanita simpananku aku merasa seperti pria tua yang menyimpan gadis dibelakang istrinya, aku bahkan belum memiliki kekasih. Jadi untuk apa aku membuat Jasmine menjadi simpanan ku" Tidak terima Dennis dengan ucapan Aldi


"Ya jika kau memang tidak menganggap adikku wanita simpananmu perjelaslah hubungan kalian" Ucap Aldi


"Iya aku akan memastikan hubungan kami secepat nya" Ucap Aldi dengan tersenyum seraya mengangkat kepalan tangannya keudara pertanda menyemangati dirinya sendiri.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu Dennis, aku bisa merasakan kau sangat menyayangi adikku. Aku juga ingin sekali melihat adikku tidak kesusahan dalam segala hal maka dari itu sepertinya kau orang yang cocok untuk Jasmine" Ucap Aldi dalam hatinya.


Senang karena telah mendapatkan lampu hijau dari Aldi Dennis pun dengan semangat berpamitan kepada Aldi dan segera keluar dari ruangan itu, ia dengan sedikit berlari menuju mobilnya yang ia yakini sudah ada gadis impiannya itu di dalamnya.


Saat sampai di depan mobilnya dan melihat gadis itu tengah tertidur di kursi sebelah kemudi Dennis pun merasakan kehangatan dalam hatinya. Ia segera memasuki mobilnya itu, dipandanginya wajah gadis yang telah mengambil hatinya itu.


"semoga kau juga merasakan hal yang sama denganku, aku rasanya tidak sanggup harus mendapatkan penolakan darimu" Ucap Dennis pelan seraya mengusap kepala Jasmine.


Dennis pun melajukan mobilnya keluar dari kantor kepolisian itu dan menuju kediamannya.


Mobil Dennis memasuki halaman rumahnya, ia mematikan mesin mobilnya. Ia mau membangunkan Jasmine tapi ia tidak mau mengganggu istirahat gadis pujaannya itu. Akhirnya ia memutuskan menggendong gadisnya itu masuk ke dalam rumahnya, lalu meninggalkan Jasmine di kamar miliknya.


Dennis menemui Yudi yang sudah di amankan oleh anak buahnya.


"Jadi ini si penipu itu" Ucap Dennis dengan memegang dagu Yudi yang duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat ke belakang.


"Kamu tau Karna ulahmu Aldi harus ditahan oleh polisi sekarang" Bentak Dennis


Yudi hanya terdiam, ia sudah tidak berenergi untuk melawan Karna tenaganya telah habis saat meronta minta di lepaskan oleh anak buah Dennis tadi.


"Kamu akan menyesal karena berurusan dengan kami" Ucap Dennis

__ADS_1


"Siapa kau, kenapa kau ikut campur aku tidak merugikanmu" tanya Yudi


"Kau tidak perlu tau siapa aku, tapi yang kau perlu tau aku telah melaporkanmu ke polisi atas tuduhan penipuan dan pencemaran nama baik" Jelas Dennis dengan nada membentak.


Yudi hanya terdiam dan menunduk mendengar perkataan Dennis, wajahnya kini benar-benar sangat ketakutan.


"Seret orang ini besok ke kantor polisi, kita harus membebaskan Aldi" Ucap Dennis pada orang-orang suruhannya


"Oh ya jangan lupa hubungi Pihak PT DGS mereka harus menarik laporannya kepada Aldi kalo tidak buat mereka bangkrut bagaimanapun caranya" Sambung Dennis dengan wajah yang sangat dingin dan hanya di jawab anggukan oleh anak buahnya.


"Siapa orang ini kenapa sepertinya ia begitu berkuasa, dan mengapa ia mengenal Aldi?" Heran Yudi dalam batinnya


Setelah berbicara kepada Yudi, kini Dennis pun meninggalkan ruangan itu ia menuju kamar dimana Jasmine berada. Saat masuk ke kamar itu ia melihat jasmine masih tertidur Dennis pun mendekat kearah tempat tidur itu, "Kau pasti sangat kelelahan karna menangis ya" Ucap Dennis dengan lembut seraya mengusap pipi halus gadisnya itu.


Setelah beberapa saat tubuh gadis itupun menggeliat, saat membuka matanya ia sedikit terkejut karena berada di tempat yang ia anggap asing


"Aku dimana, mengapa aku berada disini" Ucap Jasmine


"Oh rupanya aku di kamarnya ya, aduh kenapa aku bisa sangat teledor sekali hingga tertidur di mobilnya" Ucap Jasmine mengingat kejadian tadi


Jasmine pun turun dari tempat tidur nyaman itu, ia menghampiri Dennis yang sedang tertidur dipandanginya wajah tampan itu, "Kamu sangat tampan jika sedang diam seperti ini" Ucap Jasmine dengan pelan seraya mengusap rambut Dennis yang menutupi wajahnya.


Dennis yang merasakan kehangatan dari usapan tangan Jasmine langsung menarik tangan itu dan mendekap Jasmine dalam pelukannya.


"Aaaahhhh Dennis lepaskan aku" Jasmine meronta


"Sebentar saja sayang, ini sangat nyaman lagi pula kau yang datang menggodaku" Ucap Dennis dengan suara paraunya


Jasmine hanya diam ia sendiri pun merasakan kehangatan berada di dalam dekapan lelaki itu, walaupun jantungnya seperti ingin lepas dari tempatnya sekarang.


Setelah beberapa saat dalam posisi itu, kini Dennis pun melepaskan pelukannya dan terduduk di sofa itu, ia menepuk sisi sofa yang lain meminta Jasmine duduk di sampingnya.

__ADS_1


Tapi Jasmine hanya mematung ditempatnya, Dennis pun menarik tangan Jasmine dan gadis itu terhuyung masuk ke dalam pelukan lelaki itu.


"Aku sangat nyaman seperti ini, jangan pergi ya sayang aku bisa gila tanpa kamu" Ucap Dennis dengan menepuk punggung gadis yang ada di pelukannya Sekarang


"Aku juga sangat nyaman berada didekapanmu, tapi tolong perjelas hubungan ini aku tidak mau hanya menjadi gadis simpananmu" Ucap Jasmine seraya melepaskan pelukannya dari Dennis


"Baiklah jika itu keinginanmu, mari kita berpacaran" Ucap Dennis


Jasmine yang mendengar perkataan Dennis refleks melipat tangannya di depan dada "Apa ini caramu memintaku untuk jadi pacarmu bosku yang tampan, sungguh tidak romantis huuhh"


Tanpa pikir panjang Dennis langsung mencium bibir gadis didepannya itu,


Jasmine yang mendapat serangan mendadak itu hanya bisa terdiam.


Kini kecupan itu semakin dalam dan liar Jasmine yang pertama kali melakukan itu semua merasakan tubuhnya mulai menikmati kecupan itu..


"Mas sudah lepaskan, aaahhhh" Racau Jasmine saat Dennis mencumbu bagian lehernya.


Dennis yang kini sudah terbakar gairah semakin memanas, ia pun menyentuh resleting baju yang dikenakan Jasmine, saat ia akan membukanya tapi diurungkan niatnya itu saat ia merasakan ada air mata yang jatuh ke tangannya, melihat Jasmine menangis Dennis pun merasa menyesal ia telah bertindak terlalu jauh.


"Maafkan aku Jasmine aku sudah keterlaluan, maafkan aku" Sesal Dennis


"Kamu tidak salah Dennis, aku menangis karena aku malu kau begini pasti Karna mengganggap aku yang terlebih dahulu menggodamu kan, aku pasti terlihat seperti wanita penggoda sekarang" Ucap Jasmine dengan sesegukan.


"Tidak sayang, kamu tidak perlu malu. Kamu tidak menggodaku seperti wanita penggoda, aku yang memang telah sangat jatuh cinta kepadamu aku yang tidak bisa menahannya saat kamu berada didekapanku sayang, jangan lagi kamu berfikir kamu terlihat seperti wanita penggoda didepanku atau bahkan kamu merasa sebagai wanita simpananku sayang, kamu sangat spesial untukku aku akan menjadikanmu wanita satu-satunya di hatiku sayang" Jelas Dennis dengan sangat lembut.


Mendengar penjelasan dari lelaki di hadapannya membuat Jasmine sangat senang tanpa malu lagi ia pun langsung mencumbu bibir lelaki itu.


"aaahhhh kau menggodaku sayang, jangan begini sayang aku takut tidak kuat menahan untuk tidak memakanmu" Ucap Dennis.


Selamat membaca, tunggu kelanjutannya guyss..

__ADS_1


__ADS_2