
"**Mohon maaf ya teman-teman semua author baru sempat update Sekarang, terimakasih untuk yang sudah selalu menunggu lanjutan karya ini"
Mereka kini telah sampai di kantor polisi.
"Nah kita sudah sampai, mari kita turun" Ucap Dennis.
"Tapi dimana pak Anton?" Tanya Jasmine
"Tenang saja dia sudah di dalam" Jawab Dennis
Mereka pun turun bersama lalu melangkah masuk ke dalam kantor polisi itu, dan di pintu masuk sudah berdiri pak Anton dan mereka pun saling berjabat tangan.
"Selamat pagi pak Anton, apa berkasnya sudah beres semua?" Sapa Dennis
"Sudah pak, tapi sepertinya pihak pelapor memiliki bukti kuat, kita harus segera membawa tersangka yang sebenarnya pak jika tidak tuduhan ini tidak akan bisa kita elakan" Jelas Pak Anton dengan sedikit ragu.
Dennis menghembuskan nafas kasarnya.
"Sudah sudah kita masuk saja dulu, aku akan bicara dengan sejujurnya dan aku yakin walaupun aku harus ditahan itu tidak akan lama, Karna aku percaya orang orang yang dikirim Dennis akan segera membawa Tersangka utama" Ucap Aldi mencoba menenangkan suasana.
Jasmine yang mendengarkan semuanya
hanya diam ia tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu kakaknya, hanya Dennis satu-satunya harapan yang ia miliki saat ini.
Mereka kini telah berada di dalam kantor itu, dan menuju bagian pemeriksaan.
"Selamat siang, saya kesini menemani client saya untuk memenuhi surat ini" Ucap pak Anton pada salah satu polisi yang bertugas.
"Baik pak, silahkan ditunggu dan mohon maaf hanya yang bersangkutan dan pengacaranya saja yang bisa masuk ke ruang pemeriksaan" Ucap Pak polisi
"Iya pak baik kami mengerti terimakasih" Jawab Pak Anton
Polisi itu pun masuk keruang pemeriksa untuk menyerahkan surat itu pada atasannya.
" Dennis tolong ya jaga adikku, kalian tunggulah diluar oke" Pinta Aldi
"Iya baiklah" Jawab Dennis
"Kakak, jangan lupa berdo'a ya tetap tenang aku yakin Tuhan akan membantu kita" Ucap Jasmine
Aldi hanya mengangguk dengan tersenyum mendengar perkataan adiknya itu.
Dennis dan Jasmine pun kini berada di luar kantor polisi itu, mereka memilih duduk di Disana daripada harus di ruang tunggu. Mereka duduk di sebuah kursi yang berada tepat di bawah pohon yang lumayan rindang, Dennis sengaja memilih tempat itu agar Jasmine bisa menghirup oksigen yang lebih baik dan membuatnya sedikit lebih tenang.
__ADS_1
"Dennis apa anak buahmu sudah menemukan teman kakak yang penipu itu?" Tanya Jasmine yang mulai tenang dibandingkan tadi di dalam ruangan bersama Kakaknya..
Dennis pun Menggenggam tangan Jasmine "Sabarlah sayang, penipu itu belum kembali kerumahnya tapi menurut orang-orang ku penipu itu akan kembali kerumahnya sore ini, nanti saat ia pulang orang orang ku akan langsung membawanya kepada kita" Ucap Dennis dengan mencoba menenangkan gadisnya yang sudah terlihat sangat gusar memikirkan nasib kakaknya.
"Kenapa dibawa kehadapan kita, kenapa tidak langsung dibawa ke polisi agar bisa membebaskan kakak dari tuduhan itu" Tanya Jasmine.
"Sayang yang kita hadapi ini penipu, kita juga tidak tahu seperti apa orang yang telah melaporkan kakakmu, aku juga telah meminta orang ku mencari tahu tentang orang itu" Jawab Dennis dengan tangannya yang mengusap lembut pucuk kepala Jasmine.
Jasmine langsung memeluk Dennis, "Terimakasih mas, terimakasih kau telah berusaha keras untuk menolong kakakku. Aku tidak tahu jika tidak ada kamu mas, aku tidak bisa hidup jika kakak harus di penjara aku tidak bisa menerima itu semua" Ucap Jasmine dengan menangis.
Melihat gadisnya menangis karena masalah ini Dennis dibuat menjadi semakin geram, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menyeret tersangka aslinya dan tidak akan segan menghukumnya.
Sedangkan di dalam ruangan pemeriksaan penyidik mulai memeriksa Aldi sebagai Tersangka "baiklah Saudara Aldi Dan pak Anton mari kita mulai pemeriksaannya. Dan mohon maaf untuk proses ini saya hanya akan menanyakan kepada saudara Aldi nanti jika ada bantahan atas tuduhan ini baru Pak Anton boleh menjalankan tugasnya, bisa di pahami?" Ucap Penyidik
"Baik pak" Jawab Aldi dan Pak Anton secara bersamaan
penyidik: Apakah betul anda saudara Aldi Mehendra wijaya
Aldi: Iya pak betul
Penyidik: Apa anda mengenal Saudara Firman Mulyanto
Aldi: Tidak, saya tidak mengenalnya
Aldi: Iya saya mengenalnya
Penyidik: Bisa dijelaskan apa hubungan anda dengan saudara Yudi
Aldi: Dia teman lama saya, kami berteman cukup lama
Penyidik: Apa benar anda sedang menjalin kerjasama dengan PT DGS dalam kerja sama pembangunan sebuah apartemen di kota Bandung
Aldi: Tidak saya tidak sedang menjalin kerjasama dengan pihak manapun, apalagi membuat sebuah bisnis untuk pembangunan apartemen
Penyidik: Apa anda salah satu keluarga Wijaya Kusumah
Aldi: Saya memang salah satu cucu dari keluarga itu, ayah saya adalah anak dari keluarga Wijaya tapi saya sama sekali tidak pernah bertemu dan mengenal keluarga Wijaya,saya hanya tau dari mendiang ibu saya.Saat ini ayah saya telah meninggalkan saya semenjak ibu saya masih ada dan saya tidak memiliki akses apapun ke keluarga itu, bahkan nama belakang keluarga itu saya tidak gunakan lagi Sekarang.
Mendengar penjelasan Aldi itu penyidik dan pak Anton pun kaget.
Penyidik itu kaget karena ada cucu dari keluarga Wijaya yang ternyata tidak diketahui publik.
Sedangkan pak Anton kaget ternyata orang yang sedang ia bantu itu saudara dari bosnya dan mungkin bos-nya itu belum mengetahuinya, atau keduanya pun bahkan sama-sama belum saling mengetahui bahwa mereka cucu dari keluarga Wijaya.
__ADS_1
"Maaf pak apakah ada hal lain yang akan ditanyakan?" Tanya Aldi kepada penyidik yang tengah tertegun mendengar penuturan Aldi tadi
"Ehh iya maaf, ada pertanyaan lagi yang akan saya tanyakan" Ucap penyidik yang dengan cepat mengambil berkas di dekatnya
"Ini saudara Aldi lihat berkas ini, apa benar ini tanda tangan milik pak Aldi" Tanya penyidik
"Iya betul itu tanda tangan saya, tapi sepertinya saya sudah tertipu saya menandatangani sebuah dokumen 7bulan yang lalu saat saya akan meminjam uang kepada Yudi dan dia meminta saya menandatangani dokumen yang saya tidak baca dahulu isinya apa, Karna saya pikir itu adalah surat perjanjian yang berkaitan dengan uang yang saya pinjam" Ucap Aldi dengan tenang karena sudah mengira hal ini akan terjadi.
Aldi pun dengan seksama membaca dokumen yang dijadikan bukti oleh pihak kepolisian itu, dan ia pun langsung tersenyum melihatnya.
"Pak mohon maaf, ini memang tanda tangan saya tapi ini bukan nama saya" Ucap Aldi , ucapan Aldi membuat penyidik itu kebingungan
"Maksud saudara Aldi apa, bukankah ini nama anda dan anda juga sudah mengakuinya tadi" Ucap penyidik itu.
"Memang benar itu nama saya, tapi saya tidak pernah memiliki gelar akademik apapun, saya hanya lulusan SMP dan tidak mungkin memiliki gelar seperti itu" Jawab Aldi dengan sedikit tertawa
"Tidak usah mengada-ada saudara Aldi anda adalah cucu salah satu konglomerat di negara ini mana mungkin hanya lulusan SMP" Tegas si penyidik karna merasa heran.
"Saya tidak berbohong, saya akan membawakan ijazah terakhir yang saya miliki, saya memiliki masalah keluarga yang hanya keluarga saya yang tahu jadi anda tidak usah merasa anda paling mengetahui hidup saya" Tegas Aldi yang rahangnya sudah mengeras karena terpancing dengan pertanyaan penyidik yang terlalu ingin sekali mengulik masalah keluarga nya
"Aldi tenangkan dirimu, saya akan memanggilkan adikmu dia akan memberi pernyataan" Ucap Pak Anton
"Ini proses pemeriksaan bukan persidangan saya tidak memerlukan keterangan dari pihak lain selain tersangka" Ucap Penyidik itu
"Sudahlah pak Anton biarkan saja penyidik ini, kita lihat apa yang akan dia ucapkan jika nanti kita membawa tersangka aslinya" Seru Aldi
"Baik saya akan membuat laporan atas tuduhan pencemaran nama baik dan tuduhan penipuan Kepada saudara Yudi" Ucap pak Anton yang segera meninggalkan Aldi diruang pemerikasaan bersama Penyidik itu
"Karna anda tidak memiliki bukti yang kuat untuk menyangkal laporan ini maka anda harus ditahan sementara sampai anda memiliki bukti bahwa anda tidak terkait kasus ini" Ucap penyidik kepada Aldi
"Iya silahkan saja saya tidak keberatan" Jawab Aldi yang seperti menantang Penyidik yang dicuragainya tidak netral dan memihak kepada pihak pelapor.
Penyidik itu keluar dari ruangan pemeriksaan dan meminta kepada temannya yang lain untuk memasukan Aldi kedalam ruangan khusus untuk ditahan sementara.
Diluar ruangan Dennis yang sedang duduk bersama Jasmine dihampiri oleh pak Anton.
"Bagaiman pak, apakah berjalan lancar" tanya Jasmine.
"Sepertinya ini akan sedikit berat, Karna di dokumen yang dijadikan bukti ada tanda tangan milik Aldi dan ia mengakui telah menandatangani sebuah dokumen tanpa membaca isinya terlebih dahulu" Ucap Pak anton
"Yaampun kakak kenapa ceroboh sekali," Jasmine sudah sangat frustasi dan sedih
Tunggu kelanjutannya ya Readers semua,, secepatnya akan di update kembali
__ADS_1
See you ❤️💙