Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 29


__ADS_3

"Apa kamu mengajak ku tidur bersama, Yaampun kamu sangat tidak sabaran ternyata" Senang Dennis


"Aaa apa apa maksudmu, jangan terlalu percaya diri maksudku aku akan tidur dikamar dan kamu tidur saja di sofa oke. Kan aku tamu jadi harus diperlakukan dengan baik bukan" Jelas Jasmine dengan gugup


"Ahhh tidak tidak mau aku mau tidur dikamar juga " Rengek Dennis


Mendengar perkataan pria dihadapannya Jasmine langsung berlari menuju kamar satu-satunya yang bisa ditempati dirumah itu, ia langsung menutup pintu dan dengan segera menaiki kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang ada di kasur yang sangat nyaman itu.


"Yaampun Jasmine kenapa kamu bisa salah bicara sih, untuk apa kamu mengajaknya untuk segera tidur" Jasmine merutuki kebodohannya dan memukul pelan bibirnya..


Dennis yang masih berada diruang makan itu hanya bisa tersenyum lebar melihat kelakuan gadis yang telah membuatnya kehilangan akal sehat itu, iapun segera berdiri dan merapikan alat makan yang baru saja digunakan dan menyimpannya di dapur.


"Yaampun kenapa dia sangat menggemaskan, bahkan dengan penampilan seperti itu ia semakin terlihat lucu. oh Tuhan aku benar-benar terlihat seperti seorang pria tua yang menyimpan seorang gadis muda dirumahnya sekarang" Ucap Dennis mengingat penampilan jasmine


Setelah beberapa saat dennis pun menyudahi lamunannya dan segera berjalan menuju kamar dimana Jasmine berada ia berniat untuk mengambil bantal dan selimut untuk tidur di sofa Karna ia tidak mau kehilangan akalnya jika harus tidur satu ranjang dengan gadis itu.


Saat memasuki kamar dilihatnya Jasmine telah tertidur diatas ranjang itu, Dennis pun mendekat. Ia mengusap rambut yang menutupi sebagian wajahnya Jasmine. "Kamu pasti sangat lelah, aku bisa merasakan kesedihanmu yang selama ini kau simpan sendiri. Aku berjanji setelah hari ini tidak akan ada hari dimana kamu menangis karena sedih lagi, aku akan memastikan kamu akan bahagia bahkan menangis karena terlalu bahagianya" Janji Dennis pada gadisnya yang tengah tertidur itu


Dennis pun mencium kening Jasmine, ia semakin merasa tidak bisa kehilangan gadisnya itu. Ini pertama kali bagi Dennis sedekat ini dan memiliki perasaan sangat kuat dengan seorang wanita.


Memang saat cinta sudah bertemu ia tidak memerlukan banyak waktu untuk tumbuh dan berkembang, ia ingin sekali secepatnya menjadikan gadis itu menjadi wanita pemilik hatinya secara utuh. Tapi bagaimanapun Dennis akan menghormati keputusan Jasmine untuk memikirkan semuanya terlebih dahulu ia tidak ingin terlalu memaksa kan kehendak Nya. Ia yakin bahwa cinta akan menemukan jalannya dan cinta tidak akan salah untuk menemukan tempatnya kembali.


Dennis pun keluar dari kamar itu dengan membawa sebuah bantal dan selimut, ia pun merebahkan tubuhnya di atas sofa. Tanpa butuh waktu lama iapun telah memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpinya.


******

__ADS_1


Fajar pun tiba, suara panggilan untuk segera melaksanakan ibadah pun menggema. Jasmine yang mendengar suara itu pun langsung terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan otot-otot nya yang sedikit kaku agar menjadi lebih segar.


Jasmine lalu mencari keberadaan Dennis, saat keluar dari kamar dan menuju ruang depan rumah itu ia melihat Dennis tengah tertidur di atas sofa, "Yaampun dia benar-benar tidur di sofa ternyata" Ucap Jasmine dengan tersenyum.


Jasmine dengan perasaan sedikit tidak enak pun membangunkan Dennis, ia ingin menanyakan apakah Dennis memiliki peralatan yang bisa dipakai untuk ibadah Karna Jasmine lupa tidak membawanya Karna ada di tas yang biasa ia pakai untuk bekerja.


"Dennis bangun, apa kamu punya alat sholat untuk perempuan. Hei mas tolonglah bangun sebentar" Ucap Jasmine dengan menggoyang goyangkan tubuh Dennis


"Yaampun ini masih terlalu pagi, kamu mau apa memangnya" Tanya Dennis dengan suara paraunya.


"Aku mau shalat Dennis, aku butuh alatnya apa kamu memilikinya?" Tanya jasmine


Dennis yang terkejut dengan perkataan gadisnya itu langsung terbangun dan segera duduk dan ia pun menatap gadisnya itu


"Sepertinya ada milik ibuku, belum lama ini dia kesini dan tidak sengaja meninggalkan nya, tunggulah sebentar aku akan mencarikannya" Ucap Dennis seraya terbangun dari duduknya


Saat telah mendapatkan apa yang ia cari Dennis segera memberikannya pada jasmine.


"Nah ini dia yang kamu butuhkan" Ucap Dennis seraya memberikan alat shalat milik ibunya pada Jasmine


"Terimakasih Dennis, baiklah aku akan segera ke kamar lagi aku akan mengerjakannya Disana" Pamit jasmine


"Ehh sebentar Jasmine, tunggu sebentar. Emmmm bolehkah aku melihat mu beribadah, aku ingin melaksanakan nya juga tapi karna aku sudah lama sekali tidak mengerjakannya aku sedikit lupa" Tanya Dennis ragu-ragu


"Benarkah, tentu saja boleh aku akan membantumu mari ikutlah denganku kita mulai dengan bersuci terlebih dahulu oke" Jawab Jasmine dengan senang.

__ADS_1


Jasmine pun memperlihatkan semua cara bersuci yang biasa ia lakukan sebelum melaksanakan ibadah kepada Dennis,


"Nah sekarang kamu bisa coba sendiri ya, ikuti semua yang tadi sudah kamu lihat jika kamu belum bisa do'a nya kamu cukup membaca yang kamu bisa saja" Ucap Jasmine kepada Dennis


"Iya baiklah, aku akan melakukannya" Jawab Dennis, dengan segera iapun melakukan semua yang ia lihat dari Jasmine. Jasmine yang mengawasi hanya tersenyum melihatnya sesekali ia meluruskan jika Dennis melakukan kesalahn. Ia sangat terharu karena Dennis tidak ragu atau malu untuk memintanya mengajarinya.


"Nah sekarang sudah selesai, aku akan melaksanakan ibadah terlebih dahulu kamu cukup memperhatikan Saja ya, Karna aku masih canggung jika harus memimpin mu jadi nanti saat aku sudah selesai baru kamu mulai ya nanti aku juga akan memperhatikannya jadi jika ada yang salah nanti bisa aku beritahu saat kamu sudah selesai"Pinta Jamsine kepada Dennis, tanpa menunggu lama lagi Jasmine memulai shalatnya Dennis pun terduduk memperhatikan dengan seksama


setelah Jasmine selesai iapun mengarahkan pandangannya pada Dennis sebagai tanda meminta Dennis bergantian melaksanakan ibadahnya. "Dennis sekarang giliran kamu, sini silahkan" Ucap Jasmine


"Iya baiklah, kamu bergeser lah sedikit bukankan jika sudah suci kita tidak boleh bersentuhan bahkan jika tersenggol sedikit saja bisa membantalkan dan harus mengulang lagi" Tanya Dennis.


mendengar perkataan Dennis itu jasmine tersenyum "Iya kau benar, sudah pintar rupanya. Sudah laksanakan sekarang aku akan memperhatikan dari belakang jangan gugup ya" Goda Jasmine pada Dennis


"Ahh sudahlah sana,kamu mengganggu konsentrasiku" Usir Dennis halus


"Hahaha iya iya baiklah" Jasmine memundurkan tubuhnya dan memberikan tempat untuk Dennis


Dennis memulai shalatnya, Jasmine yang melihatnya dari belakang semakin terharu. "Bahkan dia tidak malu sama sekali untuk memintaku mengajari nya, dia Sangatlah berbeda dari orang kaya yang biasa aku temui" Kagum Jasmine dalam hatinya melihat sikap Dennis


Dennis pun menyelesaikan ibadahnya dengan baik, walupun mungkin bacaanya yang ia baca masih banyak yang kurang tepat tapi bagi Jasmine itu sebuah kemajuan yang Bagus. Melihat Dennis yang telah selesai Jasmine refleks mengambil tangan Dennis dan ia mencium tangan itu, Dennis yang diperlakukan seperti itu kaget dan hatinya menghangat. "Yaampun seperti ini kah rasanya jika aku sudah memiliki seorang istri" Gumam Dennis dalam hati


Jasmine yang merasa telah melakukan kekeliruan langsung melepas tangan itu, "Aahhh maaf maaf mas aku terbiasa melakukan ini dengan kakak jadi aku refleks" Ucap jasmine menyesal


"ahh tentu saja tidak apa-apa sayang, suatu saat nanti juga kamu akan melakukannya setiap hari" Jawab Dennis santai

__ADS_1


"Apa maksudmu mas aku tidak mau tinggal disini setiap hari atau baahkan selamanya aahhh tidak mas tidak" Ucap jasmine dengan cepat


ini aku yang nulisnya meleleh banget lohh, kalian gimana ni bacanya. Tulis komentar kalian yaa tentang perasaan kalian saat membaca part ini yaa... Terimakasih selalu mendukung karya ku ini ❤️❤️❤️


__ADS_2