Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 36


__ADS_3

"Tidaaakkk, mas jangan kamu bukan orang jahat mas. Tolong kontrol emosimu itu mas aku mohon mas" Jasmine Mencoba menenangkan dennis


"Jika bukan karena kamu aku pasti telah menghabisi wanita tua ini" Dennis menurunkan pistolnya dan langsung memeluk Jasmine yang sedang terduduk sambil menangis.


"Hei anak kurang ajar, aku sudah memberikanmu segalanya tapi ternyata seperti ini pembalasan mu. Bahkan kau tidak segan mengarahkan pistol kearah ku hanya Karna wanita simpanan mu ini" Ny. Wijaya sangat murka melihat aksi Dennis tadi


"Bu sudah tenanglah Bu" Zul mencoba menenangkan ibunya.


"Diam kau Zul, kau pun sama saja dengan anak tidak tahu diuntung ini. Aku telah baik memungutmu dan memberikan semuanya tapi dia malah mau membunuhku".


"Jika aku tahu dari awal kau menelantarkan cucu kandungmu dan menjauhkannya dari ayah kandungnya sendiri dan membuat ibu mereka meninggal aku tidak akan mau tinggal bersama denganmu bahkan aku tidak Sudi memanggilmu dengan sebutan nenek !!!"


"Dasar kau tidak tahu diuntung" Ny Wijaya mengangkat tangannya dan akan menampar Dennis tapi tangannya di tahan oleh Zul.


"Sudah Bu sudah cukup. Apa ibu tidak malu dengan usia ibu, kenapa ibu masih saja menyakiti orang-orang yang tidak bersalah"


"Oh bagus jadi sekarang semua orang disini telah berani kepadaku, baiklah apa kalian sanggup hidup tanpa fasilitas yang kuberikan. Mulai besok tinggalkan semua yang telah ku berikan untuk kalian, hiduplah diluar sana bersama anak-anak dari wanita kampungan itu"


"Tidak apa Dennis kembalikanlah semuanya, memang dari awal ibu juga yang salah Karna menerima tawaran darinya. Mulai sekarang kita akan kembali ke keluarga Atmadja, mereka dengan senang hati menerima kita kembali. Kakekmu telah berubah sekarang Karna dia tahu hidup tanpa anak dan cucu itu sangat sepi" Ibunda Dennis yang tiba-tiba datang membela penuh anaknya itu


"Fanny !!! Sejak kapan kau berani membangkang seperti ini. Aku sangat kecewa sekali kepadamu!!"


"Maafkan aku Bu, tapi aku tidak bisa melihat anak ku dihina seperti ini. Lagipula aku bukan seorang ibu yang kejam sepertimu, aku tidak mau hidup dengan rasa kesepian diusia tua sepertimu"

__ADS_1


"Sebaiknya kita pergi dari sini, dan untukmu Nyonya Besar selamat menikmati kesendirian mu, silahkan ambil semua yang telah kau beri aku dengan senang hati memberikannya"


Dennis mengajak orang-orang tersayangnya keluar dari sana.


"Pergi kalian semua dari hadapanku!!! argghhhh"


Ny. Wijaya sangat murka atas perlawanan dari semua orang itu, dia hanya bisa menyumpah serapah atas perlakuan anak dan cucunya itu.


****


Mereka kini telah berada didalam mobil dan akan menuju kediaman Jasmine dan Aldi, didalam mobil itu Zul mulai menjelaskan semua yang terjadi secara rinci kepada kedua anaknya itu.


Melihat itu semua Fanny ibunda dari Dennis mulai terenyuh, ia bisa melihat cinta Dimata Zul yang selama ini tidak pernah ia lihat. Ia yakin Zul saat ini sangat bahagia, dan ia mulai mengerti kenapa selama ini dirinya tidak pernah di sentuh sama sekali oleh Zul itu semua karena Zul masih sangat menyayangi mendiang istrinya itu dan sangat terlihat dari sikapnya saat ini.


"Maafkan aku dan Jasmine ayah yang sudah berprasangka tidak baik dengan ayah" Aldi memeluk ayahnya yang sudah lama tidak ia temui itu.


"Tidak nak ini semua bukan salah kalian, kalian hanya korban. Tapi yang sudah berlalu biarkanlah saat ini kita harus menatap masa depan yang lebih baik"


"Tapi ayah bagaimana dengan nenek, aku sangat kasihan dengannya" Jasmine yang tidak pernah membenci neneknya itu mulai mengkhawatirkan wanita paruh baya itu.


"Yaampun nak kau memiliki hati yang sangat lembut, bahkan dengan orang yang sudah jelas-jelas menyakitimu saja kau masih sangat memikirkannya" Fanny sangat kagum dengan Jasmine


"Ibu dan kak Aldi tidak pernah menceritakan kejelekan nenek sedikitpun, aku jadi tidak pernah tahu ceritanya seperti apa. Tapi jika hanya kejadian tadi menurutku itu hal yang masih bisa dimaafkan, maka dari itu aku rasa aku tidak berhak untuk membencinya. Karna bagaimanapun ia adalah nenekku, orang yang telah melahirkan ayahku aku tidak akan pantas membencinya"

__ADS_1


"Terimakasih nak, terimakasih kau telah memiliki hati sebesar itu. Ayah sangat malu mendengarnya, bahkan ayah saja rasanya masih sangat marah dengan nenekmu atas perlakuannya tadi"


****


Mereka kini telah sampai ditempat tinggal Jasmine dan Aldi, mereka semua turun dari mobil itu.


"Yaampun nak apa benar kalian tinggal disini" Fanny seakan tidak percaya dengan pemandangan yang saat ini ia lihat.


"Iya benar, aku dan kakak tinggal disini sepeninggal ayah"


"Yaampun ibu sungguh kejam, membiarkan kalian kesusahan seperti ini" Fanny merasa terenyuh membayangkan kehidupan seperti apa yang selama ini dijalani oleh kedua anak dari suaminya itu.


"Mari semuanya kita masuk hari sudah mulai gelap" Ajak Aldi


"Emmmm sebaiknya aku dan Dennis kembali kerumah Atmadja saja, biarlah kalian bertiga melepas rindu masing-masing aku dan Dennis tidak mau mengganggu moment ini" Fanny merasa harus memberi ruang lebih untuk Zul bersama anak-anaknya.


"Iya sepertinya ide Mama cukup bagus, aku juga sudah sangat rindu dengan Kakek dan Nenek" Dennis menyetujui usulan ibunya itu


"Yasudah kalian masuklah, kami akan melanjutkan perjalanan. Jangan Khawatir besok pagi aku akan kembali kemari dan kita akan sarapan bersama"


"Baiklah salam untuk ayah dan ibu mu fan, dan kau Dennis jaga Mama mu baik-baik yaa" Zul menitipkan istrinya kepada dennis.


"Ayah tenang saja, Mama akan sangat aman bersama ku. Yasudah aku pamit yah sampai jumpa" Dennis langsung memasuki mobil miliknya yang tidak dikembalikan kepada Ny. Wijaya karena itu hasil jerih payahnya sendiri Bukan pemberian neneknya itu.

__ADS_1


Saat mobil Dennis sudah tidak terlihat Jasmine mengajak Ayah dan kakaknya itu masuk..


__ADS_2