
Mendengar pertanyaan kakaknya itu Jasmine sontak saja melarang,
"Tidak, besok kita akan pergi tanpa dia"
"Nayla tolong ya bawa Jasmine kekamar kalian, ini kuncinya" Zul meminta tolong pada sahabat anaknya itu.
"Iya om baiklah, aku permisi dulu selamat malam" Nayla pamit Dengan tangan yang mendorong tubuh Jasmine.
"Nak jangan dihiraukan ya, mungkin Jasmine masih sedikit kesal". Zul merasa tidak enak dengan perilaku anaknya itu.
"Iya ayah tidak apa, aku sangat mengerti".
" Ayah aku mungkin besok tidak akan kesini, aku akan memberitahu Mama tenang ini. Dan aku akan memenangkan mama saja atas apa yang terjadi" Sambung Dennis
"Baiklah nak, jaga mamamu ya. Mau bagaimanapun nanti, kamu tetap anak ayah" Zul merangkul anak tirinya itu.
"Iya ayah, baiklah yah aku pamit ya kalian istrihatlah ini sudah sangat larut". Dennis berpamitan pada Zul dan Aldi.
"Hati-hati nak" Seru Zul.
Zul dan Aldi menatap punggung Dennis yang mulai menjauh.
"Ayah, apa Jasmine baik-baik saja kenapa dia sangat marah seperti itu" Tanya Aldi
"Tidak nak, ayah yakin Dennis tidak akan melakukan hal seperti itu. Mungkin ada hal lain yang membuat Jasmine marah, tapi apapun itu kita biarkan saja dulu mungkin adikmu itu. Ini proses pendewasaan baginya yang masih sangat labil" Jelas Zul
"Iya yah betul juga, yasudah yah mari kita masuk" Ajak Aldi pada ayahnya.
__ADS_1
*Sementara di kamar Jasmine dan Nayla, Jasmine masih belum tertidur. Ia memikirkan sikapnya kepada Dennis, apa ia keterlaluan atau tidak.
Disatu sisi ia merasa bahwa apa yang dilakukannya sudah benar, karena ia marah karena merasa Dennis telah menginjak harga dirinya. Tapi disisi lain ia merasa keterlaluan, karena sebenarnya itu bukan kali pertama Dennis melakukan itu, bedanya yang sebelumnya Dennis melakukannya dengan penuh cinta bukan dibawah pengaruh alkohol.
Ia mulai berpikir jika ia dan Dennis adalah kakak dan adik maka mereka tidak bisa bersatu, dan hal itu membuat ia frustasi karena bagaimanapun ia akan bertemu dengan Dennis setiap hari dengan bayang-bayang apa yang telah mereka lakukan.
"Aaaahhh tuhan tolong kenapa harus seperti ini, aku tidak mau jika harus seperti ini. Aku tidak mau memiliki kakak lain selain kak Aldi ahn tidak mau tidak mau".
"Lalu kau tidak mau memiliki kakak ipar?, Walaupun kakak iparmu itu secantik aku" Nayla yang terbangun tiba-tiba mengejutkan Jasmine.
"Aaa Lo buat gue kaget aja, ihh nyebelin Lo"
"Ih jawab dong, Lo gak mau punya kakak ipar secantik gue"
"Gak gue gak mau apa Lo hahaha" Jasmine menjulurkan lidahnya kearah Nayla.
"Ihh kok Lo nyebelin sih, Lo dengerin omongan gue ya" Jasmine melempar kan bantal guling kerah Nayla.
"Gimana gak denger orang Lo ngomongnya pake toak gitu, gue aja sampe kebangun tau"
"Masa sih, aahh harusnya Lo pura-pura gak denger aja"
"Ahaha tau deh ah terserah Lo, udah yok tidur besok kan pagi-pagi kita udah jalan" Pinta Nayla
"Iya oke" Jasmine menarik selimut sampai menutupi wajahnya.
"Ehh jas tunggu dehh, berarti Lo itu gak beneran marah kan sama Dennis Lo cuma belum terima kalo status Dennis itu kakak tiri Lo kan" Tanya Nayla yang masih penasaran.
__ADS_1
"Ihh tau ahh nay, tadi katanya mau tidur tapi nanya terus. Udah tidur ahh jangan tanya-tanya Mulu kaya reporter" Komplen Jasmine dari dalam selimutnya.
Mendengar ucapan sahabatnya itu membuat Nayla tersenyum.
Iapun langsung menarik selimut dan masuk kedalam mimpinya.
*Saat pagi harinya mereka semua telah siap dan telah cek-out dari hotel itu, kini mereka dalam perjalanan menuju tempat tinggal barunya Keluarga Jasmine.
Mereka menggunakan mobil nayla, dan ayah Zul yang membawa mobil itu. Dikursi belakang mobil itu Jasmine dan Nayla tengah melihat-lihat Sosial media milik mereka, terkadang canda dan tawa keluar dari mulut mereka.
Aldi yang sudah sangat hafal dengan kelakuan adik dan sahabatnya itu sudah biasa saja mendengarnya, tapi lain lagi dengan zul. Ia yang merasa senang karena akhirnya bisa lepas dari ibunya dan bisa menikmati waktunya bersama anak-anaknya tak lepas mengucapkan rasa syukur dalam hatinya.
Walau sebenarnya ada perasaan sedih dihatinya karena saat ini istri tercintanya telah tiada, tapi dia percaya ibu dari anak-anaknya itu pasti tersenyum melihat mereka sekarang dari atas sana.
Setelah perjalanan yang cukup lama mereka kini telah tiba di rumah yang akan mereka tempati itu, Jasmine sangat antusias dengan rumah barunya itu.
"Ayah ini sangat unik rumahnya, aku suka sekali" Jasmine terkagum melihat arsitektur rumah barunya itu.
"Iya nak ayah tau kau akan sangat menyukainya, saat ayah ditawarkan untuk pertama kali rumah ini ayah langsung memutuskan membelinya, tapi waktu itu kita masih terpisah. Jadi ayah memutuskan untuk mengontrakannya, tapi ternyata tiga bulan yang lalu yang mengontrak rumah ini memutuskan untuk pindah dan tak tahu mengapa ayah tidak mau mengontrakannya lagi tapi ternyata ini lah jawabannya karena pemilik aslinya akan mengisi rumah ini" Jelas Zul.
"Ahh Yaampun ayah aku sayang ayah, ternyata ayah masih sangat memikirkan ku walaupun kita sempat terpisah" Jasmine terharu dan langsung memeluk ayahnya itu.
"Tentu saja nak, pikiran dan hati ayah selalu tertuju padamu dan aldi. Bahkan bukan hanya rumah ini saja, ayah juga telah mempersiapkan perusahaan kecil yang akan kita kelola bersama" Ucap Zul.
Aldi dan Jasmine pun seraya Langsung memeluk ayahnya itu, melepas rasa rindu dan haru dengan ayahnya yang sudah cukup lama terpisah dari mereka.
Melihat momen langka itu Nayla dengan cepat mengambil ponselnya dan mengambil gambar dari keluarga kecil sahabatnya itu, tapi sial ia yang berniat mengambil gambar Secara diam-diam itu lupa mematikan lampu Flash kamera ponselnya itu dan refleks ketiga orang itu menyadari bahwa mereka tengah di foto.
__ADS_1
"Ihh nay rese banget sihh ganggu aja" Keluh Jasmine.