Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 41


__ADS_3

Dennis pun langsung menyapa mereka tanpa ragu.


"Hai sayang kok baru pulang sih, oh ya nay thanks ya udah anterin Jasmine" Dennis langsung merangkul tubuh Jasmine.


Jasmine refleks menurunkan tangan itu dari pundaknya,


"Jaga sikap Lo ya ini rumah gue" Jasmine memberikan tatapan mematikan.


"Kamu lupa ya, kita kan adik kakak. Yaa walaupun saudara tiri, tapikan aku juga anak ayah Zul" Dennis tersenyum licik.


"Tau deh terserah Lo aja mau bilang apa yang jelas jangan deket-deket sama gue, gue jijik!!" Jasmine sangat marah dan langsung masuk kerumah itu.


Nayla yang masih berada didepan Dennis memandang Dennis dengan tatapan tidak suka,


"Awas ya Lo berani deketin sahabat gue lagi, gue gabakal tinggal diem!!!" Nayla mengarahkan kepalan tangannya kepada Dennis dan berlalu meninggalkan lelaki itu.


"Yaampun sepertinya aku sudah membuat kesalahan besar, ohh Yaampun kenapa aku tidak ingat apa-apa seperti ini" Dennis memukul-mukul kepalanya pelan.


****


Didalam rumah Jasmine langsung menemui ayahnya,


"Ayah maaf ya aku telat, apa semuanya sudah selesai" Sapa Jasmine.


"Tidak apa nak, belum nak masih berberapa barang lagi oh ya barang milikmu juga belum sempat di rapikan"


"Oke yah aku akan segera membereskannya, apa kita akan pindah hari ini juga ini sudah malam"


"Barang-barang akan dibawa malam ini nak, kita akan menginap satu malam di hotel. Ayah sudah memesankan kamar hotel untuk kita"


"Kalo begitu bolehkan yah aku ajak Nayla, kasihan dia jika harus kembali malam-malam begini"


"Tentu saja boleh sayang, lagipula kita akan pindah ke kota dimana saat ini Nayla dan keluarganya tinggal jadi besok kita sekalian saja mengundang keluarganya kerumah kita".

__ADS_1


"Apa yahh, serius kita pindah ke kota tempat Nayla tinggal sekarang. Ahh ayah terimakasih aku senang sekali, jadi aku tidak usah jauh-jauh jika ingin bertemu nayla" Jasmine senang dan langsung memeluk tubuh ayahnya itu.


Nayla yang mendengar namanya di sebut langsung mendekat kearah Jasmine dan ayahnya.


"Aduh ada apa ini kenapa sebut-sebut namaku"


"Hei Nayla, apa kabar bagaimana kabar Orangtuamu" Sapa Zul


"Halo om, kabarku baik om. Alhamdulillah orangtuaku juga baik" Nayla membalas dengan tangan yang menyalami Zul.


"Nay Lo tau gak, kita bakal deketan lagi tau"


Jasmine yang kesenangan meloncat-loncat dengan tangan yang menarik tangan Nayla.


"Jas tenang dulu Napa sih, tadi aja nangis-nangis kaya apa , sekarang ketawa-tawa segininya. Santai-santai jelasin pelan-pelan"


"Ternyata ayah itu ngajakin kita pindahnya ke kota dimana sekarang Lo tinggal" Jasmine antusias menjelaskan


"Ahh seriusan, dimana om bakal tinggal disana".


"Eh tidak kok yah Nayla hanya asal bicara saja, betulkan Nay"


"Iya om aku bercanda saja, tadi Jasmine menangis karena menonton Drama Korea" Nayla berbohong karena tidak mau ayah dari sahabatnya salah faham


"Oh ya om tempat yang akan om tempat itu sangat dekat dengan tempat tinggal saya om" Nayla coba mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya bagus dong kalo Deket Kak Aldi kan bisa main terus ya kerumah kamu Nay" Aldi yang tiba-tiba datang dari luar langsung menimbrung.


Sontak saja wajah Nayla menjadi merah merona mendengar ucapan Aldi.


"Wah wah kakak aku ini sudah mulai terang-terangan ternyata" Jasmine menggoda Kakaknya.


"Iya dong memang nya cuma kamu dengan Dennis saja yang bisa"

__ADS_1


Mendengar ucapan kakaknya wajah Jasmine sontak saja langsung berubah pias, ia langsung menunjukan wajah marahnya.


"Kakak gak usah sebut nama dia deh aku benci orang itu, aku masuk kamar dulu" Jasmine langsung meninggalkan ketiga orang itu.


"Nay kenapa dengan Jasmine" Tanya Aldi


"Gatau kak, Jasmine sedang badmood. Mungkin lagi dalam masa periodnya"


"Oke deh, kamu tolong temani Jasmine dulu ya nay" Pinta Aldi


"Iya kak, yasudah om aku pamit ya mau ke kamar Jasmine".


"Baiklah nay, terimakasih ya" Seru Zul.


"Iya om sama-sama" Nayla langsung bergegas menuju kamar Jasmine.


Sementara dari luar rumah itu Dennis sedaritadi menguping pembicaraan orang didalam sana,


"Yaampun bahkan dia sangat marah saat Aldi menyebut namaku, apa sebenarnya yang aku sudah lakukan kepadanya" Dennis masih bingung dengan perilaku Jasmine.


Lamunan Dennis pecah saat namanya dipanggil oleh Aldi dari dalam,


"Dennis masuklah aku tau kamu dari tadi berada disana"


"Iya aku masuk, ada apa" Dennis bertingkah seolah tidak ada apa-apa.


"Dennis aku ingin bertanya kepadamu, apa kamu sedang ada masalah dengan Jasmine. Kenapa dia seperti itu"


Dennis mengusap kasar wajahnya, ia mencoba menjelaskan apa yang ia ingat.


"Sejujurnya aku juga bingung apa yang telah terjadi Al, tapi seingatku tadi pagi aku membawa Jasmine ke salah satu bisnis milikku lalu Karna pikiranku sedang kacau aku jadi minum setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi saat aku sadar Jasmine sudah tidak ada dan ternyata dia ketempat Nayla"


Mendengar penjelasan Dennis itu refleks Aldi langsung mendaratkan sebuah pukulan di wajah Dennis,

__ADS_1


"Ternyata kau brengsek den, aku pikir kamu orang baik" Aldi begitu murka mendengar semuanya.


__ADS_2