
Jasmine yang mendengar perkataan Dennis refleks menjauhkan wajahnya dari Dennis, ia menatap sinis Dennis dengan menatap tajam ke wajah Dennis "Kamu pikir aku ini kue apa bisa di makan huhh" Ucap Jasmine
"Jika ada kue se manis dan se cantik ini sudah aku borong dengan pabrik pabriknya" seru Dennis dengan tertawa
"Dasar bos sombong dan... " Gantung Jasmine
"Dan tampan hahaha" potong Dennis dengan percaya dirinya
"Bukan, tapi dan BUCIN.. Hahaha" Jawab Jasmine Tertawa dengan kencangnya
"Kamu berani ya meledekku, aku akan menghukummu. Oh ya aku akan menghukummu dengan dua hukuman. Hukuman pertama Karna kamu barusan meledekku, hukuman kedua Karna waktu itu kamu memberiku nomor palsu" Ucap Dennis dengan tangan melipat di depan dada
"Oh Yaampun jadi kamu sudah coba menelpon nomor itu hahaha, kenapa baru sekarang kamu bilang" Senang Jasmine
"Aku lupa saat aku membawamu pergi tadinya aku mau menghukummu tapi ternyata bibir manis mu itu telah membuatku melupakan tujuan utamaku, tapi sekarang aku sudah ingat dan akan menghukummu aku tidak akan melepaskanmu lagi" Ucap Dennis dengan yakin
"Oke aku terima apapun hukumanmu, jadi apa hukumannya Bos ku yang tampan" Tanya Jasmine dengan nada meledek
"Oke kamu tidak akan bisa menarik kata-katamu lagi, kamu harus menerimanya apapun hukumannya" Ucap Dennis dengan wajah tersenyum licik
"Yaampun aku salah bicara, bagaimana jika hukumannya yang tidak-tidak aahhh bodohnya aku" Keluh Jasmine merutuki kebodohannya
"Eits kamu tidak bisa menarik lagi kata-katamu itu sayang, hahaha hari ini sungguh hari keberuntunganku yaa" Senang Dennis
"Oke baiklah baiklah, tapi jangan minta hal-hal aneh, apalagi sampai memintaku untuk menjual organ tubuhku Karna harus membayar semua yang telah kau lakukan untuk kakak" Ucap Jasmine dengan takut
"Hahahaha, Yaampun sayang kenapa kamu sampai berpikir seperti itu. Ehh tapi sepertinya itu ide yang cukup bagus" Goda Dennis
"Aaahhhh siapapun diluar tolong aku, aku akan dibunuh oleh orang ini" Teriak Jasmine
"Hussstt sayang kamu tidak perlu berteriak, kamu lupa ini rumahku, ini tempat tinggalku tidak ada orang lain selain kita berdua dan anak buahku sayang jadi percuma kamu berteriak begitu" Ucap Dennis berpura pura menakuti Jasmine
Jasmine yang mulai ketakutan dengan perkataan Dennis perlahan bergerak mundur, ia takut jika Dennis adalah psikopat atau semacamnya..
__ADS_1
"Kamu jangan takut sayang, aku tidak akan menyakitimu" Ucap Dennis dengan tangan yang sudah menarik tangan milik Jasmine
"Aaahhhh lepaskan, aku tidak mau mati sekarang aku takut aku tidak mau meninggalkan kakak tolong jangan lakukan ini" Ucap Jasmine yang sudah menangis ketakutan
Melihat gadisnya menangis Dennis pun langsung memeluk tubuh itu, ia menyadari gurauannya terlalu berlebihan sehingga gadisnya benar benar ketakutan Sekarang..
"Husst sayang sudah jangan menangis, aku tidak akan melakukan itu semua kepadamu. Jika memang aku mau menyakitimu kenapa tidak saat kita pergi bersama, lagipula aku hanya bergurau sayang. Bahkan jika ada yang menjual tubuh cantik mu ini aku orang pertama yang akan membelinya meskipun harus menghabiskan semua harta yang aku miliki" Ucap Dennis dengan sungguh-sungguh
Mendengar perkataan Dennis hati Jasmine kembali tenang, ia takut jika semua gurauan Dennis itu benar terjadi.
"Apa benar semuanya hanya gurauan" Tanya Jasmine ragu
"Benar sayang aku tidak akan rela kehilanganmu sayang,tapi jangan senang dulu aku benar-benar akan menghukummu" Ucap Dennis
"Yaampun menghukum apalagi, mendengar kau berkata seperti tadi saja aku sudah sangat takut" Keluh Jasmine
"Aku akan menghukummu untuk mau menjadi istriku" Ucap Dennis
"Apa mas, kamu mau aku menjadi istrimu? Apa aku tidak salah dengar" Tanya Jasmine
Dennis sekarang bersimpuh di depan wanitanya itu, ia mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam yang berisikan sebuah cincin dengan sebuah permata indah di tengahnya.
"Jasmine aku tau kita baru saja mengenal, tapi tidak tahu mengapa hatiku sangat nyaman dan merasakan kehangatan saat bersamamu, mungkin ini terdengar konyol tapi aku tidak sanggup kau jauh dariku terimalah cincin ini dan terimalah aku sebagai lelakimu" Ucap Dennis dengan yakin
mendengar Dennis melamarnya Jasmine meneteskan air matanya
"Mas kamu tahu kamu lelaki pertama yang menyatakan ini semua kepadaku, kamu juga lelaki pertama yang membuatku nyaman dan merasakan seperti apa rasanya dicintai. Tapi mas aku rasa ini terlalu cepat, bahkan aku saja belum tahu siapa kamu dan keluargamu" Ucap Jasmine yang masih ragu dengan dennis
"Aku bersungguh sungguh Jasmine, aku tidak pernah merasakan hal seperti kepada wanita manapun sebelumnya. Kamu juga wanita pertama yang membuatku seperti ini, seperti orang gila saat tidak bisa melihatmu. Sungguh aku belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini, bahkan saat aku mendapatkan tender besar untuk perusahaan ayah aku tidak sebahagia ini dan saat nenek memberiku kepercayaan untuk memimpin kantor aku juga tidak sesenang ini" Jelas Dennis
mendengar penjelasan Dennis membuat jasmine tertawa terbahak-bahak, "Hahahaa, Yaampun mas kamu menyamakan aku dengan tender dan perusahaan. Ternyata kamu benar-benar belum pernah jatuh cinta yaa sebelumnya, pantas saja kamu sangat BUCIN" Ledek Jasmine
"Jangan meledekku terus sayang, jadi bagaimana apa kamu masih belum mau menerimaku?" Tanya Dennis
__ADS_1
"Emmmhhh bagaimana dengan keluargamu, mereka pasti tidak akan bisa menerima keadaanku" Keluh Jasmine
"Sayang tenanglah, bahkan jika mereka mengambil semua harta yang ku punya sekalipun aku akan memberikannya, asalkan aku bisa hidup denganmu" Ucap dennis dengan sungguh-sungguh
"Yaampun mas jangan melakukan itu semua, jangan bodoh untuk meninggalkan keluarga demi cinta sesaat mas, kamu belum tau kedepannya akan bagaimana. Aku tidak mau sejarah ibu dan ayahku terulang" Jasmine mulai sedih karena mengingat mendiang Ibunya
"Yaampun maafkan aku sayang aku telah salah berbicara, maafkan aku karena kata-kata ku kau jadi sedih" Sesak Dennis
"Tidak mas tidak apa, aku hanya rindu dengan ibu" Sangkal Jasmine
"Yasudah malam ini kau istrihat saja disini, besok pagi aku akan mengantarmu ke pusara ibumu setelah itu baru kita membebaskan Aldi, bagaimana apa kamu setuju" Tanya Denis
Jasmine menganggukkan kepala nya, ia pun langsung memeluk Dennis "Terimakasih mas, kamu yang paling terbaik" Senang Jasmine
"Kurang kalo hanya pelukan saja, untuk rasa terimakasih kamu harus memberikan yang lebih manis sayang" Goda Dennis dengan seringai jahilnya
"Lalu apa yang kamu inginkan bos perhitungan" Tanya Jasmine dengan melipat tangannya di depan dada
"Aku ingin ini, yang manis manis" Ucap Dennis dengan jari telunjuk mengarah di bibirnya
"Ahhh dasar kamu ini bos mesum" Keluh Jasmine
"Ahahaa tidak apa lah aku kan mesumnya hanya dengan kamu saja"Dennis tertawa puas
Tanpa aba-aba Jasmine langsung mencium bibir Dennis dengan cepat ia melepaskan ciumannya , mendapatkan serangan mendadak membuat Dennis diam membisu.
"Oke sudah kan, terimakasih mas" Ucap Jasmine dengan tersenyum Karna melihat Dennis yang sedang membisu
"Ahh kamu curang itu terlalu cepat" Keluh Dennis
"Sini aku mau lagi" Sambung Dennis
"Minta sana sama orang suruhanmu hahaha" Goda Jasmine dengan senang
__ADS_1