
"Yaampun kenapa juga ikut-ikutan sihh nyokap gue ini" Nayla menepuk jidatnye mendengar ucapan ibunya itu.
"Oh ibu belum sempat bertemu dengan Aldi ya, saya pikir ibu sudah kenal dengan Aldi" Tanya Zul.
"Tidak pak saya belum pernah bertemu, dan tidak pernah melihat fotonya juga karena Nayla tidak pernah mau menceritakan atau menunjukkan foto bagaimana kakaknya Jasmine itu. Mungkin karena akan sangat merasa gugup jika menceritakan orang yang disukai nya" Ucap ibu Nayla dengan mata yang masih melirik anaknya itu.
"Yaampun ibu ihh bener bener bikin malu anaknya ini dehh" Nayla merasa semakin terpojok .
"Oh Tante belum lihat foto Kaka ya, ini Tante di ponsel Nayla ada kok. Baru saja mereka berdua berfoto bersama" Jasmine dengan cepat merebut ponsel Nayla yang hanya disimpan disaku bajunya itu.
" Nay ihh Yaampun Lo tega banget sih bikin sahabat Lo satu-satunya ini malu ya" Protes Nayla yang masih berusaha merebut ponselnya dari tangan Jasmine.
Mendengar ada keributan dari ruang depan rumahnya, Aldi yang tengah merapikan barang-barang dikamarnya pun langsung keluar menghampiri.
"Hei kenapa ribut sekali, ada apa ini" Tanya Aldi pada adiknya itu.
"Nah ini dia yang sedang jadi topik utama keluar juga, ini loh kak ada calon mertua bertamu" Ucap Jasmine kepada kakaknya.
"Calon mertua? Calon mertua siapa?" Aldi kebingungan mendengar ucapan adiknya.
"Aldi kemari, ini kenalkan ibunya Nayla" Zul memperkenalkan ibu Nayla pada anak sulungnya itu.
"Oh ini ibunya Nayla, halo Tante saya Aldi" Aldi pun menyalami tangan wanita paruh baya itu.
"Wah wah pantas saja anak Tante ini begitu mengagumi kamu, la wong ganteng gini kok. Yaampun pak Zul ini anaknya sangat tampan lohh" Ucap Ibu Nayla.
"Ibu please dong ihh jangan rese" Nayla Salah tingkah mendengar perkataan ibunya.
"Ahh Tante bisa saja, Nayla itu loh yang sangat manis" Jawab Aldi
"Aih aih perbucinan dimulai" Celetuk Jasmine dari belakang tubuh Aldi
"Sudah sudah kenapa jadi saling sanjung seperti ini sih, semuanya cantik dan tampan karena semuanya anak ayah" Ucap Zul
"Aihh apa lagi ini sekarang Nayla sudah dianggap anak ayah, wah-wah sebentar lagi ada janur kayaknya depan rumah" Jasmine lagi-lagi menggoda mereka.
__ADS_1
Mereka semua saling tertawa mendengar ucapan dari mulut Jasmine itu,
"Aduh seneng deh liatnya kalo rame seperti ini, saya kan cuma punya anak semata wayang ini aja jadi tidak pernah merasakan yang seperti ini pak dirumah. Apalagi kalo dia lagi Kuliah atau pergi Main sama jasmine yaudah dirumah berdua saja sama ayahnya" Jelas Ibu Nayla.
"Iya Bu nantikan anak ibu ada 2 ni satunya lagi" Ucap Aldi dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Yaampun Pepet terosss, sabar kak Naylanya masih bocah" Jawab Jasmine mendengar perkataan kakanya.
"Yaampun sirik aja Lo, makanya cari cowok Sono" Sindir Nayla
"Yah yah frustasi deh ni gue digituin, nangis deh ni gue" Jasmine menunjukan wajah yang dibuat-buat seperti akan menangis.
"Ahh kalian ini kalo sudah bercanda keterusan deh" ucap ibu Nayla.
"Oh ya pak, saya pamit dulu ya. Kapan-kapan kalian ya yang kerumah, saya tunggu loh" sambung Ibu Nayla.
"Iya Bu terimakasih telah berkunjung, iya nanti jika ada waktu kita akan mampir Bu. Salam untuk ayahnya Nayla ya Bu" Ucap Ayah Jasmine.
"Nay, mau ikut pulang sama ibu atau nanti" Ajak ibu Nayla
"Nanti deh Bu aku mau bantu bantu rapiin barang-barang Jasmine dulu, nanti sore aku pulang Bu" Jawab Nayla
"Nah iya betul tante aku setuju" Jawab Jasmine.
"Ihh ibu rese deh, pak Ujang udah tungguin tuh dari tadi" Ucap Nayla yang melihat supir ibunya itu sudah berdiri dengan lemas di pinggir mobil itu.
"Iya iya ibu pulang, baiklah lah pak Zul permisi ya" Pamit Ibu Nayla
"Iya ibu hati-hati dijalan" Ucap mereka semua bersamaan.
Setelah kepergian ibu Nayla mereka semua melanjutkan merapihkan barang-barang dan menatanya.
Tak terasa waktu telah menuju sore hari, mereka semua kini telah selesai menyelesaikan tugasnya masing-masing. Nayla pun memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Karena terlalu asik dengan kegiatannya mereka sampai lupa menyantap makanan yang telah dibawakan oleh ibunya Nayla.
__ADS_1
Setelah mereka membersihkan tubuhnya kini mereka menyantap makanan yang dibawakan oleh ibunya Nayla itu dengan lahap.
"Alhamdulillah sudah selesai semuanya, dan kita akan memulai kehidupan kita yang baru disini. Ayah berharap semoga kita semua lebih baik lagi setelah disini, dan untuk kamu Aldi mulai besok kamu sudah bisa mengejar pendidikan mu ayah sudah mendaftarkanmu disekolah yang setara dengan SMA. Dan kamu Jasmine, ayah juga sudah mendaftarkan mu di kampus yang sama dengan Nayla semuanya telah beres ayah telah meminta tolong kepada teman ayah untuk itu semua"
"Ayah, terimakasih ayah telah melakukan semuanya ini untuk kami" Aldi terlihat sangat berkaca-kaca dan menahan air mata itu agar tidak terjatuh dari matanya.
"Kalian adalah anak-anak ayah, ayah akan melakukan apapun untuk kalian" Zul memeluk kedua anaknya itu.
Jasmine sedari tadi sudah tidak bisa berkata-kata, ia sudah menangis karena bahagia.
"Sudah sudah, kalian sekarang istirahatlah. Kita semua akan memulai hari uang baru besok" Ucap Zul.
"Iya ayah baiklah, ayah juga istirahat ya" Ucap Jasmine.
"Sudah kalian masuk kamar masing-masing, tidurlah nak" Ucap Zul pada anak-anak nya.
"Selamat malam ayah" ucap jasmine dan Aldi bersamaan dengan tangan mereka yang sama-sama segera menutup pintu kamar masing-masing.
"Andai saja aku tidak menuruti permintaan aneh ibu, aku pasti sudah merasakan hal ini dari kemarin-kemarin dan anak-anak ku tidak menderita seperti ini" Sesal Zul dalam hati.
Mereka semua kini telah tertidur, dan bersiap untuk menyambut hari mereka yang baru esok hari.
*****
Matahari pun sudah menunjukan warnanya, penghuni rumah itu telah bersiap-siap untuk harinya masing-masing.
Seperti biasa Jasmine selalu mempersiapkan sarapan untuk keluarganya itu, dan mereka semua kini telah menyantap sarapannya itu.
"Nanti ayah akan mengantarkan kalian terlebih dahulu, nanti dihari kalian tidak ada jadwal ayah akan mengajak kalian ke kantor ayah yang baru" Zul menjelaskan kepada anak-anaknya.
"Iya ayah baiklah, oh ya ayah bagaimana dengan urusan ayah dengan ibunya Dennis" tanya Aldi.
"Pengacara ayah telah mengatur semuanya, dan Tante Fanny telah menandatangani surat bahwa ia setuju dengan perceraian ini."
Mendengar perkataan ayahnya Jasmine tiba-tiba tersedak dan batuk.
__ADS_1
*maaf ya update nya tidak setiap hari, author sedang banyak pekerjaan lain. Dan ada sedikit kendala karena Catatan yang sudah author buat untuk novel ini ternyata terdelete tidak sengaja jadi author harus mengetik semua dari awal. Semoga kalian tetap bisa menikmati karyaku ini yaa.
Terimakasih untuk kalian semua ❤️❤️❤️❤️