
Melihat momen langka itu Nayla dengan cepat mengambil ponselnya dan mengambil gambar dari keluarga kecil sahabatnya itu, tapi sial ia yang berniat mengambil gambar Secara diam-diam itu lupa mematikan lampu Flash kamera ponselnya itu dan refleks ketiga orang itu menyadari bahwa mereka tengah di foto.
"Ihh nay rese banget sihh ganggu aja" Keluh Jasmine.
"Ehh ketahuan ya hehe, sorry sorry Jas abisnya gue gabisa ga mengabadikan moment langka ini tau" Ucap Nayla.
"Iya tidak apa kok nay, tapi lain kali kalo mau foto diam-diam cek dulu flashnya" Ucap Aldi dengan nada menggoda.
"Hehe iya kak maaf ya aku lupa" Nayla menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Karena Lo menawarkan diri jadi fotografer, gue dengan senang hati menerima ni, yaudah cepetan deh fotoin kita ya" Ucap Jasmine langsung menarik tangan kakak dan ayahnya untuk bergaya depan Nayla.
"Iya ibu bos, cepetan deh bergaya" Nayla langsung memotret keluarga kecil itu menggunakan ponselnya.
Setelah beberapa foto yang Nayla ambil Aldi pun menawarkan diri untuk bergantian menjadi orang yang memotret.
"Nay, sini ponselnya. Kita bergantian, sekarang kamu berdiri disini ya aku akan memotret kalian"
Aldi langsung mengambil alih ponsel itu.
Nayla dengan senang hati memberikan ponselnya dan segera berpose dengan Jasmine dan ayahnya.
Saat beberapa foto telah diambil ponsel Zul berbunyi tanda ada panggilan masuk,
"Kalian lanjutkanlah Foto-fotonya, ayah akan menerima panggilan ini Sebentar" Ucap Zul.
"Iya ayah baiklah" Seru Jasmine
"Kak, berikan ponsel Nayla padaku. Kamu berdirilah disini, aku akan memotret kalian berdua" Jasmine mengutarakan idenya.
"Ih jangan Jas aku malu tau" Tolak Nayla dengan berbisik di telinga Jasmine.
"Sudah tidak apa, malu sama siapa lagian sih" Jawab Jasmine iapun langsung merebut ponsel Nayla dari tangan Aldi iapun meminta Kakaknya itu mendekat kearah Nayla.
__ADS_1
Melihat kakak dan sahabatnya tidak bergerak sedikitpun dan mereka saling memperlihatkan wajahnya yang malu-malu Jasmine pun meletakan ponsel Nayla di atas Meja yang berada didekat sana.
"Ah kalian ini malu-malu tapi mau, terserah deh kalo tidak mau tidak apa-apa. Aku mau lanjut beres-beres saja" Ucap Jasmine
"Eh jangan dong dek, yaudah cepetan fotoin deh" Aldi refleks menarik tangan adiknya itu.
"Nah gitu dong, udah cepetan deketan sekarang aku akan mengabadikan moment bersejarah ini. Gimana nay setuju kan" Goda Jasmine.
"Udah deh jas kalo mau foto yang tinggal foto aja cepetan, jangan ngomong Mulu" Nayla yang mukanya mulai memerah karena gugup dan malu Mencoba meredakan perasaannya dengan mengomeli sahabatnya itu.
"Haha sabar kali Bu, Yaampun beneran deh jadi ni punya kakak ipar bawel" Seru Jasmine dengan tangannya yang mengarahkan kamera ponsel itu untuk memotret Nayla dengan Aldi.
Setelah selesai mengambil satu foto kegiatan mereka pun terhenti karena mendengar suara salam dari luar rumah.
"Assalamualaikum" Suara dari luar itu terdengar.
"Walaikumsalam, tunggu sebentar ya" Jasmine menjawab dengan sedikit teriak agar terdengar jelas keluar.
Saat pintu rumah itu dibuka, ternyata yang datang adalah Ibu dari sahabatnya itu.
"Yaampun Tante, kirain aku siapa. Ayok Tante mari masuk" Ucap Jasmine menyambut tamunya itu yang tidak lain adalah ibu dari sahabatnya itu.
"Tante kesini ingin memberikan ini saja nak, sekalian Tante mau bertemu dengan ayahmu. Tante dengar permasalahan kalian sudah selesai ya nak, Tante ikut senang mendengarnya"
Ibu Nayla adalah orang yang mengetahui tentang kehidupan Jasmine, tentu saja karena Nayla pasti akan menceritakan semuanya kepada ibunya itu.
"Iya Tante terimakasih ya, aku juga sangat senang semuanya telah berakhir sekarang. Oh ya Tante ayo masuk dulu biar aku panggilkan ayah" Jasmine menerima bingkisan yang dibawa oleh ibu Nayla mengajaknya untuk masuk.
Saat didalam rumah Jasmine mempersilahkan ibunya Nayla duduk di kursi yang sudah tersusun rapi oleh para pekerja yang membawa barang mereka kemarin. "Tante duduk dulu ya, aku mau panggil ayah dulu sekalian mau panggil Nayla"
Ibu Nayla hanya menjawab dengan anggukan, belum sempat dipanggilkan ternyata Nayla telah muncul dari arah kamar Jasmine.
"Ibu kenapa kesini tidak memberi kabar dulu" Ucap Nayla dengan tangan yang menyalami tangan ibunya itu.
__ADS_1
"Ih emang harus ya lapor kamu dulu, lagian kamu kenapa belum pulang sih nay kasian Jasmine sedang repot beres-beres" Protes ibu Nayla.
"Ihh ibu itulah alasan kenapa aku masih disini, aku sedang bantu-bantu merapihkan barang-barang Jasmine tau Bu"
"Boong Tante dia ga bantuin aku, tapi dia itu lagi proses pendekatan sama Kak Aldi makanya belum mau pulang" Jasmine yang tiba-tiba datang bersama ayahnya dan membawa beberapa minuman botol untuk disuguhkan meninbrung pembicaraan ibu dan anak itu.
"Ihh apaan sih rese banget Lo" Protes Nayla dengan ucapan sahabatnya itu.
"Upss gue keceplosan Nay, hahaha" Goda Jasmine
"Sudah-sudah kenapa ribut seperti ini sih" Zul menengahi keributan kecil kedua sahabat itu.
"Memang seperti itu lah pak mereka jika bertemu, ribut dan berisik saya sudah hafal sekali dengan kelakuan dua anak ini" Ucap Ibu Nayla yang sudah sangat mengerti kedua gadis itu.
"Sudah biarkan lah mereka berdua, oh ya ibu dan suami apa kabar kita sudah lama baru bertemu lagi ya" Ucap Zul.
"Kabar saya baik pak, Alhamdulillah ayah Nayla juga baik sekarang sedang ditugaskan di kota ini makanya kami pindah kesini"
"Iya Bu bisa kebetulan sekali ya, saya juga baru tau ternyata rumah saya ini berdekatan dengan tempat tinggal Nayla Yang sekarang".
"Oh ya apa perusahaan pak Zul juga dipindahkan ke kota ini?"
"Tidak Bu, saya tidak lagi memimpin perusahaan itu, sekarang semuanya saya kembalikan ke ibu saya. Biarlah mau diapakan saja olehnya, saya disini memulai usaha baru saya Bu. Sebenernya tidak baru juga karena sudah mulai saya jalankan dari 1 tahun yang lalu tapi saya meminta orang lain yang menjalankan nya karena kemarin-kemarin saya masih sibuk dengan perusahaan ibu dan sekarang setelah saya melepaskan perusahaan itu saya akan fokus dengan usaha saya disini". Jelas Zul.
"Oh seperti itu saya ikut senang mendengarnya, karena Nayla dan Jasmine jadi bisa berdekatan lagi ya pak, Nayla ini agak sukit beradaptasi dengan lingkungan barunya pak jadi walaupun disini tetap saja tiap akhir pekan dia akan mendatangi Jasmine untuk sekedar curhat"
"Bukan Tante Nayla itu bukan curhat saja tapi dia mau lihat orang yang selalu jadi bahan curhatnya makanya selalu menemuiku walaupun jauh" Ceplos Jasmine menjawab ucapan ibu Nayla.
"Yaampun Jas mulut Lo bener bener gak bisa direm ya" Protes Nayla
"Aduh Tante jadi penasaran, mana sih orang yang bikin anak Tante yang nakal ini jadi malu-malu begitu. Liat deh Jas wajah Nayla udah semu merah gitu" Ibu Nayla mendukung Jasmine meledek anaknya itu.
"Yaampun kenapa juga ikut-ikutan sihh nyokap gue ini" Nayla menepuk jidatnya mendengar ucapan ibunya itu.
__ADS_1