
Dennis akan membawa jasmine kesebuah tempat yang sangat ingin dikunjungi oleh Jasmine.
"Mas ini bukan jalan menuju kantor polisi, kamu mau membawaku kemana" Tanya Jasmine yang tidak tahu tujuan Dennis.
"Bukankah aku sudah janji akan membawamu ke pusara ibu mu dulu baru kita akan ke kantor polisi" Dennis mengingatkan Jasmine dengan Ucapan kemarin sore.
"Oh iya benar, Yaampun aku sampai lupa mas. Terimakasih ya mas kamu sudah menepati ucapanmu" Jasmine memeluk erat tangan Dennis.
*****
Mereka kini telah tiba di komplek pemakaman itu, Dennis mengikuti kemana langkah jasmine. Merekapun tiba di satu pusara yang bertuliskan nama wanita, ternyata itu pusara mendiang ibu Jasmine dan Aldi.
Jasmine pun berdoa untuk mendiang ibunya itu, setelahnya iya menumpahkan semua yang ia simpan sendiri "Bu pasti ibu sudah sangat bahagia kan Disana, Bu aku dan kakak Melawati banyak sekali kesulitan. Tapi kami akan tetap berusaha untuk menjalani semuanya dengan baik Bu, aku dan kakak tetap memegang janji kita kepada ibu. Kami tidak menghubungi ayah walaupun keadaan kami sangat kesulitan Bu, saat ini kakak sedang di tahan Karna kecerobohan kakak meminjam uang kepada temannya yang ternyata penipu Bu. Tapi ibu tenang saja aku saat ini bertemu dengan seseorang yang sangat baik sekali dia rela membantu kakak dan aku Bu, orangnya saat ini berada disini tepat di sisiku. Sudah dulu ya Bu, aku akan menemui kakak dulu semoga hari ini juga kakak bisa segera bebas" Jasmine pun bangun dari posisi nya dan segera mengajak Dennis untuk kembali
Mendengar semua yang Jasmine sampaikan di pusara ibunya Dennis sangat terkejut, ia mengkap sesuatu penjelasan kenapa mereka tetap hidup seperti ini walaupun katanya mereka anak dari salah satu konglomerat di negeri ini. Untuk Dennis itu semua sudah cukup jelas, ia tak akan menanyakan perihal orang tua Jasmine dan Aldi Karna ia tau itu sesuatu yang menyedihkan untuk kakak beradik itu.
"Hei mas kamu kenapa melamun saja, ayok kita harus cepat pasti yang lain sudah menunggu bukan" Jasmine memecah lamunan Dennis.
Dennis dan Jasmine menuju Kantor polisi tempat dimana Aldi saat ini ditahan, Dennis sudah memastikan Pengacara dan anak buahnya telah menyeret tersangka aslinya.
****
Dennis dan Jasmine telah sampai ditempat tujuan mereka, seperti biasa Pak Anton telah tiba lebih dahulu dan sedang menunggu kedatangan Cliennya itu. "Selamat pagi mas Dennis dan mba Jasmine" Pak Anton menyapa seraya menundukkan kepalanya tanda hormat.
"Iya pak Anton pagi, bagaimana apakah Yudi sudah diserahkan kepada kepolisian" Tanya Dennis dengan cepat.
"Sudah mas, bukti yang kita berikan semuanya kuat. Kita hanya tinggal menunggu kedatangan pihak pelapor" Jawab Pak Anton tidak igin mengecewakan Dennis.
"Oke baiklah, oh ya Jasmine sebaiknya kamu masuk dulu temui Aldi sekarang" Ucap Dennis
"Iya mas aku akan terlebih dahulu, saya permisi dulu ya pak Anton" Jasmine meninggalkan kedua lelaki itu.
"Mas Dennis saya ingin menanyakan sesuatu, ini tentang Aldi dan Jasmine" Ucap Pak Anton.
"Apa itu, oh ya sebaiknya kita mencari tempat duduk dulu agar lebih nyaman" Ajak Dennis mengajak pak Anton duduk di kursi yang ada ditaman kantor kepolisian itu.
__ADS_1
"Apa yang ingin pak Anton tanyakan" Tanya Dennis
"Mas Dennis saya mohon maaf sebelumnya jika saya terlalu lancang dengan pertanyaan ini" Ragu Pak Anton.
"Yaampun ada apa pak bicara saja" Bingung Dennis dengan sikap Lawyernya itu.
"Mas Dennis apa Aldi dan Jasmine itu Kakak dan adik dari mas Dennis?" Tanya pak Anton serius
"Hahaha Yaampun aku kira bapak mau menanyakan apa, kan bapak tau sendiri seperti apa ceritanya dari awal. Aku hanya ingin membantu mereka saja pak" Jawab Dennis santai
"Tapi mas, apa mas Dennis belum mengetahuinya mas Dennis dan mereka bersalah dari keluarga yang sama" Pak Anton mencoba menjelaskan apa yang ia tahu.
"Emm maksudnya keluarga yang sama itu apa " Bingung Dennis
"Ternyata benar ya mas Dennis belum mengetahuinya, jadi mas Dennis saat kemarin di interogasi Aldi mengakui bahwa ia anak dari keluarga Wijaya Kusumah, Ia adalah anak dari Pak Zulkifli Wijaya" Pak Anton menjelaskan semuanya
"Apa ??? Mereka anak dari Ayah?, Yaampun pak apa itu tidak salah" Dennis terkejut mendengar semuanya
"Iya pak benar, bahkan menurut saya wajah Aldi dengan Tuan Besar memang sedikit memiliki kemiripan, apa mas Dennis tidak tahu bahwa mereka saudara mas Dennis" Pak Anton mencoba mengulik Clientnya itu.
"Yaampun apa lagi ini, ternyata mereka anak ayah" Dennis sangat gusar menerima kenyataan ini
****
Sedangkan di sisi lain ada orang yang memperhatikan dan mendengarkan percakapan Dennis dengan pak Anton, ia pun segera mengambil video kejadian itu untuk ia berikan kepada seseorang yang mengutusnya.
"Aku akan segera mendapatkan uang yang banyak dengan video ini" Ucap orang tersebut senang dan lalu meninggalkan tempat itu.
***
Nayla tiba di kantor polisi itu dan ia turun dari mobilnya, ia mencari-cari keberadaan Jasmine tapi tak juga menemuinya, ia juga telah mencoba menelpon sahabat nya itu tapi tidak ada jawaban. "Ihh Yaampun Jasmine kebiasaan deh kalo lagi penting gini lama banget angkat telponnya, gue kan gatau ni harus kemana" Keluh Nayla dengan kelakukan sahabatnya itu.
Dari kejauhan Dennis melihat Nayla dan mengenalinya, "Pak Anton sebentar ya, itu ada temannya Jasmine mungkin dia mau bertemu Jasmine saya kesana dulu Sebentar pak" Pamit Dennis kepada pak Anton yang dibalas hanya dengan anggukan.
"Hei kamu temannya Jasmine bukan" Dennis mengejutkan Nayla yang sedang mencari keberadaan Jasmine
__ADS_1
"Iya benar, kamu siapa ya kok tahu kalo saya ini temannya Jasmine" Tanya Nayla heran karena belum pernah melihat Dennis
"Aku Dennis, teman dekat Jasmine" Ucap Dennis seraya mengulurkan tangannya
"Oh iya aku Nayla, aku sahabat Jasmine dari kecil" Nayla menerima uluran tangan itu.
"Wah salam kenal ya Nayla, sepertinya kamu lebih mengenal Jasmine dibandingkan aku. Boleh dong ya jika aku menanyakan tentang jasmine kepada mu" Dennis mengakrabkan diri berharap bisa mengetahui kehidupan Jasmine dari teman dekatnya itu.
"Yaa begitulah, oh ya tapi omong-omong Jasmine nya mana" Tanya Nayla
"Jasmine sedang menemui kakaknya, tunggu lah sebentar lagi pasti ia akan keluar" Jawab Dennis
"Sebaiknya kita duduk di sana saja" Ajak Dennis pada Nayla
merekapun kini duduk di sebuah bangku yang sama yang sempat diduduki Dennis dengan pak Anton tadi, tapi pak Anton sudah masuk untuk mengurus kebebasan Aldi.
"Apa benar kak Aldi akan bebas hari ini" Tanya Nayla.
"Iya benar, pelaku sebenarnya telah tertangkap dan bukti bukti sudah lengkap lagi pula pengacaraku sudah meminta pihak pelapor menarik laporan nya" Jawab Dennis dengan bangga
"Syukurlah, aku sangat mengkhawatirkan keadaan Jasmine jika Aldi harus di tahan.
Ia pasti akan sangat hancur, Jasmine sudah terlalu sering menderita tapi ia selalu bisa menutupi semuanya hingga banyak yang tidak akan menyangka seperti apa yang sebenarnya ia rasa" Nayla Menjelaskan ke khawatiran nya
"Oh ya boleh aku bertanya, apa kamu tahu keluarga ayah Jasmine" Tanya Dennis serius
"Untuk apa kau menanyakan nya" Ketus Nayla
"Aku hanya ingin mengetahuinya saja, Karna yang aku dengar dari pelaku asli kasus ini Aldi dan Jasmine adalah anak dari keluarga konglomerat. Tapi saat aku kerumah mereka saat menemui Aldi, mereka hanya tinggal berdua saja" Dennis mencoba mengulik kebenaran perkataan pak Anton tadi dari Nayla
"Hemm sebenarnya Aldi dan Jasmine itu cucu dari keluarga Wijaya Kusumah, orang terkaya di kota ini. Tapi nenek mereka yaitu Ny. Wijaya tidak mengakui mereka, dan yang parahnya lagi ayah mereka berselingkuh dan menikah lagi dengan wanita lain dan meninggalkan Jamsine dan Aldi hanya dengan Mendiang ibu mereka" Nayla mencoba menceritakan kehidupan sahabatnya itu
Mendengar perkataan Nayla Dennis pun terkejut "Tidak , itu tidak mungkin pasti ada kesalahpahaman disini aku yakin" Ucap Dennis
selamat membaca readers semua, jangan lupa tetap jaga kesehatan yaa..
__ADS_1
Sedih deh denger berita masih banyak aja yang positif Covid-19
*Stay Safe semua ❤️❤️❤️