
"ahh tentu saja tidak apa-apa sayang, suatu saat nanti juga kamu akan melakukannya setiap hari" Jawab Dennis santai
"Apa maksudmu mas aku tidak mau tinggal disini setiap hari atau baahkan selamanya aahhh tidak mas tidak" Ucap jasmine dengan cepat
"Iya iya aku hanya bercanda sayang" Dennis tertawa senang melihat wajah Jasmine yang sangat panik.
Saat mereka tengah bercanda riang ada seseorang yang mengetuk pintu depan
Tok tok tok, "Tuan Dennis ini saya Bi Inah" Ucap orang tersebut yang ternyata bi Inah yaitu pekerja Dennis
"Oh itu bi Inah mungkin dia lupa membawa kunci cadangan" Dennis pun segera berjalan kearah pintu
"Maaf ya tuan bi Inah ganggu pagi-pagi, bi Inah lupa kunci cadangan nya tertinggal dirumah" Ucap bi Inah kepada majikannya itu. Dennis mengganguk mendengarkan ucapan bi Inah.
Bi Inah langsung memulai pekerjaannya yang di mulai dengan membuatkan sarapan untuk majikannya itu.
Dennis langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sesampainya dikamar ia melihat jasmine yang telah merapihkan kamarnya itu, "Yaampun Jasmine kamu sedang apa, kenapa kamu membereskan semua ini" Tanya Dennis
"Aku sudah terbiasa dengan ini semua, nanti setelah ini selesai aku akan membuatkan sarapan" Jawab Jasmine santai
"Yaampun kamu tidak perlu melakukan semua ini, nanti bibi yang akan mengerjakan semuanya. Aku tidak mau melihatmu kelelahan" Dennis seraya menarik tangan gadis dihadapannya itu.
"Yaampun mas tapi aku sudah terbiasa melakukan semua ini, aku tidak merasa kelelahan sedikitpun" Jawab Jasmine dengan berusaha menarik kembali tangannya yang telah digenggam dengan sangat erat oleh pria dihadapannya.
Karna tenaganya kalah besar dari Dennis ia pun terhuyung ke dalam pelukan lelaki itu, Dennis menatapi lekat wajah cantik yang saat ini berada tepat di pelukannya.
Dennis semakin mendekatkan wajahnya kearah Jasmine ia semakin dekat dan hampir saja mendaratkan bibirnya di bibir manis Jasmine, tetapi suara ketukan pintu kamar itu memecahkan semuanya.
"Tuan Dennis sarapannya sudah siap" Ucap bi Inah.
"aaahhhh shiiitt kenapa selalu saja ada yang menggangu" Keluh Dennis
Jasmine yang merasa mendapatkan celah langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Dennis
"Yuk kita sarapan dulu nanti baru antarkan aku pulang, aku tidak mungkin bertemu kakak dengan pakaian seperti ini" Ajak Jasmine pada Dennis yang masih tediam.
__ADS_1
"Iya kau benar juga yasudah ayok kita sarapan sekarang" Ucap Dennis dengan dengan wajah murungnya.
merekapun kini berada di ruang makan milik dennis itu, bi Inah yang melihat sosok gadis yang berjalan bersama Dennis pun sedikit terkejut.
"Yaampun ternyata ini Dewi cantik yang telah membuat Tuan Dennis begitu tergila-gila" Ucap bi Inah dengan tersenyum
"Ahh bibi bisa saja, jangan berlebihan bi" Malu Jasmine mendengar perkataan bi Inah
"Tapi memang benar nona, tuan Dennis sebelumnya belum pernah sampai begitu tergila-gila oleh wanita" Ucapan Bi Inah ternyata membuat wajah Dennis memerah
"apa itu benar bi, oh Yaampun pantas saja dia sangat BUCIN ternyata benar ini pertama kalinya ia jatuh cinta hahaha mas mas kamu ini lucu sekali" Jasmine dan Bi Inah tertawa lepas mereka sangat puas menggoda Dennis
"Aahhh sudah sudah kenapa jadi menggoda ku terus, sudah Jasmine makanlah sarapanmu" Dennis sedikit kesal menjadi bahan tertawaan kedua perempuan dihadapannya
"Iya sebentar aku sedang memisahkan bawang putih nya dulu, aku tidak begitu menyukainya" Ucap Jasmine yang terus saja fokus ke arah piringnya.
"Maaf nona bibi tidak tahu jika Nona tidak menyukai bawang putih, lain kali bibi tidak akan memasukan bawang putih lagi jika membuat makanan untuk nona" Bi Inah menundukkan badannya pertanda menyesal.
"Tidak bi tidak apa-apa, memang aku saja yang memiliki selera yang sedikit aneh hehehe" Ucap Jasmine yang sedikit tidak enak hati melihat Bi Inah menyesal.
Jasmine yang mendengar perkataan bi Inah tadi hanya bisa terdiam, nama yang disebut Bi Inah dengan tuan besar adalah nama yang sama persis dengan ayahnya. Apa mungkin itu ayahnya, ia masih sangat penasaran.
Melihat jasmine terdiam Dennis pun penasaran, "Hei gadis kenapa kamu melamun seperti itu" Tanya Dennis
"Aahhh tidak aku tidak melamun, aku sedang memikirkan kakak" Elak jasmine menjawab pertanyaan Dennis
"Jika kamu sudah rindu dengan Aldi cepat lah makan makananmu, setelah itu kita akan segera menemuinya" Ucap Dennis
"Iya baiklah" Singkat Jasmine.
"Aku sudah selesai, aku akan mandi dan bersiap terlebih dahulu kau habiskan lah sarapanmu oke" Dennis segera menuju kamarnya dan bersiap
****
Setelah selesai Dennis tidak langsung menghampiri Jasmine, ia terlebih dahulu menghampiri bi Inah yang sedang berada di dapur. "Bi aku mau menanyakan satu hal pada bibi" Ucap Dennis tiba-tiba membuat bi Inah terkejut
__ADS_1
"Yaampun tuan membuat bibi kaget saja, mau tanya apa tuan?" Bi Inah terkejut dengan keberadaan Dennis
"Bi Inah kenapa membelikan baju yang seperti itu, itu baju yang sangat kekurangan bahan bi" Keluh Dennis
"Oh masalah itu, bukan bibi yang membelikan nya tuan tapi nyonya yang membelikannya. Karna waktu itu saat bibi akan pergi membelikan baju sesuai permintaan tuan pas sekali nyonya datang dan nyonya bilang biar nyonya saja yang pergi" Jawab Bi Inah
"Apa bi jadi yang membelikan semuanya adalah mama, Yaampun mama membuatku malu" Dennis sangat terkejut mendengar jawaban bi Inah
"Iya tuan, nyonya bahkan sangat senang mendengar tuan dekat dengan seorang gadis" Bi Inah mengingat betapa sumringahnya wajah nyonya nya saat mengetahui anak semata wayangnya memiliki seorang gadis.
"Ah ya sudahlah aku akan pergi dulu bi, nanti jika ada mama kesini jangan bilang apa-apa ya tentang jasmine, biar nanti aku saja yang memberitahu kepada mama tentang Jasmine. Jika mama menanyakanku bilang saja aku ada urusan dengan klien, yasudah aku pergi dulu ya bi" Dennis berpamitan kepada asisten rumah tangganya yang sudah sangat ia kenal itu.
"Iya tuan hati-hati" Jawab bi Inah melepas kepergian tuannya.
"Jasmine kamu sudah selesai, ayok kita kerumahmu dulu kamu harus bersiap" Ucap Dennis kepada Jasmine yang telah menunggunya dari tadi.
Jasmine hanya mengangguk dan mengikuti langkah Dennis.
****
Mereka kini telah sampai di rumah Jasmine, Jasmine langsung memasuki rumahnya untuk bersiap, setelah selesai mandi dan berpakaian Jasmine merias wajahnya dengan riasan tipis, didepan meja riasnya Jasmine melamun "Yaampun kenapa aku masih memikirkan ucapan bi Inah yaa,Aku sangat penasaran siapa yang ia maksud dengan tuan besar. Aku harus menanyakannya kepada Dennis nanti" Jasmine masih penasaran dengan ucapan bi Inah.
Jasmine telah selesai bersiap dan iapun menghampiri Dennis yang menunggunya diluar, "Ayo mas kita berangkat, aku sudah tidak sabar melihat kakak bebas" Ajak Jasmine
"Iya baiklah sayang, aku juga sudah menelpon anak buahku untuk memastikan mereka membawa si penipu itu Sekarang" Ucap Dennis memberitahu Jasmine tentang keberadaan tersangka asli dari kasus ini.
saat didalam mobil Jasmine pun menatap lekat wajah Dennis, "Mas terimakasih ya kamu telah membantuku dan kakak" Tulus Jasmine
"Jangan menatapku seperti itu, aku tidak bisa konsentrasi kamu mau kita berujung di rumah sakit" Keluh Dennis
"Ahahaha kamu menyeramkan dengan wajah serius seperti itu, tapi baiklah baiklah aku akan diam agar aku selamat" Jasmine tersenyum melihat tingkah lelaki di sampingnya itu.
selamat membaca,
sebenernya aku ingin sekali update banyak tapi waktunya belum ada. Doakan aku sehat terus yaa nanti jika ada kesempatan nya aku akan update dengan jumlah bab yang lumayan.
__ADS_1
Terimakasih semuanya