Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 34


__ADS_3

"Apa benarkah itu, ayo ayah sebaiknya kita cepat kita harus segera menemuinya" Dennis mengangkat tubuhnya untuk segera meninggalkan Cafe itu


"Tapi Nak tunggu dulu sebentar"


"Ada apa lagi yah, ayah tau kan nenek itu ambisius aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Jasmine dan Aldi"


"Yaampun bukan itu, tapi kita harus bayar dulu semua ini kamu mau kita dikejar-kejar oleh pegawai cafe ini" Zul tersenyum melihat tingkah Dennis


"Oh iya aku lupa hehehe, aku sangat semangat jika menyangkut Jasmine dan Aldi"


Mendengar perkataan anak tirinya itu Zul tersenyum getir, dalam benaknya kenapa harus Dennis yang memiliki perasaan begitu khawatir dengan anak-anaknya.


***


Mereka berdua kini telah menuju kediaman Aldi dan Jasmine, sebelumnya Aldi telah menelpon pak Anton untuk menanyakan apakah Aldi dan Jasmine telah kembali dan ternyata mereka telah kembali dengan diantar oleh Nayla.


Dennis meninggalkan mobilnya di cafe dan akan diambil oleh pekerjanya, ia ikut dimobil ayah tirinya itu.


Sepanjang perjalanan Dennis menceritakan semua yang telah terjadi kepada aldi dan jasmine, dari penuturan Dennis itu membuat Zul semakin merasa bersalah kepada anak-anaknya.


"Yaampun aku ini ayah macam apa mereka berdua sangat kesulitan dan aku tidak mengetahuinya sama sekali" Zul Merasa menjadi orang tua yang gagal


"Sudahlah yah semuanya sudah terlewat, Karna Sekarang ayah telah bertemu dengan mereka maka ayah harus memperbaiki semuanya"


"Iya nak terimakasih banyak jika bukan karena dirimu mungkin ayah tidak akan bisa bertemu dengan mereka"


"Bukan karena aku yah, ini semua sudah ketetapan Tuhan"

__ADS_1


****


Kini mereka telah sampai di tempat tujuannya, "Nah ini yah rumah mereka"


Zul sedikit terkejut dengan rumah yang sekarang ditinggali oleh anak-anaknya itu, Karna sebenarnya ia beberapa kali ke tempat itu tapi tidak pernah bertemu dengan anaknya itu.


*saat mendapatkan kabar bahwa istrinya telah meninggal Zul berusaha mencari keberadaan anak-anaknya itu, ia telah datang ke rumah yang dulu sempat mereka tinggali tetapi ternyata anak-anaknya dan istrinya telah pindah beberapa tahun yang lalu. Zul pun mencoba mencari ketempat lain dan salah satunya rumah yang saat ini anak-anaknya tempati , ia kesana Karna ia tahu rumah itu adalah rumah peninggalan keluarga istrinya tapi ntah kenapa ia tidak pernah bertemu dengan anak-anaknya bahkan saat ia menanyakan keberadaan nya kepada warga sekitar tidak ada yang menjawabnya. Setiap orang yang ia tanyai pasti hanya menjawab dengan gelengan kepala atau tidak menjawab sedikitpun dan berlalu begitu saja, ia sendiri tidak tahu mengapa tapi kemungkinan itu semua permintaan istrinya. Keluarga istrinya adalah keluarga yang cukup terpandang Disana Karna kakek dari istrinya adalah seseorang yang pertama kali membuatkan sebuah sekolah dan mengajar di daerah tersebut, hal itulah yang menjadikan orang sangat menghormati keluarga istrinya dan pasti mereka sangatlah menjaga amanah dari mendiang istrinya itu.


(Flashback off)


"Ayo yah kita turun kita temui mereka dan menjelaskan semuanya" Ucap Dennis dengan semangat.


mereka berdua turun dari mobil dan memasuki halaman rumah itu, tetapi rumah itu sepi saat pintunya di ketuk pun tidak ada satupun yang keluar.


"Kenapa sepi, kemana mereka berdua" Ucap Dennis bingung


"Iya Bu saya mencari mereka, kira-kira kemana ya Bu mereka apa ibu tau" Tanya Dennis


"Mereka tadi dijemput oleh seseorang , sepertinya mereka terburu-buru"


"Apa orang itu memakai mobil seperti ini" Zul memperlihatkan foto mobil dari ponselnya.


"Iya betul pak persis mobilnya seperti ini"


"Yaampun Dennis kita harus cepat, orang yang menjemput mereka adalah orang-orang kepercayaan nenek" Zul panik mendengar jawaban dari wanita itu.


"Ayo yah sebaiknya kita cepat"

__ADS_1


"Ibu terimakasih banyak ya atas informasinya, saya pamit dulu permisi" Pamit Dennis kepada wanita tetangga Jasmine itu.


"Iya mas hati-hati"


***


Didalam mobil Zul terus saja mengumpat, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang telah melahirkannya itu.


"Apa ibu sudah tidak memiliki hati nurani, apa tidak cukup mengahancurkan keluargaku dan membuat istriku meninggal sekarang ia malah menculik anak-anakku, ya Tuhan maafkan aku harus melawan ibuku tapi aku tidak akan membiarkannya menyakiti anak-anakku lagi" Zul sangat emosi.


"Ayah tenanglah, sebaiknya sekarang ayah menelpon anak buah ayah yang lain, minta mereka mencari tahu keberadaan mobil itu"


"iya kau benar juga nak, Karna terlalu emosi ayah jadi sulit berfikir positif"


Zul pun lalu menelpon anak buahnya meminta mereka mencari tahu keberadaan mobil yang membawa anak-anaknya.


"Iya cepatlah cari mobil yang baru saja aku kirim gambarnya, itu mobil ajudan ibuku jika kalian sering melihatnya kalian pasti akan sangat mengenalinya. Cepatlah bergerak jangan ragu untuk menghalau mobil itu" Ucap Zul kepada anak buahnya melalui sambungan telpon.


"Dennis sepertinya aku tahu kemana kita harus mencari mereka"


"Kemana yah, cepat katakan aku takut Jasmine terluka"


"Ke kantormu"


.....


Tunggu update selanjutnya yaa, happy Reading

__ADS_1


__ADS_2