Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 37


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju rumah Atmadja Dennis terlihat banyak diam, Fanny yang merasa ada yang berbeda dari anaknya mulai curiga. "Nak apa yang sedang kamu pikirkan, apa kamu memikirkan kantor yang kau kembalikan kepada nenek"


"Tidak Ma, aku sama sekali tidak memikirkan itu. Aku sudah tidak perduli dengan nenek jahat itu"


"Husst, jangan seperti itu nak. Bagaimanapun dia telah baik kepadamu" Fanny mencoba mengingatkan anaknya


"Iya dia baik Karna ada maunya, dan mungkin kita dari keluarga kaya tidak seperti ibunya Jasmine"


Mendengar ucapan Dennis membuat Fanny semakin yakin bahwa sebenarnya Dennis menyukai Jasmine.


"Nak tolong jawab jujur pertanyaan mama ya, apa kamu menyukai Jasmine"


Dennis yang terkejut mendengar pertanyaan dari Mamanya itu langsung menginjak pedal gas di mobil itu dan ciiiittt mobil itu hampir saja menabrak trotoar.


"Yaampun nak apa-apaan kamu ini"


"Ma, tolong jangan tanya itu lagi ya. Aku menyukai Jasmine adalah sebuah kesalahan"


"Tidak nak, perasaanmu tidak salah sama sekali"


"Ma , tolonglah sudah tidak usah dibahas"


Dennis pun kembali melajukan mobilnya.


****


Malam hari dikediaman Jasmine, Aldi sedang menceritakan kembali apa yang sudah terjadi kepada mendiang ibu mereka dan apa yang sudah dilakukan Neneknya itu.


"Yatuhan sampai seperti itu ibu menyakiti kalian nak, maafkan ayah ya nak" Zul amat sangat menyesal telah salah mengambil keputusan.


Jasmine yang telah selesai memasak saat ini menghidangkan makanan untuk ayah dan kakaknya itu, mereka makan malam bersama setelah bertahun-tahun.


"Terimakasih ya tuhan atas semua ini, aku sangat bersyukur bisa berkumpul lagi dengan ayah" Batin Jasmine.


"Coba saja ayah tidak mengikuti permintaan nenek, pasti saat ini kita masih bisa berkumpul dengan ibu kalian" Zul masih merasa bersalah.


Jasmine langsung memegang tangan ayahnya itu, "Ayah, semua ini sudah takdir hidup kita harus seperti ini. Jangan selalu menyalahkan diri ayah sendiri lagi ya"

__ADS_1


Zul hanya mengangguk pelan seraya menatap wajah anak-anaknya.


"Mari kita mulai makan, ayah akan memimpin doanya" Aldi mencairkan suasana.


Setelah selesai seperti biasa Jasmine langsung membereskan semuanya.


"Kamu benar-benar terlihat seperti ibumu nak"


Mendengar Ucapan ayahnya Jasmine hanya menjawab dengan senyuman.


Mereka kini berkumpul di ruang depan rumah itu, Jasmine yang sedang asik dengan handphone nya sesekali menyimak pembicaraan antara kakak dan ayahnya itu.


"Aldi, apa kamu mau melanjutkan sekolah mu lagi"


"Tentu yah aku sangat menginginkan nya, tapi mungkin tidak sekarang"


"Jasmine apa kamu masih mau untuk menjadi seorang guru"


"Tentu saja yah, Jasmine sangatlah ingin untuk bisa menjadi seperti ibu"


"Apa yah, tapi kenapa?" Jasmine sangat terkejut dengan permintaan ayahnya itu.


"Iya yah bukankah ayah sudah tidak memiliki apapun Karna semuanya sudah dikembalikan pada nenek" heran Aldi


"Nak kalian tenang saja, ayah juga memiliki usaha sendiri tanpa sepengetahuan nenek, memang tidak terlalu besar seperti milik nenek tapi setidaknya itu sudah lebih dari cukup untuk kita" Zul mencoba menjelaskan keadaannya saat ini pada anak-anak nya.


"Nah jadi besok kalian uruslah urusan kalian disini, selesaikan yang belum selesai dan kita akan mengunjungi makam ibu besok lalu lusa kita akan pergi dari tempat ini" Lanjut Zul


"Tapi yah bagaimana dengan Dennis dan istri ayah, apa mereka akan ikut dengan kita"


"Ayah akan mengurus untuk bercerai dengan Fanny, ayah tidak pernah benar-benar menyukainya. Ayah menikah Karna tekanan dari nenek kalian, bahkan sampai saat ini ayah masih sangat menyayangi ibu kalian dan itu takkan pernah berubah"


Mendengar ucapan ayahnya Jasmine tersenyum, ntah Karna ia mendengar bahwa ayahnya masih sangat menyayangi mendiang ibunya atau Karna tau ayah berpisah dengan mamanya Dennis.


"Hei anak kecil kenapa kamu senyum-senyum seperti itu, senang bukan mendengar ayah akan bercerai dengan mamanya Dennis"


"Apa si Kak, sok tau deh" Jasmine menjulurkan lidahnya kearah kakaknya itu.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar dulu yah ponsel ku kehabisan daya" Jasmine pamit kepada ayahnya.


"Iya nak, istirahatlah jangan memikirkan Dennis terus" Goda ayahnya


"Ihh kenapa ayah ikut-ikut kakak, huhh menyebalkan" Jasmine cemberut di goda oleh ayah dan Kakaknya.


Sepeninggal jasmine saat ini Aldi masih terduduk bersama ayahnya.


"Ayah, apa ayah meninggalkan Tante Fanny karena ayah tau perasaan Dennis pada Jasmine?" Aldi masih sangat penasaran


"Tidak nak, tentu saja tidak ayah tidak mau menyakiti hati Fanny lebih jauh lagi. Ayah memang tidak tahu bagaimana perasaannya pada ayah tapi ayah selama ini hanya menganggapnya adik"


"Lalu jika nantinya Dennis benar-benar mengakui dia menyukai Jasmine apa ayah akan menerimanya"


"Ayah akan sangat senang jika yang kelak jadi suami adikmu itu adalah Dennis, Karna ayah sudah sangat mengenal siapa anak itu. Dia anak yang baik walaupun kadang selalu mengandalkan emosinya tapi ayah yakin dia tidak akan menyakiti orang-orang yang disayanginya"


"Tapi bagaimana dengan Tante Fanny"


"Hemmm, mungkin ia akan menerimanya nak. Fanny orang yang sangat baik, ayah yang salah dari awal menerima semua permintaan konyol nenek mu itu"


"Sudah malam nak, mari kita segera tidur"


"Iya yah, ayah masuklah dahulu aku ingin disini Sebentar lagi"


"Baiklah nak, jangan begadang ya nak kamu besok pagi harus ketempat kerjamu bukan"


"Iya yah, selamat malam ayah"


setelah melihat ayahnya telah masuk kedalam kamar Aldi segera keluar dan menelpon seseorang.


"Halo, kamu dimana bisa kita bertemu sebentar saja" ...


Haloo semuanya,


**aku sedang berusaha untuk update setiap harinya tapi aku tidak bisa menjanjikan akan up berapa Bab perharinya. Pokoknya semampuku saja ❤️😁


Selamat membaca ya semuanya jangan lupa vote dan likenya**

__ADS_1


__ADS_2