
Hai aku update lagi ni,, selamat membaca yaaa jangan lupa vote nya ❤️
Tanpa sepengetahuan Ny. Wijaya ada seorang Asisten Rumah tangga nya yang mendengar itu semua. "Yaampun kenapa Nyonya Besar sangat kejam dan tidak memiliki hati seperti itu, belum cukupkah dia memisahkan tuan Zul dengan anak-anaknya. Kasihan sekali tuan Zul, aku harus memberitahu semuanya kepada tuan zul" Asisten Rumah tangga itu langsung pergi dari sana Karna takut jika ketahuan menguping oleh nyonya besar rumah itu yang terkenal sangat angkuh.
Setelah ia sampai di dapur ia segera mencari nomor telpon tuan nya itu, "Aku harus segera memberitahu kepada tuan Zul", ia pun menelpon nomor itu dan tersambung.
"Halo tuan Zul, maaf saya mengganggu tapi ada kabar yang sangat penting yang harus saya beri tahu" Ucap Art itu terburu-buru
"Bi tenanglah, ada apa coba cepat katakan apa ada masalah dengan kesehatan ibu"
"Bukan tuan bukan tentang itu"
"Lalu apa bi cepat lah bicara"
"Tuan anak-anak tuan telah diketahui keberadaannya, nyonya besar akan menemui mereka dan sepertinya nyonya punya tujuan yang kurang baik, tuan sebaiknya temui tuan muda Dennis sepertinya anak-anak tuan ada hubungannya dengan tuan Dennis. Tadi saya mendengar semua percakapan nyonya besar dengan orang suruhannya"
"Yaampun apa itu benar bi, ternyata ibu belum berubah juga. Baik Bi terimakasih bibi telah mengabari ku, bibi hati-hati lah disana jangan sampai ibu atau orang suruhannya tahu bahwa aku tau semua ini dari bibi." .
"Iya tuan, tuan tenang saja"
dan sambungan telpon itupun selesai. Art itu sangat berhati-hati ia harus memastikan tidak ada orang yang mendengar semua percakapannya lewat telpon itu.
****
Sementara Zul yang saat ini sedang berada di jalan menuju tempat ia biasa bermain golf segera memutar kemudinya untuk segera menemui Dennis. Ia menghubungi dennis terlebih dahulu menanyakan posisi anak tirinya itu.
"Halo nak, kamu sedang dimana sekarang. Ayah harus bertemu denganmu ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan"
"Aku baru saja ingin menemui ayah, kita bertemu di luar saja yah di cafe dekat kantorku saja"
"Oke baiklah nak, ayah akan menuju kesana"
__ADS_1
"Iya yah baiklah, hati-hati" Sambungan telpon itupun selesai.
"Kenapa ayah juga ingin menemuiku ya, tapi yasudahlah ini kesempatan ya bagus untukku menanyakan semuanya" Gumam Dennis dalam hati.
Dennis yang saat ini masih berada di kantor polisi pun menyerahkan semua proses pembebasan Aldi kepada pengacaranya.
"Pak Anton saya ada urusan mendadak, saya minta tolong setelah semuanya selesai disini tolong antarkan Jasmine dan Aldi kerumah mereka ya pak"
"Tidak usah mas, aku dan kakak akan kembali bersama Nayla saja" Jasmine yang tiba-tiba muncul menyanggah perkataan Dennis kepada pak Anton.
"Iya Dennis tidak apa nanti kak Aldi dan Jasmine biarkan pulang denganku saja aku juga ingin menginap Disana" Nayla menyetujui perkataan Jasmine
"Emm yasudah jika seperti itu, aku mohon maaf tidak bisa menunggu sampai prosesnya selesai"
"Iya mas tidak apa, kamu sudah sangat membantuku terimakasih ya mas"
"oke baiklah pak Anton nanti besok temui aku dikantor ya, dan untukmu Jasmine besok tidak usah datang ya kau istirahat dulu dari kemarin kau belum beristirahat"
*****
Dennis kini sedang melajukan mobilnya menuju cafe tempatnya akan bertemu dengan ayah tirinya itu.
Tak berapa lama Dennis telah tiba di sana, ia turun dari mobilnya dan melihat mobil sang ayah sudah berada Disana "Ayah sudah sampai, sebaiknya aku harus cepat"
"Dennis sebelah sini" Ayahnya melambaikan tangan untuk memberitahu posisinya
"Maaf yah aku telat tadi ada urusan yang harus aku bereskan"
"Iya tak apa nak, kau pesan lah dulu"
Dennis pun memanggil seorang pelayan dan memesan minuman untuknya.
__ADS_1
"Sebenarnya hal apa yang ayah ingin tanyakan" Dennis sangat penasaran.
"Nak, apa kamu saat ini sedang dekat dengan seorang wanita dan laki-laki yang kakak beradik"
"Bagaimana ayah tahu" Dennis keheranan ayahnya sudah mengetahuinya.
"Nak apa gadis itu bernama Jasmine dan kakak laki-laki nya bernama Aldi"
"Iya ayah benar" Ucap Dennis santai
Percakapan itu terpotong Karna kedatangan pelayan yang membawakan pesanan Dennis.
"Ayah kan sudah bertanya sekarang giliran ku"
"Ayah sebenarnya siapa ayah kandungku, dan apa ayah telah berselingkuh dengan Mama dari istri pertama ayah" Tanya Dennis dengan wajah serius
"Ayah tidak tahu siapa ayah kandungmu, ayah tidak berselingkuh dari siapapun nak. Ayah menikahi mamamu Karna ancaman dari nenek, jika ayah tidak menikah dengan mamamu anak-anak ayah dan istri pertama ayah dalam bahaya. Tapi ternyata nenek mengingkari janjinya setelah ayah menikahi mamamu nenek tetap membuat hidup anak-anak ayah dan ibunya kesulitan. Ia mengirim orang-orang yang menyebarkan isu bahwa ayah telah berselingkuh dan itu semua membuat istri pertama ayah jatuh sakit dan akhirnya meninggal bahkan ayah mengetahui semuanya setelah ia meninggal itu pun dari salah satu pekerja dirumah kita yang ternyata mengetahui semuanya"
"Syukurlah ternyata ayah bukan ayah kandungku"
Jawaban Dennis membuat Zul yang sedari tadi menunduk tiba-tiba mengangkat wajahnya cepat "Apa maksudmu nak"
"Ayah sepertinya orang yang sedang dekat denganku itu anak ayah, ia bernama Jasmine Adinda Ridwan dan kakaknya Aldi Mahendra Ridwan dan aku menyukai Jasmine jika aku bukan anak kandung ayah maka aku bisa menikahi Jasmine bukan" Dennis dengan bersemangat menjelaskan semuanya
"Yaampun bahkan mereka tidak menggunakan nama Wijaya dan memakai nama keluarga ibunya, mereka pasti sangat kesulitan hidup selama ini" Zul sangat terpukul mengingat nasib anak-anaknya
"Dennis bisakah kita menemui mereka, Karna sepertinya mereka dalam ancaman nenek sudah mengetahui keberadaan mereka dan nenek tidak segan-segan akan menyakiti mereka" Pinta Zul
"Apa benarkah itu, ayo ayah sebaiknya kita cepat kita harus segera menemuinya" Dennis mengangkat tubuhnya untuk segera meninggalkan Cafe itu.
"Tapi Nak tunggu dulu sebentar" Pinta zul
__ADS_1