Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 42


__ADS_3

Mendengar penjelasan Dennis itu refleks Aldi langsung mendaratkan sebuah pukulan di wajah Dennis,


"Ternyata kau brengsek den, aku pikir kamu orang baik" Aldi begitu murka mendengar semuanya.


"Tidak Al tidak aku tidak melakukan apapun pada Jasmine sungguh" Dennis mencoba menjawab dengan meringis menahan rasa perih di wajahnya


"Apa kamu yakin, kamukan terpengaruh minuman keras bagaimana kamu tau bahwa kamu tidak melakukan apapun. Jika kamu tidak melakukan kesalahan Jasmine tidak mungkin begitu marah denganmu" Aldi menarik kerah baju Dennis dan mendaratkan sebuah Bogeman ke arah bibir Dennis.


Mendengar keributan dari arah depan rumahnya Zul mencoba keluar, dan dilihatnya Dennis yang sudah tersungkur di lantai dengan bibir yang sudah berdarah dan wajah yang lebam.


"Aldi apa yang kamu lakukan" Zul mendekat kearah Dennis membantu Dennis bangun.


"Brengsek ini pantas mendapatkannya yah, dia telah menodai Jasmine" Aldi sangat menggebu-gebu


"Apa maksud kamu nak" Zul bingung dengan ucapan anaknya.


"Tanya saja dengan anak tiri kesayangan ayah ini" Aldi sangat murka menatap Dennis.


Dennis langsung berlutut di kaki ayah tirinya itu, "Ayah maafkan Dennis ya, jika memang Jasmine ternodai aku siap bertanggung jawab ayah aku janji".


"Dennis bangun nak, kita bicarakan semuanya baik-baik".


Dennis langsung diajak duduk di sofa rumah itu, "Jelaskan secara pelan-pelan kepada ayah nak, ada apa sebenarnya ini" Zul masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.


"Ayah maafkan aku, tadi pagi aku sangat kacau. Aku sedih saat tau aku dan Jasmine bersaudara, dan aku semakin kacau saat Mama memberitahuku bahwa ayah mengajukan cerai kepadanya. Aku tidak mau Mama sedih, tapi aku juga tidak mau kehilangan Jasmine yah aku sudah sangat menyayanginya. Aku kalut, awalnya aku ingin menemui ayah, tapi ternyata yang kutemui Jasmine dan tanpa pikir panjang aku mengajaknya ke tempat Bisnis karaoke milikku, tapi disana aku minum dan aku tidak sadarkan diri saat aku sadar sudah hampir sore dan Jasmine sudah pergi dan ternyata ia ketempat Nayla. Jujur yah aku tidak ingat apa yang sudah aku lakukan pada Jasmine, tapi jika Jasmine ternodai olehku aku berjanji akan bertanggung jawab" Dennis menjelaskan semuanya.


Mendengar semua penjelasan anak tirinya membuat Zul sangat terpukul, ia tau semua ini terjadi karena ia yang terlalu percaya kepada ibunya. Ia tidak akan menyakiti Fanny jika tidak di paksa menikah oleh ibunya, dan mungkin Dennis tidak akan melakukan hal itu pada jasmine. Tapi mau bagaimana pun ia harus menerimanya karena semua ini sudah takdir dari Tuhan.


"Dennis jangan berpikir seperti itu, ayah menceraikan Mamamu Karna ayah tidak mau menyakitinya lebih lama lagi. Ayah menikah dengan Mamamu Karna paksaan nenek, ayah belum bisa mencintai Mamamu Karna ayah belum bisa melupakan mendiang ibu Jasmine. Ayah memang tidak tahu bagaimana perasaan mamamu kepada ayah tapi ayah yakin jika mamamu tau bahwa kau sangat menyayangi Jasmine ia akan menerima keputusan ayah" Zul coba menjelaskan keadaannya.


"Tapi ayah Mama bilang mama sayang sekali kepada ayah, aku tidak bisa menyakiti Mama" Dennis menunduk.

__ADS_1


"Lalu kamu rela menyakiti Jasmine, nak ayah tahu kamu sangat sayang kepada Mamamu tapi percayalah jika mamamu masih bertahan dengan ayah maka Mamamu tidak akan bahagia. Selama menikah dengannya ayah hanya menganggapnya adik, ayah yakin Mamamu bisa mendapatkan lelaki yang baik untuknya"


"Apa Mama akan menerima ini semua yah?"


"Biarkan nanti ayah yang bicara dengan Mamamu ya nak, kamu tenang saja"


"Ayah aku boleh minta tolong sesuatu"


"Apa nak katakan saja"


"Tolong rahasiakan masalah aku dengan Jasmine dari Oma dan Kakek, karena aku tidak mau kakek membenciku lagi dan Oma sekarang kesehatannya sedang menurun"


"Iya kamu tenang saja, ayah sangat tau bagaimana mereka".


"Iya ayah terimakasih"


"Oke baiklah sekarang ayah harus menanyakan hal ini kepada Jasmine, kamu tunggulah disini"


Tok tok,


"Emm Jasmine bisakah ayah bicara denganmu"


"Iya tentu saja ayah" Jasmine mengangkat tubuhnya tapi ditahan oleh Nayla.


"Jas bicaranya disini saja aku akan keluar, om permisi ya Nayla keluar dulu sebentar" Nayla keluar dari kamar itu sengaja memberikan ruang untuk ayah dan anak itu.


Setelah Nayla keluar pintu kamar itu ditutup oleh Zul, setelah itu ia duduk disisi anak gadisnya itu.


"Nak jawab jujur pertanyaan ayah ya"


"Ada apa si yah, kenapa serius sekali"

__ADS_1


"Nak tolong jawab saja, apa yang sudah dilakukan oleh Dennis kepadamu nak"


"Bagaimana ayah bisa mengetahuinya" Jasmine terkejut mendengar pertanyaan ayahnya.


"Sudah nak jawab saja, apa yang sudah dilakukan oleh Dennis kepadamu"


"Dennis, dia ,, dia" Jasmine gugup karena takut menjelaskannya.


"Dia kenapa nak, apa yang dia lakukan cepat katakan."


Bukannya menjawab Jasmine langsung menangis dengan kencang.


"Kenapa kamu menangis nak, tolong tenanglah"


"Aaahhhh ayah kenapa menanyakan itu, huhuhu apa Nayla yang memberitahu ayah"


seru Jasmine dengan tangan yang mencoba mengusap air matanya.


"Tentu saja ayah harus tau. Tidak bukan Nayla yang memberi ayah, dia bahkan tidak bicara apapun pada ayah"


"Lalu siapa yang memberitahu, apa si brengsek itu"


"Oh tuhan Jasmine maafkan ayah, ayah tidak bisa menjagamu nak. Bahkan kamu harus dinodai oleh Dennis nak, maafkan ayah ya nak" Zul langsung memeluk anaknya itu.


"Ayah jangan bicara seperti itu, ayah tidak salah memang si brengsek itu yang kurang ajar" Jasmine masih dengan tangisannya yang tersedu-sedu.


"Apa sebaiknya kita ke dokter kandungan sekarang nak, kita harus tau apa kau baik-baik saja".


Mendengar ucapan ayahnya Jasmine terkejut dan refleks melepaskan pelukan ayahnya.


"Ayah apa yang ayah pikirkan, kenapa harus ke dokter kandungan ini semua tidak seperti yang ayah bayangkan" ...

__ADS_1


__ADS_2