
Mendengar perkataan Nayla Dennis terkejut "Yaampun apa benar ayah berselingkuh dengan mamah, apa ayah Zul itu ayah ku juga. Dan berarti aku tidak boleh memiliki perasaan ini untuk Jasmine, ohh Yaampun tidak ini tidak mungkin" Batin Dennis bergejolak ia harus segera mengetahui kebenarannya.
"Hei kamu kenapa, tadi kamu yang tanya tapi sudah dijawab kamu tidak percaya huhh dasar aneh" Keluh Nayla mendengar ucapan Dennis..
"Ehh tidak, tidak seperti itu maksud perkataanku." Dennis Mencoba menjelaskan
"jadi maksudku adalah tidak mungkin ayah jasmine melakukan hal seperti itu, jika melihat dari sifat Aldi dan Jasmine sepertinya ayah mereka orang yang baik. Aku hanya asal menebak saja." Dennis berusaha menutupi kesalahannya.
"Memang seperti itu keadaannya, mereka berdua memang memiliki sifat yang sangat santun dan baik tapi aku yakin itu semua hasil didikan mendiang ibu mereka. Ibunya seorang guru sebelum menikah dengan ayahnya jadi pastilah mengajarkan Budi yang baik kepada anak-anaknya" Nayla menjelaskan semua yang ia tau.
Dennis hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Nayla.
"Oh ya kamu jangan bilang Jasmine jika aku menceritakan semuanya kepadamu, dia pasti sangat marah nanti. Karna sebenci apapun dia dengan keluarga ayahnya dia tidak pernah menjelek-jelekkan keluarga konglomerat itu, dia akan memilih untuk menutupi semuanya" Pinta Nayla
"Iya tenang saja" Jawab Dennis santai
Tak berapa lama Jasmine pun keluar dari kantor kepolisian itu, ia celingukan berniat mencari Dennis tetapi ternyata bukan Dennis saja yang ia temui tapi Disana ada Nayla dan ia sangat senang melihatnya "Aaaa Nay kapan Dateng, kok gak kabarin sih" Ucap Jasmine dengan tangan yang langsung memeluk tubuh Nayla.
"Gue Dateng dari tadi, ehhh neng makanya punya Handphone tuh jangan di anggurin Mulu, gue udah telpon berkali kali gaada jawaban. Bagus gue ketemu pacar Lo ini jadi gue gak bingung celingukan cariin Lo" Keluh Nayla.
"Ahahaha iya sorry yaa, kan tadi di dalem jadi harus di silent lah. Ehh ralat omongannya dia bukan pacar gue tau" Jasmine tidak setuju dengan ucapan Nayla.
"Iya bukan pacar tapi calon suami" Dennis menyambar dengan cepat ucapan Jasmine itu.
__ADS_1
"ikut-ikut aja dehh rese, sudah sana masuklah temui kakak siapa tau kau dibutuhkan di dalam" Ketus Jasmine
"Ngusir ni jadinya" Tanya Dennis
"Iya , sudah sana mas cepat biar kakak cepat bebas" Pinta Jasmine
"Cium dulu baru diikutin dehh" Dennis menunjuk pipinya meminta di cium
"Ihh apaan sih mesum dehh, udah sana cepat mas Yaampun ihh rese banget" Jasmine mulai kehabisan kesabaran menghadapi Dennis yang membuatnya malu di depan Nayla
"Iya iya sayang, Titip calon istri ku ya Nayla" Dennis tersenyum jahil dan segera bergegas berlari kecil masuk ke kantor polisi itu.
"Yaampun Jas Lo bikin gue iri tau gak, kalo tau bakal dapet suguhan kaya gini gue males deh kesini huhh nyebelin" Keluh Nayla pada Jasmine yang terlihat sangat romantis dengan Dennis.
"Yaampun Nay gue sama dia gaada apa-apa tau, dia emang gitu kalo ngomong tuh sayang sayang Mulu nyebelin emang" Jasmine menjelaskan keadaanya pada Nayla.
"Ihh tau dehh ah udah gausah dibahas lagi, kita cari minum yuk gue haus banget" Jasmine mencoba mengalihkan pembicaraan.
Mereka berdua menuju salah satu kedai yang menjual berbagai macam minuman.
****
Setelah sampai mereka memesan Jus dan menikmati minumannya itu sambil berbincang-bincang.
__ADS_1
"Hahaha emang pacar Lo yang necis itu gabeliin Lo minum apa sampe kehausan gitu" Goda Nayla
"Ihh Yaampun nyebelin deh Lo nay, gue gak pacaran tau" Jasmine salah tingkah dengan ucapan Nayla
"Lo bisa bohong ke orang lain tapi kalo ke gue gak bakal bisa neng, Lo juga nyaman kan sama dia" Nayla mencoba menelisik
"Iya deh iya, gue emang nyaman sama dia nay. Dia baik banget sama gue dan kakak, perlakuan nya ke gua itu manis banget. Tapi nay gue ga mungkin bisa sama dia, Lo tau kan gimana kalo orang tajir tau anaknya punya hubungan sama orang susah kaya gue" Jasmine menjelaskan semua yang ia rasakan.
"Yaampun Jas sabar yaa, kalo jodoh gabakal kemana" Nayla sangat mengerti apa yang dirasa dan dipikirkan oleh sahabatnya itu.
****
Sedangkan di kediaman keluarga Wijaya saat ini Ny. Wijaya sedang menerima sebuah rekaman video, rekaman video itu adalah rekaman saat Dennis berbicara dengan pak Anton.
"Ternyata mereka masih hidup ya, bagus sekali mereka muncul sendiri tanpa harus aku susah payah mencarinya. Gadis itu sama seperti ibunya sama-sama murahan, aku akan menemuinya untuk mengingatkan nya untuk menjauhi cucuku dan kehidupan ku" Ucap Ny. Wijaya
"Bagaimanapun caranya buat aku bisa menemui pengganggu itu tanpa harus diketahui Dennis atau Zul, aku akan menghabisi mereka sebelum mereka melangkah lebih jauh untuk merusak keluargaku" Ny. Wijaya sangat tidak menyukai Aldi dan Jasmine yang jelas-jelas adalah cucu kandungnya itu.
Tanpa sepengetahuan Ny. Wijaya ada seorang Asisten Rumah tangga nya yang mendengar itu semua. "Yaampun kenapa Nyonya Besar sangat kejam dan tidak memiliki hati seperti itu, belum cukupkah dia memisahkan tuan Zul dengan anak-anaknya. Kasihan sekali tuan Zul, aku harus memberitahu semuanya kepada tuan zul" Asisten Rumah tangga itu langsung pergi dari sana Karna takut jika ketahuan menguping oleh nyonya besar rumah itu yang terkenal sangat angkuh.
Happy Reading semuanya,
Jangan lupa Vote nya yaa..
__ADS_1
Dan Jadilah orang yang paling update dengan cara menjadikan karyaku ini favorit❤️ kalian yaa.
Terimakasih