Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 43


__ADS_3

Mendengar ucapan ayahnya Jasmine terkejut dan refleks melepaskan pelukan ayahnya.


"Ayah apa yang ayah pikirkan, kenapa harus ke dokter kandungan ini semua tidak seperti yang ayah bayangkan".


"Tidak apa sayang, kita harus tau bagaimana keadaanmu sekarang".


"Ayah dengarkan aku ya, Dennis tidak melakukan hal itu kepadaku ayah tapi" Jasmine ragu menceritakannya.


"Tapi apa nak coba jelaskan"


"Ahh ayah aku malu, sudah yang jelas aku masih baik-baik saja. Yang pasti ini semua tidak seperti yang ayah pikirkan".


"Apa kau yakin nak".


"Ayah ini tubuhku aku yang mengetahuinya, dan aku merasa aku baik-baik saja" Jasmine sedikit bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Baiklah nak, tapi jika kau merasa ada hal yang aneh pada dirimu beritahu ayah secepatnya ya" Zul masih khawatir pada anak gadisnya itu, walau sebenarnya ia sudah mulai mengerti apa yang terjadi pada anaknya. Karena perilaku anaknya itu sangat sama dengan mendiang ibunya.


Jasmine hanya menjawab dengan anggukan.


"Yasudah sebaiknya ayah membawa ini semua keluar sebentar lagi orang-orang yang akan mengangkut barang kita akan tiba. Kau bersiaplah" Zul membuka pintu kamar itu.


Sementara di luar kamar itu Dennis yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka berusaha menjauh dengan cepat ia tidak ingin keberadaan nya diketahui oleh ayahnya itu. Dan ia setelah mendengar ucapan Jasmine merasa mulai sedikit tenang, ternyata ia tidak melakukan yang melampaui batas.


Ia pun mulai ingat sedikit-sedikit tentang apa yang terjadi di ruangannya itu, ia mulai mengingat apa saja yang ia lakukan pada Jasmine. Ia sangat mengerti mengapa gadisnya itu begitu marah, Jasmine adalah anak remaja yang mungkin belum pernah memiliki kekasih apalagi diperlakukan seperti itu oleh lelaki apa lagi dennis dalam pengaruh minuman keras maka dari itu jasmine sedikit syok dan takut.


Saat Zul keluar dari kamar Jasmine ia ternyata melihat Dennis yang sedang berjalan dengan cepat dari depan kamar itu, dan saat ini ia tengah terduduk di sofa rumah itu.


Zul hanya menepuk pundak anak tirinya itu dengan tersenyum, memberi isyarat bahwa Jasmine baik-baik saja. Zul berlalu membawa kotak-kotak yang berisi barang-barang milik Jasmine.


Setelah ayahnya keluar Jasmine langsung menutup rapat kamar itu, ia refleks terduduk di belakang pintu itu.


"Yaampun apa aku terlalu berlebihan, tapi kan memang benar apa yang dilakukan Dennis itu tidak benar. Apa lagi ia menganggap aku ini wanita simpanan nya".


saat sedang termenung sendiri tiba-tiba pintu kamar itu diketuk,

__ADS_1


tok tok tok "Jasmine sedang apa, ayo cepat mobil pembawa barangnya sudah tiba, kamu harus cek dulu apa semua barang-barang milikmu sudah terangkut semua atau belum" Aldi teriak dengan keras dari luar.


"Iya kak baik" Jasmine menyahuti dari dalam kamar.


"ah yasudahlah biarkan saja mau dinilai seperti apa oleh yang lain, menurutku wajar saja aku marah. Lagi pula itu semua karena Dennis telah memperlakukanku dengan kurang ajar, aku rasa tidak ada wanita yang suka diperlakukan seperti itu" Batin Jasmine.


Jasmine bangun dari duduknya dan membawa beberapa barang yang tertinggal, ia menatapi kamar itu dengan tatapan penuh arti.


"Dirumah ini kenanganku terakhir bersama ibu, tapi aku sangat bersyukur saat ini Tuhan telah mengembalikan ayah pada hidupku dan kakak".


Setelah dipastikan barangnya sudah terkemas semua, ia pun langsung membawa kardus-kardus yang berisikan barang-barang nya itu keluar.


Benar saja didepan rumah itu sudah banyak orang yang sedang mengangkut barang mereka kedalam mobil.


Jasmine menyerahkan kardus yang ia pegang pada kakaknya,


"Nah ini dia kak sisa barang milikku, yang lainnya sudah dibawa oleh ayah".


"Iya baiklah dek, setelah semua barangnya sudah dimasukkan kedalam mobil nanti kita akan langsung ke hotel ya dek".


"Oke kak baiklah".


"Yaampun Nay bikin kaget deh" Keluh Jasmine


"Iya kita akan menginap di hotel, kamu dan Jamsine satu kamar. Aku ayah dan Dennis satu kamar" Aldi menjelaskan


"Apa kak, Dennis? Kenapa dia harus ikut menginap, suruh saja dia pulang kerumah Kakeknya" Jasmine sinis dengan tatapan mengarah pada orang yang sedang dibicarakan yang berapa tepat di samping mereka.


"Hussstt Jasmine kamu tidak boleh bicara seperti itu, biarkan saja dia ikut kita mau bagaimanapun status saat ini masih anak tiri ayah" Aldi memberi pengertian sedikit berbisik.


Dennis sebenarnya mendengar ucapan Aldi itu, hatinya begitu berkecamuk. Ia sebenarnya sangat ingin berada di sisi Jasmine sebagai lelakinya bukan sebagai kakak tirinya, tapi ia tidak mungkin egois demi kebahagiaan ibunya.


Jasmine yang mendengar perkataan kakaknya hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.


Beberapa saat kemudian semua barang telah masuk ke dalam mobil itu, dan saatnya mereka untuk meninggalkan rumah penuh kenangan itu.

__ADS_1


"Jasmine ayok nak cepat ini sudah sangat larut" Zul memanggil anaknya yang dari tadi masih memandangi rumah itu.


"Iya yah sebentar lagi" Sahut Jasmine


Aldi yang melihat adiknya itu masih seperti belum rela meninggalkan rumah penuh kenangan itu pun memutuskan untuk turun dari mobil dan menghampiri adiknya.


"Dek, aku tau kamu masih sangat berat meninggalkan tempat ini. Tapi bagaimanapun itu, sekarang kita harus ikut bersama ayah, kamu jangan khawatir kita akan sering-sering kesini"


"Tapi rumah ini tidak akan dijual bukan kak"


"Tidak sayang, tapi aku belum tahu apa rencana ayah kedepannya"


"Baiklah kak, ayok kita cepat masuk ke mobil ini sudah sangat malam"


Jasmine pun naik ke mobil Nayla, sedangkan Aldi dan ayahnya ikut di mobil Dennis"


Didalam mobil Dennis berfikir tentang perilakunya kepada Jasmine, ia mulai memikirkan untuk sementara menjauhi Jasmine dulu sampai Jasmine mulai tenang dan ia bisa menjelaskan semuanya.


Setelah beberapa saat mereka sampai di hotel yang telah dipesan oleh ayahnya itu.


Tapi saat akan masuk ke kamar Dennis pun memutuskan untuk kembali,


"Ayah, sepertinya aku pulang saja kerumah kakek" Ucap Dennis


"Kenapa nak, kau bisa menginap disini malam ini" Tanya Zul.


"Tidak apa yah, aku akan kembali saja kerumah kakek. Mama juga memintaku pulang, tadi ia mengirimkan pesan kepadaku"


Sebenernya Dennis berbohong, ia hanya tidak mau Jasmine semakin marah padanya karena melihatnya terus.


"Baiklah nak, kamu hati-hati ya nak ini sudah sangat larut" Seru Zul


"Iya yah baik"


"Tapi besok kamu akan kembali kesini bukan, kita akan kerumah baru kita bersama" Tanya Aldi.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan kakaknya itu Jasmine sontak saja melarang,


"Tidak, besok kita akan pergi tanpa dia"


__ADS_2