Simpanan Bos Tampan

Simpanan Bos Tampan
Bab 23


__ADS_3

Mendengar perkataan pak Anton tentang kecerobohan Aldi yang membuatnya tidak bisa mengelak atas tuduhan itu membuat Dennis hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi ia saat ini tidak bisa berbuat banyak ia hanya bisa menunggu kabar dari anak buahnya.


Ia sangat kasihan melihat Jasmine yang terlihat sangat sedih mendengar kabar bahwa kakaknya harus ditahan, walaupun ia sangat yakin ini hanya sementara tapi ia melihat raut kesedihan yang amat di wajah manis gadis yang telah membuatnya menjadi budak cinta seperti ini, sebenarnya Dennis bukanlah orang yang terlalu peduli kepada orang lain apalagi orang yang baru ia kenal tapi ntah kenapa itu tidak berlaku pada Jasmine dan kakaknya yaitu Aldi.


Bahkan saat Dennis menelpon untuk meminta para pekerjanya membantu Aldi dalam kasus yang menimpanya itu, para pekerjanya dan pak Anton sempat tidak percaya Bos mereka yang terkenal sangat dingin bisa berubah seperti ini. Tapi saat mereka mendengar Dennis menyebut Jasmine dengan calon istrinya mereka semua mulai faham perubahan yang di alami bosnya itu Karna rasa cinta yang bosnya tengah rasakan.


Sedari tadi Dennis hanya Menggenggam tangan Jasmine, ia tidak mengeluarkan satu patah kata pun. Ia mencoba ikut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan gadisnya itu. Setelah cukup lama saling terdiam kesunyian itu terpecahkan saat Jasmine menanyakan kepada dennis bisakah ia menemui kakaknya.


"Mas bolehkan kita menemui kakak?" Tanya Jasmine


"Bagaimana pak Anton bolehkan kami menemui Aldi?" Tanya Dennis pada pak Anton yang ia anggap lebih faham karna ini ranah hukum yang memang bukan keahliannya.


"Boleh tentu saja, memang sebaiknya kita menemuinya" Ucap pak Anton


"Yasudah mari kita kedalam" Dennis langsung bangun dari duduknya dan segera mengajak Jasmine untuk menemui Aldi.


Saat di dalam mereka mendapat izin dari petugas yang berjaga tetapi harus satu persatu yang masuk untuk menemui Aldi dan Jasmine adalah orang pertama yang masuk.


Didalam ruangan itu, di hadapan kakaknya Jasmine hanya bisa menangis dan menangis ia tak kuasa berbicara sepatah katapun. Melihat hal itu Aldi sangat iba dengan adiknya, ia sekarang sangat menyesal, walaupun ia tahu bukan ia pelakunya tapi ia sadar jika saat itu ia lebih teliti saat menandatangani dokumen yang diserahkan oleh Yudi tidak akan ia berada di tempat terkutuk ini dan adik tersayangnya ini tidak akan merasakan sedih seperti sekarang.


Tapi apa mau dikata nasi sudah jadi bubur anggapnya, dan saat ini ia hanya bisa menyimpan harapan tinggi pada Dennis.


"Sudah dek jangan menangis terus, kakak memang salah kakak terlalu ceroboh, tapi tak apa ini akan jadi pelajaran sangat besar dan sangat berarti untuk kakak" Ucap Dennis


"Tapi kakak tidak akan lama kan berada disini" Tanya Jasmine dengan wajah yang masih basah dengan air mata


"Tidak, kakak yakin Dennis akan secepatnya membawa Yudi, dan kakak akan bebas" Jawab sang kakak menenangkan


"Apa yang harus aku perbuat untuk membantu kakak?" Tanya Jasmine seraya mengusap air matanya dengan tisu


"Jika kamu mau membantu kakak, jangan buat Dennis cemas bantu ia dengan cara tolong pikirkan untuk menerimanya, kakak tahu kamu belum memikirkan kearah sana tapi kakak lihat dia orang baik, kamu akan menyesal jika harus kehilangan orang sepertinya" Jawab Aldi dengan serius.


Mendengar jawaban dari kakaknya Jasmine hanya bisa diam tidak tahu harus menjawab apa.


Sementara diluar, Dennis sedang sibuk dengan ponselnya. Ia tengah menelpon salah satu pekerjanya yang ia tugaskan berjaga dirumah Yudi sang pelaku utama dalam kasus yang menyeret Aldi ini

__ADS_1


"Bagaimana sekarang apa kalian sudah mendapatkan manusia penipu itu?" Tanya Dennis


"Belum bos,Tapi bos tenang saja menurut penjaga rumahnya sebentar lagi Yudi akan tiba" Jawab Orang itu


" Jangan hanya sebentar lagi sebentar lagi saja, cepat temukan bedebah itu sekarang" Teriak Dennis dan langsung menutup panggilan itu.


Ia yang terlihat sangat kesal mengusap kasar wajahnya.


"Shiit, siapa sih sebenarnya penipu ini mengapa sulit sekali mendapatkannya" Batin Dennis


Saat Dennis sedang melamun datanglah Pak Anton langsung menyapan


"Permisi Pak Dennis ada yang saya ingin sampaikan" Ucap pak Anton


"Iya ada apa Pak Bicaralah" ucap Dennis


"Pak seperti nya orang yang melaporkan masalah ini adalah salah satu rekan bisnis ayah anda" Ucap pak Anton


"Benarkah, kalau untuk pelaku sebenarnya apakah bapak mengetahuinya" Tanya Dennis


Saat sedang mendengarkan penuturan pak Anton ponsel Dennis pun berdering, saat melihat nama yang memanggilnya ia pun langsung mengangkat panggilan itu.


"Iya ada apa bicaralah cepat" Ucap Dennis seketika ia mengangkat panggilan itu


"Bos orang yang bos cari telah kami amankan, saat ini kami akan langsung membawanya menemui anda" Ucap orang tersebut


Wajah Dennis yang sedari tadi mendung kini mulai sedikit cerah seketika mendengar perkataan anak buahnya itu.


"Kerja Bagus, awasi lah dia kalian jangan sampai lengah aku akan kesana sebentar lagi" ucap dennis yang seraya mengakhiri pembicaraan mereka.


Saat menyimpan kembali ponselnya ke sakunya Dennis pun memberitahu pak Anton atas kabar baik yang baru saja ia terima. Ia meminta pak Anton menyelesaikan tugasnya untuk menyelesaikan laporan kepada pihak berwajib untuk Yudi yang sudah melakukan tindakan penipuan dan pencemaran nama baik yang ia lakukan pada Aldi. Sepeninggal pak Anton Dennis langsung melangkahkan kakinya memasuki ruangan dimana Jasmine berada.


Ia pun tiba didepan ruangan yang ia tuju, dan ternyata Jasmine baru saja keluar dari ruangan itu. Dennis langsung menghampiri gadisnya itu.


Jasmine yang terlihat sehabis menangis mencoba membuang pandangannya, ia tidak mau Dennis melihat keadaan wajahnya yang sangat mengerikan Karna sembab sehabis menangis di hadapan Kakaknya.

__ADS_1


"Masuklah temui kakak dia menunggumu" Ucap Jasmine yang masih berusaha menghindari pandangan Dennis


"Emm baiklah, aku akan masuk. Oh ya kau tunggulah aku di mobil setelah ini kita akan segera kembali"Jawab Dennis


"Pergilah ke toilet basuhlah wajahmu, kamu sangat menakutkan dengan mata sembab seperti itu sayang" Sambung Dennis yang masih sempat sempatnya menggoda jasmine


Jasmine yang mendengar perkataan Dennis refleks memegangi wajahnya dan segera berjalan menuju toilet.


Didalam ruangan dimana Aldi berada Dennis mendudukan tubuhnya dihadapan lelaki yang akan menjadi kakak iparnya itu.


"Hai bagaimana keadaanmu Al, are you ok?" Sapa Dennis


"Ya aku baik baik saja, apa ada perkembangan" Tanya Aldi


"Tentu saja ada, tapi omong omong kamu bisa membaca pikiranku ya hahaha, apa baru beberapa jam disini kamu sudah meningkatkan kemampuan?" Ledek Dennis pada Aldi


"Cepat katakanlah Dennis mengapa kau sangat bertele-tele" Geram Aldi


"Oke oke sabar sebentar yaa aku menarik nafasku dulu" Ucap Dennis


"Kamu bersabarlah sebentar disini tidak lama lagi kamu akan bebas aku yang akan memastikan hal itu sendiri. Orang orang ku sudah menemukan bedebah Yudi itu" Sambung Dennis.


"Syukurlah jika seperti itu" Datar Aldi


"Oh ya Dennis aku ada permintaan kepada mu" Sambung Aldi


"Apa itu?" Tanya Dennis


"Tolong perjelas lah hubunganmu dengan adik ku, jika memang kau benar menyukainya berusahalah mengambil hatinya" Pinta Aldi


" Aku memang sangat menginginkan hal itu Al, kau tenang saja aku akan memastikan adikmu aman bersamaku" Jawab Dennis


"Aku percaya kepada mu, bersungguh sungguh lah den, aku yakin jika adikku akan menerimamu" Ucap Aldi


"Perjelas hubungan kalian aku tidak mau adikku hanya dijadikan simpananmu saja" sambung Aldi

__ADS_1


Selamat membaca Readers...


__ADS_2