
Rein hanya bisa terkejut karena Kakek Sion sepertinya bisa mengetahui level kultivasinya saat ini.
Teknik Siluman memiliki esensi tersembunyi. Walaupun Rein tidak secara langsung menyembunyikan level kultivasinya, namun dengan semua Teknik Siluman yang dia kuasai, itu membuat tubuhnya tanpa sadar menyembunyikan level kultivasinya sendiri.
Bahkan para Guru disekolah tidak bisa langsung menebak level kultivasinya. Tentu saja jika para Guru memindai tubuhnya secara langsung, level kultivasinya akan terungkap.
Tapi hanya dengan menatapnya, Kakek Sion sepertinya mengetahui level kultivasinya yang asli?
"Kamu tidak perlu terkejut. Walaupun aku tidak lagi seperti dulu, tapi pengalaman yang aku miliki sangat kaya. Aku bisa mengetahuinya saat aku melihatmu dengan lebih teliti." Kakek Sion menjawab dengan santai sambil menyesap teh hangat yang ada di meja.
Rein menggaruk kepalanya dengan malu dan berkata : "Kakek Sion memang luar biasa. Hanya dengan tatapan semata, Kakek Sion bisa mengetahuinya dengan cepat."
Kakek Sion tersenyum rendah hati : "Itu bukan apa-apa. Ngomong-ngomong, kamu memberiku kejutan. Aku tidak menyangka kamu memiliki peningkatan yang sangat tinggi dalam kultivasimu. Tidak heran kamu memiliki waktu luang dan datang ke sini."
"Memang, dengan ini, posisiku sangat aman di dalam Akademi." Rein mengangguk setuju.
Memikirkannya beberapa saat, Rein membuka mulutnya dan berkata : "Ngomong-ngomong, tentang peningkatan kekuatanku..."
"Tidak perlu memberitahuku rahasia yang kamu miliki." Kakek Sion langsung menghentikan Rein untuk melanjutkan kata-katanya.
Rein memang berencana memberitahu Kakek Sion sedikit rahasianya. Seperti dia memiliki kemampuan memasuki dunia kosong di dalam pikirannya dan berlatih di sana. Namun karena kakek Sion mengatakan bahwa itu tidak perlu, Rein juga menutup mulutnya.
"Semua orang memiliki rahasia mereka sendiri. Selagi itu tidak merugikan orang lain, semuanya baik-baik saja." Kakek Sion berkata dengan tenang.
Rein mengangguk dengan patuh.
Kakek Sion memiliki tingkat empati yang sangat tinggi terhadap manusia lainnya. Dia selalu mengajari anak-anak termasuk dirinya sendiri untuk tidak buta dengan kekuatan yang mereka miliki di masa depan nanti.
"Aku ingin tahu satu hal." Kakek Sion menyeruput teh hangat dangan santai dan berkata : "Apakah kecepatan peningkatan ini akan bertahan untuk waktu yang lama atau waktu yang singkat?"
Mendengar pertanyaan Kakek Sion, Rein bingung dan tidak mengerti.
Dia segera memikirkan Sistem Simulasi miliknya. Jika tidak ada kesalahan, Sistem Simulasi ini akan membantunya meningkat dengan sangat cepat, bahkan dia tidak tahu seberapa jauh dia akan melangkah dengan Sistem Simulasi ini.
"Jika tidak ada hal buruk yang terjadi padaku, peningkatan ini akan bertahan dalam jangka waktu yang lama." Rein menjawab dengan tenang.
__ADS_1
Kakek Sion memejamkan matanya dan mengetuk meja dengan jarinya.
Rein entah kenapa menjadi gugup saat Kakek Sion menutup matanya.
Beberapa saat kemudian, Kakek Sion membuka matanya dan berkata : "Lebih baik, kamu menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya."
"Hm? Apakah ada alasan untuk itu?" Rein bertanya pada Kakek Sion.
Rein juga berencana untuk menyembunyikan kekuatan sejatinya, tapi itu karena alasan peningkatan level kultivasinya yang terlalu berlebihan, dan dia tidak memiliki alasan yang cukup untuk menggambarkan kenapa dia meningkat begitu cepat.
"Hal pertama adalah, itu untuk kebaikanmu sendiri." Kakek Sion menoleh ke samping, dan melihat ke tempat anak-anak yang sedang bermain di taman bermain.
Tapi tatapan matanya lebih tepat di arahkan kepada sosok Viola yang sedang bermain dengan anak-anak.
Rein mengikuti arah pandangan Kakek Sion, dan segera mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kakek Sion.
"Dan yang kedua adalah, itu untuk menyingkirkan mata orang-orang yang memiliki keluarga atau organisasi yang kuat untuk memanfaatkan kamu." Kakek Sion berkata dengan tenang.
Memanfaatkan aku? Rein hanya mengerti sedikit untuk bagian ini.
"Tentu saja jika kamu sangat kuat, kamu bisa lepas dari ikatan tali yang telah diikat ke lehermu. Tapi, apakah dunia sebaik itu? Lebih tepatnya, pikiran seorang pemimpin keluarga atau organisasi bisa sangat kejam. Mereka tidak akan ragu untuk menggunakan trik lain untuk mengendalikan kamu dan membiarkan kamu bekerja untuk mereka lebih lama lagi.
"Jika kamu memiliki identitas yang cukup, tidak apa-apa untuk menonjolkan diri. Namun jika kamu tidak memiliki identitas apapun yang berdiri di belakangmu, masa depanmu akan dikendalikan oleh orang lain." Kakek Sion menjelaskan semuanya dengan tenang.
Tapi Rein yang mendengarkan penjelasan Kakek Sion entah kenapa merasa bahwa ini bukan pengetahuan sederhana?
Saat seseorang berbagi pengetahuan kepada orang lain, pengetahuan yang dibagikan oleh orang itu bisa berasal dari sebuah data dan fakta yang mereka ketahui, dan hal lainnya adalah, mereka memiliki pengalaman pribadi tentang topik itu sendiri.
Dan ngomong-ngomong, Rein tidak pernah tahu identitas sejati Kakek Sion, dan dia juga tidak perlu memikirkannya.
Tapi dengan hanya menatapnya, Kakek Sion mampu melihat level kultivasi sejatinya. Ini bahkan melampaui para Guru murid Akademi yang memiliki level kultivasi Spirit Master, bukankah itu berarti Kakek Sion di masa lalu jauh lebih luar biasa?
Merenungkan kata-kata Kakek Sion, Rein membuka mulutnya dan bertanya : "Apakah Kakek Sion memiliki saran untuk jalan yang harus aku ambil di masa depan?"
Kakek Sion menatap Rein dengan dalam sebelum menyebutkan sebuah nama yang membuat Rein terkejut.
__ADS_1
"Dunia Bawah Tanah."
Dunia bawah tanah seperti namanya, itu adalah lingkungan yang berada di wilayah kegelapan dan penuh dengan hal-hal buruk dan negatif!
"Apakah kamu terkejut aku menyarankan ini?" Kakek Sion tersenyum saat melihat Rein terkejut mendengar saran yang dia berikan.
"Akan bohong jika aku mengatakan tidak." Rein mengangguk dan mengakuinya.
Sejauh yang Rein kenal, Kakek Sion bukanlah orang yang akan mengarahkan jalan orang lain ke jalan yang buruk, pasti ada alasannya.
"Apakah kamu tahu bagaimana sejarah Dunia Bawah Tanah terbentuk?" Kakek Sion bertanya pada Rein.
Rein mengangguk dan menjawab : "Dunia Bawah Tanah adalah Dunia yang diciptakan saat Tragedi 10,000 tahun yang lalu terjadi. Saat itu, wilayah manusia diserang oleh Monster dan Ras lainnya, dan harus mundur dan bersembunyi.
"Karena manusia tidak bisa pergi ke daerah kekuasaan kekuatan lain, dan manusia tidak rela meninggalkan wilayah yang mereka miliki, manusia memutuskan untuk membentuk Dunia Bawah Tanah dan hidup di dalamnya selagi mereka bersembunyi dan bertahan hidup, dan meningkatkan kekuatan mereka.
"Akhirnya dengan perjuangan umat manusia, mereka berhasil mengusir satu persatu musuh yang menduduki wilayah mereka, dan mendapatkan kembali pijakan mereka di atas tanah.
"Setelah manusia menetapkan pondasi yang kokoh dan berdiri dengan mantap di atas tanah, Dunia Bawah Tanah di tinggalkan.
"Namun setelah manusia mengalahkan semua musuh eksternal, musuh internal juga muncul tidak lama setelah perang berakhir.
"Dan musuh internal yang disebutkan itu menggunakan Dunia Bawah Tanah sebagai pondasi mereka dan membentuk kekuatan mereka sendiri."
Rein menjelaskannya dalam sekali jalan.
Kakek Sion mengangguk berulang kali : "Pengetahuan sejarahmu tidak buruk."
"Para guru mengangkat topik sejarah ini berulang kali di kelas mereka." Rein menggaruk kepalanya dengan malu.
"Ya, apa yang dikatakan sejarah bagaimana Dunia Bawah Tanah terbentuk memang benar. Namun akhir sejarah sangat berbeda, dan tidak seperti itu." Kakek Sion berkata dengan tenang.
"Maksud kakek?" Rein bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Ada dua pemimpin Ras manusia saat itu." Kakek Sion berkata dengan lembut : "Salah satu dari mereka berkuasa di atas tanah, dan yang lainnya berkuasa di Dunia Bawah."
__ADS_1