Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 32


__ADS_3

Dua minggu berlalu dengan cepat.


Rein saat ini sedang berada di dalam Simulasi Individu.


Cling! Cling!


Suara bentrokan pedang bergema di ruangan duel Simulasi.


Rein mundur melompat ke belakang dan mendarat dengan cantik di lantai marmer hitam.


Dia menyipitkan matanya dan melihat lawan yang ada di depan matanya.


Sosok pria bertubuh agak gemuk sedang menatap Rein dengan dingin, ujung pedangnya bersinar dingin saat pria bertubuh agak gemuk itu menunjuk ujung pedangnya ke arah Rein.


Sosok pria ini tentu saja Gavi, orang yang menantang Rein sebelumnya.


Dalam dua minggu terakhir, Rein lebih fokus untuk melatih Tekniknya dan membuat tubuhnya menyatu dengan Teknik itu sendiri.


Level Kultivasinya masih bertahan di Beyond Mortal Stage-8, dan dia tidak meningkatkan levelnya.


Ini karena Rein ingin mengasah kemampuannya dan melawan Gavi menggunakan Sistem Simulasi. Dan kebetulan keduanya berada dalam level kultivasi yang sama, jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.


Walaupun Rein bisa dikatakan memiliki level kultivasi yang tinggi, tapi kekuatan tempurnya tidak begitu tinggi, bahkan bisa di anggap lemah.


Di masa lalu, Rein hanya berlatih teknik dan kultivasi seorang diri, dan sesekali berlatih dengan Viola. Dia jarang berdebat dengan orang lain dan mengakibatkan pengalaman tempurnya adalah aspek terlemahnya saat ini.


Walaupun Gavi memang terlihat seperti Jenius palsu yang menggunakan sumberdaya yang melimpah, tapi kekuatan sejatinya bukan lelucon.


Rein memerlukan banyak waktu untuk bisa berdebat dengan Gavi secara seimbang.


Dengan simulasi Gavi, Rein secara perlahan meningkatkan pengalaman tempurnya, dan tidak lagi menjadi aspek terlemahnya saat ini.


"Sepertinya aku membutuhkan individu lain yang bisa disimpan ke dalam Sistem dan berlatih di sini." Rein menghela nafas berat.


Dia unggul jika dibandingkan dengan murid biasa, tapi jika dibandingkan dengan Gavi, kekurangannya sangat menonjol.


Memang kultivasi tinggi bukan segalanya, mungkin jika dia melawan orang yang memiliki level kultivasi dibawahnya, dia bisa mengalahkan mereka dengan level kultivasinya yang tinggi, tapi bagaimana jika dia melawan orang yang memiliki level kultivasi yang sama dengannya?


Dengan ini, Rein telah menggunakan Simulasi Individu jauh lebih sering dalam dua minggu terakhir.


"Terima kasih, berkatmu, aku bisa mendapatkan pengalaman bertarung yang sesungguhnya." Rein berkata dengan lembut.


Walaupun dia tahu Gavi di depannya tidak memiliki kesadaran dan seperti Boneka, dia tetap mengucapkan terima kasih kepadanya.


"Tapi itu saja, kamu telah mencapai batas dan tidak bisa meningkatkan kekuatan tempurku lebih jauh."


Setelah mengatakan itu, Rein menginjakkan kakinya di marmer hitam dengan kuat, dan langsung mendorong tubuhnya untuk bergerak dengan cepat dan langsung muncul di samping Gavi dalam sekejap.


"Sudah berakhir."


Rein menyerang Gavi dari samping dengan pedangnya, dan refleks Gavi juga tidak lambat, dia langsung membawa pedang di tangannya untuk memblokir serangan Rein.


Melihat Gavi bergerak untuk memblokir serangannya, Rein tetap tenang.

__ADS_1


Saat dua pedang itu saling beradu, bilah tajam pedang Rein bersinar dengan cahaya ungu redup dan langsung memotong pedang Gavi menjadi dua!


Clang!


Pedang Gavi yang patah melayang di udara, dan serangan Rein masih berlanjut dan menyerang bagian perut Gavi.


Sraakkkk!


Perut Gavi terbelah oleh serangan Rein, dan tubuhnya menyemburkan energi warna warni sebelum mata Gavi menjadi redup dan tidak bernyawa.


[ Host berhasil mengalahkan lawan! Selamat! Host mendapatkan 1000 Poin sebagai hadiah ]


Mendengar pengumuman sistem, Rein menghela nafas lega, dia berdiri dan memandangi tubuh Gavi yang saat ini memiliki retakan di tubuhnya dan berubah menjadi energi warna warni sebelum menghilang di udara.


Setelah berlatih dengan giat selama dua minggu, dia akhirnya bisa mengalahkan Gavi!


Tidak itu saja, bahkan kekuatannya sangat meningkat dengan pesat!


Saat melawan Gavi sebelumnya, dia belum mengerahkan seluruh kemampuannya!


"Keluar dari simulasi."


Rein memberi perintah, dan segera pandangan matanya menjadi redup, dan kesadarannya kembali ke kenyataan.


Tubuhnya sedang berada dalam kondisi meditasi, Rein membuka matanya dengan tenang, dan aura di tubuhnya sepertinya memiliki perubahan samar setelah mengalahkan Gavi.


"Buka Menu profil."


Rein memerintahkan di dalam benaknya.


Usia : 17 Tahun


Level Kultivasi : Beyond Mortal Stage-8


Energi : 1200/800


Teknik Tubuh : Teknik Tinju Siluman (Master), Teknik Siluman Gesit (Master), Teknik Tubuh Siluman (Pemula)


Teknik Pedang : Teknik Pedang Siluman (Master), Teknik Pedang Cahaya Sutra (Menengah)


Teknik Kultivasi : Teknik Nafas Siluman (Master), Teknik Jiwa yang Tenang (Menengah)


Peralatan : Tidak tersedia


Sistem Simulasi : Tempat Latihan (3), Individu (2), Teknik (7), Wilayah Perang (0)


Poin yang dimiliki : 1579


Pada awalnya Rein melihat antarmuka sistem dengan santai sebelum dia sadar ada sesuatu yang salah.


"Apa-apaan ini? Kenapa energiku meningkat 1200/800!?" Rein terkejut dan bertanya pada Sistem di dalam benaknya.


[ Kekuatan Host telah melewati standar dan terobosan selanjutnya akan jauh lebih mudah ]

__ADS_1


"Hanya terobosan saja lebih mudah? Tidak ada yang lain?" Rein bertanya lagi.


[ Itu membuktikan Pondasi Host telah melebihi standar dan kekuatan Host melebihi kultivator normal pada umumnya ]


Melihat ini, Rein bingung. Dia mengalahkan Gavi yang memiliki Level Kultivasi yang sama dengannya, apakah kekuatannya benar-benar melebihi kultivator normal?


[ Kekuatan Individu Gavi tidak sederhana. Dia mampu bersaing dengan Kultivator Beyond Mortal Stage-9 dengan seimbang ]


Mengetahui keraguan Rein, Host segera menjawab kebingungannya.


Ada hal seperti itu? Itulah kenapa dia sangat percaya diri? Rein berpikir di dalam benaknya.


Dia tidak sadar akan hal ini sebelumnya karena dia tidak terlalu tahu tentang kekuatan Kultivator Beyond Mortal Stage 8 normal.


"Sampai batas mana Energi bisa berkembang? Apakah terbatas pada 1200/800?" Rein bertanya lagi.


[ Energi hanya untuk menunjukkan pondasi kultivasi Host telah melewati standar, dan tidak ada batasan untuk perkembangan energi ]


[ Sistem menyarankan untuk tidak terpengaruh dengan hal ini, karena apapun yang terjadi, memperlambat kultivasi hanya untuk mengejar pondasi yang jauh lebih tinggi tidak begitu berguna ]


[ Karena apapun yang terjadi, tidak ada yang sempurna ]


[ Melebihi batas Standar adalah hal yang bagus bagi Kultivasi Host, tapi tidak disarankan untuk mengejar lebih jauh jika Host tidak mampu meningkatkannya lagi ]


[ Dan angka 1200 menunjukkan bahwa pondasi Host telah mencapai level True Master ]


Rein membacanya dengan hati-hati dan mengerutkan kening.


Memang pondasinya melebihi standar adalah hal yang bagus, tapi sekaligus seperti jebakan. Sistem menunjukkan ini hanya untuk memberitahunya bahwa pondasi dan kekuatannya telah melebihi standar, dan mencapai level lain.


Dan kenapa ini jebakan? Ini bisa saja membawanya ke dalam jalan tak berujung untuk mengejar pondasi kultivasi. Sejauh apapun pondasinya meningkat, pada akhirnya itu hanya mencapai standar level kultivasi di atasnya, dan dia bisa mencapainya saat kultivasinya berada dalam level itu.


Tentu saja pondasi kultivasi yang melebihi standar akan membawa kekuatan yang lebih tinggi daripada Kultivator normal setelah naik level.


Tapi seperti yang dikatakan sistem, tidak ada yang sempurna.


Jika dia mengejar pondasinya terus menerus, dan ingin menjadi sempurna, cepat atau lambat, dia akan jatuh di jalan tak berujung tanpa perkembangan apapun.


Melebihi standar di level Beyond Mortal memang sulit, dan untuk melebihi standar di level selanjutnya jauh lebih sulit!


Setiap level kultivasinya naik, semakin sulit dia melebihi standar, jadi sistem menyarankan untuk tidak terpengaruh dengan ini.


Mengambil nafas dalam-dalam, Rein membuka matanya.


Sistem mengatakan jika dia tidak mampu meningkatkan batas energinya lagi, tidak perlu bersikeras tentang hal itu.


Tapi ini juga membuat Rein bersemangat!


Jika dia berlatih dengan benar dan giat, walaupun dia tidak secara langsung bertujuan untuk melanggar batas energi, bukankah jika dia berlatih dengan benar, energinya akan melanggar batas sendiri!?


Tidak perlu peduli dengan melanggar batas energi, dia hanya perlu fokus pada dirinya sendiri, dan jika dia berusaha dengan keras, masih ada kemungkinan dia akan melanggar batas energi!


Rein mengerti dan menerima saran Sistem, dia tidak harus berpegang teguh untuk melanggar batas, dia hanya perlu melakukan semuanya dengan seluruh kemampuannya.

__ADS_1


Jika dia menggunakan seluruh kemampuannya dan tidak mampu melanggar batas, untuk apa dia berjuang untuk itu lebih lama?


Dan jika dia mampu melanggar batas setelah menggunakan seluruh kemampuannya, kenapa dia harus peduli dengan melanggar batas? Cukup fokus pada dirinya sendiri, dan dia bisa menjatuhkan dua burung dengan satu batu!


__ADS_2