
"Sistem, apakah Esensi telah terbentuk di tubuhku? Aku belum menerapkannya di dunia nyata." Rein bertanya dengan bingung.
Di masa lalu, semua yang terjadi di Dunia Simulasi adalah pengalaman, untuk merubahnya menjadi kekuatan nyata, dia harus menerapkannya di dunia nyata.
Tapi Esensi River Children sudah terbentuk, dan Rein juga merasa aneh, kenapa ada nama Children? Apakah itu berarti dia menjadi keturunan seseorang atau sesuatu?
[ Esensi River berbeda dari Esensi lainnya. Itu memerlukan pemahaman tertentu untuk mewujudkannya di Dunia nyata. Saat Host memahami Esensi River, secara tidak sadar Esensi River juga telah bergabung dengan tubuh Host ]
Rein memegang dagunya dan berpikir, Esensi River Children memang agak tak terduga, Rein samar-samar merasakan sebuah misteri dalam kekuatan ini.
[ Selamat bagi Host telah menciptakan jalan River Children seorang diri ]
[ Hadiah : 5,000 Poin ]
"Eh? Ada hadiah juga?" Rein terkejut. Apakah River Children begitu luar biasa?
Baru kemarin, dia sedang berjuang karena dilanda kemiskinan Poin, dan keesokan harinya, dia menjadi orang kaya lagi dalam sekejap!
Nasib memang hal yang misterius.
Apakah Esensi River Children adalah hal yang luar biasa atau tidak, Rein tidak tahu. Yang terpenting sekarang adalah dia sudah mengambil langkah pertama yang penting, dan dia hanya perlu terus maju!
"Baiklah, selagi perasaan Esensi River masih panas, aku harus melatihnya!" Rein tersenyum.
Perasaan tubuhnya yang kuat sebelumnya perlahan menghilang setelah dia mendapatkan kembali kendali tubuhnya. Namun Rein tidak terkejut, lagipula apa yang dia rasakan sebelumnya apa yang dilakukan oleh Sistem, dan bukan kekuatannya sendiri.
Setelah tubuhnya kembali normal, Rein segera melakukan gerakan yang berulang dan mengarahkan sirkulasi energi di dalam tubuhnya seperti perasaan sebelumnya.
Rein terus berlatih selama beberapa jam sebelum dia sadar bahwa waktunya untuk pulang.
***
Waktu berlalu dengan cepat.
Tidak disadari, pertarungan Rein dan Gavi hanya tinggal beberapa hari lagi.
Seperti biasa, Rein masih berlatih di Dojo sekolah di sore hari.
Dan Rein juga mendapatkan kembali sebutan maniak latihan di dalam Akademi.
Dan ditambah, pertarungan Rein dan Gavi semakin dekat.
Jika Rein berhasil tampil dengan baik, tidak hanya itu akan meningkatkan gairah murid lain untuk berlatih, dia juga pasti akan diberikan hadiah oleh pihak Akademi.
Selain itu, Rein juga secara rajin mulai berdebat dengan murid lain dan meningkatkan kekuatan tempurnya.
Tentu saja karena dia menggunakan Sistem Simulasi untuk berlatih tempur dengan Gavi, dan kekuatan level tempurnya sudah meningkat banyak, dia menggunakan ini untuk menutupi kenapa pengalaman pertempurannya meningkat.
Dan karena menghadapi musuh yang berbeda, itu juga meningkatkan pengalaman pertempuran Rein dengan lawan yang berbeda.
"Seberapa percaya diri kamu saat berhadapan dengan Gavi?" David bertanya pada Rein yang sedang berlatih.
__ADS_1
"Sekitar 40%? Aku tidak yakin, lagipula aku belum berhadapan langsung dengannya." Rein menjawab.
"Sejujurnya kekuatanmu memang di luar dugaan, saat kita bertarung sebelumnya, aku merasa bahwa serangan yang aku lakukan selalu berada di bawah bimbingan kamu." David menghela nafas, dia sudah pernah berdebat dengan Rein beberapa kali kemarin.
Dan karena berdebat dengan Rein yang membuat dirinya merasa gerakannya selalu di arahkan oleh Rein, dia berhasil menghancurkan belenggu kultivasi, dan meningkatkan level kultivasinya ke Beyond Mortal Stage-6.
Rein hanya tersenyum dan tidak menjawab.
Dengan Esensi River Children, gerakan tubuhnya seperti air mengalir dan terlihat alami. Tidak hanya itu saja, dia mampu membuat pihak lain merasakan perasaan seperti itu, namun yang tidak mereka sadari, semua gerakan mereka diarahkan oleh Rein sendiri, jadi Rein bisa memegang kendali seluruh pertempuran seutuhnya.
Ini seperti Rein mengarahkan mereka untuk melancarkan tinju Kanan, dan Rein bisa menghindarinya dengan mudah karena dialah orang yang memandu orang lain ke arah mana mereka harus menyerang.
"Benar, aku datang ke sini untuk memberitahumu sesuatu." David berkata.
Boom!
Rein meledakkan udara di depannya dengan tinju kanannya sebelum berhenti dan menoleh menatap David : "Dan kamu mengatakan bahwa kamu tidak bekerja sebagai seorang pembawa pesan?"
Sudut mulut David berkedut.
"Intinya seorang guru mengetahui tentang duel mu dengan Gavi, jadi dia memutuskan untuk membantumu dan meminta salah satu murid yang paling menonjol di akademi tahun ini untuk berdebat denganmu." David berkata.
"Murid baru? Apakah itu dia?" Rein bertanya.
"Benar, dia adalah Adoro, murid baru yang paling menjanjikan di tahun ini." David berkata dengan tenang : "Level Kultivasinya berada di Beyond Mortal Stage-8 yang sama denganmu, namun kekuatan sejatinya tidak rendah, dia disebut-sebut sebagai Naga yang akan terbang di masa depan."
Mendengar nama Adoro, Rein menghela nafas kagum.
Untuk level kultivasinya, dia tidak menyembunyikannya lagi di hadapan publik. Bagaimanapun, cepat atau lambat, level kultivasinya akan terlihat saat bertarung dengan Gavi, jadi tidak perlu menyembunyikannya lagi.
Jika dibandingkan dengan Gavi, dia hanyalah anak kecil dihadapan Adoro. Orang seperti Adoro, tidak akan pernah membuat masalah kecil seperti yang dilakukan Gavi untuk menantangnya.
Lagipula di mata Adoro, hanya orang-orang yang berada di level yang sama dengannya yang patut dia ajak berdiskusi, bukan orang seperti Rein.
"Apakah dia menerima permintaan guru itu?" Rein bertanya lagi.
Dia tidak yakin seberapa kuat kekuatannya, dan Adoro bisa menjadi mitra latihan yang cocok untuk melatih kekuatan tempurnya.
"Dia setuju, kamu bisa mengunjunginya di Dojo para jenius jika kamu ingin berdebat dengannya." David berkata.
"Itu bagus! Ayo, temani aku mengunjunginya." Rein segera berjalan dan menyeret David bersamanya.
"Hei Hei, aku masih memiliki hal lain yang perlu dilakukan!" David mengeluh pada Rein, dan ingin menolak.
Tapi kekuatan Rein jauh di atasnya, dan dia hanya bisa diseret oleh Rein.
"Kamu ingin mencari orang lain yang ingin menitipkan pesan?" Rein bertanya tanpa menoleh ke belakang.
David hanya bisa menghela nafas dan dengan pasrah menemani Rein menuju Dojo para jenius Akademi.
Dojo yang ditempati oleh Rein setiap hari berada di pinggiran Akademi, tapi Dojo untuk para jenius berada di lingkaran dalam Akademi.
__ADS_1
Rein berjalan bersama David mengunjungi Dojo para Jenius Akademi.
Berjalan selama 15 menit, Rein dan David akhirnya sampai di depan Dojo para jenius.
Sejujurnya, ini adalah pertama kalinya bagi Rein melihat Dojo para jenius dari dekat.
Hanya melihatnya dari luar, Rein dan David merasakan perasaan samar yang agak mencekam yang berasal dari dalam Dojo.
"Dojo kita dan Dojo ini sama-sama Dojo, tapi perasaan yang diberikan berbeda. Walaupun aku sudah menjadi sedikit lebih kuat, perasaan mencekam ini masih sama seperti di masa lalu." David menghela nafas.
"Eh? Kamu pernah datang ke sini?" Rein bertanya pada David.
"Tentu saja, apakah ini pertama kalinya bagimu?" David bertanya balik.
Rein mengangguk dan mengkonfirmasi dugaan David.
Sebenarnya murid lain tidak dilarang untuk mendekati Dojo ini, tapi Rein tidak pernah datang ke sini karena itu tidak perlu, dan dia tidak memiliki urusan untuk datang ke sini.
Berjalan mendekati Dojo, di pintu masuk Dojo, terdapat sebuah meja resepsionis dan dua orang wanita yang mengenakan pakaian Akademi.
Mendekati Dojo tidak masalah, tapi untuk masuk ke dalamnya, seseorang perlu menunjukkan kartu identitas murid untuk memverifikasi apakah murid itu diijinkan masuk ke dalam atau tidak.
Selain itu, Meja Resepsionis juga berguna bagi murid lain yang ingin bertemu dengan murid yang berada di dalam Dojo.
"Halo, apakah ada yang bisa aku bantu?" Murid wanita yang bertugas di meja resepsionis bertanya pada Rein dan David.
"Aku Rein, murid tahun kedua. Apakah Adoro ada di dalam?" Rein bertanya.
Wanita yang bertugas segera mengetikkan sesuatu di laptop yang ada di depannya untuk memeriksa.
"Adoro memang berada di dalam Dojo, apakah kamu memiliki sesuatu yang perlu di sampaikan padanya?" Wanita itu bertanya lagi.
"Seperti ini, seorang guru mengatakan kepadaku bahwa aku bisa menerima bimbingan dari Adoro secara langsung, dan Adoro setuju. Jadi aku datang ke sini untuk menerima bimbingannya." Rein menjawab.
"Ada hal seperti itu?" Wanita itu mengangkat alisnya sebelum sadar akan sesuatu : "Benar, namamu Rein kan? Aku mendengar beberapa hal tentangmu. Beberapa hari kemudian, kamu akan bertanding dengan Gavi kan? Yah, memang masuk akal jika guru membiarkan Adoro membantumu untuk meningkatkan pengalaman pertempuran kamu."
Segera setelah itu Wanita itu berpamitan kepada Rein dan David, dan segera masuk ke dalam Dojo.
Rein dan David menunggu selama beberapa menit sambil mengobrol di meja resepsionis.
Saat sedang mengobrol, Rein merasakan Aura mencekam yang muncul dari belakangnya.
Dia menoleh dan melihat pria muda tampan yang memiliki alis tajam yang berjalan ke arahnya saat ini.
Aura pria muda tampan itu sungguh mengejutkan!
Rein merasa pria muda di depannya seperti banteng yang siap menyerang kapan saja, dan dia tidak bisa menghindarinya!
David di samping Rein merasakan kakinya menjadi lemas saat merasakan aura pria muda itu.
Namun walaupun Rein memang merasakan hal yang sama seperti David, dia entah kenapa sangat tenang saat merasakan aura sombong pria muda di depannya.
__ADS_1
Rein memiliki pemikiran seperti sebuah aliran sungai, dan pria muda di depannya seperti sebuah Banteng di aliran sungai.
Karena Rein adalah sungai itu sendiri, dia tanpa sadar memiliki pemikiran bahwa banteng di depannya seperti sebuah batu di aliran sungainya, paling-paling dia hanya perlu bertabrakan dengannya sedikit sebelum melanjutkan perjalanannya di sepanjang sungai.