Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 21


__ADS_3

"Mohon tunggu!"


Saat Rein berteriak, kedua badut itu secara naluriah berhenti dan berbalik untuk melihat Rein.


Sudah menjadi hal yang umum jika pengunjung Taman Hiburan ingin mengambil foto bersama mereka, jadi kedua badut melakukan suatu hal yang normal sesuai dengan pekerjaan mereka.


"Ya? Adik kecil, apakah kamu ingin mengambil foto bersama kami?" Badut yang mengenakan pakaian berwarna merah bertanya sambil tersenyum.


"Ya, kemari lah, tidak perlu malu." Badut yang mengenakan pakaian warna biru menambahkan.


Rein berjalan ke depan, mendekati kedua badut itu secara perlahan.


"Sejak aku kecil, aku penasaran, apa yang ada di dalam Kantong Tas yang kalian bawa? Kenapa itu memiliki bentuk yang besar dan bulat?" Rein bertanya dengan nada penasaran.


Tiga anak-anak sekarang hilang, dan dia tidak mampu mengetahui di mana posisi ketiga anak-anak berada seperti Viola. Walaupun dia curiga pada dua badut, dia tidak gegabah dan bertindak dengan hati-hati.


Kecurigaan tetaplah sekedar kecurigaan, masih ada kemungkinan besar bahwa dia salah.


"Eh? Kamu ingin melihat isi Kantong Kain yang kami bawa?"


Kedua badut itu saling memandang sejenak sebelum mengembalikan pandangan mata mereka ke arah Rein dan berkata.


"Maaf, tapi ini adalah rahasia perusahaan dan tidak bisa ditunjukkan kepada publik."


Badut itu tersenyum dan memberikan jawaban yang masuk akal.


Rein tahu bahwa dengan alasan ini, dia tidak akan bisa menemui jalan buntu. Akhirnya, dia mencoba cara lain.


"Ini adalah hari terakhirku di sini. Minggu depan, aku akan bergabung dengan tentara, dan tidak tahu apakah aku bisa kembali dengan selamat atau tidak." Rein menggelengkan kepalanya sedikit.


"Jika tidak bisa mengetahui hal itu dengan cara yang normal, aku tidak keberatan melakukan pelanggaran kecil. Mungkin aku akan di larang untuk memasuki Taman Hiburan ini, lalu apa? Lagipula aku akan memasuki tentara." Rein melangkahkan kakinya ke depan, semakin mendekati kedua badut itu.


Setiap murid akademi yang gagal bertahan di dalam akademi, mereka akan memiliki beberapa pilihan, apakah menjadi Kultivator bebas, atau bergabung dengan salah satu kekuatan dan menjadi bawahan mereka.


Lalu ada jalan lain, yaitu bergabung dengan tentara.


Bergabung dengan tentara cukup mudah, namun tugas yang akan mereka lakukan sangat berbahaya, bukan tidak mungkin mereka akan mati saat bertugas.


Jika seseorang berhasil bertahan selama 5 tahun di dalam tentara, mereka akan memiliki sumberdaya dan kekayaan yang cukup, bisa dikatakan apa yang mereka dapatkan dari tentara jauh lebih baik daripada menjadi Kultivator bebas dan Kultivator yang bergabung dengan suatu kekuatan.


Dan jika mereka mati selama bertugas, pihak pemerintahan akan memberikan kompensasi kepada keluarga atau kerabat mereka.

__ADS_1


Bagi Rein yang menggunakan alasan ini, tentu saja bukan agar dia memiliki alasan untuk melanggar hukum di Taman Hiburan, tapi sesuatu hal yang lain.


Saat Rein mengatakan alasannya dan mendekati mereka berdua, kedua badut itu mundur selangkah dan secara diam-diam bersiap dalam mode pertempuran.


Melihat tindakan dua badut itu, Rein menjadi 50 persen yakin bahwa ada yang salah dengan kedua badut itu!


Jika itu pekerja normal biasa, mereka tidak akan repot-repot untuk masuk ke dalam mode pertempuran jika tujuan Rein hanya Kantong Tas yang mereka bawa, dan bukan diri mereka sendiri.


Pihak lawan tidak menyerang mereka, dan mereka di sini hanya bekerja, jika Rein secara paksa ingin melihat isi Kantong Tas, yang disalahkan adalah Rein, bukan mereka berdua.


Apapun situasinya, mereka tidak mengalami kerugian sebagai seorang pekerja, dan nyawa mereka sangat aman karena tidak berada dalam bahaya, kenapa mereka sepertinya ingin menghentikannya apapun yang terjadi, bahkan mereka tidak takut untuk melakukan sebuah pertempuran?


Rein berjalan dengan santai, dan setiap detik berlalu, dirinya semakin dekat dengan dua badut itu.


Saat Rein berada dalam jarak 3 meter, kedua badut itu saling memandang, dan sepertinya telah membuat pengertian diam-diam.


"Adik kecil, tidak perlu bertindak berlebihan kan?" Badut biru tersenyum dengan cantik, dan membuat orang lain merasa dekat dengannya.


Tapi siapa Rein? Dia bukan warga asli dunia ini!


Dia berasal dari Bumi!


Lihatlah senyuman badut itu, sungguh mengerikan! Dia pasti Badut jahat dari film yang sering aku tonton di kehidupan sebelumnya! Rein memikirkan ini dibenaknya.


"Tidak." Rein menjawab dengan singkat.


"Bagaimana dengan ini? Kita akan pergi ke tempat peragaan kostum dan kamu bisa melihat Kantung Tas yang tidak digunakan di sana?" Badut merah bertanya.


"Tidak." Rein menjawab dengan tegas kali ini.


Semakin kedua badut itu tidak mau dan membuat mereka berdua merasa terpojok, semakin yakin Rein ada yang salah dengan kedua badut ini!


Akhirnya Rein mendekati kedua badut itu, dan mengulurkan tangan kanannya ke badut merah, mencoba meraih Kantong Tas yang di bawa olehnya.


Namun diam-diam, Rein menggunakan Teknik Tinju Siluman!


Dia tidak berencana untuk menyerang lawan, Teknik Tinju Siluman adalah gerakan sirkulasi energi yang memberikan kekuatan yang sangat besar ke tangannya dan tidak harus selalu digunakan untuk meninju lawan.


Saat kedua badut itu melihat tindakan Rein dalam diam, Rein tiba-tiba mengubah tujuan tangannya dan mencengkeram leher badut merah dengan tangan kanannya.


Badut merah dan biru terkejut!

__ADS_1


"Selain aku ingin melihat isi di dalam kantong kalian, aku juga tidak akan membiarkan kalian berdua pergi." Rein berkata dengan tenang.


Mendengar perkataan Rein, kedua badut akhirnya yakin bahwa ada yang salah dengan Rein!


Tujuan Rein bukan hanya kantung yang mereka bawa semata, tapi diri mereka sendiri!


Badut biru langsung bereaksi dengan cepat, dan melayangkan telapak tangannya ke depan untuk menyerang Rein.


Boom!


Rein sudah lama menebak bahwa dia akan di serang, jadi dia telah mengumpulkan energi darah ke tangan kirinya untuk menahan serangan lawan, dan menangkis serangan telapak tangan badut biru.


Saat serangan telapak tangannya di tangkis, badut biru mundur ke samping dan melihat ke arah Rein yang masih berdiri di tempatnya dengan mantap dan mencengkeram leher temannya dengan kuat.


Dia tanpa di sangka dipaksa mundur oleh lawan! Bahkan saat dirinya sendiri adalah pihak yang menyerang!


Setelah mencapai level master, tingkat pengendalian kekuatan darah di tangannya telah mencapai level baru. Rein bisa mengubah strategi sirkulasi energi darah miliknya untuk berasa dalam posisi menyerang dan bertahan.


Saat badut biru menjauh ke samping, Rein langsung menggunakan pukulan satu inci yang melegenda di Bumi kehidupan sebelumnya, dan menyerang dagu badut merah.


Boom!


Diserang tiba-tiba oleh Rein, badut merah tidak mengharapkan Rein secara langsung menyerangnya dan membuatnya terbang di udara sebelum jatuh ke tanah.


Saat badut Biru menyerangnya, Rein 90 persen yakin ada yang salah dengan dua badut ini!


Segera orang-orang yang ada di sekitar mereka berhenti dan melihat ke tempat Rein dan kedua badut itu berada.


"Hei, ada yang bertarung!"


"Kenapa anak muda itu menyerang pekerja taman hiburan?"


"Hei nak! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kamu tidak di ijinkan untuk membuat keributan di sini dan menyerang pegawai Taman Hiburan!"


"Ibu! Kenapa mereka bertarung?"


Orang-orang bertanya-tanya kenapa mereka bertarung, dan beberapa orang menasehati Rein untuk berhenti dan tidak melanjutkan lebih jauh.


Namun, Rein menutup kedua telinganya terhadap kata-kata orang lain yang ada di sekitarnya.


Saat ini, Badut biru mengeluarkan sebuah benda dari dalam bajunya dan memegang sebuah kotak hitam kecil yang memiliki sebuah tombol di atasnya.

__ADS_1


__ADS_2