
Beberapa hari telah berlalu.
Rein tinggal di Manor Samu di Kota Folis dan membuat Rune Talisman dengan bahan-bahan yang telah dia beli dari Samu dengan harga diskon dan murah.
Di dalam kamar pribadi yang telah disiapkan Samu, Rein duduk di lantai dengan sebuah meja kecil di depannya. Dia melukis Rune Talisman di atas kertas khusus dan menggunakan tinta khusus.
Menurut Samu, di pasar Rune Talisman yang paling laku adalah Rune Talisman tipe pendukung dan pelarian.
Rune Talisman tipe serangan sangat kurang diminati oleh orang lain, kecuali Rune Master yang membuatnya adalah Rune Master level tinggi, seorang pemula seperti Rein, Rune Talisman tipe serangan yang dibuatnya kurang diminati.
Jadi selama beberapa hari terakhir, Rein membuat Rune Talisman tipe pendukung dan menambahkan buff ke penggunanya.
Tipe Talisman ini bisa meningkatkan kecepatan, kekuatan serangan, dan banyak hal lainnya.
Rune Talisman tipe penyembuhan juga cukup laku, dan Talisman pelarian juga tidak kekurangan peminatnya.
Saat ini, Rein sedang membuat Talisman pendukung tipe persepsi. Saat Talisman di aktifkan, sebuah energi akan menyelimuti penggunanya dan meningkatkan persepsi dan indra bertarungnya.
Setiap Talisman tipe persepsi yang di buat, Rein semakin mahir membuatnya.
Harus di garis bawahi bahwa walaupun Rein bisa membuat Talisman tipe lainnya seperti penyembuhan yang dia sendiri tidak mahir, efeknya tidak sekuat karya asli seorang Rune Master yang memiliki kemampuan penyembuhan.
Dan saat membuat Talisman tipe persepsi, Rein sangat mahir dan hampir mendekati kekuatan asli Talisman persepsi. Dan dengan ini, Rein bisa menebak bahwa jalannya di masa depan sebagai Rune Master akan berada di jalur persepsi.
"Selesai, 300 Rune Talisman! Pekerjaan seperti ini cukup melelahkan, namun dibandingkan orang lain, tingkat keberhasilanku sebagai Rune Master pemula sangat tinggi dan mencapai angka 300 dengan lebih cepat." Rein meletakkan kuas yang di pegang olehnya dan melihat Rune Talisman yang dia ciptakan.
Memegang Rune Talisman di tangannya, Rein menyalurkan energinya, dan segera Rune Talisman terbakar dengan cepat, dan sebuah gumpalan energi menyelimuti tubuh Rein.
"Hmm... Ini benar-benar meningkatkan persepsi milikku. Dengan Rune Talisman ini, jika aku menghadapi Gavi di masa lalu, aku akan dengan mudah mengalahkannya tanpa menggunakan kekuatan Spiritual. Dan samar-samar aku merasakan Esensi River Children, apakah secara tidak sadar aku memasukkan Esensi River Children ke dalam Rune Talisman ini?" Rein memegang dagunya dan berpikir.
Rune Talisman dukungan persepsi seperti ini cukup jarang, dan juga jarang ada orang yang menggunakannya. Baik-baik saja jika penggunanya memiliki kemampuan persepsi yang jauh lebih tinggi daripada Kultivator normal, tapi jika persepsi seorang kultivator tidak begitu tinggi, efeknya terbatas.
"Aku harus membuat beberapa Rune Talisman untuk diriku sendiri. Rune Talisman ini sangat membantuku dalam situasi pertempuran. Dan juga, aku bisa mencoba menciptakan Rune Talisman Ekslusif milikku sendiri dengan Esensi River Children, namun aku perlu mempelajari dasar Formasi Rune sepenuhnya sebelum mencoba menciptakan formasi Rune Talisman yang baru." Rein segera membuat rencana kecil untuk masa depannya.
Setelah membuat rencana sederhana, Rein mengambil handphone miliknya dan menghubungi Viola, memberinya kabar bahwa dia masih 'Hidup'.
Rein menganggap Viola seperti adiknya sendiri, namun seiring berjalannya waktu, semua orang akan dewasa pada akhirnya. Akan bohong jika Rein tidak memiliki pemikiran lain dalam hubungan pertemanan keduanya.
Namun, identitas Viola tidak sederhana.
Dunia Kultivator lebih kejam daripada Dunia Modern di bumi. Jika terdapat kesenjangan identitas antara keduanya, bukan tidak mungkin jika pihak yang lemah akan dihilangkan dari dunia ini karena pihak keluarga yang kuat tidak ingin melihat hal seperti itu terjadi.
__ADS_1
Karena itulah Rein tidak berani memiliki pemikiran lain. Bukan hanya untuk keselamatannya sendiri, itu juga untuk kebaikan Viola.
Walaupun Rein tahu Viola bebas berteman dengan siapa saja, tapi dia juga tahu bahwa jika sesuatu terjadi antara dia dan Viola, bukan tidak mungkin kebebasan Viola akan dibatasi.
Pada intinya, Rein memutuskan untuk fokus pada dirinya sendiri terlebih dahulu, tidak ingin berhubungan dengan perasaan cinta untuk saat ini.
Karena Rein percaya bahwa perasaan sejati hanya akan terjawab seiring berjalannya waktu.
Dan dunia ini adalah Dunia Kultivator, umur setiap orang sangat panjang. Rein tidak perlu khawatir Viola akan tiba-tiba menikah beberapa tahun berikutnya. Karena pada umumnya pernikahan seorang Kultivator bukan masalah usia.
Memberikan kabar kepada Viola, Rein mengambil hp miliknya yang lain.
Hp ini diberikan oleh Kakek Sion. Walaupun Dunia internet tidak begitu berkembang dan populer di dunia ini, tapi pihak tingkat tinggi tahu bahwa mereka bisa memata-matai pihak lain dengan teknologi ini.
Jadi Kakek Sion memberikan Hp baru yang memiliki proteksi penuh atas keamanannya.
Rein mengeluarkan sebuah botol kecil dari penyimpanan sistem, dan meminumnya dalam satu tegukan.
Botol kecil itu adalah Elixir Spiritual. Satu botol kecil bisa memulihkan banyak energi Spiritual yang terpakai, namun itu hanya berguna untuk pekerjaan pembuatan Talisman, pembuatan obat pil, dan lainnya.
Benda ini tidak cocok mengisi ulang energi dan digunakan untuk bertarung karena energi Spiritual yang dipulihkan tidak cukup kuat seperti energi Spiritual normal. Dan itu hanya akan mengurangi daya serangan dan kemampuan yang dikeluarkan.
"Ada beberapa orang yang bertanya tentangku yang memasuki Manor Samu di kota Folis. Semuanya mengarahkan jawaban yang sama bahwa aku adalah orang baru, mengetahui hal ini aku bisa nyaman berdiam diri di sini." Rein melihat pesan yang dikirimkan oleh intelijen Samu di hp barunya.
"Satu bulan! Aku akan menghabiskan waktuku di sini selama satu bulan!" Segera Rein mengeluarkan berbagai benda dari penyimpanan Sistem.
Pil Kultivasi Jiwa, Pil Ex-Master, dan banyak lainnya.
Rein memiliki Sistem dan perkembangan kekuatannya sangat mencengangkan!
Di level True Master, dia mengumpulkan energi spiritual langit dan bumi, tidak seperti level Beyond Mortal yang hanya mengembangkan kekuatan darah di dalam tubuhnya.
Setelah mencapai level True Master, kecepatan kultivasi Rein sangat meningkat, apalagi ditambah dengan Teknik River Children ekslusif miliknya, yang sangat serasi dengan Esensi miliknya dan membuat kultivasinya meningkat dengan cepat.
Mengkonsumsi satu persatu sumberdaya kultivasi, Rein menutup matanya dan memasuki kondisi kultivasi.
❄️❄️❄️
Di suatu tempat tersembunyi di Dunia Bawah.
Seorang pria berjubah hitam dengan wajahnya yang kabur memandangi dua orang yang berlutut di depannya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu sebelumnya?" Pria berjubah hitam itu bertanya.
"Kami sudah menyelesaikan sekitar 60% tugas yang tuan berikan. Karena kegagalan pertama kita, pihak pemerintahan telah melakukan upaya untuk menjaga manusia fana dan menangkap satu persatu bawahan kita." Bawahan nomor satu menjawab.
"Manusia Fana hanya tinggal di atas tanah, dan tidak ada yang pergi ke Dunia bawah kecuali warga asli yang tinggal di Dunia Bawah dan melahirkan seorang anak. Karena ini, tugas yang tuan berikan memiliki kemajuan yang lambat." Bawahan nomor dua menambahkan.
"Aku tidak peduli dengan prosesnya, yang ingin aku ketahui adalah apakah kalian berdua yakin bisa menyelesaikan tugas ini sepenuhnya?" Pria berjubah hitam bertanya dengan dingin.
Bawahan nomor satu dan nomor dua menoleh dan saling memandang.
Setelah diam selama beberapa saat, Bawahan nomor satu menjawab dengan sulit : "Kita bisa, namun itu akan mengorbankan banyak anggota organisasi yang kita miliki!"
"Aku tidak peduli. Di masa depan, pasukan baru akan datang dan bergabung dengan organisasi, pasukan yang telah gugur bisa digantikan dengan yang baru." Pria berjubah hitam menjawab dengan acuh.
Bawahan pertama menggertakkan giginya, namun dia tidak berani menunjukkan ketidakpuasannya kepada pria berjubah hitam.
Tahu bahwa temannya dalam kesulitan, Bawahan kedua segera mengganti topik : "Seorang manusia yang menggagalkan rencana pertama kita telah ditemukan."
"Hm? Lalu, apa yang kamu lakukan padanya?" Pria berjubah hitam bertanya.
"Karena orang itu hanya menyinggung kita sedikit, dan beberapa orang menjaganya, kita hanya bisa memberinya sedikit pelajaran dengan memprovokasi seorang murid jenius Akademi untuk memukulinya." Bawahan nomor dua menjawab.
"Lalu, anak itu selamat dan tidak dipukuli, dan memperoleh kemenangan di tangannya dan meningkatkan ketenarannya?" Pria berjubah itu berkata dengan tenang, dengan senyum kecil di sudut mulutnya.
"Ba-Bagaimana Tuan bisa tahu?" Bawahan nomor dua bertanya.
Yang mereka ketahui, pria berjubah hitam sangat misterius dan sangat asing dengan informasi dunia luar. Itulah kenapa dia cukup terkejut saat pria berjubah hitam mengatakan hal seperti itu.
"Aku hanya menebaknya dengan santai karena itu adalah sebuah kejadian yang terkadang terjadi di dunia ini." Pria berjubah hitam itu berkata dengan santai.
Bawahan nomor dua tidak begitu yakin dengan kata-kata pria berjubah hitam. Namun alasan dibaliknya cukup masuk akal karena kejadian seperti ini memang terkadang terjadi.
Setelah itu pria berjubah hitam memerintahkan beberapa hal kepada bawahannya sebelum tubuhnya menghilang dan berubah menjadi asap.
Setelah pria berjubah hitam itu pergi, bawahan nomor satu dan dua berdiri dan mengeluh kepada pria berjubah hitam sebelumnya.
"Bagaimana orang seperti itu bisa menjadi pemimpin organisasi kita? Apakah dia akan menggiring semua orang yang berada di dalam organisasi sebagai umpan meriam untuknya!?" Bawahan nomor satu mengeluh.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Dialah pemimpinnya, dan kita hanya bisa menuruti perintahnya jika kita ingin terus hidup." Bawahan nomor dua menepuk bahu bawahan nomor satu dan mendesah sedih.
"Jika bukan karena kutukan yang ada di tubuhku, aku sudah lama akan mencari orang ini dan membunuhnya berapapun biaya yang harus aku bayar!" Bawahan nomor satu menggertakkan giginya dengan marah.
__ADS_1
"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Mungkin ini adalah harga yang harus kita bayar saat kita mendapatkan manfaat dari organisasi ini di masa lalu." Bawahan nomor dua menghela nafas sedih.
Mengingat apa yang dia dapatkan dari organisasi ini di masa lalu, Bawahan nomor satu terdiam dan mengingat organisasi di masa lalu yang sangat berbeda dengan organisasi di masa sekarang.