
Pertempuran terus berlanjut. Seiring berjalannya waktu, bala bantuan dari tim pemerintahan ataupun tim organisasi ilegal muncul satu persatu.
Hingga akhirnya jumlah orang yang bertempur di medan perang mencapai angka 150 orang lebih! Dan yang terlemah berada di level True Master.
Di sisi lain, Rein saat ini menutup matanya. Mungkin dia pingsan atau sesuatu, pada dasarnya Rein saat ini sepertinya mengabaikan semua yang terjadi di sekitarnya, dan di dalam tubuhnya, Esensi River Children juga sudah berada dalam kondisi kacau dan telah kehilangan bentuk Esensi River Children nya.
Untuk memulihkannya, Rein memerlukan banyak waktu.
Pertempuran terus berlanjut, satu persatu orang mati di medan perang ini. Dan pertempuran Gaemo dan Tyrak sudah berada dalam klimaksnya dan membuat orang-orang lain menghindari medan pertempuran mereka berdua lebih jauh.
Tanpa disadari, posisi Rein berada saat ini sudah masuk ke dalam jangkauan medan pertempuran. Hanya saja Rein tidak sadar saat ini, dan tidak mengetahui apapun yang terjadi di dunia luar.
Walaupun medan pertempuran telah memasuki daerah Rein berada, Batu ilusinya masih kokoh dan kuat, seolah-olah itu adalah batu asli dan tidak akan pernah runtuh.
"Hmm... Bisa-bisanya anak ini mencari kematiannya sendiri. Aku berencana untuk memberinya sedikit pelajaran untuk tidak lalai saat berhubungan dengan Dunia Bawah, namun siapa sangka bahwa anak ini pergi ke lubang buaya dan membawa tubuhnya masuk ke dalam lubang?" Sebuah sosok muncul dari kehampaan di udara, dan melihat tempat Rein berada.
Saat Sosok ini muncul, orang lain tidak bisa melihat atau merasakannya. Seolah-olah orang ini berada dalam dimensi yang berbeda dengan yang lainnya.
Sosok ini memiliki penampilan yang cukup tua dan berada di akhir hidupnya. Namun kekuatan yang dia tampilkan sangat terbalik dengan tampilannya.
Tidak lain dan tidak salah lagi, orang yang muncul dari kehampaan saat ini adalah Kakek Sion!
"Organisasi Judgment dan Tim Serigala dari pemerintahan?" Kakek Sion bergumam kecil saat menonton pertempuran yang terjadi di depannya.
"Nak, aku sudah memberitahumu untuk menjauh dari Organisasi Judgment ini. Bahkan aku menyuruhmu pergi ke Kota Folis untuk menjauhi organisasi ini. Bagaimana kamu bisa berakhir bertemu dengan mereka? Apakah nasibmu begitu buruk?" Kakek Sion menggelengkan kepalanya saat melihat Rein yang ada di bawah kakinya.
"Apakah warna Abu-abu melambangkan kesialan? Haruskah aku menambahkan ini ke dalam buku?" Kakek Sion memegang dagunya dan berpikir.
Namun setelah memikirkannya selama beberapa saat, Kakek Sion menyerah. Dia sudah yakin lambang Abu-abu tidak mewakili apapun.
"Memang, warna abu-abu tidak melambangkan keberuntungan atau kesialan. Namun sekali bertemu dengan kesialan atau keberuntungan, itu akan mencapai level tertinggi." Kakek Sion berkata dengan lembut.
__ADS_1
Organisasi Judgment adalah organisasi yang menculik orang-orang baru-baru ini. Dan bahkan Rein mengalahkan salah satu anggota organisasi Judgment yang menyamar menjadi badut di Taman Hiburan, dan menyelamatkan anak-anak.
Menurut intelijen yang diketahui Kakek Sion, Organisasi Judgment ini bersarang tidak jauh di kota Redrock, yaitu kota Dunia Bawah, dan berada tepat di bawah kota Krona.
Organisasi Judgment cukup aktif di Kota Redrock, jadi Kakek Sion mengarahkan Rein pergi ke Kota Folis untuk menghindari Organisasi Judgment. Lagipula Rein sudah menggagalkan penculikan mereka, bukan tidak mungkin jika Rein mungkin akan di incar di sana.
"Tunjukkan padaku, sejauh mana kalian kehilangan kekuatan kalian di Dunia Bawah." Kakek Sion bergumam saat melihat pertempuran Gaemo dan Tyrak yang sedang berlangsung.
Gaemo dan Tyrak masih bertarung dengan sengit. Namun Tyrak saat ini terluka, darah sudah jatuh menyentuh jari-jarinya.
"Gaemo Tua, kenapa kamu tidak membiarkan generasi muda untuk mengambil alih panggung dunia, dan membiarkan dirimu sendiri mati di tanganku?" Tyrak bertanya dengan suara serak.
"Aku tidak berminat." Gaemo menggelengkan kepalanya sedikit.
"Orang tua akan selalu jadi orang tua, kamu keras kepala!" Tyrak mengeluh tidak senang.
Lalu, apakah menurutmu aku harus menyerahkan leherku padamu untuk dipotong agar merubah pandanganmu terhadap generasi yang lebih tua? Gaemo berpikir di dalam benaknya.
"Tyrak, aku tahu kamu memang bukan orang baik. Tapi aku tidak percaya kamu berani mengambil tindakan sejauh ini." Gaemo berkata dengan nada serius.
Gaemo mengerutkan kening dan tidak menjawab.
"Hari ini adalah pertempuran terakhir ku!" Tyrak berkata dengan nada lembut dan suram saat aura di dalam tubuhnya meningkat dengan cepat.
Gaemo segera mendapatkan kesadarannya kembali, dan bersiap dalam posisi defensif untuk menerima serangan Tyrak.
Namun yang tidak Gaemo harapkan, Tyrak menggunakan langkah yang berbeda dari yang dia harapkan.
"Mundur!"
Tyrak mengirimkan telepati nya ke semua anggota Organisasi Judgment yang berada di medan perang.
__ADS_1
Saat Tyrak mengirimkan telepati itu, kekuatan di dalam tubuhnya tiba-tiba meletus, dan membuat tubuhnya terbang ke kejauhan, dan meninggalkan Gaemo yang tercengang di tempatnya.
Satu persatu anggota Judgment yang masih hidup mundur dan berlari berpencar ke segala arah.
Tim Serigala dari pemerintahan yang melihat satu persatu pihak musuh lari segera mulai mengejar semuanya, dan berpencar ke segala arah.
Dalam sekejap, medan pertempuran yang sebelumnya ramai telah sepi dalam sekejap.
Gaemo yang melihat Tyrak lari hanya menghela nafas dan tidak ikut mengejar. Karena dia tahu bahwa salah satu aspek terkuat Tyrak adalah kecepatannya, dan dia tidak akan bisa mengejarnya.
Setelah itu, Gaemo membuka bajunya dan melihat luka hitam yang ada di perutnya.
"Kemampuannya telah meningkat dengan cepat. Jika aku bertarung lebih lama lagi dengannya, kondisiku akan semakin memburuk." Gaemo bergumam dengan suara lembut.
Gaemo melihat sekelilingnya dan hanya menemukan beberapa prajurit yang terluka atau tidak sadarkan diri di tanah. Ada yang dari Tim Serigala, ada juga yang berasal dari Tim Organisasi Judgment.
"Jika aku bergerak dalam kecepatan yang cepat, kondisiku akan semakin memburuk. Sepertinya brengsek Tyrak itu tidak hanya berencana untuk lari, dia juga ingin memancingku untuk mengejarnya, dan menunggu kondisiku semakin memburuk sebelum dia menggunakan serangan pamungkasnya." Gaemo menggelengkan kepalanya dan segera turun ke bawah.
Dia membantu beberapa anggota Tim Serigala yang masih selamat, dan menahan tim Organisasi Judgment yang selamat dengan kekuatannya.
Selain itu, dia juga sudah mengirimkan sinyal bantuan ke markas, dan tim lain yang bertugas untuk membersihkan medan perang akan mengurus semuanya di sini.
Tiba-tiba suara tepuk tangan muncul di sekitarnya.
"Pertarungan yang menarik."
Sebuah suara muncul dari kehampaan dan membuat Gaemo terkejut sesaat. Dia segera berdiri dan melihat sekelilingnya.
"Kamu mencariku?" Seorang pria berjubah hitam dengan wajah yang kabur seperti serpihan energi yang kacau muncul di belakang Gaemo.
Gaemo berbalik dan melihat pria dengan wajah kabur itu.
__ADS_1
"Kamu..." Gaemo ingin menyebutkan suatu nama, namun nama yang ingin dia sebutkan tersangkut di dalam tenggorokannya.
"Ya, ini aku." Pria berwajah kabut merentangkan kedua tangannya ke samping dan berkata : "Lord Judgment!"