
"Lord Judgment!"
Pria berjubah hitam berkata dengan lantang.
Saat mendengar nama Lord Judgment, Gaemo menyipitkan matanya dan memandangi pria bernama Lord Judgment itu dengan tatapan membunuh.
"Tidak perlu menatapku seperti itu, kamu tahu itu sia-sia." Lord Judgment berkata dengan santai dan berjalan ke depan dengan santai, seolah-olah dia berjalan di sebuah taman, dan bukan di medan perang.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Gaemo bertanya dengan nada dingin.
"Apa yang aku lakukan?" Lord Judgment terdiam sejenak sebelum menjawab dengan nada bermain-main : "Tentu saja aku datang ke sini untuk membersihkan kekacauan yang kalian buat."
Setelah mengatakan itu, Lord Judgment mengeluarkan sebuah Bola ungu dari lengan bajunya, dan melepaskannya terbang ke udara.
"Apa yang kamu lakukan!"
Gaemo dengan marah mendekati Lord Judgment dalam sekejap, dan menyerang tubuhnya dengan tinjunya yang diselimuti oleh cahaya matahari.
Boom!
Sebuah kawah tanah terbentuk akibat serangan Gaemo, dan menghancurkan setengah tubuh Lord Judgment.
"Ouch! Ouch! Itu sakit!" Lord Judgment berkata dengan nada kesakitan.
"Tapi Bohong!" Lord Judgment tertawa di depan wajah Gaemo yang marah tanpa merasakan sakit sedikitpun.
Walaupun tubuhnya telah hilang setengah, tapi Lord Judgment tidak merasakan sakit sedikitpun. Dia masih bisa berdiri dan berbicara dengan santai.
"Tidak perlu membuang energi mu, kamu perlu menyembuhkan dirimu sendiri dari sisa pertempuran mu dengan Tyrak." Lord Judgment memberikan saran yang baik kepada Gaemo.
"Hentikan!" Gaemo mencengkeram leher Lord Judgment.
Namun dalam sekejap, tubuh Lord Judgment berubah menjadi asap, dan melepaskan cengkraman tangan Gaemo.
__ADS_1
"Sudah aku katakan, itu sia-sia." Lord Judgment berkata dengan acuh.
Gaemo hanya bisa mengangkat kepalanya ke langit, dan melihat bola ungu yang terbang ke langit, dan terbang tepat di atas pusat medan pertempuran.
Dalam sekejap mata, Bola ungu itu mengeluarkan semburan energi dan meluas menutupi seluruh medan perang.
Lord Judgment hanya tersenyum melihat seluruh medan perang tertutupi oleh energi Bola ungu.
"Kenapa kamu begitu kejam terhadap sesama rekan manusia mu? Bahkan jika kamu membunuh mereka, setidaknya tinggalkan tubuh mereka untuk dikuburkan!" Gaemo berteriak di depan Lord Judgment.
"Apa bedanya manusia dengan ras lain?" Lord Judgment bertanya dengan acuh : "Kenapa kita tidak sendirian di dunia ini adalah untuk membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Dengan itu, setiap individu bisa bersaing dan berkembang. Lalu, apa salahnya melahap saingan kita untuk mengembangkan kekuatan kita sendiri?"
Tubuh Gaemo bergetar marah mendengar kata-kata itu. Dia ingin menghentikan semua ini, tapi dia tidak bisa.
Dalam catatan pemerintahan, orang menyebut dirinya sebagai Lord Judgment memiliki dua tubuh. Yang satu adalah tubuh asli, dan yang satunya lagi adalah tubuh klonnya.
Tubuh klonnya ini sangat unik dan misterius. Tubuh klonnya tidak benar-benar kuat dan tidak memiliki kekuatan untuk membunuh lawan. Namun tubuh klonnya berguna untuk membawa Bola ungu kemanapun dan menyerap mayat dan sisa kekuatan makhluk hidup yang mati.
Dan yang paling menjengkelkan adalah, bahkan jika tubuh klon Lord Judgment di hancurkan, Bola ungu itu tetap akan kembali ke tangan tubuh asli Lord Judgment menggunakan teleportasi.
Tubuh yang tergeletak di tanah mulai bergetar secara bersamaan, dan secara perlahan, tubuh mereka hancur dan berubah menjadi energi merah, di serap ke dalam Bola Ungu yang berada di udara.
Gaemo melihat tubuh satu persatu rekannya yang mati telah hancur, dan menjadi energi di bawah pengaruh kekuatan Bola ungu. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya karena tidak bisa melakukan apapun.
Hanya prajurit yang sudah mati yang tubuhnya berubah menjadi energi. Tubuh orang yang masih hidup dan berada dalam kondisi sekarat masih aman dan sehat, tidak ada sedikitpun luka yang disebabkan oleh Bola ungu.
Lima menit kemudian, Bola ungu sudah menyerap semua korban yang telah mati. Dan Bola ungu itu perlahan turun ke bawah, dan kembali ke tangan Lord Judgment.
"Selesai. Bukankah itu mudah?" Lord Judgment menoleh dan melihat Gaemo yang menundukkan kepalanya.
"Yah, lupakan. Kita akan bertemu lagi di medan perang selanjutnya." Lord Judgment melambaikan tangannya kepada Gaemo yang masih menundukkan kepalanya.
Dalam sekejap, tubuh Lord Judgment berubah menjadi asap hitam dan menghilang dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Setelah Lord Judgment pergi, Gaemo berlutut di tanah dengan perasaan bersalah.
Kematian anggota timnya sudah merupakan kerugian yang sangat berat baginya. Dan setidaknya, dia harus bisa membawa tubuh anggota timnya yang mati untuk dipulangkan ke keluarga mereka, dan menguburnya.
Namun hal sepele seperti ini tidak bisa dia penuhi. Dia akhirnya merasakan penderitaan tim lain yang telah jatuh dalam keadaan yang sama sepertinya saat ini di masa lalu.
"Lord Judgment… Cepat atau lambat, aku akan mencabik-cabik tubuhmu menjadi seribu potongan!" Gaemo menggertakkan giginya sampai gusinya berdarah.
Di pinggir medan perang, Kakek Sion yang melihat semua kejadian dari awal hingga akhir hanya diam dan menonton. Melihat bagaimana Gaemo pemimpin tim Serigala terpukul, Kakek Sion hanya menggelengkan kepalanya sedikit dan mendesah.
Kemudian dia melihat ke bawah di mana posisi Rein berada.
"Anak ini..." Kakek Sion merasakan sesuatu yang berbeda yang berasal dari tubuh Rein.
Saat ini, tubuh Rein memasuki kondisi yang unik. Sebelumnya tubuhnya seperti kehilangan kendali, dan dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Walaupun pertempuran telah berhenti, sisa aura medan perang masih melekat di daerah ini, dan masih memberikan tekanan kepada Rein.
Dan saat ini, di mata Kakek Sion, tubuh Rein sangat rileks. Seolah-olah dia telah mengalami pembaptisan untuk tubuhnya, dan telah berhasil selamat dari sebuah perang.
Kenapa Kakek Sion mengatakan hal seperti ini? Itu karena dia tahu seperti apa tubuh seseorang yang telah selamat dari medan perang dan memiliki banyak pengalaman perang.
Itu karena seorang prajurit yang selamat dari perang akan meninggalkan pengalaman perang di tubuhnya, dan tidak hanya di pikirannya saja. Dan saat prajurit itu kembali ke medan perang, tubuh mereka akan jauh lebih rileks dan tidak tertekan seperti sebelumnya.
Ini hanya bisa dicapai oleh Prajurit berpengalaman yang telah melewati medan perang berulang kali, dan mengukir pengalaman perang di seluruh tubuhnya, dan membuat tubuhnya terbiasa dengan aura mencekam dan mematikan dari segala arah.
Inilah yang membuat Kakek Sion heran, apakah Rein mencapai kondisi itu dengan mudah?
Baik-baik saja jika Rein ikut berpartisipasi dalam pertarungan yang terjadi sebelumnya, tapi Rein hanya menonton dari samping. Bahkan orang yang sangat berpengalaman seperti Kakek Sion tidak yakin keadaan seperti apa yang telah dicapai oleh Rein saat ini.
"Warna abu-abu… Tidak melambangkan apapun... Tidak terikat sebab dan akibat… Mungkinkah hanya orang-orang yang memiliki warna abu-abu seperti Rein yang bisa mencapai hal-hal aneh seperti ini?" Kakek Sion tidak yakin. Rein adalah orang pertama yang Kakek Sion ketahui yang memiliki warna abu-abu di usia dewasa.
Di dalam tubuh Rein, Esensi River Children yang sebelumnya kacau dan tersebar mulai kembali menjadi stabil. Namun itu tidak kembali ke bentuk aslinya yaitu Esensi River Children, namun Esensi River Children nya menyatu persis sama dengan aura medan perang yang ada di sekitarnya!
__ADS_1