
"Memenuhi permintaanmu?" Gavi bingung dengan apa yang dikatakan oleh Rein.
Tantangan Duel paling-paling mereka bertarung, lalu pemenang dan pecundang diputuskan dari pertarungan mereka berdua, apakah perlu menambahkan persyaratan lain?
"Coba kamu pikirkan baik-baik, aku adalah murid biasa, dan kamu adalah seorang jenius. Kita semua tahu perbedaan antara jenius dan kita murid biasa, jika kita menerima tantangan murid jenius, setidaknya kita harus mendapatkan sesuatu dari itu kan?" Rein bertanya pada Gavi.
Orang-orang yang menonton di belakang Rein mengangguk setuju.
"Apakah kamu ingin uang? Tidak perlu khawatir, aku akan memberimu kompensasi untuk luka yang kamu terima." Gavi berkata dengan santai.
"Tidak, aku tidak ingin uang." Rein menggelengkan kepalanya dan melanjutkan : "Jika kamu ingin aku menerima tantanganmu, kamu harus menyetujui permintaanku. Pertama, aku memerlukan waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri. Lagipula aku hanya murid biasa, aku menerima tantanganmu bukan untuk dipukuli saja, tapi itu juga untuk merangsang tekadku untuk menjadi lebih kuat."
Gavi berpikir di dalam benaknya dan merasa masuk akal, dia berkata dengan serius : "Lanjutkan."
"Dan yang kedua, aku ingin menerima hadiah. Bagaimana jika aku bisa mengalahkan kamu? Setidaknya aku harus mendapatkan hadiah kan setelah mengalahkan jenius? Ini juga untuk merangsang tekadku untuk menjadi lebih kuat." Rein berkata sambil mengangkat dua jarinya ke depan.
"Kamu benar-benar percaya bahwa kamu memiliki kesempatan untuk mengalahkan aku? Hehe, baiklah, tidak apa-apa. Kamu ingin Pil Ex-Mortal kan? Aku tidak keberatan untuk memberimu beberapa." Gavi menjawab dengan santai.
"Tidak, aku tidak ingin Pil Ex-Mortal." Rein menggelengkan kepalanya dan melanjutkan : "Aku menginginkan Pil Kultivasi Jiwa, minimal dua puluh Pil!"
Mendengar itu, orang-orang yang menonton disekitarnya menarik nafas dalam-dalam dengan permintaan Rein yang cukup berlebihan.
Dua puluh Pil Kultivasi Jiwa!
Satu buah Pil Kultivasi Jiwa menghabiskan sekitar 1000 Kredit, dan Rein meminta Dua puluh Pil sekaligus! Itu sama saja dengan dia meminta uang 20,000 Kredit!
"Apa-apaan permintaanmu itu? Itu terlalu berlebihan! Kamu pikir uang jatuh dari langit!?" Bawahan Gavi merasa marah dengan permintaan Rein yang berlebihan.
"Tentu saja tidak, tapi Tuan Gavi setidaknya merasakan hal seperti itu kan?" Rein tersenyum main-main.
Bawahan Gavi menjadi marah dan ingin terus berbicara. Namun Gavi mengangkat tangannya dan menghentikan bawahannya : "Cukup!"
__ADS_1
Dihentikan oleh Bosnya, bawahan itu akhirnya mundur dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Gavi memandang Rein dengan hati-hati dari atas ke bawah, dan bertanya : "Jika aku menang, apa yang akan aku dapatkan?"
Jika Rein menang, dia akan mendapatkan sesuatu. Dan secara logika, jika Gavi menang, dia harus mendapatkan sesuatu juga.
"Kamu yang menantangku dan aku hanya menerimanya. Lagipula, walaupun permintaan itu agak berlebihan, itu hanya alat untuk menguatkan tekadku untuk menjadi lebih kuat. Bukankah Tuan Gavi percaya diri untuk menang dalam Duel ini? Kenapa harus takut menerima permintaanku ini yang sama saja dengan omong kosong belaka? Lagipula aku hanyalah orang miskin, apa yang bisa aku berikan pada Tuan Gavi?" Rein melebarkan kedua tangannya ke samping, menunjukkan bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa.
"Apa yang kamu katakan benar, tapi tetap saja setidaknya kamu harus mengalami kerugian kan? Bagaimana dengan ini, jika kamu kalah, kamu harus memutuskan hubunganmu dengan Viola." Gavi berkata sambil menyeringai.
"Kamu mencari kematian?" Rein menyeringai, tanpa disadari, seluruh tubuhnya saat ini dipenuhi dengan esensi Teknik Siluman. Namun karena Teknik Siluman seperti seorang pengecut yang bersembunyi di kegelapan, orang lain hanya merasakan Aura Rein menjadi agak kuat, dan tidak terlihat menakutkan.
"Ini antara kamu dan aku, tidak ada hubungannya dengan Viola. Jika kamu dari awal ingin mengincarnya, kenapa kamu tidak menantangnya? Apa? Kamu takut dengannya? Kamu hanya berani melawan orang yang lebih lemah darimu? Apakah kamu seorang pengecut atau jenius? Sungguh konyol! Kamu dengan bangga mengatakan dirimu jenius? Jika aku ayahmu, aku sudah memukuli pantatmu sampai semua sumberdaya kultivasi yang kamu konsumsi keluar dari dalam tubuhmu!" Rein langsung mengatakan kata-kata itu di depan Gavi tanpa rasa takut.
Mendengar itu, murid-murid Akademi Golden Nimbus semuanya tertawa dan setuju dengan kata-kata Rein.
Ada seorang Jenius asli dan juga Jenius palsu, mereka hanya mengandalkan sumberdaya kultivasi untuk menyamai tingkat jenius. Pada tahap awal, mereka memang terlihat hebat, tapi semakin tinggi level kultivasi, semakin terlihat siapa jenius palsu.
Ditertawai oleh banyak orang, wajah Davi agak merah menahan amarahnya. Tapi dia tidak bisa membantah kata-kata Rein dan hanya bisa menerima semua kata-katanya dengan pasif.
"Lihat, dia menjadikanmu objek bertaruh, apakah kamu tidak ingin memukulinya?" Rein bertanya pada Viola sambil menunjuk Gavi dengan jarinya.
"Yah, dia memang sudah berlebihan. Aku perlu memberinya pelajaran yang bagus." Viola berkata dengan dingin.
Hal yang paling dibenci oleh Viola adalah orang yang mengatur hidup orang lain seperti sebuah berang! Dan Gavi telah melewati garis bawahnya saat ini.
Melihat Viola yang menatapnya dengan tatapan membunuh, Gavi merasakan keringat dingin mengalir di belakang punggungnya.
Untuk menghindari situasi memburuk lebih jauh, Gavi hanya bisa menggertakkan giginya dan segera menerima permintaan Rein sebelum Viola menantangnya.
"Baiklah! Aku menerima semua permintaanmu! Bulan depan, aku akan datang ke sini dan berduel denganmu!" Gavi menggertakkan giginya saat mengatakan itu.
__ADS_1
Dia tidak ingin Viola menantangnya saat ini, lagipula dia pasti akan menolak tantangannya. Jika itu terjadi, apa yang dikatakan Rein sebelumnya akan menjadi kenyataan, dan dia akan menjadi bahan lelucon bagi orang lain.
"Setidaknya kamu bertindak sangat cepat." Rein menatap Gavi dengan tenang.
"Kita pergi." Gavi mengatakan itu membawa anak buahnya pergi dari Akademi Golden Nimbus.
Dia sudah kehilangan wajahnya saat ini, jika dia tinggal lebih lama di sini, situasinya tidak akan membaik dan mungkin akan menjadi lebih buruk.
Melihat Gavi dan bawahannya pergi, akhirnya acara kecil ini telah diselesaikan dengan baik.
"Kamu yakin ingin melawannya?" Viola bertanya pada Rein.
"Aku sudah menerima tantangannya, aku tidak bisa mundur kan?" Rein menjawab dengan santai.
"Kamu yakin bisa mengalahkannya?" Viola bertanya lagi.
Dia tahu bahwa kekuatan Rein meningkat saat dia mengambil tindakan di Taman Hiburan sebelumnya, tapi saat itu Rein terluka parah.
Viola menebak Rein menggunakan Teknik Terlarang untuk melumpuhkan lawan dalam sekali serangan jika dilihat dari cedera yang dia terima.
Teknik Terlarang memang bisa meningkatkan kekuatan seseorang, namun itu hanya bertahan sebentar dan tidak bisa mengukur kekuatan asli orang lain hanya dengan Teknik Terlarang.
"Aku memiliki 20 persen peluang untuk mengalahkannya." Rein menjawab dengan senyum.
"Jika kamu percaya diri, itu baik-baik saja. Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa mengatakannya kepadaku." Viola berkata.
"Tentu." Rein tidak menolak dan menerimanya.
Walaupun Rein menyebutkan dia memiliki peluang 20 persen untuk mengalahkan Gavi, dia sebenarnya sangat tenang di dalam hatinya karena dia sudah mengetahui kekuatan lawan.
[ Simulasi Individu ]
__ADS_1
[ Gavi - Beyond Mortal Stage-8 ]