Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 27


__ADS_3

Rein tidak ingin menerima tantangan orang lain karena itu tidak berguna dan buang-buang waktu.


Karena tidak ada keuntungan dan kegunaannya, Rein segera menolak : "Katakan padanya bahwa aku tidak berminat untuk berduel, dan katakan padanya juga tentang..."


Saat Rein ingin menitipkan pesan kepada David untuk murid Akademi lain, pemberitahuan Sistem tiba-tiba muncul di depan matanya dan membuatnya menghentikan kata-kata yang ingin dia ucapkan.


[ Terdeteksi bahwa Host memiliki tantangan di jalan hidupnya ]


[ Pilih salah satu dari pilihan berikut ]


[ 1. Menerima tantangan dan mengalahkan pihak lawan ]


[ Hadiah : Voucher Simulasi 48 Jam, Pil Kultivasi Jiwa (10), Batu Spiritual tingkat rendah (100) ]


[ 2. Tetap rendah hati dan menolak tantangan pihak lawan ]


[ Hadiah : 100 Poin, Batu Spiritual tingkat rendah (10) ]


[ 3. Minta Viola untuk mengalahkannya ]


[ Hadiah : 20 Poin, Pil Ex-Mortal (5) ]


Melihat pemberitahuan Sistem di depan matanya, Rein terkejut.


Apakah Sistem sudah berkembang dan secara bertahap menyempurnakan dirinya sendiri? Rein memikirkan hal ini di dalam benaknya.


Ini adalah pertama kali baginya menerima misi yang berhubungan dengan dunia nyata, apalagi hadiahnya sangat murah hati!


Pil kultivasi jiwa digunakan untuk meningkatkan efektivitas kultivasi jiwa, itu sama seperti Pil Ex-Mortal.


Batu Spiritual tingkat rendah adalah sebuah batu kecil transparan putih yang memiliki energi spiritual di dalamnya. Batu Spiritual umumnya digunakan untuk berkultivasi oleh Kultivator True Master dan di atasnya.


Di dunia manusia memiliki mata uang mereka sendiri, mata uang ini disebut Kredit. Dan Batu Spiritual juga bisa dijual untuk mendapatkan kredit, namun cukup sulit untuk orang biasa membeli Batu Spiritual menggunakan Kredit.


Satu kredit kira-kira sama dengan 1 Dollar Amerika di bumi.


Satu Baru Spiritual tingkat rendah memiliki harga sekitar 200 sampai 300 kredit. Itu berarti dia secara tidak langsung memiliki 30,000 kredit!?


Bahkan buku tabungan Rein hanya memiliki angka ratusan setelah menabung selama bertahun-tahun!

__ADS_1


"Hadiah pilihan pertama sangat kaya, apakah aku harus memilihnya? Pilihan kedua sejalan denganku, tapi hadiahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan yang pertama. Lalu pilihan ketiga... Apa-apaan ini? Apakah Sistem ingin melatihku untuk memiliki wajah tebal seperti besi!?" Rein berpikir di dalam benaknya.


Dia tidak langsung memilih, namun memikirkannya dengan hati-hati.


Kakek Sion telah memberitahunya bahwa jika kekuatannya begitu tinggi, dia akan menjadi incaran organisasi atau keluarga yang kuat dan menjadi pekerja bagi mereka.


Dia tidak memiliki latar belakang yang cukup untuk menjaga kebebasannya sendiri, bahkan jika dia tahu Kakek Sion bukan orang yang sederhana, tapi Kakek Sion menyembunyikan identitasnya, pasti ada alasan dibalik itu kenapa dia menyembunyikan identitasnya. Dia tidak berani bergantung dengan Kakek Sion dan merepotkan nya.


Namun dia sangat butuh Hadiah pilihan pertama, terutama Pil Kultivasi Jiwa.


Kultivasi Jiwa membutuhkan bakat seorang jenius untuk melatihnya di level Beyond Mortal, dan setelah Rein secara paksa belajar Teknik Jiwa yang Tenang dengan bantuan sistem, dia mampu melatih Teknik ini!


Tapi kecepatan berlatihnya sangat buruk, tidak seperti jenius asli. Seolah-olah Rein hanya berada di level terbawah saat berlatih Teknik Jiwa yang Tenang di level Beyond Mortal.


Jadi dia membutuhkan Pil Kultivasi Jiwa ini untuk menebus kekurangan bakatnya dan mempercepat kultivasinya.


Teknik Jiwa yang Tenang melatih jiwanya dan sekaligus memperkuat mentalnya.


Ada Teknik Kultivasi mental, tapi Rein tidak bisa belajar saat ini karena dia memiliki slot terbatas untuk Teknik yang bisa dia pelajari, dan juga dia tidak memiliki poin yang bisa dia bakar untuk saat ini.


"Hei, kenapa kamu diam? Jika kamu ingin menolaknya, kamu harus mengatakan langsung kepadanya, aku bukan orang yang pergi ke sana kemari untuk menyampaikan pesan, kau tahu?" David tiba-tiba berkata dan membangunkan Rein yang berada dalam keadaan linglung.


"Itu hanya situasi khusus, oke? Bukan pekerjaan sampinganku!" David menjawab dengan perasaan berat.


Sebagian besar dia menyampaikan pesan dari Viola kepada Rein, dengan melakukan ini, dia bisa berkomunikasi dengan Viola walaupun hanya sebentar, kenapa dia harus menolak kesempatan untuk berkomunikasi dengan Viola? Jadi dia melakukan ini dengan sukarela!


"Terserah apa katamu." Sudut mulut Rein berkedut : "Ngomong-ngomong, di mana anak itu? Aku mungkin menerima tantangannya jika dia setuju dengan permintaan ku."


"Dia ada di luar gerbang Akademi, aku akan mengantarmu ke sana. Tidak perlu malu, lagipula dia juga jenius di Akademi Akadia, adalah hal yang normal untuk menolak ajakan duelnya, aku akan berdiri mendukungmu..." David tiba-tiba berhenti dan bertanya dengan terkejut : "Kamu ingin menerima tantangannya?"


"Benar, apakah ada yang salah? Ini hanya duel sederhana, bukan pertarungan hidup dan mati." Rein menjawab dengan tenang.


"Walaupun dia murid tahun pertama, dia adalah jenius Akadia, setidaknya dia memiliki level kultivasi Beyond Mortal Stage-7..." David berkata dengan lembut.


"Aku tahu, aku hanya akan menerimanya jika dia setuju dengan permintaanku." Rein menepuk bahu David dengan kuat dan membuat tubuh David bergetar sedikit.


"Sial, kamu sudah sekuat ini. Baiklah, aku akan mengantarmu ke sana. Jika kamu bertarung dengan baik, aku akan memberimu beberapa obat untuk membantumu pulih lebih cepat." David berkata.


"Itu tidak perlu." Sudut mulut Rein berkedut, dia menerima tantangan pihak lawan bukan untuk dipukuli!

__ADS_1


Setelah itu David membawa Rein keluar dari Dojo dan menuju Gerbang Akademi.


Di Gerbang Akademi Golden Nimbus, seorang pria muda yang agak gemuk dengan empat orang di belakangnya berdiri di luar Gerbang Akademi.


Pria muda yang agak gemuk itu bernama Gavi, dia memiliki orang tua yang kaya di belakangnya.


"Dimana anak itu? Apakah dia takut?" Gavi berkata di depan murid-murid Akademi Golden Nimbus yang sedang menonton.


Penjaga Gerbang Akademi Golden Nimbus menggelengkan kepalanya dan melanjutkan memainkan tablet di tangannya dan mengabaikan kata-kata Gavi.


Akademi tidak melarang tantangan yang berasal dari Akademi lain, dan semuanya diserahkan kepada kedua belah pihak untuk memutuskan. Kecuali Gavi memaksa pihak lawan untuk menerima tantangan, saat itulah pihak Akademi akan bertindak.


"Bukankah itu murid baru Akademi Akadia yang agak populer baru-baru ini?"


"Ya, dia adalah murid Akademi Akadia. Tapi kenapa dia ingin menantang Rein? Kenapa tidak kita? Aku cukup penasaran untuk bertarung dengan murid akademi lain."


"Aku mendengar rumor bahwa dia menyukai Viola, dan dia mencaritahu Viola lebih jauh dan mengetahui bahwa dia dekat dengan Rein. Jadi dia memutuskan untuk menantang Rein, sepertinya dia ingin menunjukkan kekuatannya kepada Viola?"


"Sepertinya seperti itu. Tapi bagaimana dia mencari tahu informasi Viola? Apakah dia tidak tahu hubungan Viola dan Rein bukan karena kekuatan?"


"Siapa yang tahu? Dia adalah anak dari salah satu pemegang saham di Perusahaan Battalion Okhom. Dengan hidupnya yang nyaman, mungkin dia berpikir semuanya tentang kekuatan semata?"


"Battalion Okhom? Bukankah itu perusahaan besar?"


Murid-murid Akademi berdiskusi diantara mereka sendiri dan mengabaikan Gavi yang berdiri diluar Gebang Akademi bersama bawahannya.


Melihat dia diabaikan, Gavi merasa marah! Dari kecil tidak ada yang pernah berani mengabaikannya! Sekarang dia diabaikan oleh banyak orang.


Tidak jauh dari gerbang Akademi, Viola datang bersama temannya menuju gerbang Akademi.


"Dia sepertinya benar-benar menyukaimu sampai menantang Rein untuk berduel." Wanita cantik berambut pirang terkikik saat mengatakan itu kepada Viola.


"Ini benar-benar kekanak-kanakan, jika mereka ingin mengejarku, kenapa harus membawa Rein ke dalamnya? Tahun lalu juga terjadi di dalam Akademi ini, akhirnya aku menantang mereka semua satu persatu dan mengalahkan mereka semua dan membuat mereka menjadi patuh dan diam." Viola menggelengkan kepalanya dengan sedih : "Apakah kamu tahu kenapa ini terjadi, kak Kira?"


Wanita cantik berambut pirang bernama Kira menjawab : "Para pria seperti seorang pemburu. Saat mereka berkumpul di satu tempat dan terdapat seekor babi di tempat mereka berada, apa yang akan terjadi?"


Viola memegang dagunya dan berkata : “Mereka akan lari?”


“…” Kira.

__ADS_1


__ADS_2