Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 45


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, dan Rein berada di dalam dunia Simulasi.


Saat ini Rein sedang mencoba menerobos level True Master, namun sangat sulit untuk dilakukan.


Duduk bersila di lantai, Rein merasakan dentuman keras yang berasal dari dalam tubuhnya.


Dum! Dum! Dum! Psssshhh ~


Seolah-olah sebuah bola karet telah mengempis dan kekuatannya menghilang.


Rein membuka matanya dan memiliki pandangan mata yang bingung.


[ Terdeteksi bahwa Tubuh Host tidak sesuai dengan data Tubuh Asli. Dunia Simulasi akan di reset ]


Beberapa saat kemudian pandangan mata di depan Rein menjadi kabur sebelum kembali dengan cepat.


Setelah Dunia Simulasi di reset, Rein duduk bersila dan berpikir.


"Level True Master sangat berbeda dengan level Beyond Mortal. Di alam True Master, sudah menjadi hal yang umum untuk gagal menerobos, dan kultivator generasi baru harus belajar bagaimana cara mengatasi hal ini. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk mengatasi ini, dan di alam True Master lah bakat kultivasi biasa bisa mencoba untuk bersaing dengan para jenius, karena di alam True Master, bukan hanya tentang bakat.


"Kultivasiku meningkat dengan cepat, dan energi Spiritual yang aku kumpulkan sudah cukup bagiku untuk mencoba menerobos level kultivasi. Tapi aku kekurangan hal yang penting, yaitu massa energi Spiritual.


"Angka Energi di antarmuka sistem seperti sebuah Volume air, dan sekarang aku gagal, kemungkinan besar adalah Massa air yang aku miliki terlalu lemah. Walaupun Volume airnya sama, yang menentukan kualitasnya adalah Massa air, semakin berkualitas, semakin berat Massa air, walaupun Volumenya sama." Rein segera meringkas semua pengalamannya selama ini.


Energi Spiritual di tubuhnya bisa digambarkan sebagai Air, dan tubuhnya adalah wadah air. Tubuhnya saat ini sudah menampung Volume air hingga penuh, dan dia hanya perlu meningkatkan Massa air untuk membuat perubahan besar pada kekuatan Spiritualnya.


"Kemajuanku terhambat di sini, dan aku tidak bisa memikirkan cara lain. Mungkin itu berhubungan dengan Esensi River Children." Rein segera menebak sesuatu.


"Buka profil." Rein memberikan perintah kepada Sistem.


Nama : Van Rein


Usia : 17 Tahun


Level Kultivasi : True Master Stage-3


Energi : 4,000/4,000


Esensi : River Children (99%)


Teknik Tubuh : Serenity River Body


Teknik Pedang : River Flow : Shatter River, River Flow : Eclipse


Teknik Kultivasi : River Children Form (Transformasi), Path River and Soul


Teknik Rune Master : Teknik Menulis Langit dan Bumi (Bagian Pertama) (Kemajuan Bagian Kedua : 53%)


Poin yang dimiliki : 12,340 Poin


Kemajuan Kultivasinya sangat mencengangkan, bahkan bagi Rein sendiri.


Yang tidak dia harapkan adalah timbal balik kultivasi dari Teknik Menulis Langit dan Bumi, setiap kali dia selesai menciptakan 1,000 Rune Talisman, sebuah timbal balik energi Spiritual akan memasuki tubuhnya dalam jumlah yang sangat banyak.


Di tambah dengan Teknik Kultivasi River Children, perkembangan Kultivasinya tidak terbendung.


Selain itu, Poin yang dia miliki meningkat dengan sangat banyak. Bukan karena dia rajin berlatih, namun karena setelah dia membuat Rune Talisman selama satu minggu, Sistem tiba-tiba memberikannya sebuah misi.

__ADS_1


[ Misi Rune Master : Membuat 500 Rune Talisman ]


[ Hadiah : 1,000 Poin ]


Misi Rune Master adalah misi yang berulang, setiap kali Rein menyelesaikan misi itu, misi Rune Master akan di reset dan diulang kembali.


Jadi Rein memanen poin dalam jumlah yang sangat besar saat dia berlatih dan membuat Rune Talisman.


Namun Rein memiliki perasaan bahwa Sistem sepertinya akan berubah lagi di masa depan. Semakin dia tumbuh kuat, Sistem sepertinya mulai menyempurnakan dirinya dengan sangat cepat.


Esensi River Children telah berhenti di angka 99%, dan ini membuat Rein memiliki gejala perfeksionis yang sangat gatal untuk memukul angka 99% itu untuk menjadi lengkap 100% sempurna.


Perkembangannya yang cepat dalam Esensi River Children di sebabkan oleh Teknik Menulis Langit dan Bumi.


Teknik Menulis Langit dan Bumi seperi Nutrisi bagi Esensi River Children, semakin dia memahami Teknik Menulis Langit dan Bumi, semakin dia memahami Esensi River Children jauh lebih mudah.


Dan sekarang, Esensi River Children telah macet di angka 99%.


Walaupun angka 99% bisa dikatakan hampir sempurna, namun itu tidak benar-benar memiliki kekuatan sejati Esensi River Children.


Jika Rein bisa menggambarkannya, itu seperti dia mengunduh file Zip di internet, dan angka 1% unduhan terakhir tiba-tiba menjadi corrupt, dan unduhan nya telah selesai secara paksa.


Angka 1% memang sangat kecil, tapi itu memiliki efek yang sangat fatal terhadap keseluruhan file Zip. Dengan 99% file Zip yang dia unduh, dia tidak bisa mengekstrak file sejati yang ada di dalam folder Zip.


Ini sama seperti Esensi River Children. Angka 99% memang terlihat hampir sempurna, tapi dia masih tidak bisa mengeluarkan kekuatan sejati Esensi River Children sepenuhnya.


"Aku sudah mencoba Simulasi dan melawan Viola, namun tetap saja aku tidak bisa melangkahkan kakiku di garis akhir Esensi River Children. Sepertinya aku kekurangan sesuatu yang sangat penting, dan secara tidak sadar mengabaikannya." Rein memikirkan kenapa dia tidak bisa mengambil langkah terakhir dalam Esensi River Children.


Pada umumnya, ketika seorang Kultivator memasuki level True Master, Esensi mereka sudah sepenuhnya terbentuk sempurna, atau hampir terbentuk sempurna.


Dan yang aneh adalah, Simulasi individu Viola sepertinya harus dia update.


Untuk update ini, sepertinya itu karena Kultivasi Viola telah naik dan perlu dia pindai lagi untuk mendapatkan data terbaru.


Selain itu, walaupun Rein memiliki banyak Poin, dia tidak berencana untuk mencari Teknik Baru.


Setelah dia mendapatkan indra ilahi, dia bisa memeriksa jiwa dan tubuhnya sedikit. Semakin kuat dan beragam sebuah Teknik, itu akan memakan banyak ruang Mentalnya.


Sebenarnya memiliki beragam kemampuan juga tidak buruk, dan kekuatan bertarungnya akan sangat bervariasi. Namun Rein sudah memutuskan dari dulu bahwa dia akan berjalan di satu jalur hingga ekstrim. Hanya dengan itu, dia berencana menggunakan ruang Mental miliknya yang telah meluas untuk meningkatkan Teknik River Children.


Pada akhirnya, dia bukan seorang Jenius yang tiada tara nya yang bisa belajar semua jenis Teknik dengan mudah. Dan pada akhirnya, seorang Kultivator yang kuat hanya akan memiliki satu julukan bergantung pada aspek terkuat miliknya.


Jika pada akhirnya dia harus memutuskan untuk berjalan di satu jalan, kenapa dia harus memilih jalan yang lain dan membuat jalan masa depannya bercabang?


Tentu saja Rein percaya bahwa apa yang dia pikirkan bukanlah kebenaran Kultivasi. Lagipula dalam Kultivasi, tidak ada benar dan salah. Selagi mendapatkan kekuatan dan mengalahkan semua musuh, apakah masih perlu membicarakan jalan mana yang benar?


Setiap orang memiliki jalan mereka sendiri, begitupun Rein.


"Satu bulan hampir berlalu, dan aku harus kembali. Aku akan berjalan-jalan di sekitar kota Folis, mungkin aku menemukan sesuatu yang menarik." Rein tersenyum kecil.


Setelah itu dia merapihkan tempat kerjanya, dan mengumpulkan semua Rune Talisman yang telah dia buat.


Harus di garis bawahi bahwa selama ini, Rein selalu mengenakan topeng dan jubah hitam. Walaupun nama Samu terkenal sebagai salah satu orang yang layak dipercayai di Dunia Bawah, tapi Rein tetap berhati-hati dengannya.


Rein mengeluarkan pedang baru yang telah dia beli dari Samu. Pedang itu memiliki bilah tajam berwarna ungu, ini adalah pedang untuk Kultivator True Master.


Rein meletakkan pedang di sarung pedang yang berada di pinggangnya dan berjalan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Saat Rein berjalan di tengah-tengah area Manor, kebetulan Samu juga baru saja kembali dari luar. Melihat Rein, Samu mata yang bersinar dan tersenyum cerah.


"Hahaha! Kamu akhirnya mau keluar setelah mengurung diri selama satu bulan?" Samu tertawa dan mendekati Rein.


"Aku tidak memiliki waktu untuk berjalan-jalan keluar. Lagipula aku datang ke sini untuk melakukan sesuatu dan bukan untuk berlibur." Rein menjawab dengan santai.


"Ya ya, semakin giat kamu membuat Rune Talisman, semakin cepat perkembangan mu di jalan seorang Rune Master." Samu tersenyum, saat dia mengatakan ini, nadanya agak sedikit senang.


Bagaimana Samu tidak senang, dalam satu bulan terakhir, dia terkejut dengan Rune Talisman yang diciptakan oleh Rein! Selain itu, kecepatan produksinya sudah seperti Rune Master tingkat menengah yang berpengalaman!


Level Rune Master terdiri dari, Pemula, Magang, Menengah, Tinggi, Ahli, dan Grandmaster.


Dengan melihat betapa kompetennya Rein, tentu saja Samu senang karena di masa depan, kerja sama antara keduanya akan sangat berjalan sangat lancar!


Rein tersenyum kecil dan berkata : "Ini adalah batch terakhir yang aku janjikan. Di masa depan, kamu harus mengirimkan bahan dan sumberdaya Kultivasi seperti yang kita sepakati sebelumnya."


Rein menjentikkan jarinya dan segera sebuah kantong tas yang berisi tumpukan Rune Talisman muncul di tangannya.


Melihat ini, Samu hanya bisa mendesah agak kagum. Dari awal, Rein menunjukkan kemampuan ini padanya. Pada awalnya Samu mengira Rein memiliki Cincin penyimpanan, namun setelah dia memeriksanya dengan cermat, dia tidak menemukan Cincin penyimpanan atau hal serupa yang berada di tubuh Rein.


Dengan ini Samu percaya bahwa Rein memiliki identitas yang tidak sederhana!


Jika Rein mengetahui pikiran Samu, mungkin dia akan tertawa. Tentu saja dia menggunakan penyimpanan Sistem miliknya, dan mengeluarkannya ke luar seolah dia memiliki cincin penyimpanan.


Tentu saja Rein melakukan ini bukan untuk pamer. Lebih tepatnya dia menunjukkan kemampuannya kepada Samu, semakin Samu percaya bahwa Rein memiliki harta penyimpanan yang tersembunyi, semakin baik itu.


Karena Rein tidak memiliki latar belakang yang kuat, dia hanya bisa membuat ilusi kepada pihak lawan bahwa dia memiliki latar belakang yang cukup kuat dengan mengandalkan penyimpanan Sistem.


Samu menerima tas kain yang diberikan oleh Rein dan tersenyum : "Kecepatan produksi mu memang salah satu dari yang terbaik."


Setelah mengatakan itu, Samu menyimpan tas kain ke dalam cincin penyimpanannya, dan mengeluarkan sebuah tas kain lain di tangannya.


"Ini adalah barang-barang yang kamu butuhkan." Samu memberikan bingkisan kain itu kepada Rein.


Rein menerimanya, memeriksa isi tas kain dengan indra ilahinya, dan memastikan tidak ada yang kurang atau salah, Rein menyimpan tas kain ke dalam menu penyimpanan sistem.


Melihat tas kain yang menghilang di tangan Rein, Samu menghela nafas. Dia tidak bisa melihat kemana Rein menyimpan tas kain itu.


Samu hanya tahu bahwa ada kultivator yang memiliki level yang sangat tinggi dan bisa membuat ruang independen dengan kekuatan mereka, dengan ruang independen yang orang itu ciptakan, dia bisa menyimpan semua benda dengan mudah tanpa harus memerlukan cincin penyimpanan.


Dan apa yang ditunjukkan Rein saat ini mirip dengan Deskripsi yang disebutkan di atas kertas oleh Kultivator yang sangat kuat.


Tapi Samu tidak percaya bahwa Rein adalah Kultivator kuat yang sedang bosan dan bermain di dunia ini.


Walaupun Rein menyembunyikan identitasnya dan kekuatannya dengan jubah hitam dan topeng, tapi Samu bisa mengukur kekuatan Rein secara kasar.


Dia percaya bahwa Rein berada di bawah level Spirit Master.


"Aku sudah selesai di sini. Aku akan pergi berjalan-jalan di sekitar kota Folis." Rein berkata dengan tenang.


"Apakah kamu membutuhkan sesuatu?" Samu bertanya kepada Rein.


"Tidak perlu. Namun berikan aku kabar intelijen terbaru jika ada seseorang yang mengawasi ku." Rein berkata.


"Tentu." Samu menjawab dengan singkat.


Setelah itu Rein keluar dari Samu Manor, dan melihat kota Folis yang ada di depan matanya.

__ADS_1


Kota ini terlihat tenang, tapu siapa yang tahu apa yang terjadi dalam kegelapan? Rein memikirkan ini di dalam benaknya, dan mengambil langkah ke depan dan mulai berpergian di sekitar Kota Folis.


__ADS_2