Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 22


__ADS_3

Saat badut biru mengeluarkan benda hitam dengan tombol di atasnya, Rein langsung menjadi waspada dan tidak berani bertindak gegabah.


"Aku tidak menyangka bahwa dari awal tujuanmu adalah kita, apakah kamu sudah menyadarinya? Jika sudah seperti ini, akan sangat merepotkan untuk keluar dari situasi ini… Aku tidak punya pilihan selain melakukan ini! Jika kamu tidak membiarkan aku pergi, aku akan menekan bom yang telah diletakkan di Kantong Tasku! Aku tidak keberatan untuk mati bersama mereka!"


Badut Biru itu mengancam Rein dan menyuruhnya untuk mundur.


Namun saat ini, Rein agak bingung.


Badut di depannya ini memiliki wajah yang panik dan dia benar-benar bukan orang yang akan melakukan tugas ini dengan imbalan nyawa mereka.


Rein tidak tahu darimana dua badut itu berasal atau dari organisasi mana. Namun melihat wajah badut yang penuh make up itu, Rein yakin akan satu hal.


Dari awal, mereka tidak berencana untuk melakukan tindakan bunuh diri seperti itu!


Bisa dikatakan bahwa ini adalah rencana pelarian mereka sendiri, dan bukan rencana matang yang telah di siapkan dalam jangka waktu yang lama.


"Bukankah itu berarti kamu mengakuinya?" Rein berkata dengan nada dingin.


Badut biru tidak menjawab, situasi saat ini sangat buruk baginya, dengan perkelahian ini, bisa dipastikan penjaga keamanan Taman Hiburan yang jauh lebih kuat sudah menuju kemari saat ini.


Mereka pasti pertama-tama akan melumpuhkan anak muda yang di depannya, namun setelah itu? Melihat dari tingkah anak muda itu, badut biru yakin bahwa anak muda ini akan memaksa penjaga keamanan untuk menyelidiki dia dan temannya dan memeriksa kantong besar yang mereka bawa.


Apapun yang terjadi, dia berada dalam posisi berbahaya!


Satu-satunya kesempatan yang dia miliki adalah benda yang dipegang di tangannya, yaitu tombol pemicu bom yang telah dia letakkan di dalam kantung!


Seperti perkiraan Rein, badut itu tidak benar-benar ingin bunuh diri menggunakan sarana ini, namun mereka ingin mengancam orang lain dan memberikannya waktu untuk mencari jalan keluar.


"Jangan bergerak! Aku akan menekan tombol ini!" Badut biru memperingatkan Rein yang saat ini mencoba untuk mendekatinya secara diam-diam.


Rein mengerutkan kening dan hanya bisa patuh berdiam diri di tempatnya.


Walaupun dia tahu bahwa badut itu tidak benar-benar ingin bunuh diri, tapi jika situasinya terpojok, bukan tidak mungkin dia akan benar-benar menjadi gila dan menekan tombol itu.


Rein juga tahu Pihak Keamanan Taman Hiburan telah bergegas ke sini dan akan sampai di sini cepat atau lambat.


Tapi...

__ADS_1


Rein tidak ingin penjaga keamanan Taman Hiburan tiba!


Jika penjaga keamanan tiba, itu akan memberikan tekanan kepada badut biru dan bisa saja membuatnya melakukan hal gila.


Jadi karena dia sendiri tidak begitu kuat, badut biru lebih khawatir dengan penjaga keamanan daripada Rein sendiri.


Bisa dikatakan ini adalah kesempatan yang bagus untuk menyelesaikan semuanya!


Tapi bagaimana?


Badut biru tahu bahwa Rein tidak begitu kuat dan tidak bisa menjatuhkannya dalam sekejap. Bahkan jika Rein bergerak cepat dan menyerangnya, badut biru yakin bahwa dia masih bisa menekan tombol itu, dan Rein juga tahu kekuatannya sendiri.


"Pikirkan caranya... Apa yang harus aku lakukan?" Rein berpikir di dalam benaknya.


Teknik Gerakan yang dia miliki adalah Teknik Gerakan Siluman, namun itu lebih cocok digunakan untuk menyergap musuh dan berlari. Teknik ini tidak cocok digunakan untuk menyerang musuh secara terang-terangan.


"Tidak... Esensi Gerakan Siluman mirip dengan Tinju Siluman... Dia tidak bernafas, tidak bersuara, seperti seekor ular yang bergerak di rerumputan, mereka tidak mengeluarkan racun mereka jika mulut mereka belum menggigit lawan..." Rein berpikir di dalam benaknya seolah-olah mendapatkan suatu pencerahan.


Ular yang dia gambarkan tidak benar-benar ditulis di manual Teknik Siluman, tapi Rein menggambarkan esensi Teknik Siluman seperti sebuah Ular di kehidupannya sebelumnya, yaitu bumi.


Walaupun tidak begitu tepat, tapi dasarnya sama. Keduanya tidak akan menunjukkan ancaman kematian jika serangan mereka tidak mendarat di tubuh musuh.


"Teknik Gerakan Siluman adalah kakinya, Teknik Nafas Siluman adalah penyembunyiannya, Teknik Pedang Siluman adalah Taringnya, Teknik Tinju Siluman adalah Racunnya... Dan Tubuh Siluman adalah pondasi untuk menggabungkan semua Teknik itu menjadi satu!"


Rein seolah-olah mendapatkan pencerahan dan menyatukan semuanya dalam sekali jalan.


Potongan puzzle terbentuk di dalam benaknya dan menghubungkan semua Teknik Siluman.


"Jadi inilah kenapa Teknik Siluman memiliki hubungan satu sama lain..." Rein memejamkan matanya dan menyelesaikan semua puzzle di dalam benaknya.


"Dengan ini, aku bisa mencobanya... Tapi aku belum mempelajari Tubuh Siluman untuk menjadi dasar agar semua Teknik Siluman bergabung… Tidak ada tapi, aku harus mencobanya untuk menyelamatkan anak-anak!" Rein membuka matanya, dan pandangan tegas tercermin dari dalam matanya.


"Jangan bergerak!"


Badut biru mengarahkan benda yang dia pegang kepada semua orang, dan memperingatkan mereka untuk tidak bergerak.


Akhirnya setelah semua orang mengamati tindakan keduanya, mereka memiliki prasangka bahwa ada yang salah dengan badut ini, dan ingin ikut campur ke dalamnya.

__ADS_1


Namun sebagian besar orang yang ada di Taman hiburan hanya memiliki level kultivasi Beyond Mortal dan True Master.


Mereka bisa mengalahkan badut itu dengan satu serangan, namun mereka tidak yakin apakah mereka bisa melakukan serangan itu sebelum badut itu menekan tombol.


Jadi mereka tidak berani bertindak sembarangan saat ini.


Saat orang-orang mengamati badut itu dan memblokir jalan pelariannya, dalam sekejap, sosok bayangan dengan aura merah tiba-tiba muncul di samping badut itu dan menyerangnya bahu kanan badut itu dengan ganas.


Boom!


Badut biru terkejut saat tubuhnya di serang secara tiba-tiba oleh orang lain dan terbang di udara saat kontrol peledak di tangannya lepas dari tangannya.


Saat tubuhnya terbang di udara, dia mengira Kultivator Spirit Master telah bergerak menyerangnya. Namun yang dia tidak sangka adalah, sosok pria muda yang membuat semua situasi ini terjadi ada di depan matanya saat ini!


Sosok anak muda itu memiliki garis bayangan dan aura merah darah di sekitarnya.


Aku yakin dia hanya berada di level Beyond Mortal, bagaimana dia bisa menyerangku tanpa aku menyadarinya!? Badut biru memikirkan itu di dalam benaknya.


Saat ini, bahu kanannya memiliki lubang yang dalam di akibatkan oleh serangan anak muda itu sebelumnya.


Sial! Jika bukan karena pemimpin baru itu memaksakan perintah untuk menculik orang biasa, aku tidak akan mati di sini! Badut biru memikirkan hal ini sebelum tubuhnya jatuh ke tanah dan kehilangan kesadarannya.


Craaattttt!!!!!


Rein yang sebelumnya masih berdiri di tanah setelah menyerang badut biru, dalam sekejap, darah menyembur keluar dari lubang hidung dan mulutnya.


Tidak hanya itu saja, seperti di Simulasi sebelumnya, tangan dan kaki Rein tiba-tiba menyemburkan darah dan memiliki dagingnya robek saat ini.


Rein segera merasakan kekuatannya melemah hingga ekstrim sambil menutupi mulut dan hidungnya agar darah tidak menyembur keluar lagi.


"Ini harga yang harus aku bayar?" Rein memikirkan hal ini di dalam benaknya.


Tanpa Tubuh Siluman, dia tidak mampu menggunakan kemampuan ini secara sempurna, dan harus mengandalkan tubuhnya sendiri sebagai pondasi.


Rein mengangkat kepalanya dan melihat bahwa kontrol peledak tergeletak di tanah tidak jauh darinya, dan dia melihat badut biru itu yang saat ini tergeletak di tanah saat bahu kanannya berlubang dan darah berceceran di tanah.


Setidaknya aku memenuhi tujuanku... Rein memikirkan ini saat kesadarannya perlahan menghilang.

__ADS_1


Sebelum kehilangan kesadarannya sepenuhnya, Rein melihat sosok Viola yang terbang dan bergegas ke arahnya saat ini.


Tepat saat dia melihat Viola, Rein kehilangan kesadarannya dan tubuhnya jatuh ke tanah dengan gedebuk.


__ADS_2