Sistem Simulasi

Sistem Simulasi
Chapter 36


__ADS_3

Di pagi hari, di Asrama pria Akademi Golden Nimbus.


Rein sedang bermeditasi di dalam kamarnya, tidak lama kemudian, dia membuka matanya dengan tenang.


Handphone yang terletak di sampingnya bergetar, Rein mengambilnya dan melihat notifikasi pesan dari Viola.


"Apakah kamu sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu siap hari ini?"


Viola bertanya tiga pertanyaan berturut-turut.


Rein membalasnya satu persatu, setelah memastikan jawabannya, dia mengirimkan pesan dan meletakkan kembali Handphonenya.


Hari ini adalah jadwal pertarungannya dengan Gavi!


Mungkin karena ketenarannya, hari ini cukup banyak orang yang menunggu dia untuk tampil di atas panggung.


Rein berdiri dari tempat tidurnya, dan segera menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap.


***


Jam 9 pagi, Rein telah menunggu bersama Viola, Kira, David, dan beberapa orang lainnya di platform duel publik.


Platform duel ini biasanya digunakan untuk Kompetisi Akademi murid Akademi Golden Nimbus, dan karena Gavi berasal dari Akademi lain, pihak sekolah memutuskan untuk melakukan duel ini di platform publik.


"Kapan dia akan datang?" Kira bertanya dengan tidak sabar.


"Entahlah, apakah kamu punya nomor hp nya?" Viola bertanya.


"Tidak, setelah dia menyetujui permintaan Rein, dia segera pergi dan tidak meninggalkan kontaknya." Kira menjawab.


"Dia akan datang, tunggu saja hingga sore hari. Aku tidak percaya dia tidak akan datang dengan alasan takut denganku." Rein mengatakan itu dengan nada bercanda.


"Yah bukan tidak mungkin dia takut padamu. Jangan meremehkan dirimu sendiri." David menepuk bahu Rein dan mendukungnya.


"Walaupun kata-katamu seperti memujiku, entah kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dibalik kata-kata itu." Rein berkata kepada David.


"Hahaha." David hanya bisa tertawa dan tidak menjawab pertanyaan Rein.


Akhirnya waktu berlalu dengan cepat.


Satu persatu murid Akademi juga muncul di platform duel ini, menunggu pertarungan Rein dan Gavi.


Pada awalnya semua orang dengan sabar menunggu, tapi semakin lama waktu berlalu, semua orang merasa bosan. Bahkan Rein mengadakan piknik sederhana dengan Viola, Kira, David dan yang lainnya.


Mereka duduk melingkar dengan banyak camilan dan minuman di tengah lingkaran.


Hingga akhirnya, hari menjelang sore hari.


Viola dengan kesal berkata : "Kenapa dia tidak datang? Jika dia ingin membatalkannya, bukankah seharusnya dia mengatakannya kepada kita?"


Mood Viola menjadi buruk, dia ingin mengetahui hasil duel dengan cepat, tapi Gavi seorang pemeran utama tidak muncul hari ini.

__ADS_1


"Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak yakin apakah kalian setuju dengan ini." Kira berkata dengan ragu-ragu.


"Katakan!" Viola berkata dengan nada kesal.


"Dia mengatakan satu bulan kemudian dia akan datang ke sini kan? Tapi pernahkah kalian memikirkan bahwa satu bulan ada yang memiliki 30 hari dan 31 hari? Kita dengan jelas berpikir 1 bulan yang dia maksud adalah 30 hari, dan kita menunggunya di sini hari ini. Tapi bagaimana jika dia menganggap satu bulan itu 31 hari?" Kira berkata dengan ragu-ragu.


“…” Viola.


“…” Rein.


“…” David.


“…” Orang-orang pinggiran.


Ya, kenapa mereka tidak memikirkan ini? Jika Gavi menganggap satu bulan kemudian adalah 31 hari, bukankah itu berarti dia akan datang besok? Semua orang berpikir seperti itu kurang lebih.


"Jadi... Dia akan datang besok?" Viola bertanya.


"Kemungkinan besar itulah yang terjadi." Kira menjawab.


Rein, David, dan semua orang menghela nafas. Mereka tidak pernah memikirkan hal seperti ini akan terjadi.


***


Keesokan harinya.


Tidak seperti kemarin, Rein hari ini tidak menunggu Gavi lagi, dia langsung menuju Dojo sekolah untuk berlatih.


Akhirnya jam 2 siang, David memberitahu Rein bahwa Gavi sudah datang.


Setelah beberapa perdebatan kecil, akhirnya Rein dan Gavi menaiki platform duel dan saling berhadapan.


Gavi hari ini tidak hanya datang dengan bawahannya saja, tapi dia juga membawa murid-murid Akademi Akadia lainnya yang berjumlah hingga 30 orang.


Tanpa di sangka, murid Akademi Akadia dan murid Akademi Golden Nimbus cukup akrab dan bersahabat. Murid-murid Akadia dengan santai mengobrol dengan murid Akademi Golden Nimbus.


Melihat pemandangan itu, Rein menggelengkan kepalanya sedikit dan berpikir bahwa dirinya terlalu kurang bersosialisasi ke dunia luar dan hanya tahu sedikit tentang dunia luar.


Saat melihat orang-orang yang datang untuk menonton, Rein melihat sosok Adoro yang baru saja datang dan mengambil tempat duduk penonton.


Menyadari seseorang menatapnya, Adoro menoleh dan melihat Rein, dia tersenyum dan mengangguk kecil.


Rein membalas Adoro dengan anggukan kecil juga.


Selama beberapa hari terakhir, dia berlatih dengan Adoro.


Mungkin karena Teknik Tombak Adoro begitu kuat, pemahamannya tentang Esensi River Children meningkat pesat setelah berlatih dengan Adoro.


"Dalam satu bulan ini, bagaimana perkembangan mu? Sejujurnya, aku agak terkejut bahwa kamu memiliki level kultivasi yang sama denganku. Tapi jika kamu berpikir bahwa hanya dengan memiliki level yang sama semuanya jauh lebih mudah, kamu salah besar." Gavi berkata kepada Rein yang berdiri di hadapannya.


"Tentu saja aku tahu dengan baik kekuatan sejati murid jenius." Rein menjawab dengan lembut, dan menarik pedangnya keluar dari sarung pedang yang ada di pinggangnya.

__ADS_1


"Dalam Duel, pertumpahan darah tidak bisa di hindari, jadi ketika saat itu tiba, kamu tidak perlu takut, bagaimanapun keselamatan hidupmu terjamin." Gavi tersenyum dan mengeluarkan pedangnya juga.


Dalam Duel, itu adalah pertarungan nyata dan menggunakan senjata asli. Walaupun itu cukup berbahaya, tapi selagi ada seseorang yang kuat yang mengawasi duel ini, tidak akan ada hal yang buruk terjadi seperti kematian.


Rein dan Gavi memiliki jarak sekitar 10 meter di antara mereka berdua, dan masing-masing dari mereka telah mengeluarkan pedang mereka dan saling berhadapan.


"Hahaha! Aku yang akan menjadi wasit dalam pertandingan ini."


David dengan senang hati berjalan di atas platform duel dan berdiri di tengah-tengah Rein dan Gavi.


"Kalian sudah mengetahui peraturan duel, jadi aku tidak akan mengatakan peraturan Duel lagi. Yang perlu aku tegaskan di sini adalah, jika lawan sudah tidak mampu melawan, segera berhenti! Jika tidak, petugas keamanan Akademi akan segera bertindak dengan keras." David menunjuk pengawas Akademi yang berdiri di udara, tidak jauh dari Rein dan Gavi.


"Kalian berdua siap?" Davi bertanya pada Rein dan Gavi.


Gavi dan Rein mengangguk sebagai jawaban.


"Kalau begitu, pertarungan di mulai!"


Saat David mengatakan 'pertarungan di mulai', Rein dan Gavi bergerak secara bersamaan.


Dengan cepat, keduanya tiba di tempat yang sama, dan segera pedang mereka berdua saling bertabrakan.


"Tidak buruk, tapi ini hanyalah permulaan, terima ini!" Gavi menyeringai.


Rein merasakan pedang Gavi tiba-tiba memiliki kekuatan seperti ombak saat pedangnya bergesekan dengannya, dan dia bisa merasakan bahwa kekuatan ombak ini tidak mudah untuk dihentikan.


"Tsk." Rein mendecakkan lidahnya dan segera melompat mundur agar tidak menerima kekuatan pedang Gavi secara langsung.


"Teruslah berlari, kamu hanya bisa berlari saat berhadapan denganku!" Gavi langsung mengejar Rein yang mundur, dan menyerangnya berulang kali.


Rein memblokir satu persatu serangan Gavi, tapi dia tidak memblokir serangan Gavi sepenuhnya.


Dia hanya memblokir seperempat kekuatan Gavi, setelah itu dia mundur untuk menghindari kekuatan yang tersisa dari serangan Gavi.


Jadi di mata penonton, situasi Rein sangat terdesak saat Gavi terus menyerangnya dan Rein harus mundur mengelilingi platform duel setiap dia tidak bisa menahan serangan Gavi.


Situasi Rein sepertinya tidak menguntungkan di mata penonton, tapi Adoro yang melihat pertempuran ini menyipitkan matanya.


Melihat gerakan Rein, dia mengingat pengalamannya saat berlatih dengan Rein.


Pada saat itu, Rein juga seperti ini, dia bertindak seolah-olah tidak mampu menahan serangan lawannya dan terpaksa untuk mundur.


Namun setelah berlatih lebih lama dengan Rein, Adoro sadar bahwa Rein melakukan gerakan seperti itu untuk mengurangi kekuatan serangan lawan!


Menahan serangan musuh sepenuhnya membutuhkan banyak kekuatan, tapi Rein memiliki trik lain, saat menghadapi serangan musuh, dia tidak memblokir serangan musuh sepenuhnya.


Di mata penonton, Rein sepertinya tidak mampu memblokir serangan musuh, tetapi yang sebenarnya terjadi, saat Rein memblokir serangan musuh, dia mengendalikan kekuatan serangan musuh untuk mendorong tubuhnya mundur kebelakang, dan saat tubuhnya juga mundur ke belakang, sisa kekuatan serangan musuh tidak mengenai tubuhnya, dan hanya menyisakan kekuatan dorongan ke tubuhnya.


Ini adalah trik yang dipelajari Rein saat berlatih dengan Adoro sebelumnya.


Teknik Tombak Adoro sangat ganas dan tirani, sangat sulit untuk menghindar, dan jika dia memblokir serangan Adoro sepenuhnya, itu akan mengkonsumsi banyak kekuatannya.

__ADS_1


Jadi Rein melakukan trik seperti ini untuk menghadapi Adoro, dia hanya memblokir seperempat kekuatan serangan tombak Adoro untuk menciptakan efek rebound ke tubuhnya dan membawa tubuhnya mundur lebih cepat untuk menghindari serangan lawan yang tersisa.


Jadi di mata Adoro, walaupun situasi Rein menyedihkan, dia tahu bahwa pertempuran ini sudah berada dalam kendali Rein sepenuhnya!


__ADS_2