
Rein berjalan kaki mengelilingi kota Folis.
Rein sebelumnya berencana untuk berjalan-jalan di sekitar Kota Folis, namun sekarang Rein berjalan memutari jalan kota Folis.
Terkadang dia pergi ke daerah penginapan, dan terkadang dia pergi ke daerah hiburan, dan daerah lainnya.
Setiap Rein berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dia menggunakan fungsi Sistem untuk mengubah pakaiannya.
Pakaian yang diberikan oleh Kakek Sion kepadanya adalah pakaian level tinggi. Dan selama berada di Manor Samu, Rein telah memesan beberapa pakaian ganti yang murah untuk seorang Kultivator True Master.
Kakek Sion hanya mengarahkan jalan awalnya, untuk selanjutnya, dia harus mengandalkan dirinya sendiri.
Dengan Sistem, Rein bisa mengubah pakaiannya dalam sekejap, dan ini membantunya menghilangkan jejaknya, dan mengubah identitasnya, dan tidak lagi berhubungan dengan identitas X 'tamu di Manor Samu.'
Menghabiskan waktu beberapa jam, Rein memegang hp nya dan melihat informasi yang diberikan oleh jaringan intelijen Samu.
Akhirnya setelah memutari Kota Folis selama beberapa jam dan mengubah pakaiannya, dia berhasil membuat orang lain kehilangan jejaknya, bahkan intelijen Samu tidak mengetahui jejaknya.
Pekerja intelijen Samu bahkan memuji Rein karena memiliki trik seperti itu untuk menghilangkan jejaknya.
Rein tersenyum kecil dan meletakkan kembali Hp nya.
Alasan utama dia bisa menggunakan trik ini adalah karena Esensi River Children.
Esensi River Children sangat mudah berbaur dengan lingkungannya, dan mudah menyembunyikan auranya dalam kerumunan orang. Itulah kenapa Rein percaya diri dengan rencananya.
Tentu saja Sistem juga berperan besar untuk pencapaiannya saat ini.
Walaupun rencananya berhasil, Rein percaya bahwa di masa depan, pihak lain akan dengan mudah menghindari trik kecil seperti ini. Trik ini hanya bekerja paling baik saat dia melakukannya untuk pertama kalinya.
Jadi Rein tidak berencana untuk menggunakan identitas tamu di Manor Samu dalam jangka waktu lama.
"Akhirnya aku bisa bertindak sebagai kultivator True Master yang normal." Rein tersenyum di balik topengnya, dan mengambil langkah ke depan.
Langkah awalnya di Dunia Bawah adalah membentuk koneksi dengan Samu dan membuka jalan baginya untuk menghasilkan uang. Setelah ini tercapai, Rein tidak berniat bertindak lebih jauh, setidaknya dia tidak akan mengambil langkah lain sebelum kekuatannya meningkat dan bisa percaya diri untuk menjaga keamanannya sendiri.
Kakek Sion mengatakan bahwa jika hanya berbisnis, Dunia Bawah cukup aman. Tapi Rein tahu apa yang dikatakan Kakek Sion adalah gambaran kasar. Jika murni bisnis seperti Samu, memang dia akan aman. Namun Samu tidak hanya mengembangkan bisnisnya saja, dia juga mengembangkan tim dan kekuatannya sendiri. Setelah kekuatannya sudah kuat, dia baru bisa dengan aman memulai bisnisnya.
Rein bukan anak kecil lagi, dan dia tidak akan mengikuti semuanya sesuai dengan apa yang dikatakan orang lain, dia tahu bahwa untuk detailnya, dia harus mencarinya sendiri. Jika semuanya di arahkan oleh Kakek Sion, cepat atau lambat dia akan jatuh karena terlalu mengandalkan Kakek Sion.
Sebenarnya Rein tidak tahu bahwa Kakek Sion memang secara sengaja tidak menjelaskan semuanya. Memang seperti yang dipikirkan Rein, selagi jalannya di atur sepenuhnya oleh orang lain, dia akan jatuh cepat atau lambat.
Kakek Sion tidak berencana untuk menciptakan bawahan yang patuh, tapi dia ingin menciptakan orang kuat yang bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri.
Kakek Sion berencana agar Rein mengalami sedikit pukulan dan belajar darinya jika Rein terlalu rakus. Namun Kakek Sion tidak pernah menyangka bahwa Rein sangat berhati-hati dan segera berhenti setelah langkah awalnya tercapai, tidak buta dengan kekuatan palsu yang dia miliki saat memegang kartu VIP dan menjadi tamu di Manor Samu.
Rencana Kakek Sion untuk mendidik anak muda gagal, tapi itu juga bagus jika Rein sudah menyadari hal itu.
Berjalan menyusuri kota Folis, Rein akhirnya datang di sebuah gedung tinggi yang disebut sebagai Aula Petualang.
Aula Petualang adalah tempat bagi Kultivator untuk menerima tugas dan mendapatkan uang. Aula Petualang adalah pusat tempat berkumpulnya semua Kultivator.
"Halo, ada yang bisa aku bantu?" Petugas wanita yang menjaga meja resepsionis Aula Petualang bertanya pada Rein.
"Aku ingin mendaftarkan diriku sebagai Petualang." Rein menjawab.
Setelah itu petugas wanita mengarahkan Rein untuk mendaftarkan dirinya sebagai petualang di Dunia Bawah.
Mendaftarkan diri sebagai petualang Dunia Bawah cukup mudah, dia hanya perlu menggunakan nama samarannya dan memilih level petualang.
__ADS_1
Level petualang dibagi menjadi 5 level, satu sampai lima.
Level satu sampai lima sesuai dengan Alam Kultivasi, yaitu Beyond Mortal, True Master, dan seterusnya.
Rein memilih level 3 sebagai level petualang. Itu berarti identitas Rein di Aula petualang adalah seorang Kultivator Level Spirit Master.
Karena ini di Dunia bawah, Aula Petualang Dunia Bawah sangat berbeda dengan Aula Petualang di permukaan tanah. Di sini, dia tidak harus menguji kekuatan dan level kultivasinya, dia bisa dengan bebas memilih level 1 sampai 5.
Level petualang hanya berfungsi untuk mengambil tugas yang tersedia sesuai level. Dengan level 3, Rein bisa mengambil tugas level 3 dan level 2.
Memegang kartu hitam di tangannya, Rein pergi ke tempat Aula misi.
Di Dunia Bawah terdapat banyak orang dari berbagai kalangan. Bahkan Murid Akademi terkadang pergi ke Dunia Bawah. Tentu saja jika ada kecelakaan yang terjadi, itu hanya bisa disalahkan kepada murid itu sendiri, dan tidak akan ada pihak yang bertanggung jawab.
Mendekati Aula misi, Rein melihat banyak orang yang melihat Aula misi.
Aula misi di depannya adalah layar monitor yang besar dan menunjukkan berbagai misi yang tersedia.
Rein melihat bahwa sebagian besar orang membentuk kelompok kecil untuk melakukan tugas. Dan hanya beberapa yang sendirian.
Rein tidak khawatir dan mendekati layar monitor besar. Dia datang ke sini bukan benar-benar untuk menyelesaikan misi, namun dia hanya ingin mendapatkan beberapa pengalaman di Dunia Bawah.
"Ada misi di daerah Utara, apakah kamu ingin mengambilnya?"
"Daerah utara? Bukankah daerah itu adalah daerah netral? Semakin jauh kita berjalan ke utara, cepat atau lambat kita secara tidak sadar akan berada di daerah netral."
"Jangan mengambil resiko, kita di sini hanya untuk bersenang-senang dan mencari pengalaman. Cari misi yang lain."
Sekelompok orang mengobrol di antara mereka sendiri, dan Rein mendengarkan dari samping.
Setelah itu Rein berjalan ke samping, dan berdiri di sebuah mesin pemindai kartu yang kosong.
Meletakkan kartunya di mesin pemindai kartu, Rein segera melihat layar monitor dan memilih misi yang menarik.
"Misi seperti apa yang harus aku pilih?" Rein berpikir di dalam benaknya.
Ada berbagai misi di layar monitor, seperti mengumpulkan tumbuhan, membantu melindungi seseorang, atau memburu monster.
Di dunia bawah, terdapat monster yang berkeliaran di sini. Di permukaan tanah juga ada monster, namun jumlahnya tidak begitu banyak jika dibandingkan Dunia Bawah.
Monster biasanya berkumpul di daerah Netral. Apa yang dimaksud dengan daerah Netral adalah daerah yang berada diluar kota Dunia Bawah.
Selain monster, ada juga ras asing yang menyelinap ke Dunia Bawah manusia. Sebagian besar dari mereka hanya pengungsi dari Dunia luar, dan pergi ke daerah Manusia untuk mencari perlindungan.
Pada dasarnya mereka tidak aman di Dunia Bawah, dan terkadang para manusia memburu mereka untuk mengambil harta atau organ dalam mereka.
Jarak antar kota ke kota cukup jauh. Dan di daerah utara yang disebutkan kelompok sebelumnya memiliki jarak yang sangat jauh untuk ke kota selanjutnya. Dan daerah Netral di sana cukup luas dan di huni oleh banyak makhluk hidup.
Rein melihat-lihat misi yang ada di layar monitor, hingga suatu saat, sebuah misi baru tiba-tiba muncul dan menarik minatnya.
[ Mengumpulkan informasi pertarungan : Salah satu Organisasi akan memulai pertempurannya dengan pihak lain ]
[ Hadiah : 20 Batu Spiritual tingkat rendah ]
Rein melihat misi itu, dan misi itu berada dalam kisaran level 2 dan 3, yang artinya level kesulitan tidak pasti.
Rein berpikir selama beberapa saat sebelum memutuskan untuk memilih misi itu.
Menggunakan indra ilahi nya, dia menyalurkan pemikirannya ke mesin pemindai kartu yang ada di depannya. Untuk memilih misi bisa dilakukan secara manual atau menggunakan indra ilahi yang sangat memudahkan baginya.
__ADS_1
Setelah mengambil misi, Rein mengambil kembali kartunya, dan pergi dari Aula misi.
Rein mengambil misi ini bukan karena hadiah atau hal yang lain, tapi karena dia cukup penasaran dengan satu Simulasi yang tidak pernah dia dapatkan.
Simulasi Wilayah Perang!
Ini adalah satu-satunya fitur sistem yang belum pernah dia dapatkan. Dan dengan misi ini, Rein menebak bahwa mungkin ada suatu pertarungan yang terjadi antara dua kelompok yang cukup besar, dan dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mencoba menyalin pertarungan yang terjadi, dan melihat apakah Simulasi Wilayah Perang terwujud.
Rein berjalan mendekati salah satu toko Aula petualang, dan membeli sebuah barang yang mirip dengan Handphone.
Ini bukan Handphone biasa, tapi Handphone ini digunakan untuk memeriksa detail misinya dengan memasukkan kartu Petualang yang dia miliki ke dalam Handphone.
Memasukkan kartu petualang miliknya, Rein segera melihat misi yang telah dia ambil.
[ Koordinat xxx Daerah xxx, sebuah pertarungan antar organisasi akan terjadi. Harap di ingat bahwa menonton pertarungan ini bisa sangat berbahaya. Disarankan bagi orang yang menerima tugas ini memiliki kemampuan penyembunyian ]
[ Orang yang menerima tugas ini perlu mengumpulkan beberapa informasi untuk orang tertentu. Karena semua orang menyamar dan berpakaian sama, kamu hanya perlu melihat ciri-ciri kemampuan yang di tunjukkan di pengenalan misi, dan mengenalinya saat dia bertarung, dan mencatat semua informasi orang itu selama pertempuran berlangsung ]
Rein melihat pengenalan misi, dan membaca semuanya.
Pada dasarnya, dia harus memperhatikan beberapa orang dalam pertempuran itu, dan melaporkan informasi pertarungan yang dialami oleh orang itu kepada orang yang membuat misi ini.
Karena setiap orang di Dunia Bawah menyamar, jadi Rein hanya bisa mengenali target saat melihat kemampuannya. Tapi Rein tidak mengambil tugas ini dengan serius, lagipula dia tidak benar-benar berniat menyelesaikan misi ini, dan murni untuk menonton pertempuran.
"Pertarungan ini mungkin akan melibatkan True Master dan Spirit Master. Dengan Esensi River Children yang memiliki kemampuan penyembunyian yang lebih baik dari Esensi Siluman, aku memiliki kepercayaan diri sekitar 70% untuk dengan aman menonton semuanya." Rein segera membuat spekulasi di dalam benaknya.
Setelah dia yakin, Rein segera pergi dan menuju ke koordinat yang diberikan oleh misi.
Pertarungan ini terjadi di luar kota, jadi dalam perjalanan, Rein sudah menggunakan kemampuan penyembunyiannya.
"Dengan Esensi River Children, aku hanya perlu secara aktif memobilisasi Esensi River Children di dalam tubuhku, dan efek penyembunyiannya tidak kalah dengan Teknik Penyembunyian yang lain. Tapi memiliki Teknik Penyembunyian juga hal yang harus aku miliki, dengan Teknik Penyembunyian, efeknya akan jauh lebih baik." Dalam perjalanan, Rein memikirkan ini dan berencana untuk mencari Teknik Penyembunyian di masa depan.
Setelah berlari selama sepuluh menit dengan kekuatan penuhnya, Rein akhirnya sampai di koordinat yang disebutkan dalam misi.
Kecepatan Rein cukup cepat, dan langkah kakinya sangat samar, dan dia berhasil sampai di sini dengan cepat.
"Di depan adalah koordinat yang disebutkan oleh misi. Namun disebutkan bahwa tempat pertempuran yang sesungguhnya bisa saja bergeser ke arah lain. Jadi dari tempat itu, aku perlu menjauh dan mencari tempat bersembunyi sampai pertarungan terjadi." Rein segera membuat rencana di benaknya.
Dia mundur menjauh ke belakang, dan mencari tempat persembunyian.
Dengan pengetahuannya sebagai seorang Rune Master dan Teknik Menulis Langit dan Bumi, Rein bisa menciptakan teknik ilusi sederhana.
Dia mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi dan memiliki pandangan yang cukup luas.
Akhirnya Rein menemukan tempat yang cocok sesuai dengan perkiraannya, segera dia menulis sesuatu di udara menggunakan Teknik Menulis Langit dan Bumi. Setelah dia selesai menulis, sebuah batu besar muncul dari kekosongan dan mengurung tubuhnya di dalam batu.
Batu besar itu adalah ilusi yang diciptakan menggunakan Teknik Menulis Langit dan Bumi. Walaupun levelnya tidak begitu tinggi, tapi Rein cukup yakin jika tidak ada orang lain yang berada di dekatnya, ilusinya tidak akan terdeteksi oleh orang lain.
"Mari kita menunggu pertempuran terjadi." Rein duduk bersila, dan melihat daerah yang akan menjadi medan pertempuran dari kejauhan.
Rein menunggu selama beberapa jam, namun tidak ada yang terjadi.
Sejujurnya Rein agak penasaran, siapa orang yang mengeluarkan misi ini dan bahkan orang itu bisa menebak tempat pertarungan terjadi? Menurutnya, ini agak aneh.
Namun apapun kebenarannya di balik ini, Rein tidak peduli. Dia hanya ingin menyalin pertempuran ini ke dalam sistemnya.
Menonton daerah pertempuran yang sepi, Rein menjadi bosan. Dia akan mengambil hp nya untuk menghilangkan rasa bosannya sedikit sebelum dia melihat sekelompok 10 orang tiba-tiba berlari ke arah medan pertempuran yang disebutkan dalam misi.
Ini dia! Rein segera fokus dan melihat sekelompok orang yang sedang berlari.
__ADS_1
Di belakang kelompok sepuluh orang itu, ada kelompok lain yang berjumlah belasan orang, dan sedang mengejar dari belakang mereka.